<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#buyahamka Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/buyahamka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/buyahamka/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Mar 2023 14:17:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#buyahamka Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/buyahamka/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Masyarakat Kampung Buya Hamka Syukuran Memasuki Ramadan 1444 Hijriah</title>
		<link>https://prokabar.com/masyarakat-kampung-buya-hamka-syukuran-memasuki-ramadan-1444-hijriah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Mar 2023 14:14:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=112063</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar &#8211; &#8220;Puji syukur kepada Allah sub&#8217;hanallahuwata&#8217;ala yang telah memberkahi dengan rahmat dan hidayah-NYA kepada kita. Berbagai rezki dan kebahagiaan yang telah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masyarakat-kampung-buya-hamka-syukuran-memasuki-ramadan-1444-hijriah/">Masyarakat Kampung Buya Hamka Syukuran Memasuki Ramadan 1444 Hijriah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai Batang, Prokabar</strong> &#8211; &#8220;Puji syukur kepada Allah sub&#8217;hanallahuwata&#8217;ala yang telah memberkahi dengan rahmat dan hidayah-NYA kepada kita. Berbagai rezki dan kebahagiaan yang telah dilimpahkan kepada kita di Kampung Kelahiran Buya Hamka ini,&#8221; ungkap Tokoh Masyarakat Sungai Batang, Angku Datuak Majolelo didampingi Walijorong Batung Panjang, F. Datuak Mangkuto Nan Basa dan Walinagari Sungai Batang, A. Datuk Bandaro Kayo, saat mengucapkan kata sambutan syukuran, Selasa (21/3) kemaren.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Halaman SDN 31 Batung Panjang tersebut ramai dihadiri seluruh tokoh masyarakat setempat, Wakil Ketua DPRD Agam, Irfan Amran, Kapolsek Tanjung Raya, Camat Tanjung Raya, Babinsa Koramil 05, beserta Jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Agam yang dipimpin Asisten I Sekdakab, Andrinaldi.</p>
<p>&#8220;Terimakasih kepada pemerintah daerah, yang telah membantu pengairan air bersih kami, sehingga layak dan lancar menghidupi kami,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Meski demikian lanjut Angku Datuak Majolelo, mamancuang indak sakali putuih. Pembangunan yang telah kami dapatkan masih belum tuntas. &#8220;Masih banyak sarana dan prasarana yang hendaknya harus dipenuhi untuk menunjang keberadaan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka ini,&#8221; terangnya.</p>
<p>Bagaimana caranya kami mengembangkan dan memanfaatkan Desa Wisata Kampung Kelahiran Buya Hamka ini, sementara akses jalan masih terjal, curam dan sempit. Lahan parkir yang sangat tidak memadai, serta taman bermain untuk pengunjung tidak ada?</p>
<p>Sementara itu, Irfan Amran turut bangga dan bahagia dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. Sebagai Tokoh Masyarakat Sungai Batang sekaligus Anggota Legislatif Kabupaten Agam, sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam.</p>
<p>Pembangunan di Nagari Sungai Batang, umumnya di Kecamatan Tanjung Raya cukup banyak. Hal ini bentuk keseriusan dan kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Agam kepada masyarakatnya.</p>
<p>Kepedulian ini patut kita syukuri. Meski demikian, rasa syukur ini tentu terus berlanjut dengan skala pembangunan yang jelas masih banyak pembenahan dan perbaikan. Masih banyak sarana dan prasarana yang harus terus dilanjutkan.</p>
<p>&#8220;Kami sangat berharap kelanjutan pembangunan terus dilaksanakan. Agar potensi yang sangat memberi dampak Kabupaten Agam secara luas ini dapat termanfaatkan secara maksimal,&#8221; tambah Irfan Amran.</p>
<p>Andrinaldi Asisten I bidang Administrasi Pemerintahan, mewakili Bupati Agam mengatakan, pembangunan air bersih di Jorong Batung Panjang sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dengan segala potensi yang dimiliki.</p>
<p>&#8220;Namun yang terpenting adalah, memelihara dari pembangunan yang dibuat. Membangun dengan anggaran negara tidak ada biaya pemeliharaan, nah inilah peran penting mssyarakat. Memelihara dan menjaga pembangunan yang telah kita bangun,&#8221; ajaknya.</p>
<p>&#8220;Memelihara, mengembangkan, mengelola Desa Wisata Nagari Sungai Batang dengan melestarikan lingkungan sekitar kita. Dan ketika ada pembangunan akses jalan menuju museum nanti, jangan pula minta biaya pembebasan lahan. Ayo kita dukung bersama-sama segala pembangunan nantinya,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masyarakat-kampung-buya-hamka-syukuran-memasuki-ramadan-1444-hijriah/">Masyarakat Kampung Buya Hamka Syukuran Memasuki Ramadan 1444 Hijriah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Goro Bersihkan Akses Jalan Menuju Museum Buya Hamka</title>
		<link>https://prokabar.com/masyarakat-goro-bersihkan-akses-jalan-menuju-museum-buya-hamka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2023 01:27:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#museumbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=111305</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar &#8211; Setelah mendapat laporan dan keluhan warga, sejumlah pemuda bersama Walijorong Batung Panjang melaksanakan gotong royong pembersihan semak pengganggu akses jalan utama di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masyarakat-goro-bersihkan-akses-jalan-menuju-museum-buya-hamka/">Masyarakat Goro Bersihkan Akses Jalan Menuju Museum Buya Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar</strong> &#8211; Setelah mendapat laporan dan keluhan warga, sejumlah pemuda bersama Walijorong Batung Panjang melaksanakan gotong royong pembersihan semak pengganggu akses jalan utama di Jorong Batung Panjang, Kenagarian Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam.</p>
<p>Aksi sosial itu juga sangat membantu wisatawan menuju Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka.</p>
<p>Fajri, Walijorong Batung Panjang mengatakan, akses jalan menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat Tanjung Raya. Terutama yang berada di kawasan Danau Maninjau arah selatan dan barat.</p>
<p>Selain jalan utama, akses itu juga menuju Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Pada saat ini, kunjungan wisatawan ke Museum Pahlawan Nasional itu sangat ramai dikunjungi wisatawan asal Malaysia.</p>
<p>&#8220;Agar terjadinya kecelakaan lalulintas, kami melakukan pencegahan dengan aksi bersih dan gotong royong. Kondisi jalan yang sempit dan tanjakan panjang juga salah satu penyebab lokasi ini cukup rawan,&#8221; ungkapnya kepada Prokabar.com, Minggu (12/2).</p>
<p>Fajri menambahkan akses jalan hampir dilalui bus pariwisata, menyulitkan pengunjung menuju Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Untuk itu perhatian pemerintah daerah sangat diharapkan melakukan pelebaran dan perbaikan segeranya.</p>
<p>&#8220;Kami berharap, Pemda Agam dapat memprioritaskan dengan perhatian sangat serius. Karena ini aset utama membawa inkam dan visa negara. Wisatawan Malaysia sangat sering dan hampir setiap hari berkunjung ke sini. Untuk itu kami berharap dukungan semua pihak, terutama pemerintah daerah,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/masyarakat-goro-bersihkan-akses-jalan-menuju-museum-buya-hamka/">Masyarakat Goro Bersihkan Akses Jalan Menuju Museum Buya Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BKSDA dan KPGH Mantapkan Komitmen Kerjasama, Wali Nagari Beri Dukungan Penuh</title>
		<link>https://prokabar.com/bksda-dan-kpgh-mantapkan-komitmen-kerjasama-wali-nagari-beri-dukungan-penuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2022 03:03:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdaagam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kpgh]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=106820</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Resor Maninjau memperkuat komitmen kerjasama dengan Komunitas atau Kelompok Pemuda Generasi Hamka (KPGH). Selaku...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-dan-kpgh-mantapkan-komitmen-kerjasama-wali-nagari-beri-dukungan-penuh/">BKSDA dan KPGH Mantapkan Komitmen Kerjasama, Wali Nagari Beri Dukungan Penuh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Resor Maninjau memperkuat komitmen kerjasama dengan Komunitas atau Kelompok Pemuda Generasi Hamka (KPGH).</p>
