<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#bungabangkai Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/bungabangkai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/bungabangkai/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Jan 2021 02:03:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#bungabangkai Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/bungabangkai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bunga Bangkai Mekar di Kebun Durian Warga Koto Malintang</title>
		<link>https://prokabar.com/bunga-bangkai-mekar-di-kebun-durian-warga-koto-malintang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2021 02:03:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=80933</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Bunga Bangkai atau suweg (amorphophallus paeoniifolius) ditemukan mekar di dalam kebun durian milik warga di Nagari Koto Malintang Kecamatan Tanjung Raya,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bunga-bangkai-mekar-di-kebun-durian-warga-koto-malintang/">Bunga Bangkai Mekar di Kebun Durian Warga Koto Malintang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Bunga Bangkai atau suweg (amorphophallus paeoniifolius) ditemukan mekar di dalam kebun durian milik warga di Nagari Koto Malintang Kecamatan Tanjung Raya, Agam pada Kamis (28/01). Bunga langka itu ditemukan ketika petugas BKSDA bersama mahasiswa jurusan Biologi Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan kunjungan ke salah satu pohon terbesar di Indonesia yang berada ditempat tersebut.</p>
<p>&#8220;Bunga yang biasa tumbuh di daerah tropis atau asia tenggara tersebut mekar dengan diameter mencapai 33 sentimeter dan tinggi 34 sentimeter dari permukaan tanah. Diperkirakan akan mekar sempurna sampai dengan membusuk selama rentang waktu 7-10 hari,&#8221; ungkap Ade Putra, Kepala Resor BKSDA Agam, kamis malam (28/1).</p>
<p>Bunga bangkai itu sendiri diketahui mengalami dua fase, yaitu Fase Vegetatif atau berdaun yang ditandai dengan adanya batang dan daun serta berlangsung sampai dengan dua tahun. Dan Fase Generatif atau berbunga yang berlangsung selama 7-10 hari.</p>
<p>Berbeda dengan tumbuhan bunga Rafflesia yang disebut bunga berumah dua. Bunga bangkai adalah bunga berumah satu yang memiliki bunga jantan dan betina. Di lokasi saat itu juga ditemukan belasan vegetatif bunga bangkai jenis amorphophallus titanum dan amorphophallus gigas.</p>
<p>&#8220;Sampai dengan saat ini, ada empat jenis bunga bangkai yang ditemukan di wilayah kabupaten Agam, yakni Amorphophallus titanum, Amorphophallus gigas, Amorphophallus paoeniifolius, dan Amorphophallus variabilis,&#8221; tutup Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bunga-bangkai-mekar-di-kebun-durian-warga-koto-malintang/">Bunga Bangkai Mekar di Kebun Durian Warga Koto Malintang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Salah Seorang Warga Agam Temukan Bunga Bangkai di Kebun</title>
		<link>https://prokabar.com/salah-seorang-warga-agam-temukan-bunga-bangkai-di-kebun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2020 03:27:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=76523</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Yossy Ferawati, warga Jorong II, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung menemukan bunga bangkai yang hidup di perkebunan miliknya, di Sungai Landai, Dusun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/salah-seorang-warga-agam-temukan-bunga-bangkai-di-kebun/">Salah Seorang Warga Agam Temukan Bunga Bangkai di Kebun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong>Yossy Ferawati, warga Jorong II, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung menemukan bunga bangkai yang hidup di perkebunan miliknya, di Sungai Landai, Dusun Simaruok.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Dilansir Prokabar dari MC Agam, Selasa (27/10), Yossy menjelaskan, ia bersama suaminya sedang membersihkan kebun miliknya dan mencium bau yang sangat menyengat seperti bau bangkai.</p>
<p data-reader-unique-id="4">“Awalnya kami kira bau ini adalah bangkai babi, karena beberapa hari sebelumnya, di lokasi ini menjadi tempat perburuan babi oleh masyarakat,” ujarnya</p>
<p data-reader-unique-id="5">Dijelaskan, setelah mencari ke sumber baunya, ternyata ditemukan bunga langka itu tumbuh di sisi tebing di bawah pohon kayu, tempatnya tidak jauh dari pondok peristirahatannya.</p>
