<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Buku Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/buku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/buku/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 May 2025 14:12:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Buku Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/buku/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Perlu Buku, Internet Sudah Menjadi Guru</title>
		<link>https://prokabar.com/tak-perlu-buku-internet-sudah-menjadi-guru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2025 14:12:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Buku]]></category>
		<category><![CDATA[#Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Baca Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=127428</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rian Hadi Putra Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Imam Bonjol Padang Tak bisa kita pungkiri, era digital telah mengubah hampir seluruh sektor kehidupan,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tak-perlu-buku-internet-sudah-menjadi-guru/">Tak Perlu Buku, Internet Sudah Menjadi Guru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rian Hadi Putra<br />
</strong><strong>Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam<br />
</strong><strong>UIN Imam Bonjol Padang</strong></p>
<p>Tak bisa kita pungkiri, era digital telah mengubah hampir seluruh sektor kehidupan, termasuk di bidang informasi dan komunikasi. Kehadiran teknologi telah menggeser cara seseorang dalam mencari sumber informasi sebuah fenomena yang dikenal dengan istilah <em>Information-Seeking Behavior Change</em> atau perubahan perilaku dalam mencari informasi.</p>
<p>Namun, pertanyaannya adalah: apakah perubahan ini membuat seseorang menjadi lebih bijak dalam menyerap dan memilah informasi? Ataukah justru sebaliknya membuat kita semakin terjebak dalam arus informasi yang cepat namun dangkal?</p>
<p>Data dan fakta justru menunjukkan bahwa Indonesia masih tergolong sebagai negara dengan tingkat minat baca yang rendah. Survei bertajuk <em>Most Literate Nations in the World</em> tahun 2016 menempatkan Indonesia di peringkat ke-60 dari 61 negara dalam hal literasi membaca.</p>
<p>Survei dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tahun 2017 pun menunjukkan hal serupa; frekuensi membaca masyarakat Indonesia rata-rata hanya tiga hingga empat kali per minggu, dengan durasi sekitar 30 hingga 59 menit per sesi. Jumlah buku yang dibaca dalam setahun pun terbilang minim, yakni hanya sekitar lima hingga sembilan buku.</p>
<p>Hal ini sejalan dengan pendapat Dosen Literasi Media UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Abdullah Khusairi, MA, bahwa membicarakan buku di tengah budaya baca yang rendah ibarat mencoba mengangkat batu besar seorang diri.</p>
<p>Budaya menghabiskan waktu berjam-jam di depan gawai telah menjauhkan masyarakat dari buku kecuali bagi segelintir orang yang memang penggila bacaan dan haus akan pengetahuan.</p>
<p>Siapa yang butuh guru atau buku tebal? Internet tahu segalanya bahkan hal-hal yang belum sempat kita tanyakan. Begitulah gambaran narasi sebagian orang yang sepenuhnya bergantung pada Google atau internet sebagai sumber informasi, tanpa proses verifikasi atau cek ulang.</p>
<p>Terlebih lagi, masyarakat Indonesia kini memiliki kebiasaan mengakses internet rata-rata selama tujuh jam per hari, melampaui angka global yang berkisar antara enam hingga tujuh jam, menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI.</p>
<p>Tujuh jam bersama internet—apakah Indonesia sedang menuju negara maju, atau justru negara ‘mager’? Luar biasa, kita bukan sekadar pengguna, tetapi sudah layak disebut sebagai pejuang internet tanpa lelah, dari bangun tidur hingga mata benar-benar letih. <em>Scrolling</em> dianggap seni, <em>stalking</em> sudah seperti riset, dan membaca caption kini dianggap sebagai bentuk baru literasi.</p>
<p>Namun ironisnya, minat baca kita justru semakin merosot. Bukan karena masyarakat tidak membaca, tetapi karena yang dibaca hanyalah judul, potongan tangkapan layar tanpa sumber, atau kutipan motivasi dari akun-akun yang tidak memiliki kredibilitas sebagai literatur.</p>
<p>Dengan hanya menonton dua video singkat tentang “teori komunikasi”, misalnya, seseorang bisa merasa sudah cukup berpengetahuan. Lalu, dengan mudahnya, menganggap buku teori komunikasi setebal 500 halaman tak lebih dari sekadar pajangan di rak perpustakaan.</p>
<p>Memang benar, kita hidup di zaman yang serba cepat—namun pemahaman justru semakin menipis. Jangan sampai hampir seluruh waktu kita, dari 24 jam dalam sehari, dihabiskan hanya untuk berselancar di dunia maya. Akan jauh lebih bermanfaat jika kita mulai meluangkan waktu untuk membaca buku, yang sumber informasinya jelas, mendalam, dan terverifikasi.</p>
<p>Sebab, pada akhirnya, pertanyaan yang patut kita renungkan bukan lagi “berapa lama kita online?”, melainkan “berapa lama kita benar-benar berpikir, merenung, dan membaca—selain dari layar?”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tak-perlu-buku-internet-sudah-menjadi-guru/">Tak Perlu Buku, Internet Sudah Menjadi Guru</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Sinopsis Buku Cantik Itu Luka</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-sinopsis-buku-cantik-itu-luka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2023 11:19:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[#Buku]]></category>
		<category><![CDATA[#Sinopsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=116097</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Cantik Itu Luka merupakan sebuah judul yang mungkin tidak asing di telinga penggemar sastra Indonesia. Novel ini menggambarkan kisah perempuan cantik...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-sinopsis-buku-cantik-itu-luka/">Ini Sinopsis Buku Cantik Itu Luka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Cantik Itu Luka merupakan sebuah judul yang mungkin tidak asing di telinga penggemar sastra Indonesia. Novel ini menggambarkan kisah perempuan cantik bernama Dewi Ayu yang hidup dalam bayang-bayang keindahan dan tragedi. Eka Kurniawan sang pengarang novel ini dengan berani membawa pembaca masuk ke dalam dunia yang tidak semua orang mau membahasnya.</p>