<p>Selaku pihak penjaga dan pemelihara Hutan Cagar Alam Maninjau, BKSDA mengajak dan melibatkan kelompok masyarakat untuk memperluas jaringan dan peran semua pihak.</p>
<p>Ade Putra, Kepala BKSDA Resor Maninjau mengatakan kerjasama ini sudah terjalin sejak dua tahun lalu.</p>
<p><strong>Baca Juga : <a href="https://prokabar.com/manajemen-kpgh-diperkuat-keterampilan-wirausaha-ditingkatkan/">Manajemen KPGH Diperkuat, Keterampilan Wirausaha Ditingkatkan</a></strong></p>
<p>Dan di tahun ini dimantapkan dengan komitmen tertulis, dihadiri Walinagari Sungai Batang, Ahsin Datuak Bandaro Kayo bersama anggota KPGH.</p>
<p>&#8220;Kami diskusi ringan bersama KPGH (Komunitas Pemuda Generasi Hamka) terkait rencana kegiatan bersama pengembangan potensi ekowisata, budaya dan religi. Sejak tahun 2020 lalu, BKSDA telah menjalin komunikasi dan kerjasama terutama dalam kegiatan-kegiatan penghijauan,&#8221; ungkapnya di sebuah rumah makan Nagari Bayua, Senin (12/9) lalu.</p>
<p>Dan pada tahun 2022 ini lanjutnya, bersama akan mulai melakukan pengembangan kegiatan ekowisata dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat daerah penyangga kawasan hutan.</p>
<p>Wali Nagari Sungai Batang, Ahsin Datuak Bandaro Kayo menyambut baik komitmen tersebut. Pihaknya mendukung penuh kerjasama yang terjalin antara KPGH dan BKSDA.</p>
<p>&#8220;Sebagai pihak pemilik wilayah penyanggah kawasan hutan, Pemerintahan Nagari Sungai Batang sangat senang telah terjalinya kerjasama ini. Hal ini jelas sangat menguntungkan dan berdampak positif pada masyarakat Sungai Batang pada umumnya,&#8221; ujarnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-dan-kpgh-mantapkan-komitmen-kerjasama-wali-nagari-beri-dukungan-penuh/">BKSDA dan KPGH Mantapkan Komitmen Kerjasama, Wali Nagari Beri Dukungan Penuh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Restopeksi Kampung Ulama dengan Napak Tilas Buya Hamka</title>
		<link>https://prokabar.com/restopeksi-kampung-ulama-dengan-napak-tilas-buya-hamka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2022 16:22:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kampungulama]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=105663</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lubuk Basung, Prokabar &#8211; Buya Hamka merupakan sosok ulama teladan yang sangat banyak dicintai umat muslim. Perjuangan hidup dan kesungguhan hatinya untuk menggali ilmu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/restopeksi-kampung-ulama-dengan-napak-tilas-buya-hamka/">Restopeksi Kampung Ulama dengan Napak Tilas Buya Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lubuk Basung, Prokabar</strong> &#8211; Buya Hamka merupakan sosok ulama teladan yang sangat banyak dicintai umat muslim.</p>
<p>Perjuangan hidup dan kesungguhan hatinya untuk menggali ilmu membuktikan tidak selalu melalui pendidikan formal manusia itu bisa mencapai kualitas terbaik dan hebat.</p>
<p>Buya Hamka atau singkatan Haji Abdul Karim Malik Amrullah ini berhasil memperoleh gelar doktor dan profesor dari sejumlah universitas ternama dunia.</p>
<p><strong>Baca Juga :</strong> <strong><a href="https://prokabar.com/sekdisparpora-agam-kupas-museum-buya-hamka-dari-sudut-pandang-wisata-edukasi/">SekDisParpora Agam Kupas Museum Buya Hamka dari Sudut Pandang Wisata Edukasi</a></strong></p>
<p>Seperti di Al Azhar, Kairo Mesir, Negeri Jiran Malaysia dan salah satu universitas ternama di Ibu Kota Jakarta. Tafzir Al Azhar dan ratusan karya ilmiah dan karya sastra berhasil terbit dan masih jadi bacaan favorit banyak kalangan.</p>
<p>Karya itu lahir sering melalui proses yang sangat sulit dan kerja keras. Apalagi pada masa itu masih perjuangan melawan penjajahan Belanda, Jepang, Sekutu hingga pemberontakan PKI.</p>
<p>Adanya Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Nagari Sungai Batang, dan dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam semakin memberi wadah dan kesempatan banyak orang. Terutama merestopeksi masa lalu ulama besar itu.</p>
<p><strong>Baca Juga :</strong> <a href="https://prokabar.com/sungai-batang-program-akademisi-surau-bercita-lahirkan-generasi-hamka/"><strong>Sungai Batang Program Akademisi Surau, Bercita Lahirkan Generasi Hamka</strong></a></p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Isra mengatakan, dalam kesempatan tahun ini tepatnya Selasa (2/8) lalu, kembali berhasil mendapatkan Dana Alokasi Khusus untuk pengembangan dan pemanfaatan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka.</p>
<p>Melalui kegiatan Kemah Bakti dan Napak Tilas Buya Hamka mengajak 15 unit sekolah Piloting Agam Cakap.</p>
<p>&#8220;Sebanyak 500 orang siswa beserta guru dari 15 unit sekolah menengah pertama berpartisipasi kegiatan ini. Dari kegiatan ini, setiap peserta menampilkan kreatifitas seni budaya melalui sejumlah lomba,&#8221; ungkapnya, Kamis (4/8) kemaren.</p>
<p>Selain penampilan kesenian tradisional, juga mengikuti lomba Tahfidz, Lomba Khutbah Jum&#8217;at gaya Buya Hamka, Lomba Yel-yel Museum Buya Hamka Dan terakhir Napak Tilas Restopeksi Buya Hamka.</p>
<p>&#8220;Melalui kemah bakti dan napak tilas ini kita harapkan pelajar dapat menanamkan kembali nilai-nilai kepahlawanan dan pejuang sejati. Menunjukan karakter Minangkabau sejati seperti Buya Hamka, M. Natsir, M. Hatta, Agus Salim dan lainnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Kita tentu memiliki visi dan misi agar generasi penerus ini dapat menjadi generasi emas masa depan Minangkabau. Generasi pemimpin dan pejuang sejati,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/restopeksi-kampung-ulama-dengan-napak-tilas-buya-hamka/">Restopeksi Kampung Ulama dengan Napak Tilas Buya Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sungai Batang Program Akademisi Surau, Bercita Lahirkan Generasi Hamka</title>
		<link>https://prokabar.com/sungai-batang-program-akademisi-surau-bercita-lahirkan-generasi-hamka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2021 05:59:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#generasihamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sungaibatang]]></category>
		<category><![CDATA[#surau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97719</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Mendapat Program Pemajuan Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, riset dan teknologi (Kemendikbud) RI, Daya Desa bersama Pemerintah Nagari, Kerapatan Adat Nagari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sungai-batang-program-akademisi-surau-bercita-lahirkan-generasi-hamka/">Sungai Batang Program Akademisi Surau, Bercita Lahirkan Generasi Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Mendapat Program Pemajuan Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, riset dan teknologi (Kemendikbud) RI, Daya Desa bersama Pemerintah Nagari, Kerapatan Adat Nagari (KAN), Bamus, Walijorong (Ketua RW) dan mubaliq Nagari Sungai Batang mengangkat Akademisi Surau sebagai objek dan sasarannya.</p>
<p>Setelah melakukan Tahapan Temukenali dan Pengembangan, kini berlanjut Tahapan Rencana Aksi dan Aksi, Sabtu (20/11).</p>
<p>Pemajuan Kebudayaan Desa di Sungai Batang mengangkat judul Akademisi Surau dengan tema Membangkitkan Generasi Islam Minangkabau. Sungai Batang sudah terkenal dengan Nagari Ulama dan Sastra.</p>
<p>&#8220;Kita sudah mengenal dan mengetahui, negeri ini lahirnya Buya Hamka beserta ayah dan kakeknya sebagai ulama termasyhur Di zamannya. Hendaknya, kita bangkit mengambil energi positif dari ketokohan mereka,&#8221; ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Isra saat membuka kegiatan Akademisi Surau di Balairuang KAN Sungai Batang, Jum&#8217;at siang, 19/11).</p>
<p>Sungai Batang kaya warisan budaya dengan keulamaan dan kesusastraan. &#8220;Syekh Muhammad Amrullah atau Tuanku Kisai merupakan kakek Buya Hamka dengan paham Naqsyabandi. Sejarahnya meninggalkan Makam dan Masjid di Jorong Nagari. Sedangkan Dr. H. Abdul Karim Amrullah merupakan ayah kandung Hamka, sosok ulama pembaharuan Islam Minangkabau dan menjadi sosok panutan di zamannya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Patut kiranya kita masyarakat terutama pemerintahan nagari untuk menggali, mempelajari, memahami dan mengamalkan kembali tatanan nilai-nilai religius dan budaya ulama besar itu. Potensi ini juga akan memperkuat kesejahteraan secara mental, karakter, intelektual dan kepribadian masyarakatnya. &#8220;Hendaknya ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai mestinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ketua KAN Sungai Batang, S. Datuak Mangkudum mengungkapkan, segala potensi di Sungai Batang menjadi andalan untuk diangkat dan dilestarikan. Sehingga membangkitkan tatanan sosial masyarakat yang lebih maju. &#8220;Kami sangat setuju dan mendukung penuh Akademisi Surau. Dan kami sangat bersyukur ini dapat terlaksana,&#8221; terangnya.</p>