<p data-reader-unique-id="6">“Diperkirakan tinggi bunga bangkai ini hampir mencapai 2 meter, dengan lebar lebih kurang 1 meter,” jelasnya.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, tanaman dengan nama latin <em data-reader-unique-id="8">Amorphophallus titanum</em> ini diperkirakan berumur 2 tahun.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Dijelaskan, tanaman ini memiliki 2 fase, pertama adalah fase vegetatif, dimana tanaman ini hanya berupa tangkai, daun, dan batang. Sedangkan fase kedua, tanaman ini sudah menunjukkan bunganya, disebut dengan fase generatif.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Menurutnya, jika dilihat dari bentuknya sekarang, tanaman ini berada di fase generatif, karena bunganya sudah mekar sempurna.</p>
<p data-reader-unique-id="11">“Masa mekar bunga ini hanya selama 7-10 hari, setelah itu bunga ini akan menjadi layu,” ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Lebih lanjut dijelaskan, <em data-reader-unique-id="13">Amorphophallus titanum</em>(Bunga Bangkai) adalah jenis tumbuhan yang dilindungi oleh UU Nomor 5 Tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.</p>
<p data-reader-unique-id="14">“UU Nomor 5 Tahun 1990 ini mengatur tentang, setiap orang dilarang mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati,” tutupnya. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/salah-seorang-warga-agam-temukan-bunga-bangkai-di-kebun/">Salah Seorang Warga Agam Temukan Bunga Bangkai di Kebun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Bunga Bangkai di Lubuk Basung Gagal Mekar, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://prokabar.com/satu-bunga-bangkai-di-lubuk-basung-gagal-mekar-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2020 03:50:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=75819</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Akibat faktor cuaca dan lokasi tumbuh berada di tempat terbuka, satu kuncup Bunga Bangkai (Amorphophallus Titanum) di Lolong, Jorong Balai Ahad, Kecamatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/satu-bunga-bangkai-di-lubuk-basung-gagal-mekar-ini-penyebabnya/">Satu Bunga Bangkai di Lubuk Basung Gagal Mekar, Ini Penyebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="1"><strong>Agam, Prokabar — </strong>Akibat faktor cuaca dan lokasi tumbuh berada di tempat terbuka, satu kuncup Bunga Bangkai <em data-reader-unique-id="3">(Amorphophallus Titanum)</em> di Lolong, Jorong Balai Ahad, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, gagal mekar.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Pengendali Ekosistim Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Ade Putra mengatakan, bunga langka yang dilindungi tersebut ditemukan tumbuh di kawasan Perumahan Yumira.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Dikatakan Ade Putra, tumbuhnya Bunga Bangkai itu berkemungkinan kawasan tersebut dulunya memiliki vegetasi yang baik dan rapat.</p>
<p data-reader-unique-id="6">“Karena bunga bangkai dapat tumbuh di daerah dengan kelembaban yang cukup tinggi,” ujarnya dilansir Prokabar dari MC Agam, Kamis (15/10).</p>
<p data-reader-unique-id="7">Diketahui, tanaman langka itu gagal mekar akibat dirusak oleh faktor cuaca yang sangat panas dan lokasi tumbuh berada di tempat terbuka.</p>
<p data-reader-unique-id="8">“Bunga bangkai ini menjelang mekar sempurna namun gagal bakal mekar beberapa hari kedepan, kini sudah tampak layu,” katanya lagi.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Menurut keterangan pemilik lokasi tempat bunga tumbuh, sejak terlihat beberapa minggu yang lalu, bunga tersebut sering disentuh dan dijadikan objek foto oleh pengunjung dan warga sekitar.</p>
<p data-reader-unique-id="10">“Banyak yang datang ada yang berfoto ada juga yang mencoba menyentuh,” lanjutnya.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Lokasi tumbuhnya bunga berada di tanah berpasir, biasanya tanaman tersebut tumbuh di kawasan yang mempunyai humus yang banyak atau berwarna hitam.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Dijelaskan Ade, Bunga Bangkai atau yang juga dikenal dengan istilah Titan Arum, zaminkand, atau <em data-reader-unique-id="13">corpse flower</em> merupakan salah satu bunga terbesar dan terunik di dunia.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Disebut Bunga Bakai, imbuh Adr, karena saat bunga ini mekar, ia akan mengeluarkan bau menyengat yang menyerupai bangkai. Bau yang menyengat ini ditujukan untuk menarik serangga pemangsa bangkai seperti lalat, kumbang, dan serangga karnivora lainnya.</p>