<p>Dalam artikel ini kita akan menjelajahi <a href="https://www.blibli.com/jual/cantik-itu-luka-buku">buku Cantik Itu Luka</a>, mengeksplor tema-tema yang diangkat, dan melihat mengapa kisah ini begitu menggugah hati para pembaca.</p>
<p><strong>Kecantikan Membawa Luka</strong><br />
Dewi Ayu adalah sosok wanita yang memiliki kecantikan luar biasa. Namun, kecantikan yang dimilikinya membawa bencana dan penderitaan yang mendalam dalam hidupnya dan bahkan hingga generasi berikutnya.</p>
<p>Dewi Ayu digambarkan sebagai seorang wanita penghibur untuk tentara Belanda dan Jepang. Hidupnya dihiasi dengan kecantikan yang membuatnya selalu menjadi incaran para pelanggan. Namun, di balik kemewahan yang tampak, tersembunyi kisah pahit yang membentang sepanjang hidupnya. Novel ini mencoba mengupas sisi gelap kehidupan yang seringkali diabaikan.</p>
<p><strong>Kisah Penuh Ironi</strong><br />
Dewi Ayu melahirkan empat anak perempuan yang semuanya dihadiahi kecantikan yang sama. Namun, nasib mereka jauh dari kebahagiaan yang seharusnya dimiliki oleh anak-anak cantik. Tiga anak perempuan Dewi Ayu yang pertama memiliki kecantikan yang mengagumkan seperti ibu mereka. Mereka juga memiliki nasib yang rumit dan tragis.</p>
<p>Sementara itu, anak bungsu Dewi Ayu, yang diberi nama Cantik, lahir dengan warna kulit hitam dan hidung yang berbeda. Penampilannya yang berbeda memunculkan rasa ngeri di antara orang-orang yang melihatnya. Ironisnya, Dewi Ayu memberi nama anaknya Cantik, sebuah nama yang terasa begitu tidak sesuai dengan penampilannya.</p>
<p><strong>Genre dan Karya Eka Kurniawan</strong><br />
Cantik Itu Luka adalah sebuah novel yang masuk dalam genre fiksi sejarah. Dalam novel ini, Eka Kurniawan mengambil potongan sejarah Indonesia dan menciptakan sebuah kisah yang menggabungkan sejarah dan imajinasi.<br />
Karya ini membawa pembaca ke masa lalu yang menggelitik, menjelajahi aspek-aspek sejarah yang jarang dibahas dalam karya sastra lainnya. Eka Kurniawan, penulis Cantik Itu Luka, adalah seorang sarjana Filsafat asal Indonesia. Karya ini adalah debutnya dan sejak itu, ia telah mendapatkan pengakuan atas karya-karyanya yang inovatif. Cantik Itu Luka telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing agar bisa dinikmati di tingkat internasional.</p>
<p><strong>Pesan Moral dalam Cantik Itu Luka</strong><br />
Cantik Itu Luka bukan hanya sekadar cerita tragis yang mengaduk-aduk emosi pembaca. Novel ini juga mengandung beberapa pesan moral yang penting:</p>
<p><strong>Kecantikan Bukan Segalanya</strong><br />
Buku ini dengan tegas mengingatkan kita bahwa kecantikan fisik bukanlah segalanya. Dalam kisah Dewi Ayu, kecantikan membawa malapetaka dan penderitaan. Ini adalah pengingat bahwa nilai seseorang jauh lebih dalam daripada penampilan fisik.</p>
<p><strong>Karma dan Balasan</strong><br />
Novel ini menggambarkan konsep karma dan balasan. Tindakan seseorang selalu memiliki konsekuensi, baik atau buruk. Bagian dari pesan moral di sini adalah bahwa kita harus bertanggung jawab atas tindakan kita.</p>
<p><strong>Keadilan dan Harga Diri</strong><br />
Cantik Itu Luka juga menggambarkan ketidakadilan sosial dan bagaimana pandangan masyarakat bisa menghancurkan harga diri seseorang. Namun, meskipun menderita, Dewi Ayu tetap menjaga harga dirinya dan mencoba memberikan pelajaran hidup kepada anak-anaknya.</p>
<p><strong>Hubungan dengan Tuhan</strong><br />
Novel ini menggarisbawahi pentingnya memperbaiki hubungan dengan Tuhan. Bagi beberapa karakter dalam kisah ini, berhubungan dengan Tuhan adalah jalan menuju perubahan positif.</p>
<p>Cantik Itu Luka adalah sebuah novel yang menghadirkan kisah tragis dan penuh ironi tentang kecantikan. Dalam novel ini, Eka Kurniawan menggambarkan dengan jelas bahwa kecantikan bukanlah jaminan kebahagiaan dan pandangan masyarakat seringkali menghakimi berdasarkan penampilan fisik.</p>
<p>Untuk mendapatkan buku novel ini serta karya-karya Eka Kurniawan lainnya, Anda tidak perlu meninggalkan rumah. Blibli menyediakan beragam judul dari penulis terkenal ini. Semua karya tersebut tersedia dalam stok lengkap, sehingga Anda dapat menjelajahi dunia sastra Indonesia dengan mudah.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-sinopsis-buku-cantik-itu-luka/">Ini Sinopsis Buku Cantik Itu Luka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur Sumbar Puji Buku Nyala Asa di Tengah Badai Corona, &#8220;Ini Akan Jadi Sejarah&#8221;</title>
		<link>https://prokabar.com/gubernur-sumbar-puji-buku-nyala-asa-di-tengah-badai-corona-ini-jadi-sejarah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2021 15:48:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Buku]]></category>
		<category><![CDATA[#Corina]]></category>
		<category><![CDATA[#Mahyeldi]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93211</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Buku Nyala Asa di Tengah Badai Corona, yang ditulis oleh mantan General Manager PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gubernur-sumbar-puji-buku-nyala-asa-di-tengah-badai-corona-ini-jadi-sejarah/">Gubernur Sumbar Puji Buku Nyala Asa di Tengah Badai Corona, &#8220;Ini Akan Jadi Sejarah&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Buku Nyala Asa di Tengah Badai Corona, yang ditulis oleh mantan General Manager PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat (Sumbar), diapresiasi oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi.</p>
<p>Saat menerima buku setebal 212 halaman ini, Mahyeldi mengaku bangga dengan kehadiran buku yang ditulis pria yang saat ini menjabat GM PT PLN UIW Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu itu.</p>
<p>“Ini satu hal yang luar biasa. Pak Bambang ini yang pertama sekali menghadirkan buku. Dan jelas buku ini abadi. Kapan buku ini ada, dibaca orang. Menjangkau seluruh generasi. Tak hanya generasi sekarang saja. Generasi besok juga bisa baca,” sebut Gubernur baru-baru ini, saat menerima buku dari tim Komunikasi PLN Sumbar.</p>
<p>Menurut Gubernur, dengan ditulisnya pengalaman sang GM dalam menghadapi masa pandemi di Sumbar, maka bisa jadi bahan pegangan untuk 5-10 tahun mendatang.</p>
<p>“Ini jadi sejarah. masa Corona ini kita harus punya referensi, karena di masa Corona ini kita akrobat semua. Dengan adanya buku ini, bisa jadi bahan perbandingan informasi bagi masa depan. Terutama untuk level perusahaan, ini menjadi masukan pada para pengusaha, apalagi dalam menghadapi masa pandemi, terkait bagaimana strategi bertahan,” tutur Mahyeldi.</p>