<p>Tanggungjawab dunia dan akhirat antara anak dan kemenakan, ditambah lagi tanggung jawab mempertahankan nama baik dan mengharumkan kampung ulama nan terpandang ini jadi beban moral yang amat tinggi.</p>
<p>&#8220;Momentum dan terobosan ini, diharapkan membawa perubahan pada kita semua. Mencambuk diri lebih keras lagi, agar kita semakin paham dan kerja keras memperjuangkan kesejahteraan dunia akhirat ini. Dan cita-cita kami, dapat melahirkan kembali ratusan generasi pengganti Buya Hamka,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sungai-batang-program-akademisi-surau-bercita-lahirkan-generasi-hamka/">Sungai Batang Program Akademisi Surau, Bercita Lahirkan Generasi Hamka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Batung Panjang Harapkan Bantuan Air Bersih Ke Pemda Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/warga-batung-panjang-harapkan-bantuan-air-bersih-ke-pemda-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2021 10:26:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#airbersih]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sungaibatang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93316</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar &#8211; Masyarakat Jorong Batung Panjang di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam gelar gotong royong, Sabtu (21/8). Membersihkan tumpukan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-batung-panjang-harapkan-bantuan-air-bersih-ke-pemda-agam/">Warga Batung Panjang Harapkan Bantuan Air Bersih Ke Pemda Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai Batang, Prokabar</strong> &#8211; Masyarakat Jorong Batung Panjang di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam gelar gotong royong, Sabtu (21/8). Membersihkan tumpukan pasir dan sampah daun yang menyumbat saluran air bersih warga.</p>
<p>&#8220;Goro kita mulai dari jam 8 pagi. Karana lokasi yang lumayan jauah, masyarakat di bekali nasi dan snack oleh ibuk-ibuk Bundo Kanduang,&#8221; ungkap Wali Jorong Batung Panjang, Fajri Datuk Mangkuto Nan Basa, Sabtu malam (21/8).</p>
<p>Untuk air bersih lanjutnya, Jorong Batung panjang banyak kendala yang dihadapi. &#8220;Sering terjadinya longsor menyebabkan pipa saluran air bersih ke rumah warga patah. Hari ini kita goro karena hujan besar secara berturut-turut selama 2 hari ini. Air sungai kecil menjadi besar dan bak penampung dipenuhi pasir,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sejak sering menjalin komunikasi, bermusyawarah mufakat semangat gotong royong semakin meningkat. Untuk yang ikut terlibat goro kali ini sekitar 50 orang lebih.</p>
<p>Terkait sumber air bersih ini, butuh pembenahan dengan biaya yang cukup besar. Masyarakat tersebut tidak mampu saat ini. Sebelumnya, pihak PUPR Kabupaten Agam telah memasukan anggaran untuk pembenahan sumber air bersih di Jorong Batung Panjang ini. Namun hingga saat ini belum dapat kejelasan pasti dari pihak terkait.</p>
<p>&#8220;Kami membutuhkan bantuan pemerintah daerah untuk pembenahan. Kami sangat membutuhkan bantuan PUPR Kabupaten Agam. Butuh anggaran memadai serta tenaga profesional dari mereka. Agar bisa terjamin hulu sumber air tidak lagi sering tersumbat. Setiap hujan air bersih selalu mati dan masuk ke rumah warga,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-batung-panjang-harapkan-bantuan-air-bersih-ke-pemda-agam/">Warga Batung Panjang Harapkan Bantuan Air Bersih Ke Pemda Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UMSB Bantu Pengembangan Wisata Religius Sungai Batang</title>
		<link>https://prokabar.com/umsb-bantu-pengembangan-wisata-religius-sungai-batang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2021 13:19:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museumbuyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#UMSB]]></category>
		<category><![CDATA[API 2021]]></category>
		<category><![CDATA[Handria Asmi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Rudi Yudistira]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=90992</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka semakin menjadi magnet bagi semua pihak. Termasuk Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), memiliki obsesi membantu pengembangan Wisata...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/umsb-bantu-pengembangan-wisata-religius-sungai-batang/">UMSB Bantu Pengembangan Wisata Religius Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka semakin menjadi magnet bagi semua pihak. Termasuk Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), memiliki obsesi membantu pengembangan Wisata Reliqius.</p>
<p>Pasalnya, berkat seriusnya Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya, Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya dan Pemda Agam, membuka peluang kerja sama untuk berkolaborasi.</p>
<p>Sebelumnya, pihaknya berhasil membawa Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka masuk nominasi Situs Sejarah Terpopuler Anugrah Pesona Indonesia atau API 2021.</p>
<p>&#8220;Agar promosi yang sangat baik pada saat ini sukses dalam pengembangannya, butuh pendampingan pada pengelola dan masyarakatnya. Apalagi selain museum juga terdapat potensi hebat lainnya, seperti Kutub Chanah Inyiak Rasul, Rumah Baca Nur Sutan Iskandar, Makam Muhammad Amrullah dan Jenjang Batu Karak,&#8221; ungkap Muhammad Abdi, Wakil Rektor III UMSB sekaligus Ketua Tim Surve lokasi, Kamis (15/7).</p>
<p>Selain Wakil Rektor III UMSB, juga ikut Dekan Pariwisata UMSB, Roza bersama tim, Pejabat (Pj) Walinagari Sungai Batang, Rustian R, Ketua KPGH Tanjung Raya, Rudi Yudistira, Ketua Pokdarwis Sungai Batang, Tokoh Masyarakat beserta dua orang staf kenagarian lainnya. Melihat sejumlah lokasi potensi yang berpeluang berkembang.</p>
<p>&#8220;Dalam empat bulan kedepan, kita akan intens mendampingi kelompok masyarakat agar pengembangan dan pemanfaatan kekayaan budaya ini sebagai destinasi unggulan di Agam,&#8221; tuturnya.</p>
<h4>Pengabdian selama Empat Bulan</h4>
<p>Roza, Dekan Fakultas Pariwisata UMSB menambahkan, pihaknya melakukan pengabdian selama empat bulan kedepan dengan 15 orang mahasiswa dan mahasiswinya.</p>
<p>&#8220;Kita berharap mendapat dukungan semua masyarakat, pemerintah dan pihak swasta lainnya. Semoga apa yang kita niatkan, tercapai dengan sukses nantinya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Camat Tanjung Raya, Handria Asmi didampingi Pj. Walinagari Sungai Batang, Rustian R mengatakan, sangat senang dan menyambut baik pengabdian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat ke Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam ini.</p>
<p>&#8220;Sebuah kehormatan dan membanggakan dapat perhatian dari Akademisi UMSB ini. Peran dan pengabdiannya sudah banyak membantu masyarakat. Kini sampai pula di Tanjung Raya. Kami sangat senang dan bahagia,&#8221; terangnya.</p>
<p>Program yang akan dibawa juga sangat singkron dengan apa yang telah digagas dan dilaksanakan sebelumnya. Terutama Komunitas Pemuda Generasi Hamka Tanjung Raya, binaan Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya. Didukung pula Pokdarwis Sungai Batang dan LSBFOR sebagai organisasi yang ada di Kenagarian Sungai Batang.</p>
<p>&#8220;Kita akan siap menunggu hasil kunjungan dan surve awal ini. Kapan pun siap, bahkan lebih cepat lebih baik agar niat baik ini segera terealisasi,&#8221; kata Camat Terbaik 2018 Provinsi Sumatera Barat ini. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/umsb-bantu-pengembangan-wisata-religius-sungai-batang/">UMSB Bantu Pengembangan Wisata Religius Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pusat Khasanah Intelektual Islam Minangkabau di Sungai Batang</title>