<p data-reader-unique-id="15">“Di Indonesia tanaman ini dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya,” ucap Ade. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/satu-bunga-bangkai-di-lubuk-basung-gagal-mekar-ini-penyebabnya/">Satu Bunga Bangkai di Lubuk Basung Gagal Mekar, Ini Penyebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cantiknya, Rafflesia Arnoldi kembali Mekar Di Paninjauan</title>
		<link>https://prokabar.com/cantiknya-rafflesia-arnoldi-kembali-mekar-di-paninjauan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2020 13:24:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#rafflesiaarnolodi]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56628</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Rafflesia Arnoldi kembali mekar di Jorong Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Proses mekar sejenis jamur berbentuk bunga...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cantiknya-rafflesia-arnoldi-kembali-mekar-di-paninjauan/">Cantiknya, Rafflesia Arnoldi kembali Mekar Di Paninjauan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong>Rafflesia Arnoldi kembali mekar di Jorong Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Proses mekar sejenis jamur berbentuk bunga langka tersebut diperkirakan sejak Selasa (7/1) kemarin. Sementara, di hari Rabu (8/1) sudah mulai terlihat tidak terlalu segar lagi.</p>
<p>Walinagari Paninjauan, Tomi Candra Putra kebetulan berkunjung ke lokasi bersama jajarannya sangat senang adanya potensi hebat tersebut. &#8220;Rafflesia sangat dikagumi masyarakat dunia dan para ahli biologi. Selalu ramai bila diketahui keberadaannya oleh wisatawan dan ilmuan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ia melanjutkan potensi di Nagari Paninjauan sangatlah banyak. Terutama keindahan alam air mancur, tracking, hiking dan ditambah lagi adanya Bunga Rafflesia ini.</p>
<p>&#8220;Potensi ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Terutama pengunjung banyak, otomatis masyarakat dapat berjualan di sekitar lokasi. Dan secara tidak langsung, masyarakat dan pelajar mendapat wawasan dan ilmu pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan tersebut,&#8221; terang Tomy.</p>
<p>Untuk kedepannya, Ia akan menjalin kerjasama dengan pemilik lahan, Pemda Agam dan BKSDA resor Agam untuk pengembangan lebih lanjut. &#8220;Kami di nagari, tidak memiliki jangkauan yang begitu luas. Dengan adanya bantuan BKSDA dan Pemerintah Kabupaten nantinya, jelas akan jangkauan regulasi maupun penganggaran akan semakin luas pula nantinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain berkunjung, Walinagari Paninjauan bersama Babinsa dan pengunjung berkesempatan membuat pagar darurat, agar dapat terlindungi. Dengan adanya pembatas dan rambu-rambu, pengunjung tidak sembarangan masuk dan melihat Rafflesia Arnoldi secara liar.</p>
<p>Sementara itu, Fajri salah seorang pengunjung mengatakan sangat senang berkesempatan berkunjung ke lokasi tumbuhnya Rafflesia. &#8220;Tumbuhan ini adalah tanaman langka yang dilindungi Undang-undang. Tentu kita sangat berharap dapat dijaga baik masyarakat dan pemerintah daerah,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Di lain tempat, Ade Putra selaku Pengelola Ekosistem Hutan (P-E-H) BKSDA Resor Agam menyambut baik respon Walinagari Paninjauan tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami sangat menyambut baik respon ataupun tanggapan dari siapapun yang peduli dan berkeinginan menjadikan tumbuhan langka dan dilindungi ini sebagai sarana wisata edukasi konservasi. Dan BKSDA siap bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Mengingat ini adalah potensi yang langka dan menarik. tentunya dengan tetap memperhatikan ketentuan dan kaidah-kaidah etika wisata alam,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/cantiknya-rafflesia-arnoldi-kembali-mekar-di-paninjauan/">Cantiknya, Rafflesia Arnoldi kembali Mekar Di Paninjauan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BKSDA Siap Bantu Pemda Agam Dan Masyarakat Kelola Wisata Edukasi Rafflesia</title>