<p>Ditambahkannya, pahala menulis buku juga akan mengalir terus kepada sang penulis.</p>
<p>“Tokoh utama dalam buku ini Pak Bambang. Pahalanya bisa mengalir terus untuk Pak Bambang,” imbuh Gubernur.</p>
<p>Mewakili PLN, dalam kesempatan itu, Manajer Komunikasi PLN Sumbar Afriman juga menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi, atas apresiasi yang diberikan dan kepedulian dalam proses kreatif penyusunan buku tersebut.</p>
<p>Selain Gubernur, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sumbar, yang juga Kepala Dinas Kominfotik Sumbar, Jasman Rizal, juga memberi pujian dengan lahirnya karya ini. Jasman menilai apa yang dilakukan oleh pihak PLN Sumbar merupakan satu hal yang luar biasa, terutama dalam hal ini oleh Bambang Dwiyanto.</p>
<p>“Beliau punya talenta yang luar biasa. Buku ini sebenarnya literasi. Sekarang, masalah literasi ini merupakan kekurangan kita. Ini contoh yang baik dan sangat luar biasa. Bagi saya pribadi, yang dilakukan oleh pimpinan manajer tingkat tinggi di provinsi ini bisa jadi motivasi dan suri tauladan bagi pimpinan lain,” ujar Jasman, mengomentari buku yang dieditori oleh tim dari SumbarFokus, Muhammad Subhan dan Sisca Oktri Santi itu.(rls)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gubernur-sumbar-puji-buku-nyala-asa-di-tengah-badai-corona-ini-jadi-sejarah/">Gubernur Sumbar Puji Buku Nyala Asa di Tengah Badai Corona, &#8220;Ini Akan Jadi Sejarah&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hebat, Firdaus Abie Luncurkan Dua Buku Jurnalistik Saat HPN</title>
		<link>https://prokabar.com/hebat-firdaus-abie-luncurkan-dua-buku-jurnalistik-saat-hpn/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2021 15:47:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Buku]]></category>
		<category><![CDATA[#HPN]]></category>
		<category><![CDATA[#jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=81514</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Peringatan Hari Pers Nasional (HPN), tahun 2021, disikapi seorang wartawan asal Sumbar, melalui cara berbeda. Nyaris ditutupnya rapat-rapat, akhirnya kedua buku...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hebat-firdaus-abie-luncurkan-dua-buku-jurnalistik-saat-hpn/">Hebat, Firdaus Abie Luncurkan Dua Buku Jurnalistik Saat HPN</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Peringatan Hari Pers Nasional (HPN), tahun 2021, disikapi seorang wartawan asal Sumbar, melalui cara berbeda. Nyaris ditutupnya rapat-rapat, akhirnya kedua buku tersebut dipublikasikannya bersamaan momentum hari jadi para “kuli tinta” tersebut.</p>
<p>Kedua buku tersebut, pertama; Logika Bahasa Berita (Kritik Atas Penggunaan Bahasa dalam Kegiatan Jurnalistik). Kedua; Mengelola Media Massa. Kedua buku tersebut ditulis Firdaus Abie, wartawan dan Pemimpin Redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar.</p>
<p>“Ini sumbangan saya terhadap dunia kewartawanan yang telah memberikan banyak hal pada saya, serta lingkungan saya. Sumbangan ini masih kecil jika dibandingkan kontribusi wartawan lain,” kata Firdaus Abie, di Padang, Senin (8/2) kemarin.</p>
<p>Ia menyebutkan, kedua buku tersebut memiliki kajian berbeda. Buku pertama terkait penggunaan bahasa. Buku kedua tentang pengelolaan media massa.<br />
Buku Logika Bahasa Berita (Kritik Atas Penggunaan Bahasa dalam Kegiatan Jurnalistik), kata Firdaus Abie, berangkat dari permintaan Dekan Fisipol Universitas Ekasakti – Padang, Dr Sumartono Mulyodihardjo.</p>
<p>“Beliau meminta saya mengembangan jadi buku setelah mempelajari dan mendalami skripsi yang saya tulis ketika hendak menyelesaikan kuliah di jurusan komunikasi,” kata Firdaus Abie, yang akhir tahun lalu meluncurkan novel berbahasa Minang, menggunakan enam dialek bahasa di Sumbar, Indak Talok Den Kanai Ati.</p>
<p>Proses pengerjaannya tak berjalan mulus. Firdaus Abie “menyambi’ di sela-sela kesibukannya bekerja di Harian Umum Rakyat Sumbar, menulis cerita pendek, menulis dan menerbitkan novel, serta memberikan pelatihan jurnalistik dan menulis karya kreatif kepada siswa, mahasiswa, guru dan lain-lain di Bengkel Literasi Rakyat Sumbar.</p>
<p>Buku tersebut menghadirkan kajian terhadap logika bahasa berita, disertai contoh dan aspek-aspek yang menyertai landasan kajiannya. Buku tersebut kemudian “dibedah” editor Dr Abdullah Khusairi, M.A, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol – Padang, sebagai yang pernah menjadi jurnalis dan jadi Pemimpin Redaksi www.padangtoday.com (grupnya Padang Ekspres) serta Manager Program Padang TV.</p>
<p>Selain itu, dua pakar komunikasi Nasional, Dr Aqua Dwipayana dan Dr Yuliandre Darwis turut memberikan pengantar di buku ini. Aqua Dwipayana pernah menjadi wartawan Jawa Pos.</p>
<p>Motivator komunikasi Indonesia ini tak hanya tampil berkeliling Indonesia, tetapi juga hadir di banyak negara. Ia telah menerbitkan sejumlah buku, kemudian buku “The Power of Silaturrahmi”-nya telah terjual ratusan ribu eksamplar.</p>
<p>Buku “Mengelola Media Massa” mengupas perihal sejarah pers, seluk beluk dunia media massa, seluk beluk pekerjaan di media massa, kemudian beragam pengalamannya menanggani berbagai media massa. Kata pengantar diberikan Dirut PT Jawapos Jaringan Media Nusantara (JJMN) Suhendro Boroma.</p>
<p>“Saya beruntung mendapatkan kesempatan memulai dan turut merintis tiga perusahan media grup Jawa Pos di Sumbar,” kata Firdaus Abie, sembari menyebutkan, ketiga perusahaan tersebut, koran Padang Ekspres, koran Rakyat Sumbar dan Padang TV.</p>
<p>Kedua buku barunya ini, “Logika Bahasa Berita, Kritik Atas Penggunaan Bahasa dalam Kegiatan Jurnalistik” dan “Manajemen Media Massa” diterbitkan MZK Jakarta. Kedua buku tersebut sekaligus menjadi buku pegangan bagi lembaga pendidikan jurnalistik MZK yang tersebar di 10 kota di Indonesia. Berminat terhadap salah satu atau kedua buku ini? Silakan hubungi nomor kontak 082211604347.</p>
<p>Firdaus Abie mulai menulis sejak masih duduk di bangku SMA, tepatnya di SMAN 4 Padang. Ketika itu, ia menulis di KMS Singgalang. Tamat SMA, langsung menjadi wartawan di Harian Semangat. Ia kemudian berlabuh menjadi koresponden Sijori Pos (kini Batam Pos), Batam.</p>