		<link>https://prokabar.com/pusat-khasanah-intelektual-islam-minangkabau-di-sungai-batang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2021 22:13:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sungaibatang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=90613</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; &#8220;Persoalannya, kita tidak bisa menunggu dan menggunakan gaya lama. Kita harus memanfaatkan teknologi secara daring jika ingin sebuah warisan budaya itu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pusat-khasanah-intelektual-islam-minangkabau-di-sungai-batang/">Pusat Khasanah Intelektual Islam Minangkabau di Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; &#8220;Persoalannya, kita tidak bisa menunggu dan menggunakan gaya lama. Kita harus memanfaatkan teknologi secara daring jika ingin sebuah warisan budaya itu terkelola, dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Harus ada website, blogger dan beragam media sosial,&#8221; ungkap Dr. Pramono, M. Hum kepada Prokabar.com saat berkunjung ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka beberapa waktu lalu.</p>
<p>Di Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya terletak dalam kawasan Danau Maninjau ini lanjutnya, terdapat tiga unit Cagar Budaya yang sangat potensial. Ibarat harta karun yang belum tergali secara utuh atau maksimal.</p>
<p>Seperti Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Kutub Chanah Dr. HAKA (Dr. Haji Abdul Karim Amrullah) dan Rumah Baca atau Rumah Gadang Sutan Nur Iskandar.</p>
<p>Selain itu butuh koleksi lebih banyak, harus ada media-media baru. Contoh Tongkat, satu tongkat bisa menjelaskan secara lebih rinci dan mendalam tentang sejarah Hamka. Dan hal ini harus membangkitkan literasi tentang tongkat.</p>
<p>Koleksi yang ada masih bisu dan masih belum banyak menyuarakan masing-masing koleksi itu sendiri. Harus ada penjelasan kongkrit atau secara lengkap, sehingga orang puas mendapat informasi tentang koleksi tersebut.</p>
<p>&#8220;Literasi koleksi!, itulah yang harus lebih diciptakan dan diperhatikan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ia melanjutkan, harus ditambah informasi lengkap berkenaan dengan foto kegiatan dan tulisan Buya Hamka, Dr. HAKA dan Sutan Nur Iskandar yang terpajang di sana.</p>
<p>Khusus di Kutub Chanah milik Almarhum Doktor Haji Abdul Karim Amrullah (ayahnya Hamka), tersimpan ratusan manuskrip hasil karyanya. Sayangnya, belum tergarap dan terperhatikan dengan baik.</p>
<p>Saya punya dokumentasi digitalisasinya lumayan banyak. Dan seorang Filolog sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unand itu bisa diajak kerjasama untuk mengoptimalkan Kutub Chanah. Bahkan bisa menjadikannya Pusat Khasanah Intelektual Islam Minangkabau.</p>
<p>&#8220;Siapa yang tidak mengenal ulama bergelar Inyiak Rasul atau Inyiak De Er ini? Tokoh utama ulama pembaharuan Islam Minangkabau pada awal abad ke 20. Anak kandung dari Syekh Amrullah atau Tuanku Kisai,&#8221; terang Dr. Pramono.</p>
<p>Di sisi lain, masyarakat juga harus memainkan peran pentingnya. &#8220;Tugas dan peran masyarakat di Kawasan Tiga Bangunan Cagar Budaya itu, membangun ekosistem nyaman, sastrawan dan reliqius. Sehingga pelancong atau wisatawan yang datang berkunjung senang dan bahagia. Kebanggaan membuat mereka betah untuk selalu berkunjung,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain itu sarana prasarana lainnya, juga harus dilengkapi. Warung Nasi dan Ngopi tentarif. Toilet, mushalla dan masjid yang bersih. Air bersih lancar dan memiliki cadangan penyimpanan. Ditambah sarana bermain untuk semua kalangan.</p>
<p>&#8220;Sarana prasarana itu belum lengkap sama sekali, bagaimana wisatawan akan betah berlama-lama dan menghabiskan uangnya di sini?,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Sebuah kesadaran penuh masyarakat bahwa Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Kutub Chanah dan makam Dr. HAKA, serta Rumah Baca dan Rumah Gadang Sutan Nur Iskandar, sebagai mercusuar, magnet bahkan pusat perhatian Dunia Islam. Potensi ini harusnya menjadi peluang mencerdaskan, meningkatkan reliqius dan kesejahteraan masyarakat setempat,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pusat-khasanah-intelektual-islam-minangkabau-di-sungai-batang/">Pusat Khasanah Intelektual Islam Minangkabau di Sungai Batang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Santri Ponpes Hamka Perkuat Kehamkaan Di Museum</title>
		<link>https://prokabar.com/santri-ponpes-hamka-perkuat-kehamkaan-di-museum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2021 16:49:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=81361</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Sebanyak 17 orang santriwan-santriwati Pondok Pesantren Buya Hamka di Nagari Maninjau, melakukan studi ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Jorong Batung...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/santri-ponpes-hamka-perkuat-kehamkaan-di-museum/">Santri Ponpes Hamka Perkuat Kehamkaan Di Museum</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Sebanyak 17 orang santriwan-santriwati Pondok Pesantren Buya Hamka di Nagari Maninjau, melakukan studi ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Agam akhir pekan ini. Selain memperdalam sejarah dan pengetahuan tentang sosok Buya Hamka, sekaligus mempererat silahturahmi dan kerjasama dengan Pengelola Museum bersama Komunitas Pemuda Generasi Hamka selaku penggiat.</p>
<p>&#8220;Kami sangat berharap anak didik kami di Pondok Pesantren Hamka semakin mengenal lebih dekat tentang sosok dan sejarah Buya Hamka. Membaca dari buku beliau saja itu tidak cukup,&#8221; ungkap Mayulis, Guru Pendamping bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ponpes Hamka.</p>
<p>Sudah sejak lama kami ingin membuat program ini, lanjutnya. Tidak hanya ke Museum, namun juga ke tempat bersejarah lainnya. &#8220;Khusus di Museum Buya Hamka ini, diusahakan untuk terus berlanjut. Dan berharap dukungan pemandu dan KPGH bisa lebih intens lagi,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Kehadiran rombongan itu disambut baik Ustadz Dasri, Pemandu Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka sekaligus Mubaliqh di Sungai Batang. &#8220;Kehadiran anak-anak kami disampingi langsung dua orang guru, membuat kami senang. Apalagi akan terus berlanjut dan menjadikan sebuah program dari Ponpes Buya Hamka,&#8221; terang Ustadz Dasri.</p>
<p>Selain mengupas sejarah singkat Buya Hamka beserta hikmah pelajarannya, juga membahas tentang pemahaman Agama Islam secara benar. &#8220;Banyak sekali paham-paham Agama yang membawa nama Islam saat ini. Namun sudah banyak pula yang melenceng dan menyesatkan. Dalam hal ini, kita perlu sangat hati-hati. Pemahaman agama Islam harus benar-benar tepat mendapatkan guru. Jangan sampai mendapatkan orang mengaku-ngaku guru agama Islam bahkan ulama sekaligus namun sangat dangkal keilmuannya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Banyak membaca dan menulis dari setiap pelajaran yang telah didapatkan. Sehingga dapat meniru dan mencontoh proses otodidak Buya Hamka. Disamping itu, harus didampingi guru yang benar-benar tepat dan tidak menyesatkan.</p>
<p>&#8220;Pondok Pesantren Buya Hamka, sudah menunjukan kemajuan yang sangat baik. Telah memiliki guru yang profesional dibidangnya. Semoga dapat terus maju dan generasi penerusnya, semakin lebih baik,&#8221; tutup Ustadz Dasri. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/santri-ponpes-hamka-perkuat-kehamkaan-di-museum/">Santri Ponpes Hamka Perkuat Kehamkaan Di Museum</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Semakin Diminati Pelajar dimasa Pandemi</title>
		<link>https://prokabar.com/museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-semakin-diminati-pelajar-dimasa-pandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2021 16:59:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=80670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar — Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam semakin ramai dikunjungi pelajar dan mahasiswa. Kondisi itu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-semakin-diminati-pelajar-dimasa-pandemi/">Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Semakin Diminati Pelajar dimasa Pandemi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar —</strong> Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam semakin ramai dikunjungi pelajar dan mahasiswa. Kondisi itu dampak positif dimasa pandemi covid-19 di saat belajar tatap muka ditiadakan 2019 lalu.</p>
<p>Kondisi itu meningkatkan pelajar dan mahasiwa melalui dorongan guru dan pihak sekolah untuk memanfaatkan waktunya berkunjung ke sejumlah tempat edukasi. Terutama pelajar dan mahasiswa yang berada di wilayah Kecamatan Tanjung Raya, dekat dengan keberadaan museum Pahlawan Nasional tersebut.</p>