		<link>https://prokabar.com/bksda-siap-bantu-pemda-agam-dan-masyarakat-kelola-wisata-edukasi-rafflesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2020 02:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#rafflesia]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56575</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Sumbar siap menfasilitasi pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengembangan wisata edukasi terutama terkait Rafflesia yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-siap-bantu-pemda-agam-dan-masyarakat-kelola-wisata-edukasi-rafflesia/">BKSDA Siap Bantu Pemda Agam Dan Masyarakat Kelola Wisata Edukasi Rafflesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Sumbar siap menfasilitasi pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengembangan wisata edukasi terutama terkait Rafflesia yang ada di Hutan Cagar Alam, Hutan Lindung maupun di Hutan Masyarakat. Hal tersebut juga berdampak positif terhadap peningkatan ilmu pengetahuan maupun perekonomian masyarakat.</p>
<p>Kepala BKSDA Sumbar, Erly Sukrismanto menjelaskan, Provinsi Sumatra Barat memang surganya Rafflesia. Dari 19 kabupaten/kota, hanya 5 kabupaten/kota yang belum ditemukan kehidupan bunga langka tersebut. 14 kabupaten/kota lainnya, telah pernah ditemukan.</p>
<p>Dari 31 jenis Rafflesia di dunia, 15 jenis diantaranya, berada di Sumatra Barat. Bahkan data terbaru, Rafflesia tuan-mudae terbesar di dunia terdapat di Hutan Cagar Alam Maninjau. Dalam kesempatan tersebut Kepala BKSDA Sumbar, Erly melihat langsung mekarnya Rafflesia tuan-mudae terbesar di Marabuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.</p>
<p>Memiliki diameter 111 centimeter, lebih besar ditemukan sebelumnya di lokasi yang sama, dengan diameter hanya 107 centimeter di tahun 2017. &#8220;Sementara, data yang pernah tercatat di dunia berada di Malaysia yang hanya memiliki diameter 101 centimeter,&#8221; ungkap Erly.</p>
<p>Artinya, temuan tersebut sesuatu yang sangat bagus. Ia bersama salah seorang peneliti dan pakar ahli Rafflesia asal Universitas Bengkulu, Dr. Agus Susatya, menjadikan Sumatra Barat sebagai House Of Rafflesia. Melakukan penelitian bersama nantinya, dengan harapan sebagai pembuka lembaran sejarah baru untuk Indonesia.</p>
<p>Potensi tersebut jelas dapat dikembangkan sebagai sumber ilmu pengetahuan bagi akademisi, peneliti, mahasiswa atau pelajar yang berkeinginan mempelajari khusus tentang kehidupan bunga langka tersebut.</p>
<p>Sesuai Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, di Hutan Cagar Alam sangat terlarang dimasuki manusia secara bebas. Apalagi dijadikan sebagai tempat destinasi wisata untuk umum. Meski demikian BKSDA dan Kementrian Kehutanan tidak terlalu kaku dalam pengembangan potensi alam nan indah tersebut.</p>
<p>Bersama Pemerintah Daerah, Nagari dan Masyarakat dapat mengelola dan memanfaatkan titik populasi Rafflesia di Hutan Cagar Alam sebagai sumber ilmu pengetahuan melalui penelitian. Akan tetapi bukan wisata alam yang bebas dan liar dimasuki setiap orang. Harus tetap taat aturan dan menjaga keutuhan hutan tersebut.</p>
<p>Rafflesia sebagai objeknya, dapat dijadikan sebagai wisata edukasi minat khusus bagi peneliti dan pelajar. Kolaborasi ini harus terjalin erat dengan segala komitmen dan regulasi yang ada antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Nagari, pemilik lahan dan masyarakatnya.</p>
<p>&#8220;Artinya ini Sumatra Barat merupakan Rumahnya Rafflesia. Tentunya dari semua pihak, warga, masyarakat, pemerintah daerah harus ada dibentuk program-program yang edukatif. Karena ini cagar alam tentu bukan untuk wisata. Tetapi bisa untuk kegiatan pelatihan atau pendidikan. Seperti Mahasiswa dan pelajar ingin belajar ilmu pengetahuan tentang Rafflesia dan Cagar Alam. Kita dari BKSDA Sumatra Barat akan siap menfasilitasinya,&#8221; tutur Kepala BKSDA Sumatra Barat tersebut.</p>
<p>Sementara itu, Ade Putra selaku Pengelola Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam menambahkan, sebaran populasi Rafflesia sangat banyak di Hutan Cagar Alam Maninjau di Tanjung Raya, Kamang, Palupuah dan Palembayan. Rafflesia tidak hanya ditemukan di Hutan Cagar Alam saja, bahkan ada di hutan lindung dan hutan masyarakat.</p>
<p>Peminat dan pecintanya Rafflesia sangat banyak. Saat temuan Rafflesia tuan-mudae di Marambuang, Nagari Beringin, Kecamatan Palembayan terekspos di media nasional, sekitar 35 media asing mengkutipnya.</p>