<p>Ketika Padang Ekspres hendak terbit, tahun 1999, ia langsung bergabung dan mendapat tugas mempersiapkan cetak jarak jauh di Pekanbaru. Di Padang Ekspres, anak perusahaan Jawa Pos Group, karir lelaki kelahiran 8 Desember 1971 ini terus bergerak naik. Ia pernah menjabat Asisten Koordinator Liputan plus Asisten Redaktur Pelaksana. Dua jabatan sekaligus tersebut, hingga kini, konon tak pernah lagi dipegang oleh satu orang.</p>
<p>Ketika menjabat Wakil Pemimpin Redaksi Padang Ekspres, dirinya mendapat kepercayaan menjadi Koordinator Persiapan Padang TV, sebuah tv lokal di Sumbar, masih di bawah bendera Jawa Pos Group.<br />
Ketika Padang TV mengudara, ia dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi. Kurang dua tahun kemudian, selain menjabat Pemimpin Redaksi juga merangkap Manager Program dan Produksi. Sama halnya dua jabatan terdahulu, hingga belasan tahun kemudian, posisi Pemimpin Redaksi merangkap Manager Program dan Produksi tak pernah ada lagi di tv tersebut.</p>
<p>Ia kemudian dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Padang Ekspres, lalu terus menjadi Wakil Pemimpin Umum. Selanjutnya mendapat kepercayaan untuk mendirikan perusahaan baru, Harian Umum Rakyat Sumbar. Selain menjadi Direktur, Pemimpin Umum, ia tiga kali menjadi Pemimpin Redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar.<br />
Di Harian Umum Rakyat Sumbar, Firdaus Abie bersama timnya memberikan pembinaan menulis kepada pelajar, mahasiswa dan guru, sejak 2011. Mengusung nama, Bengkel Literasi Rakyat Sumbar, dibuka kelas pelatihan setiap Jumat, di kantornya. Pesertanya berasal dari pelajar dan mahasiswa di Padangpanjang, Tanahdatar, Agam dan Bukittinggi. Pembinaan diberikan secara gratis.</p>
<p>Bengkel Literasi Rakyat Sumbar kemudian tumbuh dan berkembang. Binaan literasi di bengkel ini terus bertambah, datang dan pergi silih berganti. Pembinaan di Bengkel Literasi Rakyat Sumbar diberikan dalam tiga kelas berbeda. Jurnalis Pelajar untuk pelajar SD, SMP dan SMA. Jurnalis Kampus untuk mahasiswa. Jurnalis Muda untuk mereka yang mengikuti program magang.</p>
<p>Ia juga pernah diundang secara khusus ke Tanjungpinang, Provinsi Kepri (2018) untuk memberikan pelatihan menulis kepada perwakilan karyawan BNI Wilayah Sumbar, Riau, Kepri. Dijadwalkan pula berbagi ilmu menulis di Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, namun kegiatan tersebut dibatalkan karena Pandemi Covid-19.<br />
Keterbatasan gerak pisik tak membatasi langkahnya berbagi ilmu kepenulisan. Metoda Daring yang kini sudah menjadi sebuah kebutuhan, “mengantarkannya” bisa berbagi dengan berbagai kalangan di seluruh wilayah. Ia punya mahasiswa binaan di Makasar dan terus berbagi dengan wartawan di Bima, Nusa Tenggara Barat.</p>
<p>Angkatan pertama Bengkel Literasi Rakyat Sumbar, sudah ada yang berkiprah di dunia kepenulisan, di antaranya menjadi dosen sekaligus menjadi instruktur pelatihan menulis untuk pelajar, mahasiswa dan guru. Ada yang memiliki dan mengelola online, lembaga pendidikan menulis dan jurnalistik.</p>
<p>Firdaus Abie tak hanya memberikan pelatihan menulis kreatif dan jurnalistik, mau pun berkutat sebagai Pemimpin Redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar, tetapi juga telah menulis banyak buku, termasuk jadi editor dan kurator terhadap buku lainnya.</p>
<p>Kehadiran “Logika Bahasa Berita, Kritik Atas Penggunaan Bahasa dalam Kegiatan Jurnalistik” dan “Manajemen Media Massa” tersebut sekaligus menambah catatan panjang karya yang sudah ditulisnya. Sebelumnya, di penghujung 2020, ia menerbitkan novel yang ditulis dalam bahasa Minang, berjudul “Indak Talok Den Kanai Ati” menggunakan dialek Padang, Agam, Payakumbuh, Pasaman, Padangpariaman, dan Solok.<br />
Buku lainnya, kumpulan cerita pendek Cincin Kelopak Mawar (2009). Buku kumpulan Cerpen tersebut sekaligus menjadi inspirasi bagi Jony Andra untuk melahirkan karya tari kontemporer, diangkat dari cerita tersebut. Tari kontemporer tersebut dipentaskan di Padang, Pekanbaru dan Lampung. Mahatma Muhammad, seniman asal Sumatera Barat lainnya mengangkat kisah dalam Cincin Kelopak Mawar sebagai karya teater. Dipentaskan di Taman Budaya Padang.</p>
<p>Karya lain Firdaus Abie, menjadi editor buku Padang Reconstruction (2009), Cerpennya masuk antologi Potongan Tangan di Kursi Tuhan (2011), antologi cerita pendek Uang Jemputan (2014), antologi cerita pendek Sastrawan Sumatera Barat; Sepenggal Rindu Dibatasi Waktu (2015), novel Cincin Kelopak Mawar (2016), buku 36 Tahun Ikasmantri dan 40 Tahun SMAN 3 Padang (2017), penulis buku Gusmal, Membangun Kabupaten Solok Berbasis Empat Pilar Pembangunan (2018), bersama sejumlah wartawan senior menulis buku 121 Wartawan Hebat dari Ranah Minang dan Sejumlah Jubir Rumah Bagonjong (2018). Editor buku Dilema Guru di Era Milenial, Sebuah Realita di Dunia Pendidikan (2019) karya Arniwati NZ, Kepala SMP 2 Kota Solok. Editor buku Taksi Uda Menuju BIM (2019) karya Dra Hj Yenni Putri, MM (Kepala SMAN 5 Padang). Kurator antologi cerita pendek Tasbih untuk Papa (2019) karya Zhilan Zhalila. Penulis buku 25 Tahun Universitas Baiturrahmah (2019) bersama Khairul Jasmi. Kurator antologi cerita pendek Hujan yang Mengawali (2020) karya siswa SMAN Unggul Dharmasraya.</p>
<p>Kurator antologi puisi Kabar Negeri (2020) karya siswa SMAN 4 Bukittinggi, bersama Lili Asnita. Editor buku Suluh, Sang Penerang di Tengah Covid-19 (2021), karya Meriyenti S.Hut, M.Si, dkk, Penyuluh Kehutanan Provinsi Sumbar. Saat ini, juga sedang mempersiapkan biografi Zainal Bakar, Gubernur Sumatera Barat masa bakti 2000-2005.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hebat-firdaus-abie-luncurkan-dua-buku-jurnalistik-saat-hpn/">Hebat, Firdaus Abie Luncurkan Dua Buku Jurnalistik Saat HPN</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Para Pemred Bukukan Prahara Corona</title>
		<link>https://prokabar.com/para-pemred-bukukan-prahara-corona/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2020 11:18:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Buku]]></category>
		<category><![CDATA[#Pemred]]></category>
		<category><![CDATA[#PraharaCorona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=71215</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Sejumlah pemimpin redaksi bicara kritis tentang wabah corona di Indonesia. Tulisan mereka dihimpun dalam satu buku. Buku yang segera terbit itu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/para-pemred-bukukan-prahara-corona/">Para Pemred Bukukan Prahara Corona</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211;</strong> Sejumlah pemimpin redaksi bicara kritis tentang wabah corona di Indonesia. Tulisan mereka dihimpun dalam satu buku.</p>
