<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#bungus Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/bungus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/bungus/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Feb 2024 11:22:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#bungus Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/bungus/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sebut Daerah Bungus sebagai Kawasan Terpencil, Caleg DPRD Sumbar Ini Tuai Kritikan </title>
		<link>https://prokabar.com/sebut-daerah-bungus-sebagai-kawasan-terpencil-caleg-dprd-sumbar-ini-tuai-kritikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2024 11:18:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#bungus]]></category>
		<category><![CDATA[#Caleg]]></category>
		<category><![CDATA[#PKS]]></category>
		<category><![CDATA[#Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=118065</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Devi Erawati, calon anggota legislatif (caleg) dari PKS untuk DPRD Provinsi Sumbar, Dapil 1 Kota Padang, menuai kecaman serta kritikan dari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sebut-daerah-bungus-sebagai-kawasan-terpencil-caleg-dprd-sumbar-ini-tuai-kritikan/">Sebut Daerah Bungus sebagai Kawasan Terpencil, Caleg DPRD Sumbar Ini Tuai Kritikan </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left"><strong>Padang, Prokabar &#8211;</strong> Devi Erawati, calon anggota legislatif (caleg) dari PKS untuk DPRD Provinsi Sumbar, Dapil 1 Kota Padang, menuai kecaman serta kritikan dari warganet usai sebuah potongan video dirinya yang menyebut Bungus sebagai &#8220;daerah terpencil&#8221; viral di media sosial Tiktok.</p>
<blockquote class="tiktok-embed" style="max-width: 605px;min-width: 325px" cite="https://www.tiktok.com/@zulkifli0896/video/7332839579784989958" data-video-id="7332839579784989958">
<section><a title="@zulkifli0896" href="https://www.tiktok.com/@zulkifli0896?refer=embed" target="_blank" rel="noopener">@zulkifli0896</a><a title="♬ suara asli - ZULKIFLI" href="https://www.tiktok.com/music/suara-asli-ZULKIFLI-7332839603052006150?refer=embed" target="_blank" rel="noopener">♬ suara asli &#8211; ZULKIFLI</a></p>
</section>
</blockquote>
<p>Dalam video yang diunggah oleh akun @zulkifli0896 tersebut, Devi Erawati tampak tengah menyampaikan pendapat atau mengomentari suatu hal.</p>
<p>&#8220;Menurut ceritanya, ternyata mereka ini, bapak ini dari Bungus ya maklum ya. Kalau orang Bungus ya dari Padang itu pasti ya daerah terpencil agak jauh dari Kota Padang. Diajaklah jalan-jalan ke Padang, tentu senang dong mereka diajak jalan-jalan ke Padang. Katanya nanti mau diajak makan ke Lamun Ombak, tentunya mereka terima ajakan seperti itu,&#8221; katanya dalam penggalan video tersebut.</p>
<p>Sontak saja, potongan video tersebut memancing kecaman dari warganet yang tidak terima dengan pernyataan tersebut. Mereka menuntun agar Devi meminta maaf karena dinilai merendahkan daerah tersebut.</p>
<p>&#8220;<em>Eee salah Ibuk ko ma. Wisata pantai di Bunguih nan rancak ma. Lamo di Timor Leste ibuk ko ma</em>. (Eh salah ibuk ini, wisata pantai di Bungus paling bagus. Sepertinya lama di Timor Leste ibuk ini),&#8221; tulis pemilik akun Papa Armen di kolom komentar.</p>
<p>&#8220;Orang Padang saja pergi makan ke Bungus yang enak. Kacau,&#8221; tulis pemilik akun Zufridazuf</p>
<p>Sementara itu, menanggapi viralnya video tersebut, Devi Erawati memberikan klarifikasi. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud memfitnah warga Bungus.</p>
<p>Devi menjelaskan bahwa ia hanya ingin mempersoalkan pernyataan Nova Zulmi Marni yang mengaku berasal dari Majelis Taklim Safari Dakwah Sumbar dan mengaku telah berpindah dukungan dari pasangan 01 ke 02.</p>
<p>Devi mengatakan bahwa ia dan tim pemenangan Anies-Cak Imin di Sumbar tidak pernah menemukan rekam jejak Nova sebagai pendukung 01.</p>