<p>Sejak akses kunjungan musem kembali dibuka, sekelompok pelajar dan mahasiswa sering ramai berkunjung ke sana. Setiap harinya, jumlah kunjungan mencapai seratus orang. Rata-rata mereka dari pelajar, mahasiswa dan sekelompok keluarga.</p>
<p>Yogi, salah seorang mahasiwa ISI Padang Panjang misalnya, selama perkuliahan melalui virtual. Memanfaatkan waktunya dengan melakukan kegiatan positif di kampung halamannya. Tepanya di Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.</p>
<p>&#8220;Pada kesempatan ini kami memanfaatkan waktu dengan baik. Melaksanakan Program Edukasi bersama rekan-rekan lainnya, merangkul adik-adik tingkat SMP dan SMA mengaktifkan remaja masjid. Kita menciptakan program Sekolah Mimpi, yang nantinya meningkatkan nilai-nilai reliqius seperti Babaliak Ka Surau,&#8221; ungkapnya didampingi sahabatnya, Yoji kepada Prokabar.com saat bertemu di Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka beberapa waktu lalu.</p>
<p>Sementara itu, Vera Karima juga seorang pengunjung berstatus mahasiswa juga mengatakan, Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka salah satu tempat paling menarik untuk dikunjungi. Terutama disaat kuliah dengan sistem virtual.</p>
<p>Selain dapat memperdalam pengetahuan sejarah sosok ulama besar ini, juga dapat memperdalam ilmu pengetahuan agama Islam.</p>
<p>&#8220;Kita berharap, Museum Rumah kelahiran Buya Hamka semakin dicintai generasi muda. Meski demikian kita tetap harus menjaga protokol kesehatan Covid-19. Disaat berkunjung, tetap menggunakan masker, mencuci tangan di tempat yang telah disediakan dan menjaga jarak saat berada dalam museum,&#8221; tutup Vera. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/museum-rumah-kelahiran-buya-hamka-semakin-diminati-pelajar-dimasa-pandemi/">Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka Semakin Diminati Pelajar dimasa Pandemi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KPGH Segera Dapat Pembinaan dari LPPM Unand</title>
		<link>https://prokabar.com/kpgh-segera-dapat-pembinaan-dari-lppm-unand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2020 00:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kpgh]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=79294</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai Batang, Prokabar — Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya salah satu organisasi kepemudaan yang baru menggeliat dalam bidang sosial, pemberdayaan dan wisata...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kpgh-segera-dapat-pembinaan-dari-lppm-unand/">KPGH Segera Dapat Pembinaan dari LPPM Unand</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sungai Batang, Prokabar —</strong> Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya salah satu organisasi kepemudaan yang baru menggeliat dalam bidang sosial, pemberdayaan dan wisata religius. Meski terbilang baru, akan tetapi komunitas ini sudah melaksanakan sejumlah aksi membanggakan untuk masyarakat.</p>
<p>Sejak lahir 13 Juli 2019 lalu, berbagai kegiatan edukasi telah berhasil dilaksanakan Seperti Kemah Bakti Pramuka Penegak Pramuka, Festival Rinyuak dan Pendidikan Surau. Sementara itu, aksi sosial gotong royong dan silahturahmi juga sering dilaksanakan. Seperti goro di Museum, Jenjang Batu Karak, Kutub Chanah dan Makam ulama, goro di sepanjang jalan di Ikua Ladang hingga Taluak dan Berbuka bersama masyarakat di tiap surau, mushalla dan masjid. Kegiatan hari besar Islam dan Hut RI juga terlaksana sukses.</p>
<p>Sekelompok pemuda dengan visi dan misi Mengangkat Marwah Buya Hamka ini juga sangat inten membantu pengelolaan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam.</p>
<p>Setelah bergerak hampir 2 tahun ini, komunitas binaan Camat Tanjung Raya ini masih memiliki banyak kelemahan. Terutama peningkatan sumber daya manusia dari segala aspek kehidupan.</p>
<p>Melalui Drs. Zainal, seorang pemerhati kepemudaan, melirik pergerakan KPGH Tanjung Raya tersebut. Hingga akhirnya mampu menggandeng sejumlah Tim Akademisi Unand, berencana membantunya dalam pendampingan dan pembinaan. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas, menjadikanya mitra yang sedang berkembang.</p>
<p>&#8220;Program yang kami rencanakan membantu mitra KPGH untuk tumbuh kembang dengan usaha pemandu wisata di Destinasi Wisata Reliqius Buya Hamka,&#8221; Ungkap Prof. Dr. Ir. Yulnafatmawita, saat melakukan surve pertama ke Nagari Sungai, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (19/12).</p>
<p>Profesor dibidang pertanahan itu bersama tim, Dr. Armansyah dan Ir. Refdinal. Dibantu oleh Alumni dan Mahasiswa Zainal A. Haris, SAg, MSi, Ismi Putri Alfin, STP dan<br />
Afdarul Ikhwan, SP. Tema Kegiatan<br />
yakni pembimbingan anggota KPGH sebagai pemandu wisata religius dan penyedia kuliner dan souvenir khas Danau Maninjau.</p>
<p>&#8220;Permasalahannya saat ini adalah mitra merasakan kurangnya pembinaan dan pemberdayaan dari pemerintah dalam menjalankan usaha Pemandu Wisata selain dari Pemerintah Kecamatan. Kunjungan wisatawan menurun drastis akibat banyak aspek. Hal ini sangat terasa penurunannya semenjak awal tahun 2020, karena adanya pandemic Covid-19,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pengembangan industri kuliner atau souvenir khas Danau Maninjau sangat minim. Sangat disayangkan sekali kalau selama ini wisatawan hanya berkunjung ke museum yang juga sangat minim isinya, kemudian kembali tanpa mencicipi kuliner dan juga souvenir khas di Kampung Buya Hamka.</p>
<p>Solusi yang Direncanakan dilakukan melalui beberapa tahap, diantaranya melengkapi dan memperkuat keorganisasian dari KPGH. Berupa pelatihan pemandu wisata religius, pembuatan website wisata Hamka, peningkatan volume karya Buya Hamka, pengembangan kuliner halal dan penyediaan souvenir khas Hamka.</p>
<p>&#8220;Sementara itu, tujuannya memberikan pembimbingan dan pendampingan pada KPGH sebagai pemberi jasa dan mengembangkan industri kuliner dan souvenir. Dampak manfaat untuk pengembangan destinasi wisata Hamka dan peningkatan income masyarakat,&#8221; Jelas Prof. Dr. Ir. Yulnafatmawita.</p>
<p>Camat Tanjung Raya, Handria Asmi didampingi Walinagari Sungai Batang, Jhon Hendri dan Kepala Wilayah Batung Panjang, F. Datuak Mangkuto Nan Basa menyambut baik atas kehadiran dan kemitraan tersebut. &#8220;Kami sangat senang dan berbahagia niat baik Universitas Andalah, untuk membantu KPGH Tanjung Raya dalam pendampingan dan pembinaan. Apalagi waktu yang akan diabdikan mencapai 3 tahun hingga 5 tahun kedepannya,&#8221; terang Camat Tanjung Raya.</p>
<p>Akan banyak dampak positif terhadap pembinaan dan pendampingan berkelanjutan ini, lanjut Handria. &#8220;Dan kita tentu berharap, melalui dukungan LPPM Unand akan mendorong percepatan SDM dan kesejahteran masyarakat nantinya,&#8221; pungkasnya. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kpgh-segera-dapat-pembinaan-dari-lppm-unand/">KPGH Segera Dapat Pembinaan dari LPPM Unand</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Surau dan Konsistensi Orang Minangkabau terhadap Eksistensi Budaya</title>
		<link>https://prokabar.com/pendidikan-surau-dan-konsistensi-orang-minangkabau-terhadap-eksistensi-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2020 02:05:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#surau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=79053</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Rudi Yudistira, S.S. &#160; Agam, Prokabar — Lahirnya tokoh-tokoh Minangkabau hingga menjadi The Founding Fathers (https://prokabar.com/elang-laut-itu-bernama-minangkabau/), berakar kehidupan budaya nan elok. Mereka lahir...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pendidikan-surau-dan-konsistensi-orang-minangkabau-terhadap-eksistensi-budaya/">Pendidikan Surau dan Konsistensi Orang Minangkabau terhadap Eksistensi Budaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Rudi Yudistira, S.S.</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Lahirnya tokoh-tokoh Minangkabau hingga menjadi The Founding Fathers (<a href="https://prokabar.com/elang-laut-itu-bernama-minangkabau/">https://prokabar.com/elang-laut-itu-bernama-minangkabau/</a>), berakar kehidupan budaya nan elok. Mereka lahir dari pola didikan yang unik dan berkarakter. Mohammad Hatta, Sutan Sjahril dan Tan Malaka. Disusul Buya Hamka, Rasuna Said, Rohana Kudus dan lainnya. Mereka terlahir dari sejarah nenek moyang berupa Pendidikan Surau.</p>