<p>&#8220;Kita dapat bersama-sama memanfaatkan kekayaan alam ini sebagai potensi peningkatan ilmu pengetahuan dan perekonomian masyarakat. Akan tetapi harus ada regulasi dan aturan yang mengikat. Kami dari BKSDA siap kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam, Nagari, pemilik lahan dan masyarakat untuk menjadikan Rafflesia sebagai wisata edukasi yang taat aturan,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-siap-bantu-pemda-agam-dan-masyarakat-kelola-wisata-edukasi-rafflesia/">BKSDA Siap Bantu Pemda Agam Dan Masyarakat Kelola Wisata Edukasi Rafflesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Jenis Bunga Bangkai Ditemukan Warga di Pesisir Selatan</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-jenis-bunga-bangkai-ditemukan-warga-di-pesisir-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jan 2020 17:05:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56360</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan,Prokabar — Bunga bangkai yang tubuh subur di tepi sungai kecil, di Kampung Langgai, Nagari Ganting Mudiak Utara Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-jenis-bunga-bangkai-ditemukan-warga-di-pesisir-selatan/">Ini Jenis Bunga Bangkai Ditemukan Warga di Pesisir Selatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan,Prokabar —</strong> Bunga bangkai yang tubuh subur di tepi sungai kecil, di Kampung Langgai, Nagari Ganting Mudiak Utara Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, ditemukan oleh warga, Minggu (5/1)</p>
<p>Dua bunga bangkai ditemukan warga itu berjenis Amorphophallus Titanik dalam kawasan kebun gambir milik warga setempat.</p>
<p>Warga setempat Agus Salim (29) mengatakan, bunga bangkai tersebut tumbuh ditepi aliran sungai dekat kebun gambir miliknya.</p>
<p>&#8220;Bunga bangkai itu pertamakali saya temukan pada hari Rabu lalu, saat itu saya kesungai mencuci muka, &#8220;ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, bunga bangkai jenis Amorphophallus Titanik memiliki tinggi lebih kurang 1 meter, saat ditemukan bunga tersebut dalam kondisi mekar sempurna.</p>
<p>&#8220;Tingginya lebih kurang 1 meter lebih, sekarang sudah mekar kondisinya mekar sempurna, &#8220;ujarnya lagi.</p>
<p>Selain dikebun gambir miliknya, kata Agus, dirinya bersama beberapa warga lainnya juga menemukan satu lagi bunga bangkai yang tidak jauh dari kebun miliknya.</p>
<p>&#8220;Tidak jauh dari kebun saya, kami kembali menemukan tumbuhan langka itu. Tapi, ukurannya sedikit kecil dari yang sebelumnya, &#8220;ungkapnya.</p>
<p>Sementara kata Agus, bunga bangkai yang ditemukannya kedua itu. Belum mekar dengan sempurna seperti yang dikebunya.</p>
<p>Jarak dari pemukiman warga lebih kurang 100 meter, namun untuk melihat, warga harus menyebrangi sungai kecil terlebih dahulu, tutupnya. (<b>min</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-jenis-bunga-bangkai-ditemukan-warga-di-pesisir-selatan/">Ini Jenis Bunga Bangkai Ditemukan Warga di Pesisir Selatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tujuh Knop Rafflesia Arnoldi Akan Mekar Minggu Ini Di Paninjauan Maninjau</title>
		<link>https://prokabar.com/tujuh-knop-rafflesia-arnoldi-akan-mekar-minggu-ini-di-paninjauan-maninjau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jan 2020 09:21:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#rafflesia]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56329</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Tim BKSDA Resor Agam kembali melakukan monitoring di 3 titik lokasi sebaran populasi Rafflesia Arnoldi di Jorong Data Simpang Dingin, Nagari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tujuh-knop-rafflesia-arnoldi-akan-mekar-minggu-ini-di-paninjauan-maninjau/">Tujuh Knop Rafflesia Arnoldi Akan Mekar Minggu Ini Di Paninjauan Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Tim BKSDA Resor Agam kembali melakukan monitoring di 3 titik lokasi sebaran populasi Rafflesia Arnoldi di Jorong Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar, Minggu (5/1). 2 titik sebaran diantaranya akan mekar 7 knop Rafflesia Arnoldi.</p>
<p>Ade Putra, Pengelola Ekosistem Hutan (P-E-H) BKSDA Resor Agam didampingi Anggotanya, Ocip Maha Putra menjelaskan lokasi tersebut pertamakali Maret 2018. &#8220;Berkat informasi masyarakat, kita kembali berhasil menemukan titik sebaran populasi Rafflesia Arnoldi ini. Kita berharap peran serta masyarakat dalam menjaga dan melindungi hutan lindung. Peran aktif ini juga bermanfaat terhadap kehidupan masyarakat itu sendiri. Terutama kebutuhan air bersih dan pertanian,&#8221; terang Ade.</p>