<p>&#8220;Saya sama sekali tidak pernah merasa memfitnah warga Bungus. Coba dengar baik-baik. Nova yang berasal dari Bungus. Di mana Bungus ini merupakan daerah yang jauh dari Kota Padang,&#8221; kata Devi dalam klarifikasinya yang dinukil dari <a href="https://radarsumbar.com/sebut-bungus-daerah-terpencil-ini-pembelaan-diri-caleg-pks-dprd-sumbar-devi-erawati/2/">Radarsumbar.com</a>, Kamis (8/2).</p>
<p>Devi menegaskan bahwa ia hanya membahas Nova Zulmi Marni yang berasal dari Bungus, bukan memfitnah seluruh warga Bungus.</p>
<p>&#8220;(Saya) bukan memfitnah warga bungus. Rasanya clear yah,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Berdasarkan penelusuran, Devi Erawati dikenal sebagai kader PKS yang aktif di media sosial. Ia juga pernah menjadi Ketua DPD Partai Garuda Sumbar dan maju sebagai calon DPD RI pada Pemilu 2019, namun gugur karena tidak memenuhi syarat. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sebut-daerah-bungus-sebagai-kawasan-terpencil-caleg-dprd-sumbar-ini-tuai-kritikan/">Sebut Daerah Bungus sebagai Kawasan Terpencil, Caleg DPRD Sumbar Ini Tuai Kritikan </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PPS Bungus Lakukan Perjanjian Kerjasama dengan Semen Padang</title>
		<link>https://prokabar.com/pps-bungus-lakukan-perjanjian-kerjasama-dengan-semen-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jun 2023 05:30:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bungus]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#nabuangsarok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=113614</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- PT Semen Padang kembali melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tentang Program Pengelolaan Sampah di Wilayah Laut...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pps-bungus-lakukan-perjanjian-kerjasama-dengan-semen-padang/">PPS Bungus Lakukan Perjanjian Kerjasama dengan Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> PT Semen Padang kembali melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tentang Program Pengelolaan Sampah di Wilayah Laut dan Pesisir Kota Padang melalui Aplikasi Nabuang Sarok, Kamis (15/6/2023) kemarin.</p>
<p>Kali ini, PKS itu dilakukan bersama Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Penandatangan PKS itu berlangsung di lokasi Penas Petani dan Nelayan XVI yang digelar di Pangkalan Udara Sutan Sjahrir, Kota Padang.</p>
<p>Dari PT Semen Padang, PKS tersebut ditandatangani oleh Kepala Departemen Perencanaan &amp; Pengendalian Produksi PT Semen Padang, Juke Ismara. Sedangkan dari PPS Bungus, ditandatangani oleh Analis Pengelola Keuangan, Bayu Eko Wibowo, yang hadir mewakili Kepala PPS Bungus, Widodo.</p>
<p>Juke Ismara mengatakan, PKS dengan KKP tentang Program Pengelolaan Sampah di Wilayah Laut dan Pesisir Kota Padang melalui Aplikasi Nabuang Sarok ini merupakan yang kedua dilakukan. &#8220;Sebelumnya, penandatangan PKS dilakukan bersama Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, KKP,&#8221; katanya.</p>
<p>Aplikasi Nabuang Sarok ini, kata Juke melanjutkan, diluncurkan oleh PT Semen Padang pada HUT ke-64 Pengambilalihan pabrik pada tanggal 5 Juli 1958 dari Tangan Belanda. Tujuannya, untuk membantu pemerintah daerah dalam mengurangi sampah menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dengan cara memilah sampah dari sumbernya.</p>
<p>Awalnya, aplikasi Nabuang Sarok ini diperuntukkan untuk masyarakat sekitar perusahaan. Namun dalam perjalanannya, ternyata aplikasi Nabuang Sarok diminati banyak pihak, termasuk KKP yang dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut dan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah sejak aplikasi Nabuang Sarok digulirkan tahun lalu, sudah ada beberapa instansi yang bekerjasama dengan kami dan untuk KKP, ini merupakan yang kedua&#8221;, ujarnya.</p>
<p>Juke menyebut, aplikasi Nabuang Sarok bernilai ekonomis bagi nelayan. Karena, sampah yang telah dipilah kemudian disetor ke Nabuang Sarok akan ditukar menjadi poin. Kemudian, poin tersebut juga dapat ditukar dengan berbagai hadiah yang disediakan di aplikasi Nabuang Sarok.</p>