<p>Buku yang segera terbit itu berjudul Prahara Corona. Tebalnya 364 halaman.<br />
Ketua Forum Pemred Indonesia, Kemal Gani di Jakarta, Kamis (9/7) menyebut, wabah hebat ini perlu dicatat dan padangan-pandangan kalangan jurnalis mestilah dibukakan.</p>
<p>Untuk buku itu, Karni Ilyas diminta untuk memberikan kata pengantar.<br />
&#8220;Kita minta Bang Karni yang buat pengantar,&#8221; kata editor buku itu, Khairul Jasmi, pemred Harian Singgalang.</p>
<p>&#8220;Sangat beralasan dan layak kalau gabungan para wartawan senior atau pemred menuliskan sejarah yang spektakuler ini. Bukankah wartawan itu pencatat sejarah bukan pembuat sejarah,&#8221; kata Karni.</p>
<p>Wartawan senior lainnya, Ilham Bintang menyambut baik ide ini, bahkan ia mengirim naskah awal-awal sekali. Uni Lubis, juga mengirimkan banyak naskah., serta puluhan pemred lainnya dari Jakarta dan Makassar.</p>
<p>Editor Khairul Jasmi mencatat, buku ini, merupakan “pandangan” Indonesia pada dirinya sendiri, karena ditulis oleh para pemimpin redaksi ibukota dan Padang serta dari Makassar. Ini bukan soal isi semata, tetapi menjadi sumbangsih untuk masa depan.*</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-71216" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200719-WA0004.jpg" alt="" width="480" height="700" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200719-WA0004.jpg 878w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200719-WA0004-206x300.jpg 206w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200719-WA0004-702x1024.jpg 702w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200719-WA0004-768x1120.jpg 768w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/para-pemred-bukukan-prahara-corona/">Para Pemred Bukukan Prahara Corona</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buku, Mahkota Wartawan</title>
		<link>https://prokabar.com/buku-mahkota-wartawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2019 13:52:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#AsroKamalRokan]]></category>
		<category><![CDATA[#Buku]]></category>
		<category><![CDATA[#MahkotaWartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=55647</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAYA membaca lagi buku karya wartawan hebat, BM Diah. Judulnya, _&#8221;Mahkota Bagi Seorang Wartawan.&#8221;_ Pak Diah &#8212; begitu kami menyebutnya&#8211;adalah pemimpin redaksi kami di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/buku-mahkota-wartawan/">Buku, Mahkota Wartawan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAYA membaca lagi buku karya wartawan hebat, BM Diah. Judulnya, _&#8221;Mahkota Bagi Seorang Wartawan.&#8221;_ Pak Diah &#8212; begitu kami menyebutnya&#8211;adalah pemimpin redaksi kami di _Harian Merdeka,_ yang juga miliknya di Jl AM Sangaji, Jakarta Pusat.</p>
<p>Dari Pak Diah, saya banyak belajar selama tujuh tahun sebagai wartawan _Harian Merdeka_, terutama memegang teguh arah politik surat kabar. Salah satunya, ketika Pemerintah Orde Baru mengganti sebutan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menjadi Republik Rakyat China (RRC), Harian Merdeka tetap menggunakan RRT. Semasa Perang Dingin, Pak Diah juga cenderung menyuarakan Blok Timur (Soviet) menyeimbangkan Orde Baru, yang condong ke Blok Barat (AS).</p>
<p>Buku _&#8221;Mahkota Bagi Seorang Wartawan&#8221;_ berisikan wawancara Pak Diah dengan Mikhail Gorbachev, pemimpin Uni Soviet &#8212; negara super power dunia, selain Amerika Serikat. Wawancara dengan Gorbachev di Kremlin pada 21 Juli 1987 itu, tentang pengurangan nuklir, glasnost-perestroika, dan Perang Dingin dengan Blok Barat.</p>
<p>Hasil wawancara, beberapa jam kemudian, dirilis Kantor Berita Soviet, Tass, dan menjadi berita utama surat kabar seluruh dunia. Reaksi datang dari pemimpin AS, Prancis, Jepang, Inggris, India, dan lainnya. Para pemimpin dunia itu mendorong Soviet dan Amerika menyepakati pengurangan nuklir jarak pendek dan menengah. Kesepakatan akhirnya tercapai.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-55648" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191227-WA0015.jpg" alt="" width="480" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191227-WA0015.jpg 1080w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191227-WA0015-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191227-WA0015-300x300.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191227-WA0015-768x768.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191227-WA0015-1024x1024.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191227-WA0015-80x80.jpg 80w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p>Selain dimuat di _Harian Merdeka,_ wawancara Pak Diah itu juga dijadikannya buku  &#8220;Mahkota Bagi Seorang Wartawan.&#8221; Sebagai wartawan, Pak Diah &#8212; yang juga murid Eduard Douwes Dekker (Setia Budi) &#8212; adalah penulis buku sejarah.</p>
<p>Buku _&#8221;Angkatan Baru 45&#8243;_ mencatat proses penandatanganan teks Proklamasi yang digerakkan pemuda, antara lain Adam Malik, Sayuti Melik, dan Pak Diah, yang berlanjut dengan &#8220;penculikan&#8221; Bung Karno ke Rengasdengklok.</p>
<p>Dalam buku tersebut dijelaskan pertentangan antara kelompok tua yang ragu dan masih berharap pada janji Jepang, dengan kelompok anak-anak muda yang progresif. Pak Diah juga satu-satunya yang menyimpan teks asli Proklamasi hasil ketikan Sayuti Melik. Teks itu telah diserahkan ke negara.</p>
<p>Pak Diah dilahirkan di Banda Aceh, 7 April 1917, wafat 10 Juni 1996 di Jakarta. Selain wartawan, juga diplomat, Menteri Penerangan (1966-1967), Ketua Umum PWI, dan pengusaha. Semasa sebagai wartawan, Pak Diah sudah wawancara dengan Pandit Jawaharlal Nehru, Mahatma Gandhi, Presiden Mesir Muhammad Najib, yang menyingkirkan Raja Farouk, dan sejumlah tokoh lainnya.</p>
<p>****</p>
<p>BEBERAPA waktu lalu, Bang Ilham Bintang bercerita tentang rencananya menerbitkan buku kumpulan reportase jurnalistik berjudul _&#8221;Surat-surat Wasiat Mendiang Nana&#8221;_. Buku laporan jurnalistik ini akan diluncurkan di Jakarta, 2 Februari 2020 sekaligus menyongsong Hari Pers Nasional (HPN) di Banjarmasin, 9 Fabruari.</p>