<p>Ia melanjutkan untuk awal Januari 2020 ini, akan mekar 7 knop Rafflesia Arnoldi. &#8220;Di Jorong Data Simpang Dingin ini terdapat 2 titik dari 3 titik sebaran yang sedang tumbuh subur. Diperkirakan dalam minggu ini, 7 knop hampir serentak mekar,&#8221; terangnya. Menariknya, ada satu yang timbuh di batang pepohonan. Inangnya yang menggantung di sebatang pohon.</p>
<p>&#8220;Diperkirakan satu diantaranya hari Selasa, akan tumbuh sempurna. Selebihnya kemungkinan besar menyusul secara berurutan,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tujuh-knop-rafflesia-arnoldi-akan-mekar-minggu-ini-di-paninjauan-maninjau/">Tujuh Knop Rafflesia Arnoldi Akan Mekar Minggu Ini Di Paninjauan Maninjau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Agam Harapkan Kementerian Kehutanan Bantu Permudah Perizinan Wisata Alam Rafflesia</title>
		<link>https://prokabar.com/bupati-agam-harapkan-kementerian-kehutanan-bantu-permudah-perizinan-wisata-alam-rafflesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2020 13:05:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#rafflesia]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=56147</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Bupati Agam, Indra Catri turut mengunjungi Rafflesia tuan-mudae di Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kamis (2/1). Ia mendampingi kunjungan Wakil Gubernur,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bupati-agam-harapkan-kementerian-kehutanan-bantu-permudah-perizinan-wisata-alam-rafflesia/">Bupati Agam Harapkan Kementerian Kehutanan Bantu Permudah Perizinan Wisata Alam Rafflesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Agam, Prokabar —</strong> Bupati Agam, Indra Catri turut mengunjungi Rafflesia tuan-mudae di Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kamis (2/1). Ia mendampingi kunjungan Wakil Gubernur, Nasrul Abit yang ingin langsung melihat tanaman langka tersebut. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Usai berkunjung, kepada Prokabar.com ia meminta agar BKSDA Sumbar dan Kementerian Kehutanan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Agam dalam pengembangan destinasi wisata alam tersebut. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ya, tapi aturan-aturan di kehutanan menghambat kita untuk mengembangkan antraksi wisata Rafflesia. Dia khas tumbuhnya, di tempat yang gelap, tidak ada matahari dan tumbuh dimana dia suka. Nah, biasanya jauh dari pemukiman masyarakat,&#8221; tuturnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ia melanjutkan kita teriak-teriak Agam memiliki top Rafflesia. Ada jenis Arnoldi dan tuan-mudae, tapi jauh. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ya, ada satu tempat seperti posko untuk titik kumpul dan ada pelayanan. Ada lagi pemandu khusus yang mampu menjelaskan tanaman langka tersebut. Kita bikin jalan, tapi tidak diizinkan. Banyak jalan-jalan menuju ke sana, macam ceritanya. Teori saja itu,&#8221; keluhnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bupati Agam melanjutkan, katanya hutan untuk kesejahteraan rakyat, hutan untuk kebersamaan, hutan untuk apa, tapi untuk masuk ke hutan melihat keajaiban di hutan, lebih susah memegang hajar aswad.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Jadi, cara berfikir kita yang harus dirubah. Agam sebagai surganya rafflesia, ya kita bikin antraksi. Kita sudah tau pola, November hingga awal Desember atau topnya akhir Desember mekar. Itu bisa dipola, itu bisa sudah bisa kita pasarkan. Dimana Rafflesia itu paling top, Palupuah atau Palembayan di Selingkar Danau Maninjau. