<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#buaya Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/buaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/buaya/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Aug 2021 08:53:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#buaya Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/buaya/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>TKA China Kuliti Buaya 3 Meter dan Dijadikan Sop</title>
		<link>https://prokabar.com/tka-china-santap-buaya-3-meter-dan-dijadikan-sop/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2021 08:53:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#china]]></category>
		<category><![CDATA[#tka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93521</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sulawesi Utara, Prokabar.com &#8211; TKA asal China kuliti dan santap buaya 3 meter dijadikan sop. Beredar foto dan video di media sosial seekor buaya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tka-china-santap-buaya-3-meter-dan-dijadikan-sop/">TKA China Kuliti Buaya 3 Meter dan Dijadikan Sop</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sulawesi Utara, <a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com</a> &#8211; </strong>TKA asal China kuliti dan santap buaya 3 meter dijadikan sop.</p>
<p>Beredar foto dan video di media sosial seekor buaya 3 meter terikat dan menjadi pertunjukan para penambang. Peristiwa itu terjadi di kawasan industri, pertambangan nikel di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Rabu (25/8).</p>
<p>Kasus tersebut diselidiki langsung oleh Balai Konservansi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra). Kepala BKSDA Sakrianto Djawie mengatakan kelakukan TKA China membunuh buaya itu adalah kesalahan besar. Karena buaya merupakan satwa yang dilindungi sesuai Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.</p>
<p>&#8220;Kami sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan langsung menurunkan tim ke lokasi tambang yang menurut infotmasi kami terima adalah tempat kejadian penemuan buaya. Seperti yang viral di mesia sosial, kalau sudah dikuliti dan dibunuh,&#8221; kata Sakrianto, mengutip dari CNN, Kamis (26/8).</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong></p>
<ul>
<li class="post-title entry-title left">
<h4><strong><a href="https://prokabar.com/kembali-pemerintah-terima-bantuan-alat-alat-kesehatan-dari-china/">Kembali Pemerintah Terima Bantuan Alat-Alat Kesehatan dari China</a></strong></h4>
</li>
<li class="post-title entry-title left">
<h4><strong><a href="https://kampartrapost.com/rilis-rancangan-aturan-teknologi-baru-saham-teknologi-china-anjlok/">Rilis Rancangan Aturan Teknologi Baru, Saham Teknologi China Anjlok</a> </strong></h4>
</li>
</ul>
<p>Sakrianto juga menyampaikan daging buaya itu habis disantap termasuk tulang dan kulitnya dijadikan sop. Selain itu, TKA yang menyantapnya tidak bisa berbahasa Indonesia.</p>
<p>&#8220;Keterangan sementara (TKA) tidak tahu bahwa buaya itu dilindungi, tapi mungkin besok kita panggil yang bertanggung (pelakunya) karena mereka tidak tahu bahasa Indonesia. Besok mereka akan didampingi penerjemahnya, pelakunya ada lima orang,&#8221; kata Sakrianto.</p>
<p>Kini, buaya jenis muara itu dalam kondisi sekarat. Hal itu bisa jadi karena pengaruh limbah pabrik yang masuk ke rawa sebagai habitat buaya tersebut.</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong></p>
<ul>
<li class="post-title entry-title left">
<h4 class="post-title entry-title left"><strong><a href="https://prokabar.com/dramatis-tumbangkan-pasangan-china-greysia-polii-apriyani-cetak-sejarah-lolos-ke-semifinal-olimpiade/">Dramatis! Tumbangkan Pasangan China, Greysia Polii/Apriyani Cetak Sejarah Lolos ke Semifinal Olimpiade</a></strong></h4>
</li>
<li>
<h4><strong><a href="https://kampartrapost.com/perdana-wakil-presiden-as-kunjungi-singapura-tangkal-pengaruh-china/">Perdana! Wakil Presiden AS kunjungi Singapura Tangkal Pengaruh China</a></strong></h4>
</li>
</ul>
<p>&#8220;Daerah Morosi itu kan banyak rawa, sungai juga ada. Habitat buaya di situ, tapi sudah rusak karena adanya aktifitas pertambangan di situ, akhirnya dia naik ke darat,&#8221; ungkap Sakrianto.</p>
<p>Sementara itu, TKA China yang membunuh buaya terancam hukuman 5 tahun karena telah melanggar Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tka-china-santap-buaya-3-meter-dan-dijadikan-sop/">TKA China Kuliti Buaya 3 Meter dan Dijadikan Sop</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sesuai Protap, BKSDA Resort Padang Akan Pasang Spanduk Waspada Buaya</title>
		<link>https://prokabar.com/sesuai-protap-bksda-resort-padang-akan-pasang-spanduk-waspada-buaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2021 15:06:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#adh]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=88781</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; BKSDA Resort Kota Padang, menyebut, penampakan buaya muara di aliran Sungai atau batang Tunggul Hitam adalah hal yang biasa atau lumrah....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sesuai-protap-bksda-resort-padang-akan-pasang-spanduk-waspada-buaya/">Sesuai Protap, BKSDA Resort Padang Akan Pasang Spanduk Waspada Buaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; BKSDA Resort Kota Padang, menyebut, penampakan buaya muara di aliran Sungai atau batang Tunggul Hitam adalah hal yang biasa atau lumrah.</p>
<p>Karena memang muara sungai seperti di kawasan Brandon Lapai hingga ke Tunggul Hitam dan Kurao Pagang, merupakan habitatnya.</p>
<p>Dengan terjadinya penampakan, seperti buaya naik ke daratan yang memang bukan pemukiman warga, BKSDA Resort Padang tidak serta merta melakukan penangkapan.</p>