<p>Tentu zaman tempo dulu itu, hampir tidak mungkin persis diadopsi kecuali melakukan transformasi dengan pola zaman ke kinian. Buya Mas&#8217;oed Abidin menjelaskan Pendidikan Surau masih sangat relevan dengan zaman modren saat ini. (<a href="https://prokabar.com/surau-masih-relevankah-buat-anak-milenial-ini-jawaban-buya-masoed-abidin/">https://prokabar.com/surau-masih-relevankah-buat-anak-milenial-ini-jawaban-buya-masoed-abidin/</a>).</p>
<p>&#8220;Surau adalah Pusat Pendidikan Formal dan Informal. Ketika kita sudah masuk ke dalam klasikal (klasik) modren, maka terbagilah pendidikan kita formal dan informal,&#8221; terangnya. Formal masuk ke bangku sekolah. Informal disuruh dalam halaqah, lanjutnya.</p>
<p>Ia menerangkan, Ini kesalahan pendidikan budaya. Padahal pendidikan surau itu adalah pendidikan kolektif. &#8220;Yang diajarkan di sana ilmu, sikap, watak dan pergaulan,&#8221; terang Ulama Kelahiran Koto Gadang, Kabupaten Agam tersebut.</p>
<p>Dibangku sekolah yang dipelajari hanya pelajaran ilmu. Soal pelajaran berakhlak sangatlah sedikit sekali.</p>
<p>Orang minang ini terlalu naif mencampakan pendidikan komunitasnya. Pendidikan formal menjadi informal, akhirnya lahir orang berilmu tidak berakhlak atau orang berakhlak tidak berilmu. Keduanya salah.</p>
<p>&#8220;Itukan saisuak buya? Io, nan saisuaik itu masih bisa dipakai kini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dalam pendidikan surau yang dipakai bahasa-bahasa yang dimengerti oleh orang banyak. Karena itu berada di Minangkabau, maka sub pengantarnya digunakan Bahasa Minangkabau. Akan tetapi mereka bukan berarti mereka tidak bisa menggunakan Bahasa Belanda. Mereka pandai juga berbahasa holand meski sedikit-sedikit.</p>
<p>Di surau itu ada lapangan tempat bermain Rago. Itulah asal kata Olahraga diserap dari kata &#8220;Rago&#8221;, sejenis permainan anak nagari seperti sepak takraw melingkar.</p>
<p>&#8220;Surau itu juga diajarkan segala sikap. Bagaimana bersikap nan baik dan bagaimana bersikap nan indak baik. Bagaimana anak kecil berbicara dengan orang lebih tua, bagaimana anak kecil berbicara kepada anak yang lebih kecil. Bagaimana kita anak kecil, berbicara kepada guru. Sekarangkan tidak, agak keras guru sedikit bertinju. Tidak dapat ditinju dalam kelas di lua kelas. Itu karena pendidikan komunitas hilang. Ini persoalan kita sekarang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Bisakah pendidikan komunitas (Surau) ini masuk ke pendidikan sekarang? Bisa!,&#8221; tegas Ulama kelahiran Koto Gadang, Kabupaten Agam ini. Universitas Negeri Padang sudah memulainnya.</p>
<p>Dari landasan itulah Pemuda Sungai Batang mencoba merintis pergerakannya, mengadosi pendidikan surau. Sekelompok pemuda menamakan dirinya Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya, menggagas Program Pendidikan Surau di Masjid Inyiak DR.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-79054" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14-1024x1024.jpeg" alt="" width="1000" height="1000" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14-1024x1024.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14-300x300.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14-150x150.jpeg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14-768x768.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14-80x80.jpeg 80w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/3402772C-505B-4734-B1C7-81CD822C3C14.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Berkat dukungan penuh Camat Tanjung Raya, Handria Asmi dan Jajaran beserta Pemerintahan Nagari Sungai Batang, Walijorong Batung Panjang dan Ketua Nagari Madaninya, program tersebut berjalan sukses sebagai pelopor &#8220;Mambangkik Batang Tarandam&#8221; pendidikan tersebut.</p>
<p>Hebatnya, seluruh masyarakat seperti ibu-ibu (Bundo Kandung) setempat bersemangat membantu dengan membungkuskan nasi sebagai konsumsi kebutuhan setiap kegiatan itu. Menunjukan partisipasi serius dalam semangat gotong royongnya masyarakat Minangkabau.</p>
<p>Mungkin masih terlaksana secara sederhana, terbatas ruang dan waktu. Berhubungan juga dengan pandemi covid-19 yang masih berlangsung. Tahap awal ini dimulai dari 30 orang Pelajar MTsS Muhammadiyah Sungai Batang, kebetulan berada di Kampung Kelahiran Buya Hamka Ini.</p>
<p><strong>Angku Yus Bandaro Bodi dan Sosok Buya Hamka.</strong></p>
<p>Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam memiliki latar belakang sejarah lahirnya para ulama Pembaharuan di Ranah Minang. Di awali sosok Tuanku Piaman kemudian lahir Syekh Muhammad Amrullah atau Tuanku Kisai. Generasi berlanjut melahirkan DR. Abdul Karim Amrullah atau lebih dikenal Inyiak Rasul (Inyiak DR). Hingga regenerasi berlanjut dengan kehadiran sosok Buya Hamka.</p>
<p>Di sini juga Angku Yus Bandaro Bodi (Angku Yus Datuak Parpatih Guguak) Budayawan yang terkenal dengan &#8220;Pitaruah Ayah&#8221;. Berkarya melalui gurindam memberikan nasihat kepada generasi muda melalui media kaset dan video. Memanfatkan media publikasi, agar pembinaan karekter muda dapat tercapai, meski tidak berjumpa langsung dengan Anak muda-mudi.</p>
<p>&#8220;Pada 12 Desember 2020 ini, saya sudah bisa menyebutnya hari Kebangkitan Pemuda Sungai Batang. Beragam pergerakan telah dicetus dan membanggakan. Saya kagum dengan pergerakan ini,&#8221; Angku Yus Bandaro Bodi).</p>
<p>Dulunya, tepat saya berada di sini. Di depan halaman ini, Komplek Masjid Syekh Muhammad Amrullah ini terdapat Surau dan pemondokan murid-murid Syekh Muhammad Amrullah dan DR. H. Abdul Karim Amrullah.</p>
<p>Terbayangkan, dulunya di sini terdapat sebuah pemukiman atau pemondokan berupa Surau. Namun sangat disayangkan kini, hampir tidak ada lagi jejak sejarah kecuali menyisakan Makam Ulama, Kutubchanah dan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka.</p>
<p>Tikam jejak hanya bisa dikupas dari Buku &#8220;Ayahku&#8221; karangan Buya Hamka serta beberapa catatan sejarah lainnya, serta sedikit peninggalan manuskrip yang masih tersisa di sana.</p>
<p>Buya Hamka besar di luar sana. Di kampung halamannya sendiri, tidak terlalu aktif karena banyak persoalan dulunya. Sekarang sekelompok pemuda ingin membangkitkan sosok beliau agar dapat menyerap keteladanan yang dimiliki Buya Hamka dan Inyiak Rasul.</p>
<p>Kelompok pemuda itu memulai dari catatan itu, dibantu sejumlah tokoh alim ulama dan ninik mamak yang masih memiliki ingatan tentang adanya Surau beserta Sejarah Ulama Pembaharuan dari Sungai Batang tersebut.</p>
<p>Artinya, masih ada kesempatan untuk kembali memulainya. Membangkitkan nilai kultur budaya yang hampir punah terkikis globalisasi. Generasi saat ini hanya sibuk dengan android dengan beragam dampak negatif. Menjauhkan mereka dari karakter dan jati diri budayanya sendiri.</p>
<p>Kondisi buruk itu akan semakin parah pada 10 tahun mendatang. Seorang Bapak yang sudah banyak tidak memahami Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Termasuk Kato Nan Ampek dan Adat Nan Ampek. Nilai-nilai kesopanan dan etika bermasyarakat, hanya didapat melalui pendidikan Surau sejatinya dipelajari secara stuktur pendidikan non formal.</p>
<p>Pendidikan Surau masih bisa dibangun dengan kesepakatan dan keseriusan Pemerintah Daerah, Pemerintah Nagari duduk semeja dengan Alim Ulama, Ninik Mamak, Bundo Kanduang bersama Pemuda-pemudi yang memiliki inovasi dan kreatifitas berkemajuan berbudaya Minangkabau. (***)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pendidikan-surau-dan-konsistensi-orang-minangkabau-terhadap-eksistensi-budaya/">Pendidikan Surau dan Konsistensi Orang Minangkabau terhadap Eksistensi Budaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kagumi Buya Hamka, Senator Ir. Djafar Alkatiri Berkunjung ke Museum Rumah Kelahiran</title>
		<link>https://prokabar.com/kagumi-buya-hamka-senator-ir-djafar-alkatiri-berkunjung-ke-museum-rumah-kelahiran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2020 03:57:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#DPD]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=78450</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Senator sekaligus Wakil Ketua DPD RI, Ir. H. Djafar Alkatiri menyempatkan diri berkunjung ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Kampuang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kagumi-buya-hamka-senator-ir-djafar-alkatiri-berkunjung-ke-museum-rumah-kelahiran/">Kagumi Buya Hamka, Senator Ir. Djafar Alkatiri Berkunjung ke Museum Rumah Kelahiran</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Senator sekaligus Wakil Ketua DPD RI, Ir. H. Djafar Alkatiri menyempatkan diri berkunjung ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Kampuang Tangah Tanah Sirah, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (1/12). Ia mengaku sangat berkeinginan untuk melihat langsung rumah yang pernah ditempati sosok tokoh paling tersohor diberbagai belahan dunia.</p>