<p>_&#8221;Surat-Surat Wasiat Mendiang Nana”_ dalam buku ini, satu di antara 50 hasil reportase Bang IB. Nana adalah perempuan muda, penderita kanker, yang melahirkan bayi pertamanya. Dua bulan sebelum meninggal, Nana menulis surat wasiat. Isinya, secara mental-spritual, siap menghadapi ajalnya. Kisah kemanusiaan yang dapat menjadi inspirasi.</p>
<p>Tahun lalu, Bang Ilham &#8212; biasa kami panggil Bang IB &#8212; juga menerbitkan buku _&#8221;Jalan-jalan A la Ilham Bintang.&#8221;_  Saya menyukai buku ini. Struktur runtut dan bahasa mengalir renyah. Buku itu tidak saja melaporkan apa yang dilihatnya, lazimnya laporan jurnalistik biasa, tapi juga diperkaya dengan data, deskripsi, dan perenungan. Pengalaman sebagai wartawan sejak 1976, menjadikan buku tersebut &#8220;bukan laporan jurnalistik yang biasa.&#8221;</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-55649" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191227-WA0016.jpg" alt="" width="480" height="629" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191227-WA0016.jpg 736w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191227-WA0016-229x300.jpg 229w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p>_&#8221;Surat-Surat Wasiat Mendiang Nana”_ merupakan buku ketujuh Bang IB, sebelumnya, antara lain, _Tantangan Media Menegakkan Kode Etik Jurnalistik; Mengamati Daun-daun Kecil Kehidupan (Gramedia, 2007); Madang; Ibunda_; dan _Salam dari Meruya._ Pengamat politik Rokcy Gerung membuat pengantar buku ini, kemudian ada testimoni wartawan senior Karni Ilyas, juga Muhammad Nuh, Rizal Ramli, dan Bambang Soesatyo.</p>
<p>Tidak banyak wartawan yang produktif menulis buku. Dan, karena itu ketika berbincang dengan Bang IB tetang rencananya kembali menulis buku, saya terkenang Pak BM Diah, yang menuliskan berbagai pengalamannya dalam berbagai buku, meski tulisan-tulisan tersebut sudah dimuat di surat kabar.</p>
<p>Wartawan-wartawan besar, di antaranya Pak Adam Malik, Pak Muchtar Lubis, dan Pak Rosihan Anwar, adalah penulis buku yang hebat. Pak Muchtar Lubis bahkan juga menulis novel.</p>
<p>Mahkota bagi wartawan adalah buku. Seorang wartawan dapat menulis berita dengan sangat baik dan menghebohkan, namun ibarat harta, ia berserakan dan bahkan bisa saja dilupakan.</p>
<p>Wartawan yang menulis buku, ibarat mengumpulkan harta yang berserakan ke satu tempat, kemudian membaginya kepada publik sebagai warisan. Warisan yang terus mengalir, tidak akan habis.</p>
<p>Kini, saya tidak sabar menunggu Surat-surat Wasiat Mendiang Nana..</p>
<p>Jakarta, 26 Desember 2019</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/buku-mahkota-wartawan/">Buku, Mahkota Wartawan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peluncuran buku “ Leadership In Practice &#8211; Apa Kata Asmawi Syam “ karya Rhenald Kasali </title>
		<link>https://prokabar.com/peluncuran-buku-leadership-in-practice-apa-kata-asmawi-syam-karya-rhenald-kasali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2019 11:01:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Buku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48460</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla Selasa (8/10) siang menghadiri peluncuran buku terbaru karya Prof Rhenald Kasali. Buku itu berjudul “ Leadership In Practice”....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/peluncuran-buku-leadership-in-practice-apa-kata-asmawi-syam-karya-rhenald-kasali/">Peluncuran buku “ Leadership In Practice &#8211; Apa Kata Asmawi Syam “ karya Rhenald Kasali </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla Selasa (8/10) siang menghadiri peluncuran buku terbaru karya Prof Rhenald Kasali. Buku itu berjudul “ Leadership In Practice”. Dihadiri sekitar 500, kebanyakan dari kalangan perbankan, launching buku itu berlangsung di Ball Room Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta. Selain Wapres JK, tampak pula hadir Prof Komaruddin Hidayat, mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Ishadi SK, Zainal Bintang, Halim Kalla, Saleh Husin.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-48462" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191008-WA0041.jpg" alt="" width="480" height="640" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191008-WA0041.jpg 960w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191008-WA0041-225x300.jpg 225w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191008-WA0041-768x1024.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-48465" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191008-WA0042.jpg" alt="" width="720" height="405" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191008-WA0042.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191008-WA0042-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191008-WA0042-768x432.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p><strong>Bankir Asmawi Syam</strong></p>
<p>Buku “Leadership in Practice” mengulas perjalanan karir bankir Asmawi Syam yang menapaki jejak panjang dalam kehidupan profesionalnya selama 37 tahun. Ia merintis karir dari bawah sebagai staf, sampai ke posisi puncak sebagai CEO Bank Rakyat Indonesia. Asmawi, kelahiran Pare-Pare, Sulsel itu kini menjabat posisi Komisaris Utama Bank Tabungan Negara.</p>
<p>Peluncuran buku ditandai juga dengan talkshow yang menampilkan Rhenald Kasali, Asmawi Syam, dipandu Kania Sutisnawinata. Asmawi banyak mengenang pengalaman di awal- awal karirnya. Pernah ditangkap oleh satpamnya sendiri dalam sidak atau belusukannya untuk mengetes tingkat kerawanan kantor- kantor BRI.</p>