<p>Secara tidak langsung, berbagai hadiah menarik itu juga dapat memotivasi para nelayan untuk mengumpulkan sampah di laut. &#8220;Kemudian bagi Semen Padang, sampah yang disetor ke Nabuang Sarok akan dimanfaatkan sebagai substitusi batubara yang merupakan bahan bakar utama dalam proses produksi semen,&#8221; bebernya.</p>
<p>Sementara itu, Analis Pengelola Keuangan PPS Bungus, Bayu Eko Wibowo, mengapresiasi PT Semen Padang yang telah bersedia melakukan PKS dengan PPS Bungus. Karena, PKS tentang Program Pengelolaan Sampah di Wilayah Laut dan Pesisir Kota Padang ini juga sejalan dengan program KKP, yaitu Bulan Cinta Laut (BCL).</p>
<p>Di mana, pada program BCL tersebut, sampah yang ada dilaut diambil oleh nelayan untuk dikompensasi menjadi uang. Program tersebut berlangsung selama 1 bulan lamanya. Namun, Kepala PPS Bungus yang ketika itu selaku Koordinator BCL di Sumbar, menginginkan bagaimana agar nelayan terus mengambil sampah laut.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, aplikasi Nabuang Sarok milik Semen Padang menjadi solusi bagi kami. Karena, Semen Padang mau menerima sampah laut untuk dijadikan bahan bakar alternatif yang dapat mensubstitusi batubara. Jadi, karena itulah penandatangan PKS dengan Semen Padang ini kami lakukan,&#8221; katanya.</p>
<p>Bagi PPS Bungus, sebutnya, PKS dengan PT Semen Padang ini merupakan bagian dari upaya untuk mengantisipasi kerusakan laut yang disebabkan oleh sampah, terutama sampah plastik. Karena, sampah plastik yang terlarut di dalam laut yang disebut dengan mikroplastik, akan dimakan oleh ikan-ikan kecil, dan ikan-ikan kecil itu juga akan dimakan oleh ikan-ikan besar.</p>
<p>&#8220;Nah, ketika ikan itu kita makan, maka mikroplastik yang ada di ikan ini secara akumulatif akan terkumpul dan terakumulasi di dalam perut kita. Inilah yang dapat menyebabkan karsinogen atau penyebab kanker. Kemudian bagi kesehatan laut, sampah plastik akan menggangu ekosistem ikan. Bahkan bagi Penyu, sampah plastik dianggap sebagai ubur-ubur. Ketika plastik itu dimakan Penyu, maka Penyu akan mati,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, lanjutnya, sampah plastik yang hanyut atau masuk ke dalam laut juga akan menutupi karang yang tentunya dapat menyebabkan karang menjadi mati. &#8220;Kalau karang mati, maka ekosistem di dalam laut tidak sehat dan pada akhirnya ikan menjadi tidak ada. Untuk itu, kepada masyarakat Kota Padang dan masyarakat pesisir pantai di Sumbar pada umumnya, jangan buang sampah sembarangan, termasuk ke sungai dan ke laut,&#8221; katanya.</p>
<p>PPS Bungus sendiri, tambahnya, sejauh ini telah berupaya menjaga kesehatan laut dari sampah. KKP pun juga telah menekankan bahwa nelayan tidak boleh membuang sampah di laut. Bahkan, KKP dengan tegas meminta setiap nelayan untuk membawa pulang sampah makanannya. &#8220;kalau sampai tidak ada sampahnya, KKP akan menunda pembuatan atau pengurusan dokumen-dokumen terkait kelayakan kapal,&#8221; pungkas Bayu. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pps-bungus-lakukan-perjanjian-kerjasama-dengan-semen-padang/">PPS Bungus Lakukan Perjanjian Kerjasama dengan Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalan Wisata di Padang Ini Kerap Dilalui Kendaraan Tambang</title>
		<link>https://prokabar.com/jalan-wisata-di-padang-ini-kerap-dilalui-kendaraan-tambang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2021 11:16:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#adh]]></category>
		<category><![CDATA[#bungus]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lakalantas]]></category>
		<category><![CDATA[#telukkabung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=85406</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Jalan Simpang Teluk Kabung hingga ke Sungai Pisang, tembus ke Sungai Pinang, Sungai Nyalo, dan Mandeh merupakan jalan wisata. Jalan ini...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jalan-wisata-di-padang-ini-kerap-dilalui-kendaraan-tambang/">Jalan Wisata di Padang Ini Kerap Dilalui Kendaraan Tambang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar &#8211; </strong>Jalan Simpang Teluk Kabung hingga ke Sungai Pisang, tembus ke Sungai Pinang, Sungai Nyalo, dan Mandeh merupakan jalan wisata.</p>