<p>Karena memang tidak ada konflik antara satwa yang dilindungi ini.</p>
<p>&#8220;Habitatnya memang di sungai seperti muara ini. Dan biasanya mereka memang tidak mengganggu. Namun karena sebagian warga tidak terbiasa melihat munculnya sungai ke daratan, tentu jadi terkejut,&#8221; kata Hendra Yuliko, Kepala BKSDA Resor Padang.</p>
<p>&#8220;Naluri buaya muara ini, sekitar pukul sepuluh atau sebelas pagi, memang berusaha menyerap sinar matahari. Dan biasanya membuka rahang atau mulutnya. Namun sejauh tidak ada gangguan kepada satwa dilindungi ini, maka akan aman-aman saja,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Kedepan, akan dipasang spanduk waspada pada Kamis atau Jumat esok, oleh BKSDA Resor Padang, demi menekan potensi konflik dengan warga sekitar. Warga pun diminta tetap tenang, namun tetap berkordinasi melaporkan perkembangan yang ada.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG_20210609_220238.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-88782" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG_20210609_220238.jpg" alt="" width="640" height="288" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG_20210609_220238.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG_20210609_220238-300x135.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h3><strong>Sebagian Warga Hingga Pemancing Mengaku Terbiasa Penampakan Buaya</strong></h3>
<p>Sementara warga lainnya yang telah lebih dari 20 tahun mendiami komplek Pondok Indah mengaku telah terbiasa dengan kemunculan buaya.</p>
<p>&#8220;Alhamdulilah sejauh ini tidak pernah ada benturan atau konflik buaya dengan warga. Kami pun telah mengetahui sejak lama ada buaya yang berdiam di sepanjang aliran sungai atau batang Tunggul Hitam ini,&#8221; sebut Anton salah seorang warga.</p>
<p>Hal yang sama juga diutarakan oleh Simon Aji, pemancing yang terlihat tetap tenang, meski buaya masih terlihat di daratan di seberang lokasi dirinya memancing.</p>
<p>&#8220;Kami para pemancing justru telah terbiasa melihat buaya tampak ke permukaan. Dan sejauh ini tidak ada konflik antara buaya dan pemancing,&#8221; terang Simon Aji. <strong>(adh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sesuai-protap-bksda-resort-padang-akan-pasang-spanduk-waspada-buaya/">Sesuai Protap, BKSDA Resort Padang Akan Pasang Spanduk Waspada Buaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BKSDA : Penampakan Buaya Di Tiku Berada di Area Konservasi</title>
		<link>https://prokabar.com/bksda-penampakan-buaya-di-tiku-berada-di-area-konservasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 May 2021 16:23:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdaagam]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=86918</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Penampakan Buaya (crocodylus porosus) yang sempat viral di media sosial mendapat tanggapan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-penampakan-buaya-di-tiku-berada-di-area-konservasi/">BKSDA : Penampakan Buaya Di Tiku Berada di Area Konservasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Penampakan Buaya (<em>crocodylus porosus</em>) yang sempat viral di media sosial mendapat tanggapan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Selasa (4/5).</p>
<p>Buaya tersebut terlihat sedang berjemur di daratan menyerupai Kebun Pisang dekat pemukiman warga, di Tiku, Agam.</p>
<p>Kepala Resor BKSDA Agam menyebutkan, di dalam video berdurasi 25 detik itu, terlihat seekor buaya berukuran cukup besar sedang menganga di daratan pinggiran sungai menyerupai kebun pisang. Satwa buas itu terlihat berjemur, dan tidak menunjukan sifat agresif.</p>
<p>&#8220;Kejadian tersebut kami terima dilaporannya dari Pemerintah Nagari Tiku Limo Jorong. Dan kami langsung ke lokasi untuk identifikasi,&#8221; ungkap Kepala Resor BKSDA Agam tersebut.</p>
<p>Petugas BKSDA mendatangi langsung lokasi kemunculan satwa buaya itu, dan melaksanakan wawancara dengan saksi mata dan serta identifikasi lapangan.</p>
<p>&#8220;Dari hasil identifikasi, lokasi kemunculan Buaya itu merupakan memang habitatnya. Dan merupakan daerah konservasi HCV PT. Mutiara Agam. Sedangkan pemukiman tersebut adalah mes pekerja PT. Mutiara Agam yang berada berdampingan dengan lokasi HCV,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Zairal, pekerja yang mendiami mess tersebut, di lokasi HCV terdapat dua ekor satwa buaya yang berukuran sekitar 2 meter. Setelah berkoordinasi dengan pihak manajemen PT. Mutiara Agam.</p>
<p>&#8220;Kami menyampaikan kepada manajemen PT. Mutiara Agam, agar melakukan pemantauan dan monitoring terhadap satwa yang berada di lokasi HCV itu. Memberikan edukasi dan penegasan kepada para pekerja yang mendiami mess untuk tidak membuang sampah sisa rumah tangga ke dalam sungai lokasi HCV, karena dapat memancing satwa buaya untuk terus datang dan muncul dekat pemukiman pekerja,&#8221; terang Ade.</p>
<p>High Conservation Values atau disingkat HCV adalah areal di dalam konservasi perkebunan kelapa sawit yang memiliki nilai konservasi tinggi. Sehingga perlu dipertahankan dan dikelola untuk menjaga keberlanjutan fungsi ragam hayati, fungsi tata air dan kesuburan tanah, dan fungsi sosial budaya.</p>
<p>Berdasarkan laporan berkala yang disampaikan pihak PT. Mutiara Agam, di lokasi perkebunan yang dikelola perusahaan terdapat beberapa satwa langka dan dilindungi seperti Buaya muara, beruang, berbagai jenis Burung Elang, Siamang, Kucing Bakau dan beberapa satwa penting lainnya.</p>
