<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#budidayakopi Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/budidayakopi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/budidayakopi/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Apr 2019 02:34:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#budidayakopi Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/budidayakopi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menggali Potensi &#8220;Emas Hitam&#8221; dan Situs Gudang Kopi Belanda Di Tanjung Raya</title>
		<link>https://prokabar.com/menggali-potensi-emas-hitam-dan-situs-gudang-kopi-belanda-di-tanjung-raya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2019 02:34:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#budidayakopi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kopiagam]]></category>
		<category><![CDATA[#peranikopi]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=35615</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Bupati Agam,  Indra Catri menyebutnya Emas Hitam, istilah kias dari kopi beserta perkebunan yang berada di Perkebunan Sibarasok, Jorong Koto Panjang, Nagari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menggali-potensi-emas-hitam-dan-situs-gudang-kopi-belanda-di-tanjung-raya/">Menggali Potensi &#8220;Emas Hitam&#8221; dan Situs Gudang Kopi Belanda Di Tanjung Raya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar — </strong><span class="s1">Bupati Agam,<span class="Apple-converted-space">  </span>Indra Catri menyebutnya Emas Hitam, istilah kias dari kopi beserta perkebunan yang berada di Perkebunan Sibarasok, Jorong Koto Panjang, Nagari Persiapan Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Emas sebuah lambang kemakmuran dan kesejahteraan. Sementara hitam merupakan warna yang melekat pada kopi itu sendiri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Istilah tersebut dipaparkan Camat Tanjung Raya, Handria Asmi bersama Stafnya, Bayu serta seorang Penyuluh Pertanian, UPT. BPP Tanjung Raya, Nasril, berkunjung melihat langsung Perkebunan Kopi tersebut. Di sana mereka menemukan ratusan hektar kebun kopi yang mulai menggeliat dikembangkan masyarakat. Meski pengolahan masih sederhana, namun Kopi Sibarasok khas produk asli Dalko tersebut sudah sampai pulau Jawa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dahulunya, daerah tersebut merupakan jajahan Belanda yang membangun perkebunan kopi di sana. Terbukti masih tersisa sisa-sisa bangunan berupa pondasi gudang kopi di sana. Selain itu, serpihan besi tua dan berbagai peninggalan Belanda juga masih dapat ditemukan di sana. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Namun sayang, peninggalan sejarah tersebut belum tergali para peneliti. Mungkin saja karena lupa atau luput dari pantauan mereka.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Camat Tanjung Raya, Handria Asmi menjelaskan bila berbicara ekonomi, Kecamatan Tanjung Raya sangat memiliki kekayaan alam dan sejarah yang hebat. Salah satunya perkebunan kopi ini. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Sebetulnya, saat ini kita berada di situs peninggalan Belanda. Ini digunakan untuk gudang kopi. Kalau kita lihat, luasnya sekitar 1 hektat,&#8221; terangnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kita dapat bayangkan lanjutnya, bila gudang dan pabrik 1 hektar, berapa pula tampungan yang dihimpunnya. Padahal menurut keterangan masyarakat, luas lahan sekitar 400 hektar. Sementara luas lahan saat ini sudah mencapai sekitar 600 hektar hingga 800 hektar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ini pula yang pernah dibahas Bapak Bupati Indra Catri tahun lalu. Mengangkat tema Ameh Hitam dari Agam. Bangsa Belanda jauh-jauh ke sini, malah membangun kopi. Dan hal ini salah satu bukti besarnya potensi di Tanah Air ini,&#8221; ungkap Handria.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kopi merupakan salah satu minuman elit dan dibutuhkan semua kalangan. Bahkan hingga saat ini sudah ada seolah khusus pengolah kopi secara profesional. &#8220;Maka untuk itu, seiring semangat masyarakat yang mulai bangkit, patut kita dorong semaksimal mungkin,&#8221; tuturnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Handria melanjutkan kita bersama OPD lainnya akan membuat green desain pengembangan dan pemasarannya. &#8220;Jangankan bangun gudang seperti Belanda bangun ini, saat ini saja kita kewalahan melanjutkan produksi dan peralatan pengolahan modren,&#8221; ulasnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Perkebunan Kopi tersebut patut dikembangkan kembali dengan secara serius. Sehingga peralihan perekonomian dari danau ke darat sesuai program Save Maninjau tercapai pula. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Pola bertanam tumpang sari kecuali pohon pelindung pada kopi tidak berlaku. Harus fokus satu produk dan pengolahan. Harus steril,&#8221; ujar Camat Tanjung Raya tersebut.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara itu,it Khudri salah seorang petani mengatakan, menurut sejarah orang tua kita, di sini adalah Gudang dan Pabrik pengolahan kopi. Diperkirakan sudah beroperasi sekitar 1930-an. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Saat masa penjajahan Jepang mulai datang, gudang ini sempat dibakar. Sejak itulah gudang tersebut hanya menyisakan pondasi, jenjang dan sisa tiang saja. Bahkan sebagian masyarakat masih ada menyimpan sejumlah barang antik peninggalan Belanda tersebut. Seperti sisa roda penggiling kopi dan stika besi berbahan bakar arang dan lainnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kami sangat berharap, semua pihak memperhatikan potensi besar ini. Untuk sementara, kami sudah berhasil membuat mesin heler pengolah kopi ini. Meski masih sederhana, pemasaran Kopi Sibarasok ini sudah masuk ke Hotel-hotel di Lubuk Basung, Bukittinggi, Padang hingga ke Pulau Jawa,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/menggali-potensi-emas-hitam-dan-situs-gudang-kopi-belanda-di-tanjung-raya/">Menggali Potensi &#8220;Emas Hitam&#8221; dan Situs Gudang Kopi Belanda Di Tanjung Raya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 29/51 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.017 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 00:22:34 by W3 Total Cache
-->