<p>Jalan ini dibangun sepanjang 2015 hingga 2019. Pembangunan jalan kawasan wisata mandeh selama empat tahun memakan anggaran sebesar 265 miliar.</p>
<p>Jika ditambah dengan 13 jembatan pada jalan sepanjang 43 km tersebut, maka total 329 miliar pembangunan jalan yang dari APBN untuk kawasan wisata terpadu mandeh.</p>
<p>Dari banyak ruas jalan sepanjang 43 meter tersebut. Pendakian di jalan menuju sungai pisang dari arah Teluk Kabung menjadi yang terberat. Karena terdapat tanjakan yang cukup tinggi mendaki.</p>
<p>Menariknya jalan ini juga kerap dilalui truk yang mengangkut batu bara untuk keperluan PLTU teluk sirih.</p>
<p>Meski sempat dilakukan pembicaraan dengan ninik mamak teluk sirih dan KAN teluk kabung umumnya, namun aktivitas pengangkutan batu bara menuju lokasi pembangkit listrik tenaga uap tetap berlangsung.</p>
<p>Meski jalan yang dilalui bukanlah jalan untuk akses pertambangan, yang notabene harus lah jalan hot mix. Sementara jalan menuju sungai pisang dari simpang Teluk Kabung adalah jalan wisata dengan aspal biasa.</p>
<p>Jika tidak dilakukan kontrol sejak dini oleh instansi berwenang mulai kepolisian, dinas perhubungan padang dan dishub sumbar, atau pun dari internal pengelola PLTU sendiri dari PLN, bukan tidak mungkin akan ada korban Laka lantas kedepannya.</p>
<p>Sepanjang 2021 ini, kecelakaan lalu lintas pertama terjadi awal pekan ini. Laka lantas tunggal terjadi pada (12/4) Petang.</p>
<p>&#8220;Kecelakaan tunggal diperkirakan terjadi pukul 15.15. ini didasarkan atas kendaraan yang sama lewat di depan depo Pertamina Teluk Kabung pada pukul tiga kurang sepuluh,&#8221; sebut Brigadir Agung anggota unit Laka Lantas Polsek Bungus Teluk Kabung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-85407" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0029-461x1024.jpg" alt="" width="461" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0029-461x1024.jpg 461w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0029-135x300.jpg 135w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0029.jpg 576w" sizes="(max-width: 461px) 100vw, 461px" /></p>
<p>Kendaraan bernomor polisi BK 9026 EL ini diperkirakan mengangkut lebih dari 25 ton batu bara dari arah muaro bungo jambi.</p>
<p>&#8220;Laka lantas diperkirakan akibat tonase truk puluhan ton begitu tinggi yang membuat kendaraan berat tersebut terjungkal ke belakang. Tidak ada korban jiwa namun butuj waktu untuk proses evakuasi.&#8221; Sebut Ipda Otrianus Panit 1 Polsek Bungus Teluk Kabung.</p>
<p>Supir berinisial ES (44) asal asahan Sumatera Utara selamat, namun proses evakuasi cukup memakan waktu. Sejak upaya menderek dilakukan pada pukul enam sore, Hingga pukul setengah delapan malam masih berlangsung.</p>
<p>Jalan wisata yang tetap bisa dilalui kendaraan tambang membuktikan ada pengawasan yang luput dilakukan.</p>
<p>Beruntung hanya laka lantas tunggal tanpa korban jiwa. Kedepan, bukan tak mungkin akan berakibat lebih buruk lagi, jika pengawasan sebatas rutinitas seremonial. <strong>(Adh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jalan-wisata-di-padang-ini-kerap-dilalui-kendaraan-tambang/">Jalan Wisata di Padang Ini Kerap Dilalui Kendaraan Tambang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Diimbau Tak Bepergian ke Tempat Membahayakan</title>
		<link>https://prokabar.com/warga-diimbau-tak-bepergian-ke-tempat-membahayakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2021 15:58:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#barlius]]></category>
		<category><![CDATA[#BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[#bungus]]></category>
		<category><![CDATA[#gas]]></category>