<p>&#8220;Keberadaan HCV harus dipertahankan keberadaanya terutama untuk keberlangsungan satwa bernilai konservasi tinggi di areal perkebunan,&#8221; Tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-penampakan-buaya-di-tiku-berada-di-area-konservasi/">BKSDA : Penampakan Buaya Di Tiku Berada di Area Konservasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penampakan Buaya Kembali Gegerkan Warga di Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/penampakan-buaya-kembali-gegerkan-warga-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 May 2021 22:41:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdaagam]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=86861</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lubuk Basung, Prokabar &#8211; Penampakan Seekor Buaya kembali terjadi di Kabupaten Agam. Kejadian tersebut sempat membuat warga setempat geger dan viral di media sosial....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/penampakan-buaya-kembali-gegerkan-warga-di-agam/">Penampakan Buaya Kembali Gegerkan Warga di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lubuk Basung, Prokabar </strong>&#8211; Penampakan Seekor Buaya kembali terjadi di Kabupaten Agam. Kejadian tersebut sempat membuat warga setempat geger dan viral di media sosial.</p>
<p>Penampakan Buaya itu berlangsung di dekat sebuah pinggir sungai dan juga berdekatan dengan pemukiman warga serta tepi jalan raya di Jorong Ujung Labuang, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.</p>
<p>Welly Ikhwan, Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Tanjung Mutiara dalam sebuah group WhatsApp menyebutkan Buaya terlihat cukup besar kembali kelihatan dari pinggir jalan dan dekat pemukiman di saw mill Jorong Ujung Labung, Nagari Tiku V Jorong.</p>
<p>&#8220;Kami minta warga untuk selalu berhati-hati dan waspada. Terutama saat hendak ke tepian sungai Batang Tiku atau sekitarnya. Seringnya penampakan Buaya memberi sinyal tanda bahaya dan sangat penting untuk selalu waspada,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Penampakan Buaya di sebuah aliran Sungai di Batang Tiku, Kecamatan Aua Malintang, Kabupaten Padang Pariaman berdekatan dengan perbatasan Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.</p>
<p>&#8220;Kemaren kami juga telah mendapat laporannya. Berhubungan itu masuk wilayah BKSDA Pariaman, telah kami sampaikan. Kebetulan rekan kita itu baru saja balik dari Kepulauan Mentawai. Dan penanganan identifikasi dan pemburuan telah dilakukannya,&#8221; ungkap Ade Putra saat di konfirmasi Prokabar.com. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/penampakan-buaya-kembali-gegerkan-warga-di-agam/">Penampakan Buaya Kembali Gegerkan Warga di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Pasia Tiku Dihebohkan Penampakan Buaya, BKSDA Minta Jauhi Lokasi!</title>
		<link>https://prokabar.com/warga-pasia-tiku-dihebohkan-penampakan-buaya-bksda-minta-jauhi-lokasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2021 16:50:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=82613</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Buaya Muara (Crocodylus porosus) terlihat di Pasia Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam terlihat dan sempat direkam membuat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-pasia-tiku-dihebohkan-penampakan-buaya-bksda-minta-jauhi-lokasi/">Warga Pasia Tiku Dihebohkan Penampakan Buaya, BKSDA Minta Jauhi Lokasi!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Buaya Muara (Crocodylus porosus) terlihat di Pasia Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam terlihat dan sempat direkam membuat heboh warga setempat, Selasa (2/3). Kondisi itu cukup mengkuatirkan dan memberi peringatan tersendiri kepada masyarakat.</p>
<p>Hal itu dibenarkan Kepala BKSDA Resor Kabupaten Agam, Ade Putra. Penampakan melalui rekaman video yang sempat viral di media sosial itu berdasarkan informasi dari BPBD Agam, Bhabinsa dan Bhabinkamtipmas setempat.</p>
<p>Mendapati informasi itu, Tim BKSDA langsung ke lokasi dan melakukan pencarian keberadaan terkini seekor Buaya Muara itu dan penghimpunan data dari masyarakat.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan identifikasi awal kita ke lokasi, dibenarkan itu adalah Buaya Muara yang melintasi daerah itu. Berdasarkan informasi sementara dari warga, Buaya itu berenang dari Hutan Mangrove Muara Batang Gasan Kaciak dan hendak menuju Hutan Mangrove Muara Pasia Tiku,&#8221; terang Ade.</p>
<p>Satwa dilindungi itu lanjutnya, diperkirakan sepanjang 1,5 meter. Untuk sementara, belum diketahui pasti maksut dan tujuan serta hendak kemana Buaya Muara tersebut. Untuk mencegah terjadinya konflik yang membahayakan warga, besok pagi (3/3), Tim BKSDA berencana akan memasang spanduk larangan dan menjahui lokasi untuk sementara waktu.</p>
<p>&#8220;Kami menghimbau seluruh masyarakat pesisir dan pengunjung ke Pasia Tiku, untuk menjauhi area pantai. Karena penampakan Buaya Muara itu menandakan bahaya. Berharap kapada semua pihak berkepentingan di wilayah tersebut dapat juga mensosialisasilannya, agar tidak ada warga diserang satwa dilindungi itu,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/warga-pasia-tiku-dihebohkan-penampakan-buaya-bksda-minta-jauhi-lokasi/">Warga Pasia Tiku Dihebohkan Penampakan Buaya, BKSDA Minta Jauhi Lokasi!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BKSDA Lakukan Pemantauan Pasca Konflik Buaya dengan Warga di Tanjung Mutiara</title>
		<link>https://prokabar.com/bksda-lakukan-pemantauan-pasca-konflik-buaya-dengan-warga-di-tanjung-mutiara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2021 23:30:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdasumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=81889</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lubuk Basung, Prokabar — Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Resor KSDA Agam kembali melakukan pemantauan ke Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-lakukan-pemantauan-pasca-konflik-buaya-dengan-warga-di-tanjung-mutiara/">BKSDA Lakukan Pemantauan Pasca Konflik Buaya dengan Warga di Tanjung Mutiara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lubuk Basung, Prokabar —</strong> Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Resor KSDA Agam kembali melakukan pemantauan ke Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, pasca konflik satwa dilindungi (Buaya Muara), Rabu (17/02). Terjadinya serangan satwa itu terhadap korban N (50), BKSDA Sumatera Barat memasang 5 buah jerat yang diberi umpan berupa bagian tubuh ayam.</p>