<p>&#8220;Bangsa Indonesia bersyukur, sebagai bangsa mayoritas umat Muslim di dunia memiliki seorang ulama karismatik, berwibawa, istiqomah, sederhana dan memiliki ilmu yang luas. Juga santun dan penuh keteladanan. Beliau ulama melegenda di abad modern ini, yang berkontribusi terhadap perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia,&#8221; terangnya.</p>
<p>Djafar Alkatiri juga menjelaskan Buya Hamka merupakan sosok tokoh yang berkontribusi memajukan kesejahteraan umat, termasuk memelihara kerukunan umat beragama di Indonesia. &#8220;Beliau menjadi panutan ulama di Indonesia. Dan dengan itulah kami sangat bangga dengan sosok Buya Hamka,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Senator DPD RI asal Sulawesi Utara tersebut juga sangat kagum dan hormat pada Buya Abdul Malik Karim Amrullah. Sehingga menjadi sosok inspirasi dalam memahami agama dan memahami Indonesia.</p>
<p>&#8220;Buya Hamka seorang Nationalism sejati, sekaligus ulama yang betul-betul menjaga agamannya. Berharap akan muncul Buya Hamka lainnya yang betul-betul membangkitkan spiritual Agama dan bangsanya,&#8221; pungkas Ir. H. Djafar Alkatiri.</p>
<p>Sementara itu, Kakan Kemenag Kabupaten Agam, Edi Oktaviandi, mendampingi Senator tersebut menambahkan, Buya Hamka sangat harum namanya di masyarakat luar. Dan ini hendaknya menjadi inspirasi semua masyarakat Minangkabau, umumnya di Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>&#8220;Penting kiranya kita untuk terus menggerakan perhatian kita pada Tokoh Pahlawan Nasional dan Ulama kita masa lalu. Agar generasi penerus dan kita saat ini dapat meningkatkan kepribadian sebagaimana yang telah mereka titipkan kepada kita saat ini. Dan kunjungan salah satu tokoh nasional ini, membuktikan Buya Hamka adalah sosok inspiratif dan teladan bagi kita semua,&#8221; tutupnya. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kagumi-buya-hamka-senator-ir-djafar-alkatiri-berkunjung-ke-museum-rumah-kelahiran/">Kagumi Buya Hamka, Senator Ir. Djafar Alkatiri Berkunjung ke Museum Rumah Kelahiran</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keteladanan Buya Hamka kembali digerakan, Ini Dilakukan Disdikbud Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/keteladanan-buya-hamka-kembali-digerakan-ini-dilakukan-disdikbud-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2020 10:24:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=78446</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lubuk Basung, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam terus gencar meningkatkan kepeduliannya terhadap Pahlawan Nasional sebagai suri tauladan generasi muda. Menggiatkan berbagai kegiatan meski dihadapi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keteladanan-buya-hamka-kembali-digerakan-ini-dilakukan-disdikbud-agam/">Keteladanan Buya Hamka kembali digerakan, Ini Dilakukan Disdikbud Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lubuk Basung, Prokabar</strong> — Pemerintah Kabupaten Agam terus gencar meningkatkan kepeduliannya terhadap Pahlawan Nasional sebagai suri tauladan generasi muda. Menggiatkan berbagai kegiatan meski dihadapi pandemi covid-19.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, meski kita dihadapkan musibah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan kita untuk terus bangkit dan meningkatkan dunia pendidikan. Selain sejumlah guru dan kepala sekolah mendapat prestasi, kepedulian terhadap sosok Tokoh National Buya Hamka juga menjadi sorotan kita,&#8221; ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Agam, Isra kepada Prokabar.com, Rabu (2/12).</p>
<p>Berkat Dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan dan Kemendikbud RI, mendapatkan Dana Alokasi Khusus. Selain Sosialisasi, Lokakarya dan Evaluasi, juga digelar berbagai perlombaan dengan tema &#8220;Mengenal Lebih Dekat Buya Hamka dan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kita sangat bersyukur pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan semua pihak. Tidak hanya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, juga mendapat dukungan dari Pemerintahan Kecamatan Tanjung Raya, Nagari dan Kelompok Pemuda. Dukungan ini memperkuat kita untuk menggerakan literasi budaya dan keteladanan Buya Hamka. Untuk kedepannya, tentu kita akan lebih optimalkan dan maksimalkan,&#8221; tutupnya. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keteladanan-buya-hamka-kembali-digerakan-ini-dilakukan-disdikbud-agam/">Keteladanan Buya Hamka kembali digerakan, Ini Dilakukan Disdikbud Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Pribadi Hebat&#8221; Buya Hamka (Bagian II)</title>
		<link>https://prokabar.com/pribadi-hebat-buya-hamka-bagian-ii/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2020 00:30:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[#buyahamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hamka]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pribadihebat]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=72901</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Kisah inspiratif dan motivasi Buya Hamka kita lanjutkan dari Buku Pribadi. Setelah mengupas pendahuluan, sekarang kita masuk pembahasan satu tentang arti...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pribadi-hebat-buya-hamka-bagian-ii/">&#8220;Pribadi Hebat&#8221; Buya Hamka (Bagian II)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Kisah inspiratif dan motivasi Buya Hamka kita lanjutkan dari Buku Pribadi. Setelah mengupas pendahuluan, sekarang kita masuk pembahasan satu tentang arti dari &#8220;Pribadi&#8221;. Buya Hamka mengupas habis tentang &#8220;Orang Budiman&#8221;, &#8220;Orang Cerdas&#8221;, &#8220;Orang Masyarakat&#8221;, &#8220;Orang Sehat&#8221;, dan &#8220;Orang Cerdik Pandai&#8221;.</p>
<p>Sering kali kita membicarakan orang yang kita cintai atau hormati atau yang telah berpisah dengan kita. Kita ingat segala kebaikannya dan tidak ketinggalan juga kita membicarakan kelemahannya.</p>
<p>Perangainya halus, hatinya suci, sikapnya jujur, perkataannya teratur, dan budinya mulia. Kelakuannya baik, mukanya jernih karena ia memandang hidup dengan penuh pengharapan dan tidak pernah putus asa. Apa yang diyakini, itulah yang dikatakannya dan apa yang dikatakannya, itu yang diyakininya. Karena itu, kita memgambil kesimpulan bahwa dia seorang &#8221; budiman&#8221;.</p>
<p>Dia cerdas, akalnya tajam, buah pikirannya baik, dan ia pun cepat mengambil keputusan, terang otaknya, luas pandangannya, Dan jauh tiliknya. Karena itu, kita katakan Bahwa ia &#8220;cerdas&#8221;.</p>
<p>Dia suka bergaul, suka menolong, tidak menyisih dari masyarakat, tidak memikirkan kepentingan diri sendiri atau keluarganya saja, tidak gila pangkat, mengerti kedudukan orang lain, dan merasa dirinya ikut dalam kedudukan itu. Hormat pada orang tua, kasih kepada yang muda, pandai bergaul, pandai berkawan. Kita gelarilah dia gelar &#8220;orang masyarakat&#8221;.</p>
<p>Tubuhnya sehat, mukanya berseri-seri karena kesehatan tubuh dan jiwanya. Pakaiannya bersih karena bersih hatinya. Dia gemar olahraga untuk kesehatan tubuh dan suka untuk kesehatan batin. Kita namai dia orang &#8220;sehat&#8221;.</p>
<p>Pemahamannya luas, penyelidikannya dalam, bacaannya banyak. Karena itu, banyak yang diketahuinya sehingga Dia tidak merasa canggung dalam pergaulan dengan segala lapisan. Oleh karena ada pengetahuannya dalam suatu hal, dia bertanggung jawab. Kita namai dia orang yang &#8220;cerdik pandai&#8221;.</p>
<p>Semuanya, yaitu budi, akal, pergaulan, kesehatan dan pengetahuan, berkumpul menjadi satu pada satu orang. Kumpulan itulah yang membantuk suatu &#8220;pribadi&#8221;. Lemah atau kuat, berlebih atau berkurang dari yang disebutkan itu menyebabkan lemah atau kuat, lebih atau kurangnya pribadi. Dialah yang menentukan mutu seseorang.</p>
<p>A. Nilai Seseorang adalah Pribadinya.</p>