		<category><![CDATA[#lubuk Hitam]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84398</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Barlius, mengimbau warga tidak bepergian ke mana-mana.  Lebih baik tetap berada di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-diimbau-tak-bepergian-ke-tempat-membahayakan/">Warga Diimbau Tak Bepergian ke Tempat Membahayakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400"><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Barlius, mengimbau warga tidak bepergian ke mana-mana. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Lebih baik tetap berada di rumah saja jika tidak ada keperluan penting.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dia mengatakan hal itu terkait cuaca di Padang tidak menentu akhir-akhir ini. Terkadang panas kemudian hujan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Bahkan hujan berkepanjangan berpotensi menimbulkan bencana, seperti banjir, longsor, pohon tumbang, dan lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8220;Mari jaga keselamatan diri, jangan bepergian ke tempat berbahaya dan rawan untuk dilewati,&#8221; imbaunya, Selasa (30/3/2021).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Barlius menyebut, kejadian tewasnya tiga orang mahasiswa UNP di Lubuk Hitam, Bungus, menjadi pelajaran bagi siapapun. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Ketiga mahasiswa tidak memperhitungkan cuaca pada saat itu. Padahal waktu itu, hujan deras turun di balik bukit. Sehingga air bah datang menghondoh mereka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8220;Ini mesti menjadi perhatian kita bersama. Dan saat ini pihak kepolisian sudah menutup objek wisata itu,&#8221; sebut Barlius.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Barlius menerangkan pihaknya telah menyiagakan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam Antisipasi Perubahan Iklim Pengurangan Risiko Bencana (API PERBI) ini. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">TRC BPBD selalu siap siaga ketika terjadi perubahan iklim.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8220;Personel kita siap mengantisipasi jika terjadi bencana seperti longsor, banjir, dan sebagainya,&#8221; tutur Barlius.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Sejumlah bencana seperti banjir sudah ditanggulangi oleh TRC. Termasuk pohon tumbang yang terjadi di GOR H. Agus Salim.<strong>(*/gas)</strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-diimbau-tak-bepergian-ke-tempat-membahayakan/">Warga Diimbau Tak Bepergian ke Tempat Membahayakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertemu Masyarakat Bungus, Leonardy akan Bantu Percepatan Normalisasi Batang Timbalun</title>
		<link>https://prokabar.com/bertemu-masyarakat-bungus-leonardy-akan-bantu-percepatan-normalisasi-batang-timbalun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2020 16:30:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bungus]]></category>
		<category><![CDATA[#DPD]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[dpdri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=62236</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bungus, Prokabar — Permasalahan normalisasi sungai dan penanganan abrasi pantai mengemuka dalam pertemuan antara Ketua Badan Kehormatan DPD RI periode 2019-2024, H. Leonardy Harmainy...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bertemu-masyarakat-bungus-leonardy-akan-bantu-percepatan-normalisasi-batang-timbalun/">Bertemu Masyarakat Bungus, Leonardy akan Bantu Percepatan Normalisasi Batang Timbalun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>Bungus, Prokabar —</strong> Permasalahan normalisasi sungai dan penanganan abrasi pantai mengemuka dalam pertemuan antara Ketua Badan Kehormatan DPD RI periode 2019-2024, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, dengan Camat, Ketua LPM, Ketua KAN, Ketua MUI, Bundo Kandung, Kepala Sekolah dan Ketua Karang Taruna se-Kecamatan Bungus Teluk Kabung, di kantor camat setempat.</p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ini program Pak Camat yang baru dan putra asli Bungus Teluk Kabung. Saya tinggal mendorongnya. Tugas kita bersama merealisasikannya, apalagi sudah dimulai dengan program penanggulangan bencana di hulu Batang Timbalun. Tinggal melanjutkannya,&#8221; ujar Leonardy, Senin (9/3).