<p>&#8220;Hasil pemantauan yang telah kami lakukan, satwa buaya belum terlihat. Jerat dan umpan yang dipasang, belum membuahkan hasil. Namun di beberapa titik ditemukan tanda jejak Satwa Buaya Muara tersebut,&#8221; ungkap Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra kepada Prokabar.com, Rabu (17/2).</p>
<p>Melihat kondisi di lokasi, memang cukup banyak tanda-tanda keberadaan satwa dilindungi itu. Untuk itu, warga diminta agar menjauhi daerah tersebut karena cukup berbahaya.</p>
<p>&#8220;Kami menghimbau warga untuk tetap waspada dan hati-hati ketika beraktivitas di dalam atau pinggir Sungai Batang Masang. Karena daerah itu memang merupakan habitat Buaya Muara,&#8221; tutup Ade. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-lakukan-pemantauan-pasca-konflik-buaya-dengan-warga-di-tanjung-mutiara/">BKSDA Lakukan Pemantauan Pasca Konflik Buaya dengan Warga di Tanjung Mutiara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Faktor Buaya Serang Warga di Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-faktor-buaya-serang-warga-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2021 01:06:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdaagam]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=81698</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanjung Mutiara, Prokabar &#8211; Berdasarkan hasil identifikasi lapangan dan pengumpulan data BKSDA Resor Agam selama dua hari, serangan satwa buaya terhadap salah seorang warga...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-faktor-buaya-serang-warga-di-agam/">Ini Faktor Buaya Serang Warga di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanjung Mutiara, Prokabar</strong> &#8211; Berdasarkan hasil identifikasi lapangan dan pengumpulan data BKSDA Resor Agam selama dua hari, serangan satwa buaya terhadap salah seorang warga di Jorong Mauro Putuih, Nagari Tiku Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara disebabkan adanya oknum warga luar meracuni sungai, Jumat (12/2). Bertujuan memudahkan menangkap ikan dan udang di sekitar sungai tersebut.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan keterangan beberapa warga kepada kami, dua hari sebelum korban dilaporkan hilang, warga melihat ada oknum warga yang berasal dari luar Nagari Tiku Limo Jorong, melakukan aksi meracuni sungai dengan cairan tertentu. Dengan tujuan mendapatkan ikan dan udang di lokasi kejadian,&#8221; ungkap Ade Putra, Kepala Resor BKSDA Agam, Sabtu (13/2) kepada Prokabar.com.</p>
<p>Dan selama dua hari ini lanjutnya, terlihat beberapa kali buaya mengapung dan bereaksi di permukaan air. Dengan menghempas dan membalik-balikan badannya tepat di tempat kejadian.</p>
<p>Hasil identifikasi lapangan lebih lanjut, diketahui tempat korban mengambil rumput di pinggir sungai merupakan daratan tergenang air dan berawa. serta juga ditemukan beberapa bekas tempat satwa buaya berdiam diri atau rumah sarangnya.</p>
<p>&#8220;Terhadap hasil tersebut, kami sudah menyampaikannya kepada Wali Nagari Tiku Limo Jorong beserta perangkatnya. Dan mendorong nagari membuat peraturan untuk mengendalikan aktivitas meracuni sungai dan penggunaan setrum untuk mencari ikan terutama di lokasi-lokasi yang diduga merupakan sarang buaya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Mengantisipiasi terjadinya serangan buaya, BKSDA menghimbau warga untuk waspada dan hati-hati ketika beraktivitas di dalam dan pinggir sungai atau muara. &#8220;Tidak beraktivitas pada malam hari, karena buaya merupakan satwa yang aktif pada malam hari. Selain itu menghindari sungai dengan arus tenang serta tidak beraktivitas sendirian,&#8221; imbuh Kepala Resor BKSDA Agam.</p>
<p>BKSDA mengajak warga agar mau berbagi ruang tempat hidup dengan buaya mengingat habitatnya yang semakin menyempit. Menurut prilaku dan siklus hidupnya, sampai bulan Juli merupakan musim kawin dan bertelurnya satwa buaya.</p>
<p>Buaya yang akan kawin dan bertelur cenderung akan mencari lokasi yang aman dari gangguan individu lainnya. Terutama induk buaya yang sedang menunggui sarang telurnya, akan sangat agresif dan senssitif terhadap keberadaan mahkluk lain termasuk manusia.</p>
<p style="text-align: left">&#8220;Buaya merupakan jenis satwa yang dilindungi oleh peraturan perundangan di indonesia. Sesuai dengan undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya,&#8221; pungkas Ade Putra. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-faktor-buaya-serang-warga-di-agam/">Ini Faktor Buaya Serang Warga di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BKSDA Resor Agam Sementara Hentikan Penanganan Buaya di Bawan</title>
		<link>https://prokabar.com/bksda-resor-agam-sementara-hentikan-penanganan-buaya-di-bawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2020 23:30:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdaagam]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=67735</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lubuk Basung, Prokabar — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resor Agam memutuskan menghentikan sementara penanganan satwa Buaya Muara (Crocodylus porosus)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-resor-agam-sementara-hentikan-penanganan-buaya-di-bawan/">BKSDA Resor Agam Sementara Hentikan Penanganan Buaya di Bawan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lubuk Basung, Prokabar —</strong> Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resor Agam memutuskan menghentikan sementara penanganan satwa Buaya Muara (Crocodylus porosus) di Sungai Batang Alahan Anggang Nagari Bawan, Kabupaten Agam, Kamis (14/5).</p>