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selama ini banyak terekspos di Palupuah. Tapi ternyata terbanyak di Selingkar Danau Maninjau. Tambah lagi antraksi Danau Maninjau selain keindahan alam, berenang, bersampan, juga Rafflesia. Tapi kalau menderita begini bagaimana? Hajar Aswad sulit, susah tapi aman. Ini susah dan beresiko,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bupati-agam-harapkan-kementerian-kehutanan-bantu-permudah-perizinan-wisata-alam-rafflesia/">Bupati Agam Harapkan Kementerian Kehutanan Bantu Permudah Perizinan Wisata Alam Rafflesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rafflesia tuan-mudae Mekar Terbesar Di Indonesia, Adanya di Baringin Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/bunga-rafflesia-terbesar-di-indonesia-mekar-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2020 08:25:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#rafflesia]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=55978</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palembayan, Prokabar — Rafflesia tuan-mudae mekar dengan sempurna di Jorong Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam,  Sumatra Barat (1/1). Bunga langka yang hidup di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bunga-rafflesia-terbesar-di-indonesia-mekar-di-agam/">Rafflesia tuan-mudae Mekar Terbesar Di Indonesia, Adanya di Baringin Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong><span class="s1">Palembayan, Prokabar — </span></strong><span class="s1">Rafflesia tuan-mudae mekar dengan sempurna di Jorong Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam,<span class="Apple-converted-space">  </span>Sumatra Barat (1/1). Bunga langka yang hidup di Hutan Cagar Alam Maninjau tersebut telah berlangsung mekar tiga hari.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Raflesia tuan-mudae ini sudah dipantau sejak 24 Desember 2019 lalu. Dan kini telah mekar selama tiga hari ini,&#8221; ungkap Ade Putra, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Resor Agam, kepada Prokabar.com saat bersama melakukan pemantauan, Rabu (1/1).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan data yang dihimpun, Tumbuhan langka ini memiliki diameter 111 centimeter. Merupakan Rafflesia terbesar yang pernah ada. Lebih besar dari temuan sebelumnya dengan diameter 107 centimeter. Sementara, di luar negeri, data terbesar hanya diameter 101 centimeter. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Penemuan lokasi ini pertama kali pada Oktober 2017 informasi dari masyarakat saat gotong royong pembuatan Pamsimas Jorong Marambuang, Nagari Baringin, Palembayan. Raflesia tuan-muda tumbuh subur dan mekar di sini,&#8221; terangnnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebelumnya jenis Rafflesia ini baru ditemukan di Serawak Malaysia pada 1868. Namun sejak 2017, ditemukan juga di Indonesia, khususnya di Jorong Marambuang, Nagari Baringin Palembayan, Agam Sumbar ini. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Sampai dengan akhir 2017 jumlah jenis tumbuhan<span class="Apple-converted-space">  </span>Rafflesia di dunia ada 31 jenis, 15 jenis terdapat di Indonesia, dan 15 jenis berada di Pulau Sumatera. Bunga Rafflesia ini akan terus dipantau oleh BKSDA sampai 7 hari ke depannya. Karena dilindungi Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,&#8221; pungkas Ade. <b>(rud)</b></span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bunga-rafflesia-terbesar-di-indonesia-mekar-di-agam/">Rafflesia tuan-mudae Mekar Terbesar Di Indonesia, Adanya di Baringin Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Bunga Bangkai Tumbuh di Kebun Durian Warga Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/ratusan-bunga-bangkai-tumbuh-di-kebun-durian-warga-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2019 10:20:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=53771</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lubukbasung, Prokabar &#8211; Ratusan vegetatif bunga bangkai jenis Amorphophallus titanium dan jenis Amorphophallus paeonnipolius tumbuh diantara kebun durian milik warga Puduang, Jorong Belo-belo, Nagari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ratusan-bunga-bangkai-tumbuh-di-kebun-durian-warga-agam/">Ratusan Bunga Bangkai Tumbuh di Kebun Durian Warga Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lubukbasung, Prokabar &#8211;</strong> Ratusan vegetatif bunga bangkai jenis Amorphophallus titanium dan jenis Amorphophallus paeonnipolius tumbuh diantara kebun durian milik warga Puduang, Jorong Belo-belo, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.</p>
<p>Pemilik kebun durian Nurhayalianis (70) di Lubukbasung, Jumat, mengatakan ratusan vegetatif bunga bangkai itu tumbuh di sela-sela pohon di lahan seluas empat hektare .</p>