<p>“ Tentu, sepanjang perjalanan karir saya, ada begitu banyak ujuan, tantangan dan risiko menghadang. Orang bijak berkata, seorang pemberani bukanlah orang yang tidak punya rasa takut, tetapi orang yang bisa menghilangkan rasa takutnya,” kata bankir yang juga atlet karate ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-48466" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191008-WA0038.jpg" alt="" width="480" height="480" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191008-WA0038.jpg 709w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191008-WA0038-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191008-WA0038-300x300.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/IMG-20191008-WA0038-80x80.jpg 80w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Buku Leadeship setebal 338 halaman itu diterbitkan oleh Balai Pustaka. Selain Jusuf Kalla, mantan Presiden RI BJ Habibie juga sempat menulis sambutan. “ Saya sepakat dengan konsep pemikiran yang diangkat Asmawi Syam dalam buku ini. Seorang pemimpin harus memiliki visi dan ide yang jelas. Harus mampu membangun roadmap, dan mengeksekusinya dengan berani. Karena itu saya buku ini sangat layak dibaca. Tidak hanya oleh para leader, tetapi juga para profesional muda yang sedang membangun karier dan mengejar cita-citanya,” tulis almarhum.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/peluncuran-buku-leadership-in-practice-apa-kata-asmawi-syam-karya-rhenald-kasali/">Peluncuran buku “ Leadership In Practice &#8211; Apa Kata Asmawi Syam “ karya Rhenald Kasali </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Marchella FP, Penulis Best Seller &#8216;Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini&#8217;, Gandeng Toko Buku Konvensional</title>
		<link>https://prokabar.com/strategi-marchella-fp-penulis-best-seller-nanti-kita-cerita-tentang-hari-ini-gandeng-toko-buku-konvensional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2019 12:37:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Selebritis]]></category>
		<category><![CDATA[#beb]]></category>
		<category><![CDATA[#Buku]]></category>
		<category><![CDATA[#MarcellaFP]]></category>
		<category><![CDATA[#Penulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=42711</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Mencapai &#8216;Best Seller&#8217; dalam penjualan di toko buku kenamaan jadi impian setiap penulis. Berbagai strategi pemasaran dilakukan penerbit dan penulis untuk...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/strategi-marchella-fp-penulis-best-seller-nanti-kita-cerita-tentang-hari-ini-gandeng-toko-buku-konvensional/">Strategi Marchella FP, Penulis Best Seller &#8216;Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini&#8217;, Gandeng Toko Buku Konvensional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211;</strong> Mencapai &#8216;Best Seller&#8217; dalam penjualan di toko buku kenamaan jadi impian setiap penulis. Berbagai strategi pemasaran dilakukan penerbit dan penulis untuk menjadikan karya tulisnya disukai pembaca.</p>
<p>Berbeda dengan kebiasaan yang dilakukan para penulis kebanyakan, Marchella FP justru mengeluarkan jurus jitu untuk mengenalkan karyanya. Penulis best seller NKCTHI (Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini) mencoba menggandeng toko buku konvensional di daerah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.</p>
<p>Toko buku &#8216;Erlangga&#8217;, sebuah toko legendaris yang terletak di Jalan Kesehatan Raya, Bintaro, Jakarta Selatan ini menjual karya tulis Marchella FP. Toko buku ini adalah toko favorit Marchella sejak kecil.</p>
<p>Wanita yang akrab disapa Checel ini beralasan ingin menghidupkan kembali toko buku kecil. Persaingan toko buku di pusat perbelanjaan, justru membuat toko buku konvensional ini sepi pengunjung.</p>
<p>Kondisi inilah yang menggerakan hati Checel untuk menjadikan toko buku kecil sebagai rekanan penjualan karya tulisnya.</p>
<p>&#8220;Dulu waktu aku kecil selalu datang ke sini. Tapi makin ke sini, ingin simple cari di mall. Aku merindukan orang-orang kembali membeli perlengkapan sekolah atau buku-buku di toko-toko kecil. Jadi alasannya aku ingin menggandeng toko buku ini sebagai rekan penjualan buku aku ke depannya,&#8221; aku Checel saat launching buku terbarunya, &#8216;Kamu Terlalu Banyak Bercanda&#8217; (KTTB), Kamis (25/7)</p>
<p>Kesuksesan penjualan NKTCHI yang terjual habis dalam tempo satu menit pertama dan cetak ulang hingga 12 kali ini, menghasilkan penjualan 130 ribu eksemplar selama kurang dari satu tahun.</p>
<figure id="attachment_42712" aria-describedby="caption-attachment-42712" style="width: 480px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-42712" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190725-WA0012.jpg" alt="" width="480" height="844" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190725-WA0012.jpg 728w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190725-WA0012-171x300.jpg 171w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190725-WA0012-582x1024.jpg 582w" sizes="auto, (max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption id="caption-attachment-42712" class="wp-caption-text">Foto Beb &#8211; Marchella FP kenalkan karya terbaru &#8216;Kamu Terlalu Banyak Bercanda&#8217;</figcaption></figure>
<p>Inilah yang membuat Checel merilis prekuel berjudul KTTB sekaligus menggandeng penjualan karyanya di toko buku konvensional.</p>
<p>&#8220;Pasti diantara kita punya toko buku favorit di masa kecil. Merasa toko ini beejasa dalam menyediakan kebutuhan buku dan perlengkapan lain. Tapi makin ke sini, toko buku kecil ini senakin sepi pengunjung. Bahkan terpaksa tutup,&#8221; ungkap Checel.</p>
<p>&#8220;Kalau KTTB bisa dijual di sana dan banyak yang beli, kita bisa bantu menghidupkan lagu para pahlawan bisnis lokal tersebut. Makanya, saya ingin nengajak banyak orng untuk merekomendasikan toko buku kecil untuk KTTB,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Melihat potensi besar pasar literatur, KTTB berhasil memberikan warna baru dan menaikan minat baca para milenial. Apalagi KTTB kini bisa didapatkan di toko buku konvensional seperti &#8216;Erlangga&#8217;.</p>
<p>Inilah yang membuat Blibli.com menyetujui menjadi distributor resmi penjualan KTTB berbasis online. Sekaligus mendukung dan mengangkat kembali potensi toko buku kecil sebagai pahlawan literatur, &#8216;Pahlawan Bisnis Lokal&#8217;.</p>
<p>&#8220;Dukungan terhadap bisnis dan produk lokal sudah menjadi komitmen kami sejak awal berdiri. Kami sangat senang mengetahui Checel dan Blibli.com memiliki misibyanh sama. Menjadi rekanan toko buku kecil untuk penjualan buku KTTB. Ini sebagai bentuk dukungan kami membangun industri literatur Indonesia,&#8221; ujar Wenny Yuniar, VP Home and Living Category Blibli.com<strong>. (beb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/strategi-marchella-fp-penulis-best-seller-nanti-kita-cerita-tentang-hari-ini-gandeng-toko-buku-konvensional/">Strategi Marchella FP, Penulis Best Seller &#8216;Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini&#8217;, Gandeng Toko Buku Konvensional</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kami (Bukan) Sarjana Kertas</title>