<p>Tindakan itu diambil setelah penanganan tujuan mengevakuasi atau menangkap satwa Buaya menggunakan box trap atau kandang penjebak, sebanyak dua unit hampir satu bulan belum membuahkan hasil.</p>
<p>Beberapa penyebab belum berhasilnya penanganan tersebut dikarenakan meluapnya volume air sungai. Serta masih adanya aktivitas masyarakat mencari ikan di sekitar lokasi kandang jebak. Sehingga satwa buaya tidak mau mendekati kandang jebak yang sudah diberi umpan.</p>
<p>Selain itu Tim BKSDA dan pawang buaya menghindari kerumunan warga, yang sering ikut berkumpul melihat upaya petugas melakukan penyisiran dan penangkapan satwa dilindungi tersebut. &#8220;Mengingat saat ini merupakan kondisi pendemi Covid-19, kita hindari dulu. Karena warga sangat antusias sekali melihat Tim melakukan penangkapan,&#8221; ungkap Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra.</p>
<p>Meski sudah menggunakan bantuan kearifan lokal jasa pawang buaya sebanyak dua orang, upaya selama sebulan ini tetap belum membuahkan hasil. Menemukan satwa yang diduga telah menewaskan Kundari (75) pada Selasa, (14/4) lalu.</p>
<p>&#8220;Pasca terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar tersebut, kami sudah melakukan penyisiran selama tiga hari di sepanjang aliran sungai. Untuk mengetahui keberadaan dan penyebab satwa tersebut bertindak agresif,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Selama tiga hari pelaksanaan penyisiran sejauh lima kilometer, tidak ditemukan tanda-tanda kemunculannya. Sehingga BKSDA menghentikan sementara pemantauan di lapangan.</p>
<p>Pada, Selasa (21/4) informasi kembali didapatkan dari Camat Ampek Nagari dan masyarakat, satwa buaya muncul dan mulai sering naik ke daratan. Tim BKSDA Resor Agam langaung melaksanakan penangangan di lokasi. Bersama masyarakat dan pihak PT. AMP Plantation melakukan penyisiran dan memutuskan untuk memasang kandang jebak.</p>
<p>&#8220;Upaya evakuasi satwa buaya dengan pemasangan dua unit kandang jebak beserta umpan berupa ayam tidak membuahkan hasil. Untuk sementara, kita hentikan penanganan tersebut. Kami menghimbau masyarakat untuk menjauhi area Sungai Batang Alahan Anggang Nagari Bawan tersebut. Karena jelas sangat berbahaya. Jangan lagi ada korban, setelah ada korban jiwa pasca kejadian seorang pencari ikan sebelumnya,&#8221; pangkas Ade. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-resor-agam-sementara-hentikan-penanganan-buaya-di-bawan/">BKSDA Resor Agam Sementara Hentikan Penanganan Buaya di Bawan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BKSDA Agam Pasang Perangkap, Atasi Konflik Dengan Manusia Di Bawan</title>
		<link>https://prokabar.com/bksda-agam-pasang-perangkap-atasi-konflik-dengan-manusia-di-bawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2020 13:13:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=65975</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ampek Nagari, Prokabar — BKSDA atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat melalui Resor Agam akhirnya memasang perangkap untuk dapat mengevakuasi satwa Buaya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-agam-pasang-perangkap-atasi-konflik-dengan-manusia-di-bawan/">BKSDA Agam Pasang Perangkap, Atasi Konflik Dengan Manusia Di Bawan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ampek Nagari, Prokabar —</strong> BKSDA atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat melalui Resor Agam akhirnya memasang perangkap untuk dapat mengevakuasi satwa Buaya Muara (Crocodylus porosus) yang muncul di sungai Batang Alahan Anggang, Jorong Pasar Bawan, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam beberapa waktu lalu.</p>
<p>Sebelumnya terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar jenis buaya itu, pada hari Selasa (14/4) lalu. Membuat korban Kundari (75 tahun) meninggal dunia.</p>
<p>BKSDA melakukan penyisiran selama tiga hari disepanjang aliran sungai tersebut. Untuk mengetahui keberadaan dan penyebab satwa tersebut bertindak agresif.</p>
<p>Selama tiga hari pelaksanaan penyisiran sejauh lima kilometer, satwa tersebut belum berhasil ditemukan dan tidak muncul disepanjang aliran sungai Batang Alahan Anggang sehingga BKSDA menghentikan sementara pemantauan di lapangan.</p>
<p>&#8220;Pada hari Selasa (21/4), kami kembali mendapatkan laporan dan informasi dari masyarakat dan Camat Ampek Nagari. Satwa itu muncul dan mulai serung naik ke daratan,&#8221; ungkap Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra, Jumat (24/5).</p>
<p>Mendapatkan informasi tersebut, Tim BKSDA Resor Agam langsung melaksanakan penangangan ke lokasi bersama-sama dengan masyarakat dan pihak PT. AMP Plantation. Aksi penyisiran dilanjutkan dengan pemasangan kandang jebakan. Berguna untuk dalam evakuasi satwa buaya tersebut.</p>
<p>&#8220;Pemasangan kandang jebakan itu sebanyak dua unit. Kegiatan akan berlangsung selama 7 hari kedepan, dengan menggunakan umpan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Kejadian berawal salah seorang warga, digigit dan diseret buaya ke dasar sungai, ujarnya. Ade melanjutkan, peristiwa itu berlangsung pada Selasa (14/4) sekitar pukul 17.00 WIB. &#8220;Pada saat ini korban sedang melakukan pencarian ikan dengan lukah. Jasad korban ditemukan sudah meninggal dunia sekitar lima meter dari lokasi diserang,&#8221; tutup Kepala Resort BKSDA Agam tersebut. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-agam-pasang-perangkap-atasi-konflik-dengan-manusia-di-bawan/">BKSDA Agam Pasang Perangkap, Atasi Konflik Dengan Manusia Di Bawan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pencari Ikan Di Bawan Meninggal Diterkam Buaya</title>