<p>&#8220;Bunga itu banyak tumbuh di lahan saya dan ada yang sudah mekar,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, bunga itu tumbuh semenjak beberapa tahun lalu. Selama ini dirinya tidak mengetahui tumbuhan tersebut langka dan dilindungi, sehingga bunga itu dibiarkan begitu saja.</p>
<p>Mengetahui bunga tersebut langka dan dilindingi, ia mengaku akan memelihara dan menjaganya sampai mekar sempurna.</p>
<p>&#8220;Saya akan menjaga dan merawat bunga sampai mekar, sehingga banyak warga melihat ke sini,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra mengatakan BKSDA akan bekerjasama dengan pemilik lahan untuk melakukan upaya konservasi dalam rangka menjaga keberadaan dan kelestariannya.</p>
<p>BKSDA akan memasang papan informasi tentang identitas jenis tumbuhan, status konservasinya dan imbauan berisi larangan untuk tidak merusak, karena bunga tersebut dilindungi Undang-undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.</p>
<p>&#8220;Bunga ini merupakan tumbuhan langka dan dilindungi Udang-undang. Diperkirakan vegetatif ini mekar satu tahun lagi dan jika nanti menjadi vase mekar sempurna akan menjadi pemandangan menarik,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengakui, temuan ini merupakan kejadian unik karena vegetatif ini tumbuh subur di antara tanaman durian, pinang, kulit manis dan lainnya.</p>
<p>Selain itu, di hamparan seluas empat hektare ditemukan ratusan vegetatif bunga bangkai menyerupai seperti taman bunga.</p>
<p>&#8220;Secara pribadi, kondisi ini merupakan yang pertama saya temui selama menjalankan tugas. Di sekitar lahan durian juga ditemukan knop bunga raflesia,&#8221; katanya. <strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ratusan-bunga-bangkai-tumbuh-di-kebun-durian-warga-agam/">Ratusan Bunga Bangkai Tumbuh di Kebun Durian Warga Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bunga Bangkai Amorphophallus Titanus Muncul Di Palupuah Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/bunga-bangkai-amorphophallus-titanus-muncul-di-palupuah-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Mar 2019 07:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bungabangkai]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#tanaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=32041</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Setangkai Bunga Bangkai atau Amorphophallus Titanum tumbuh subur di Pandan, perbatasan Jorong Batang Palupuah &#8211; Jorong Sitingkai, Nagari Koto Rantang, Kecamatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bunga-bangkai-amorphophallus-titanus-muncul-di-palupuah-agam/">Bunga Bangkai Amorphophallus Titanus Muncul Di Palupuah Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Setangkai Bunga Bangkai atau Amorphophallus Titanum tumbuh subur di Pandan, perbatasan Jorong Batang Palupuah &#8211; Jorong Sitingkai, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.</p>
<p>Menurut warga setempat, Heru (23) mengatakan bunga bangkai raksasa tersebut memiliki tinggi 2 meter dan sudah 15 hari terlihat di sana. &#8220;Saat ini kelopak bunga sudah mulai terbuka dan diduga beberapa hari kedepan mekar sempurna,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ia melanjutkan, sebelumnya bunga jenis yang sama juga pernah tumbuh di daerah setempat namun gagal mekar akibat tertimpa ranting kayu. Di lokasi tersebut sudah 6 kali ditemukan bunga bangkai raksasa salah satunya yang dirusak oleh turis pada bulan April tahun lalu,&#8221; terang Heru.</p>
<p>Untuk menjaga habitatnya, masyarakat telah memagar agar melindungi bunga tidak kembali dirusak. Pemagaran juga bertujuan agar para pengunjung tidak terlalu dekat dengan posisi bunga sehingga rusak dan mati.</p>
<p>Camat Palupuh, Hasrizal mengatakan kemunculan bunga bangkai raksasa itu bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kecamatan Palupuh.</p>
<p>&#8220;Palupuh terkenal habitat bunga Rafflesia, kini ditambah dengan tumbuhnya bunga bangkai raksasa. Kita berharap masyarakat dan para pengunjung bisa sama-sama menjaga agar bunga tersebut tetap ada, dan berkembang biak di daerah setempat,&#8221; pungkasnya. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bunga-bangkai-amorphophallus-titanus-muncul-di-palupuah-agam/">Bunga Bangkai Amorphophallus Titanus Muncul Di Palupuah Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 36/162 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.053 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 00:24:04 by W3 Total Cache
-->