		<link>https://prokabar.com/kami-bukan-sarjana-kertas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2019 12:11:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Buku]]></category>
		<category><![CDATA[#JsKhairen]]></category>
		<category><![CDATA[#KamiBukanSarjanaKertas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=32546</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar &#8211; Bukune sebagai penerbit remaja dan dewasa muda kembali menerbitkan novel dengan tema yang segar bagi para pelajar, mahasiswa, dan siapa pun yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kami-bukan-sarjana-kertas/">Kami (Bukan) Sarjana Kertas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar &#8211; </strong>Bukune sebagai penerbit remaja dan dewasa muda kembali menerbitkan novel dengan tema yang segar bagi para pelajar, mahasiswa, dan siapa pun yang berkecimpung dalam bidang pendidikan. Buku dari penulis muda JS Khairen ini berjudul Kami (Bukan) Sarjana Kertas.</p>
<p>Buku ini muncul dari keresahan dan hasil risetnya bertahun-tahun mengenai fenomena “sarjana kertas”. Banyak para mahasiswa yang merasa salah jurusan karena mengambil jurusan karena pilihan orangtua, atau parahnya tak tahu jurusan tersebut akan membawanya ke mana.</p>
<p>Kami (Bukan) Sarjana Kertas adalah sebuah novel fiksi yang dikemas secara ringan dan diiringi humor-humor khas anak kampus. Di dalamnya terdapat banyak tokoh yang menjadi representasi jenis-jenis mahasiswa yang sering kita temui saat kuliah. Mereka bersama menempuh pendidikan yang menantang di sebuah kampus yang bobrok. Pada akhirnya, keputusan-keputusan yang mereka ambil akan membuat kita merenungi tentang apakah kita sendiri telah memilih jalan yang tepat untuk hidup kita.</p>
<p>Pada penjualan pre-order-nya, Kami (Bukan) Sarjana Kertas telah terjual lebih 2000 eksemplar dalam kurun waktu kurang dari satu hari. Buku ini juga telah terpajang di rak best-seller dan top 10 di beberapa titik toko buku di Indonesia.</p>
<p>JS Khairen telah berkeliling pulau Jawa membawa buku Kami (Bukan) Sarjana Kertas. Di sana ia membuat pertunjukan-pertunjukan berjudul Sidang Terbuka di mana ia menjadi tersidang dalam sebuah ujian skripsi. Pertunjukan ini menjadi segar dan baru di antara acara promosi buku yang hanya sekadar talk show.</p>
<p>Akhirnya, semoga buku ini dapat diterima dan mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Lebih baiknya, dapat membuat para pembuat kebijakan pendidikan merumuskan kembali sistem pendidikan yang telah using menjadi lebih tepat untuk generasi ini.<strong>(rls)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kami-bukan-sarjana-kertas/">Kami (Bukan) Sarjana Kertas</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meriahnya Mocosik Festival 2018, Paduan Buku dan Musik</title>
		<link>https://prokabar.com/meriahnya-mocosik-festival-2018-paduan-buku-dan-musik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2018 14:08:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Buku]]></category>
		<category><![CDATA[#MocosikFestival2018]]></category>
		<category><![CDATA[#Musik]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/meriahnya-mocosik-festival-2018-paduan-buku-dan-musik/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta, Prokabar &#8211; Malam minggu di Yogyakarta sungguh menyenangkan. Apalagi tiga hari ini mulai 20 &#8211; 22 April, event Mocosik Festival 2018 diselenggarakan di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/meriahnya-mocosik-festival-2018-paduan-buku-dan-musik/">Meriahnya Mocosik Festival 2018, Paduan Buku dan Musik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Yogyakarta, Prokabar &#8211;</b> Malam minggu di Yogyakarta sungguh menyenangkan. Apalagi tiga hari ini mulai 20 &#8211; 22 April, event Mocosik Festival 2018 diselenggarakan di Jogjakarta Expo Center (JEC).</p>
<p><i><b>Prokabar</b></i> yang sengaja datang di hari kedua berantusias melihat acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 &#8211; 23.00 WIB ini. Mulai dari gerbang utama, sajian kuliner khas Yogyakarta berjajar menyambut pengunjung.</p>
<p>Dari anak-anak, remaja serta orangtua berbondong-bondong membeli tiket masuk seharga Rp 75 ribu. Satu tiket masuk ternyata bisa ditukarkan dengan satu buku pilihan pengunjung. Wah, kalau dihitung-hitung, acara ini gratis karena pengunjung bisa membawa pulang buku pilihan.</p>
<p>Menurut promotor Mocosik, Anas Syahrul Alimi, festival ini merupakan kolaborasi dua identitas buku dan musik. &#8220;Keduanya kita berikan panggung yang sama besar. Ada konser musik Yanga dan artisnya, pameran buku, talk show dari penulis besar. Seperti Pak Sapardi Djoko Damono, Pak Seno Gumira Ajidarma, Mas Garin, Mas Yovie Widianto dan masih banyak lagi,&#8221; terang Anas pada <i><b>Prokabar</b></i></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-5328" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180421-WA0013.jpg" width="1040" height="585"></p>
<p>Acara musik di hari kedua, Mocosik menampilkan Ten2five, Tompi dan Tulus. &#8220;Acara musiknya malam hari. Jadi pengunjung bisa menikmati musik sekaligus mendapat buku pilihan. Intinya kita mengajak pengunjung untuk kembali merasakan sensasi membaca buku. Apalagi sekarang jaman sosmed, orang sudah banyak meninggalkan budaya baca buku,&#8221; tambahnya lagi.</p>
<p>Menurut Project Director Mocosik Festival, Bakkar Wibowo, semua lapak buku digratiskan kepada seratus penerbit yang terseleksi, bersama ribuan judul buku di sana.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-5327" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/04/img-20180421-wa001457980692.jpg" width="1040" height="585"></p>
<p>&#8220;Silakan pilih mana yang Anda suka dengan menukarkan tiket dengan buku. Jadi, beli tiket nonton konser musik dapat buku. Jika buku ingin disumbangkan, kami juga menyediakan tempat untuk menyumbangkan buku,&#8221; ungkap Bakkar. <b>(beb)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/meriahnya-mocosik-festival-2018-paduan-buku-dan-musik/">Meriahnya Mocosik Festival 2018, Paduan Buku dan Musik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 32/225 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/24 queries in 0.120 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 10:13:23 by W3 Total Cache
-->