		<link>https://prokabar.com/pencari-ikan-di-bawan-meninggal-diterkam-buaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2020 16:37:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=65045</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Kabar duka dialami masyarakat Alahan Duku, Jorong Pasa Bawan, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam. Seorang pencari ikan tewas diterkam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pencari-ikan-di-bawan-meninggal-diterkam-buaya/">Pencari Ikan Di Bawan Meninggal Diterkam Buaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Kabar duka dialami masyarakat Alahan Duku, Jorong Pasa Bawan, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam. Seorang pencari ikan tewas diterkam buaya, Selasa (14/4).</p>
<p>Informasi diterima dari Kasi Trantip Kecamatan Ampek Nagari sekitar pukul 18.30 WIB. Mendapat info tersebut jajaran BPBD Agam langsung ke lokasi kejadian.</p>
<p>Waktu kejadian sekitar pukul 17.00 WIB. Korban diketahui bernama Kundari (85) hendak mencari ikan ke sungai Batang Bawan tersebut. &#8220;Kami langsung berkoordinasi dengan Camat Ampek Nagari, Walinagari dan BKSDA Resor Agam. Dan melakukan pencarian bersama warga dan tim gabungan lainnya,&#8221; kata Kakaksa BPBD Agam, Muhammad Lutfi melalui Kabid KL, Syafrizal.</p>
<p>Informasi tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Agam, melalui KBO Satreskrim, Iptu Finot. Korban dengan panggilan akrap Pak De, hendak mencari ikan ke Sungai Batang Nanggang Muaro Batang Rawang tersebut.</p>
<p>&#8220;Sekira pukul 17.00 WIB, korban sedang memasang lukah atau perangkap ikan di Sungai Batang Nanggang atau Muaro Trawang. Tidak lama kemudian korban diterkam seekor buaya dengan ukuran Lebih kurang 2 Meter,&#8221; ungkap KBO Satreskrim Polres Agam.</p>
<p>Kejadian tersebut disaksikan Aditia Warman dan Buyung Putra, kebetulan memancing di sekitar lokasi. &#8220;Kedua saksi melihat langsung korban sedang tertelungkup diseret buaya kedalam aliran sungai. Saksi langsung lari meminta bantuan warga Alahan Duku yang tidak Jauh dari lokasi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Tidak lama kemudian warga berbondong- bondong mendatangi lokasi kejadian. Namun tidak berani membantu karena buaya masih berada disekitar korban. &#8220;Korban sempat kembali hilang dibenamkan buaya. Melihat kejadian itu, Tasman langsung menghubungi Polsek Ampek Nagari dan BPBD Agam,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh Tim SAR BPBD Agam bersama masyarakat setempat, sekira pukul 22.00 WIB. Korban ditemukan sekitar 5 meter dari kejadian pertama. &#8220;Korban sempat dibawa ke puskesmas Bawan. Dan kemudian baru dibawa ke rumah duka,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan atau PEH BKSDA Resor Agam, Ade Putra menambahkan, di lokasi itu memang merupakan habitat Buaya Muara. Bahkan maret tahun 2019 lalu juga ada kejadian serupa. Namun beruntung tidak sampai meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Mengingat lokasi tersebut merupakan habitat Buaya, maka kami dari BKSDA menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada dalam beraktifitas di sungai tersebut. Dan diminta untuk tidak menimbulkan suara gaduh ketika berada di sekitar sungai,&#8221; pungkasnya. (<b>rud</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pencari-ikan-di-bawan-meninggal-diterkam-buaya/">Pencari Ikan Di Bawan Meninggal Diterkam Buaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seekor Buaya di Pesisir Selatan Diamankan Warga, Segini Panjangnya</title>
		<link>https://prokabar.com/seekor-buaya-di-pesisir-selatan-diamankan-warga-segini-panjangnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2020 10:40:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#Pessel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=64430</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar &#8211; Warga Nagari Pasar Baru Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar menemukan seekor buaya di Sungai Lubuk Kumpai. Penemuan reptil...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seekor-buaya-di-pesisir-selatan-diamankan-warga-segini-panjangnya/">Seekor Buaya di Pesisir Selatan Diamankan Warga, Segini Panjangnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar</strong> &#8211; Warga Nagari Pasar Baru Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar menemukan seekor buaya di Sungai Lubuk Kumpai.</p>
<p>Penemuan reptil itu sempat menjadi tontonan warga setempat.</p>
<p>Kepala Seksi Trantib Kecamatan Bayang, Elvi Azman mengatakan, pemuan buaya itu berawal dari adanya salah seorang warga yang hendak mandi ke sungai. Melihat, kemunculan buaya, dirinya langsung memanggil warga lainnya.</p>
<p>&#8220;Kini buaya sudah diamankan di kantor camat, dalam posisi terikat. Kami juga telah mengbubungi pihak yang berwenang di Padang,&#8221; ujarnya pada Prokabar.com Selasa (4/7) di Painan.</p>
<p>Terpisah, Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Konservasi Wilayah Pessel, Bilmar membenarkan adanya penangkapan hewan bernama latin crocodylus porosus porolis itu.</p>
<p>Buaya panjang sekitar 2 Meter, dengan berat lebih kurang 100 Kilogram itu masih berkategori remaja. Saat ini, BKSDA tengah menyiapkan proses evakuasi untuk penangkaran lebih lanjut.</p>
<p>&#8220;Jenis kelamin buaya muara itu belum kami ketahui. Mungkin nanti sesampainya di kantor wilayah di Padang baru bisa dipastikan. Kini tim telah mengarah ke sini (Bayang) dari arah Padang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kemunculan buaya itu karena desakkan manusia. Habitatnya kini mulai terganggu, akibat alih fungsi area rawa di sekitar penemuan menjadi pemukiman dan bangunam lainnya.</p>