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk itu, kata Leonardy perlu disiapkan Detailed Engineering Design (DED) untuk proyek normalisasi Batang Timbalun ini. Jika DED sudah ada, maka makin mudah untuk mendorongnya ke Dinas PSDA Provinsi Sumbar atau Balai Wilayah Sungai Sumatera V dan Kementerian jika APBD Kota Padang tidak mampu membiayainya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;DED dan pembebasan lahan sekeliling proyek mempercepat pelaksanaan kegiatan normalisasi Batang Timbalun nantinya. Di sekitar normalisasi itu bisa jadi lokasi wisata juga,&#8221; ungkap Leonardy.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Abrasi pantai pun kata Leonardy patut menjadi perhatian. Terlebih abrasi sudah mengakibatkan kerusakan bagi sejumlah rumah dan berkurangnya keindahan pantai di daerah Bungus. Terputus-putusnya proyek abrasi bisa disebabkan tidak ada yang memperjuangkan dan mengawal program beserta anggarannya saat pembahasan anggaran di DPRD Kota Padang.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Camat Bungus Teluk Kabung, M. Latif, S.Sos menyebutkan normalisasi yang dilaksanakan barulah sebatas menyusun batu-batu di pinggiran Batang Timbalun. Sebab selama ini jika banjir, banyak ekskavator yang masuk tapi hanya merapikan batu-batu besar di pinggir sungai. Saat banjir lagi, batu-batu itu mengumpul kembali ke tengah sungai. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kami berharap normalisasi yang permanen dan di proyek normalisasi pada kiri kanannya dibuat jalan karena ada rumah-rumah penduduk,&#8221; ujar M. Latif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ditegaskannya jika sudah ada jalan di kiri kanan sungai, kawasan tersebut bisa jadi tempat wisata. Kampung Timbalun kita jadikan destinasi wisata. Buat rumah warna-warni guna mendukung objek wisata alam.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Latif, dalam rakor kelurahan beberapa waktu lalu sudah diputuskan 12 titik program dan kegiatan yang bisa dilaksanakan. Termasuk normalisasi sungai dan penanganan abrasi pantai.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lurah Bungus Barat, Rostam Effendi menyatakan ada 2.500 KK yang bakal terdampak oleh meluapnya Batang Timbalun. Banyak aset pemerintah, lapangan bola kaki dan sekolah yang terkena luapan banjir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kami harap dorongan bapak agar ada percepatan pelaksanaan normalisasi Batang Timbalun ini,&#8221; harapnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">LPM Teluk Kabung Utara Bulkianur juga menyinggung soal normalisasi sungai. Di tempatnya makin ke hulu semakin lebar. Katanya banyak lahan yang terban karena struktur tanahnya curam. Hanya saja persoalan ini tidak diusulkan ke<span class="Apple-converted-space">  </span>Musrenbang lantaran tidak bisa diakomodir.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Abrasi pantai juga dinilai membahayakan rumah-rumah di sepanjang pantai Bungus Teluk Kabung. Di Bungus Selatan, ujarnya, ada 15 rumah yang rusak. Tiga diantaranya hilang ditelan ombak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Penahan abrasi ini sudah dimulai, namun terputus-putus. Rumah di sekitar penahan abrasi selamat sementara yang tidak mengalami kerusakan bahkan ada yang hilang dibawa abrasi,&#8221; katanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih jauh dijelaskannya, telah dipasang grip sepanjang 200 meter. Rumah yang terlindung grip aman sementara yang tidak kena hantam abrasi. Perlu 200 meter lagi. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Blangko e-KTP dan Keamanan</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kasi Pemerintahan Kecamatan Bungus Teluk Kabung Miswarni menyebutkan kendala yang dialami terkait persediaan Blangko e-KTP yang sering habis.