<p>Dua ekor kerbau yang sama gemuknya, sama kuat dan sama pula kepandaiannya menarik pedati, tentu harganya tidak jauh berbeda. Akan tetapi, dua puluh manusia yang sama tinggi dan sama kuat, belum tentu sama &#8220;harganya&#8221;. Sebab bagi kerbau tubuhnya saja yang berharga. Bagi manusia adalah pribadinya.</p>
<p>Orang yang berilmu saja, walau ia sangat ahli dalam satu bidang, belum tentu berharga dan belum tentu memperoleh kekayaan dalam hidup apabila sekiranya bahan pribadinya yang lain tidak lengkap atau tidak kuat terutama budi dan akhlak.</p>
<p>Banyak guru, dokter, hakim, insinyur, dan orang yang memiliki banyak koleksi buku serta diplomanya segulung besar dalam masyarakat dia menjadi mati sebab dia bukan &#8220;orang masyarakat&#8221;. Hidupnya hanya mementingkan diri sendiri dan diplomanya, hanya untuk mencari harta. Hatinya sudah seperti batu, tidak mempunyai cita-cita selain kesenangan dirinya. Pribadinya tidak kuat, karena ia bergerak bukan karena dorongan jiwa dan akal. Dan kepandaiannya yang banyak sering menimbulkan ketakutan, bukan menimbulkan keberanian untuk memasuki dan menjalani hidup.</p>
<p>Jangan disangka bahwa pribadi yang besar dan kuat hanya semata-mata memakai sifat yang terpuji saja. Tidak! Bahkan sebaliknya, bertambah besar pribadi seseorang, bertambah jelas letak kelemahan dan kekurangannya. Orang Arab berkata, &#8220;Idzaa Tamma syai&#8217;un Badar naqshuhu,&#8221; yang artinya apabila sesuatu telah sempurna, jelaslah kekurangannya.</p>
<p>Hal itu sangat penting! Jika kita berkawan atau bersahabat dengan orang, harus kita ketahui bahwa sebagai manusia dia harus mempunyai suatu sisi yang dipenuhi perasaan semata. Hanya orang bodoh yang dipenuhi perasaan dan sentimen. Apabila ia sayang, ia lupa segala kesalahan dan apabila ia berani, ia pun lupa segala kebajikan.</p>
<p>B. Arti Pribadi<br />
Bukan pula hal yang mudah mengupas dan menunjukan arti pribadi. Hal itu termasuk perkara gaib yang hanya dapat ditunjukan bekasnya, tetapi tidak dapat diraba barangnya. Tidak ada bedanya dengan listrik, aether dan radio. Pribadi seseorang dapat diketahui setelah melihat perjalanan hidupnya dan rekam jejak usahanya.</p>
<p>Sudah ringkas namanya, jika kita katakan bahwa pribadi itu sebagai berikut.<br />
1). Kumpulan sifat dan kelebihan diri yang menunjukan kelebihan seseorang daripada orang lain sehingga ada manusia besar dan manusia kecil. Ada manusia yang sangat berarti hidupnya dan ada yang tidak berarti sama sekali. Kedatangannya tidak menggenapkan dan kepergiannya tidak pula mengganjilkan.</p>
<p>2). Kumpulan sifat akal budi, kemauan, cita-cita dan bentuk tubuh. Hal itu menyebabkan harga kemanusiaan seseorang berbeda dari yang lain.</p>
<p>Tinggi rendahnya pribadi seseorang adalah karena usaha hidupnya, caranya berfikir, tepatnya berhitung, jauhnya memandang dan kuatnya semangat diri sendiri. Meneropong suatu pribadi tidak boleh terpengaruh oleh rasa sayang dan benci. Sering kali terjadi, baru saja kita bertemu dengan seseorang, lantas kita menyayanginya atau kebalikannya. Padahal, belum patut ada hubungan sayang dan benci dalam perkara itu. Memang, terkadang kita sayang kepadanya karena keikhlasannya, kemuliaan hatinya, kesetiaan dan keberaniannya. Kita benci karena dia curang, tidak mengenal kejujuran dan kejujurannya pun tidak pernah pula berkenaan dengan dia, bakhil, benalu, penohok kawan, dan penggunting dalam lipatan. Akan tetapi, terkadang juga kita menyayangi seseorang karena orang itu mau kita perkuda untuk kepentingan kita sendiri. Atau, kita membenci bukan karena ia bersalah hanya karena kita sendiri orang pendengki.</p>
<p>Sangat perlulah kita mempelajari pribadi manusia. Akan tetapi, lebih penting lagi seperti kata Socrates yang terkenal, &#8220;Kenalilah siapa dirimu, kenalilah pribadimu sendiri!&#8221;.</p>
<p>Namun, haruslah kita sadar pula bahwa mengenal diri sendiri seribu kali lebih sukar dari pada keinginan mengetahui pribadi orang lain. Nabi Muhammad SAW bersabda, &#8220;Berbahagialah orang yang mementingkan memperhatikan cela diri sendiri sehingga tidak sempat memperhatikan cela orang lain.&#8221; (HR. Al-Bazzar).</p>
<p>&#8220;Jelaskanlah siapa engkau dan tentukanlah maksut ujudmu,&#8221; kata Fichte.</p>
<p>Apakah karakter suatu pribadi merupakan bawaan lahir atau dapat diusahakan? Sudah jelas bahwa bentuk kehidupan manusia telah ada sejak dalam rahim ibu. Dahulu hal itu masih diragukan dan dipandang sebagai dongeng saja. Akan tetapi, menurut majalah Woman bahwa di Universitas Antioche di Ohio (Amerika) perkumpulan dokter yang meneliti ibu hamil telah mendapatkan beberapa bukti bahwa kegembiraan atau kesedihan seorang ibu yang sedang mengandung berpengaruh juga kepada berat atau ringannya timbangan bayi setelah ia dilahirkan. Penjagaan kesehatan dan perasaan ibu saat mengandung sangat mempengaruhi perkembangan pribadi kandungannya kelak. Setelah anak lahir, dunia telah menunggu lingkungan tempat dia diasuh dan dibesarkan. Setelah dewasa menunggu pula pergaulan yang lebih luas yaitu masyarakat.</p>
<p>Sangat penting juga pendidikan di Delilah. Apabila suatu masyarakat telah merdeka, berdemokrasi, berbudi tinggi, sangguplah masyarakat itu menimbulkan pribadi yang kuat.</p>
<p>C. Pribadi Tidak Berkembang karena Tekanan.<br />
Kerasnya didikan orang tua merampas kemerdekaan anaknya. Kurangnya tanggung jawab seorang guru saat mengajar, masyarakat yang masih kolot, bodoh dan belum pandai menghargai pertumbuhan seseorang serta penjajahan bangsa atas bangsa. Semuanya itu dan beberapa sebab yang lain menghalangi tumbuhnya pribadi.</p>
<p>Bersyukurlah kita tidak terjajah lagi. Satu penyakit yang menjadi pangkal dari banyak penyakit yang lain telah terhindar. Akan tetapi, sisa penjajahan jiwa masih melekat dan sukar mengikisnya. Misalnya dua perkara yang besar. Pertama, kebelanda-belandaan dan kedua, pergaulan kolot. Dua hal itu masih mempengaruhi sebagian besar masyarakat. Bagaimana seorang ayah atau seorang guru akan cepat melepaskan diri dari ikatan itu? Padahal ayah dan gurulah yang wajib terlebih dahulu menuntun kemerdekaan tumbuhnya pribadi anak. Ayah dan guru belum berani menentang pendapat umum dan sulit melepaskan diri dari pengaruh didikan sendiri. Sebab itu, &#8220;plat&#8221; pikiran dan pandangan hidupnyalah yang hanya dapat dialihkan kepada putra dan muridnya. Didikan selama ini hanya menurut, berpikir dengan pikiran orang lain, dan tidak berani atau tidak sanggup menyatakan pendirian sendiri.</p>
<p>Selama masa penjajahan, bangsa yang menjajah berusaha menekan pribadi kita supaya tidak tumbuh. Diberinya kita ilmu, tetapi keberanian kita dihambat. Sampai kepada hal terkecil menimbulkan kesan semakin lama semakin masuk ke dalam pikiran kita bahwa kita tidak sanggup dan tidak mampu mendapatkan sesuatu. Meskipun bangsa kita telah diberi banyak gelar Arts, Mr, Dr, It dan lain-lain dalam pemberian pangkat yang bertanggung Kawan, bangsa kita tidak mendapat kepercayaan. Setinggi-tingginya pangkat bangsa Indonesian adalah regent atau demang. Walaupun tua dan banyak pengalamannya, dia tidak dapat membatasi kedudukan seorang kontelir. Kelihatanlah di kantor-kantor, orang-orang yang telah kehilangan pribadi dan kehilangan cita-cita. Suburlah jiwa budak yang cita-citanya hanyalah pensiun di hari tua. Untuk itu, dia bersedia menerima kehinaan dan tekanan.</p>
<p>Jiwa rakyat yang telah sangat menderita itu, niscaya akan muncul pribadi-pribadi besar yang sanggup mencabik dan merobek segala dinding yang mengurungnya. Pribadi yang besarlah yang dapat menimbulkan kebangsaan dan keteguhan bangsalah yang dapat memupuk pribadi.</p>
<p>Negara dan bangsa yang merdeka juga dapat menumbuhkan kemerdekaan pribadi. Orang menerima pembagian pekerjaannya dengan rela. Biarpun dia menjadi supir, tukang becak, penjual sayur, tidak dirasakan ada manusia yang menekannya. Segala kewajiban itu akan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Dia yakin bahwa pekerjaan yang lain tidak akan selesai, sekiranya pekerjaannya tidak selesai pula. Dia adalah anggota dari satu bangsa besar dan kumpulan segenap pribadi, itulah yang menjelmakan pribadi bangsa. (**)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pribadi-hebat-buya-hamka-bagian-ii/">&#8220;Pribadi Hebat&#8221; Buya Hamka (Bagian II)</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 36/229 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.039 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 23:44:14 by W3 Total Cache
-->