<p>Padahal sebelumnya, BKSD telah membuat pamflet di sekitar lokasi penemuan, agar warga tidak mengganggu habitat buaya di lokasi itu. Sebab, buaya merupakan salah satu hewan yang dilindungi Undang-undang (UU).</p>
<p>Apalagi, selama ini yang menjadi pemicu konflik antara manusia dengan hewan buas akibat kehidupannya yang mulai terdesak. &#8220;Kehidupannya meresa terancam, sehingga mencari makan ke alokasi pemukiman warga,&#8221; ujarnya lagi.</p>
<p>Jembatan Lubuk Kumpai memang merupakan salah satu habitat buaya. Mereka merasa nyaman di lokasi tersebur. Hal itu mengingat kondisinya yang memang rawa dan dipenuhi dengan tumbuhan nipah.</p>
<p>Untuk itu, dirinya meminta pada masyarakat agar tetap berhati-hati. Jangan sampai bermain sekitar sungai pada sore dan pagi hari. Berdasarkan kebiasaannya, waktu berjemur buaya adalah pagi dan sore hari.</p>
<p>Sedangkan untuk aktivitas mencari makan, buaya biasanya melakukan pada malam hari, menjelang mata hari terbenam. &#8220;Kalau populiasinya di sini kami perkirakan hanya sekitar 4 ekor,&#8221; tutupnya.<strong>(min)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seekor-buaya-di-pesisir-selatan-diamankan-warga-segini-panjangnya/">Seekor Buaya di Pesisir Selatan Diamankan Warga, Segini Panjangnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasang Lukah Ikan, Warga di Ranah Batahan Malah Dapat Buaya</title>
		<link>https://prokabar.com/pasang-lukah-ikan-warga-di-ranah-batahan-malah-dapat-buaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Feb 2020 16:59:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=61062</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Seekor buaya membuat gempar warga sekampung di Jorong Sidomulyo, Nagari Desa Baru, Kecamatan Ranah. Batahan. Pasalnya, buaya muara jeniscrocodylus Porosus berukuran sekitar...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasang-lukah-ikan-warga-di-ranah-batahan-malah-dapat-buaya/">Pasang Lukah Ikan, Warga di Ranah Batahan Malah Dapat Buaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Seekor buaya membuat gempar warga sekampung di Jorong Sidomulyo, Nagari Desa Baru, Kecamatan Ranah. Batahan. Pasalnya, buaya muara jeniscrocodylus Porosus berukuran sekitar 1,5 meter itu, masuk perangkap ikan alias lukah milik warga di sekitar areal Sungai Batang Laping.</p>
<p>Kejadian Kamis (27/2) siang itu, langsung dilaporkan warga ke pihak kepolisian. Hingga akhirnya dievakuasi dan diserahkan ke Balai Konsevasi Sumber Daya Alam (BKSDA).</p>
<p>&#8220;Buaya ini sudah dua bulanan tampak berkeliaran oleh warga. Ada rasa cemas dan was-was bagi warga saat beraktifitas, mereka takut diterkam. Sebelumnya, warga hanya bisa pasrah dan meningkatkam waspada. Tau-taunya, buaya ini masuk perangkap ikan. Tentunya kami langsung bersyukur dan merasa lega dari rasa takut akan ancaman serangan buaya,&#8221; kata Wali Nagari Desa Baru, Triwidodo Sutrisno.</p>
<p>Sementara itu, Kepala BKSDA Resor Pasaman, Ade Putra mengatakan, buaya itu sementara waktu sudah diamankan ke dalam kandang evakuasi. Rencananya satwa buaya akan dievakuasi oleh Tim BKSDA ke kantor Lubuk Basung untuk diobservasi.</p>
<p>&#8220;Rencananya akan dilepasliarkan kembali ke alam, namun tentunya lokasi pelepasan aman dan jauh dari,&#8221; tukas Ade. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pasang-lukah-ikan-warga-di-ranah-batahan-malah-dapat-buaya/">Pasang Lukah Ikan, Warga di Ranah Batahan Malah Dapat Buaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kembali, Seekor Buaya Bertelur Dekat Pemukiman Warga di Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/kembali-seekor-buaya-bertelur-dekat-pemukiman-warga-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jan 2020 03:14:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Seekor buaya Muara (Crocodylus Porosus) berukuran panjang tiga meter ditemukan sedang bertelur di kebun kelapa sawit milik warga Ujung Labung, Nagari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kembali-seekor-buaya-bertelur-dekat-pemukiman-warga-di-agam/">Kembali, Seekor Buaya Bertelur Dekat Pemukiman Warga di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Agam, Prokabar —</strong> Seekor buaya Muara (</span><span class="s2">Crocodylus Porosus</span><span class="s1">) berukuran panjang tiga meter ditemukan sedang bertelur di kebun kelapa sawit milik warga Ujung Labung, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Kami mendapatkan informasi dari warga Rabu malam. Karena saat itu kami sedang menangani konflik beruang madu di Pasaman Barat, makanya hari ini baru bisa melihat lokasi,” kata Ade Putra, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam, dilansir dari MC Agam, Senin (20/1).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Ade menjelaskan, satwa langka dan dilindungi tersebut ditemukan sedang menunggui sarang telurnya yang berjarak hanya 400 meter dari pemukiman warga.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Berdasarkan perilaku dan kebiasaan, buaya bertelur mencapai 500 butir dan menetas dalam waktu 90-110 hari. “Selama itu juga buaya akan menunggui telurnya,” ujarnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selama masa eram, kata Ade, biawak merupakan predator utama pengganggu telur buaya. Sehingga induknya sangat sensitif terhadap aktifitas mahkluk hidup lainnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">BKSDA mengimbau masyarakat untuk tidak mengusik apalagi mendekati buaya yang tengah bertelur. Demi keamanan, BKSDA telah memasang batas pengaman dan rambu-rambu larangan agar tidak mendekati satwa.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sementara, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan monitoing perkembangan telur reptil bertubuh besar ini sampai menetas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada Januari 2018 dan Januari 2019, di lokasi yang tidak jauh dari ditemukannya buaya bertelur ini, juga pernah buaya muara bertelur.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada 2019 lalu semua telurnya berhasil menetas dan induk buaya beserta bayi-bayinya secara alami kembali ke kawasan muara yang sebagian besar merupakan hutan mangrove. <b>(*)</b></span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kembali-seekor-buaya-bertelur-dekat-pemukiman-warga-di-agam/">Kembali, Seekor Buaya Bertelur Dekat Pemukiman Warga di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemilik Buaya di Pesisir Selatan, Serahkan Peliharaannya pada BKSDA</title>