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Blangko e-KTP hendaknya tersedia sesuai kebutuhan yang wajib. Diharapkan pemerintah pusat dapat merealisasikannya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tokoh masyarakat Bungus Teluk Kabung juga mengkhawatirkan seputar keamanan berkendara saat ini. Mereka mengharapkan agar begal ditindak demi memberikan keamanan di tengah masyarakat. (<b>rel</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bertemu-masyarakat-bungus-leonardy-akan-bantu-percepatan-normalisasi-batang-timbalun/">Bertemu Masyarakat Bungus, Leonardy akan Bantu Percepatan Normalisasi Batang Timbalun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lakalantas di Bungus, Jadi Pelajaran Bagi Polres Pariaman</title>
		<link>https://prokabar.com/lakalantas-di-bungus-jadi-pelajaran-bagi-polres-pariaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2018 14:06:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lalu Lintas]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[#bungus]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lakalantas]]></category>
		<category><![CDATA[#lebarandiminangkabau2018]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=10623</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pariaman, Prokabar &#8211; Agar mencegah tidak terjadi kecelakaan lalu lintas seperti di Bungus Padang, Polres Pariaman meningkatkan pengamanan dan sosialisasi pemudik. Satlantasmemasang spanduk di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lakalantas-di-bungus-jadi-pelajaran-bagi-polres-pariaman/">Lakalantas di Bungus, Jadi Pelajaran Bagi Polres Pariaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pariaman, Prokabar &#8211;</strong> Agar mencegah tidak terjadi kecelakaan lalu lintas seperti di Bungus Padang, Polres Pariaman meningkatkan pengamanan dan sosialisasi pemudik. Satlantasmemasang spanduk di dua titik tikungan paling rawan di jalur black spot dari Mangguang menuju Sungai Limau dan Lubuk Basung.</p>
<p>Kecelakaan di Bungus kemarin, sebuah mobil masuk jurang, dua tewas sedang sembilan lainnya kritis.</p>
<p>&#8220;Sesuai intruksi pimpinan dan pasca kecelakaan yang terjadi di Bungus, menjadi pelajaran bagi kita semua. Untuk itu, kita harus meningkatkan pengamanan di sepanjang titik paling rawan kecelakaan,&#8221; tutur Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan kepada Prokabar, Minggu Siang (18/06).</p>
<p>Selain di jalur lurus dari Pariaman menuju Lubuk Basung, pengamanan di sepanjang objek wisata pantai juga menjadi perhatian khusus Polres Pariaman. &#8220;Kita telah memberlakukan satu jalur dari Muara, Pantai Gandoriah menuju Pantai Cermin dan Pantai Kata,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, &#8220;Kita tidak akan perkenankan kendaraan memasuki wilayah pantai, agar aman dari kemacetan, sehingga parkir berada di luar jalur pantai,&#8221; kata AKBP Andry.</p>
<p>Kasat Lantas Pariaman, Iptu Fitri Dewi Utami menambahkan, daerah paling rawan kecelakaan terjadi di jembatan Mangguang yang masih dalam proses pembangunan. Di sana<span class="Apple-converted-space">  </span>terjadi penyempitan, karena jalan utama sudah dua jalur. Sedangkan di jembatan masih satu jalur.</p>
<p>Selain di jembaran Mangguang, jalur dari Pariaman menuju Sungai Limau dan Lubuk Basung adalah jalur paling mematikan. Lurus dan terdapat dua tikungan membahayakan pengendara, terutama roda dua. Sejak Operasi Ketupat 2018 , terjadi dua kali kecelakaan dari dua kendaraan roda dua di Sungai Limau, 3 luka ringan dan satu orang luka parah.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>&#8220;Pada masa pulang mudik libur ini, kami akan tetap meningkatkan pengamanan dengan menambah personil dan sosialisasi,&#8221; kata dia (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lakalantas-di-bungus-jadi-pelajaran-bagi-polres-pariaman/">Lakalantas di Bungus, Jadi Pelajaran Bagi Polres Pariaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 40/133 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/13 queries in 0.015 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:02:56 by W3 Total Cache
-->