		<link>https://prokabar.com/pemilik-buaya-di-pesisir-selatan-serahkan-buaya-pada-bksda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2019 06:55:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=52993</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar — Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, mengevakuasi seekor buaya berusia 31 tahun di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Kamis...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemilik-buaya-di-pesisir-selatan-serahkan-buaya-pada-bksda/">Pemilik Buaya di Pesisir Selatan, Serahkan Peliharaannya pada BKSDA</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar —</strong> Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, mengevakuasi seekor buaya berusia 31 tahun di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Kamis (28/11).</p>
<p>Kepala Resor BKSDA, Bilmar mengatakan, evakuasi reptil dengan panjang 3,7 Meter dan berat 1,5 ton itu sesuai permintaan pemiliknya. Karena hewan reftil ini mulai mengganas.</p>
<p>&#8220;Ya, sejak 1 bulan lalu kami dihubungi pemilik buaya. Tapi selama ini kami terkendala armada. Baru sekarang bisa, &#8220;ujarnya.</p>
<p>Proses evakuasi berlangsung cukup memanas. Saat evakuasi, hewan bernama Crocodylus porosus itu sempat melakukan perlawanan pada petugas dan masyarakat yang melihat.</p>
<p>Setelah proses evakuasi, lanjutnya, buaya itu bakal di translokasi ke Lembaga Konservasi di bawah binaan BKSDA Sumatera Utara. Di sana akan dilakukan proses rehabilitasi.</p>
<p>Proses pemindahan menjadi tontonan bagi warga sekitar. Selain pemilik dan BKSDA, pemindahan disaksikan jajaran Kepolisian Resor dan Kodim 0311 Pesisir Selatan.</p>
<p>Selanjutnya juga dilakukan observasi terkait apakah sudah bisa dilepas liarkan ke alam bebas. Sebab, di Indonesia, buaya merupakan salah satu hewan yang dilindungi.</p>
<p>Perlindungannya, lanjut dia, sesuai dengan Undang-undang (UU) nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).</p>
<p>&#8220;Jika sudah bisa dilepaskan, maka dia akan dibebaskan ke habitatnya. Tapi jika belum, maka akan terus dilakukan rehabilitasi dan observasi, &#8220;ungkapnya.</p>
<p>Pada kesempatan itu, pemilik mengaku telah memelihara buaya itu selama 31 tahun lebih. Buaya dipelihara sudah sejak kecil. Bahkan, sudah dianggap sebagai teman.</p>
<p>Penyerahannya berkaitan dengan persoalan keamanan pengunjung rumah makan dan warga sekitar. Sebelumnya, buaya sempat lepas beberapa kali. Namun, kembali ditangkap.</p>
<p>&#8220;Dulu di sin kan bukan rumah makan. Setelah kami buka rumah makan, kami utuskan untuk menyerahkannya pada negara,&#8221; ujar Busril.</p>
<p>Sementara, Idham, 50 tahun mengaku sering melihat buaya itu. Bahkan, menurutnya, sering mengajak keluarganya untuk memberi makan buaya.</p>
<p>&#8220;Dulu dia belum sebesar ini, jadi anak-anak saya juga senang melihatnya, &#8220;tutupnya. (<b>min</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemilik-buaya-di-pesisir-selatan-serahkan-buaya-pada-bksda/">Pemilik Buaya di Pesisir Selatan, Serahkan Peliharaannya pada BKSDA</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hati-hati, Ada Buaya Di Muara Sasak</title>
		<link>https://prokabar.com/hati-hati-ada-buaya-di-muara-sasak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Nov 2019 13:13:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=51498</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman Barat, Prokabar — Seekor buaya mengemparkan warga Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia. Panjangnya sekitar dua meter. Buaya ini menampakan diri di bawah jembatan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hati-hati-ada-buaya-di-muara-sasak/">Hati-hati, Ada Buaya Di Muara Sasak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman Barat, Prokabar — </strong>Seekor buaya mengemparkan warga Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia. Panjangnya sekitar dua meter. Buaya ini menampakan diri di bawah jembatan Muara Sasak.</p>
<p>Warga yang melihat antara ketakutan dan penasaran. Ada pula beberapa masyarakat yang mengabadikan buaya muara ini dengan kamera HP.</p>
<p>&#8220;Iya ada buaya di Sasak, informasinya di bawah jembatan Muara Sasak. Namun laporan secara resmi pada kami belum ada,&#8221; kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasaman-Pasaman Barat, Ade Putra, Rabu (13/11).</p>
<p>Ade menilai, dari kondisi alam, maka sungai, rawa, dan muara atau daerah peralihan sungai ke laut memang merupakan habitat dari buaya muara berjenis Crocodylus Porosus. Warga diminta lebih berhati-hati bila beraktivitas di sekitat lokasi penampakan.</p>
<p>Di sisi lain, warga sekitar Muara Sasak, sangat berharap buaya ini dapat ditangkap dan dipindahkan. Sebab, aktivitas warga di muara ini cukup padat. Mulai dari mandi-madi di pintu muara hingga ada warga yang berkeramba apung. Warga takut, nantinya ada serangan buaya ini dan menimbulkan korban manusia. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hati-hati-ada-buaya-di-muara-sasak/">Hati-hati, Ada Buaya Di Muara Sasak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 51/200 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.015 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:23:17 by W3 Total Cache
-->