<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#bpnt Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/bpnt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/bpnt/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 May 2020 21:43:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#bpnt Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/bpnt/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bansos pada Nelayan dan Petani Bersifat Tunai</title>
		<link>https://prokabar.com/bansos-pada-nelayan-dan-petani-bersifat-tunai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2020 00:30:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#bpnt]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kemensos]]></category>
		<category><![CDATA[#nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#PKH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=68552</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara, menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden program-program bantuan sosial (bansos) untuk nelayan dan petani bersifat tunai.  “Sesuai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bansos-pada-nelayan-dan-petani-bersifat-tunai/">Bansos pada Nelayan dan Petani Bersifat Tunai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara, menyampaikan bahwa sesuai arahan Presiden <span lang="IN" data-reader-unique-id="5">program-program bantuan sosial (bansos) untuk nelayan dan petani bersifat tunai. </span></p>
<p data-reader-unique-id="8"><span lang="IN" data-reader-unique-id="9">“Sesuai dengan tugas fungsi kami Kementerian Sosial diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian </span>Kelautan dan Perikanan<span lang="IN" data-reader-unique-id="10"> terkait program-program yang sifatnya program-program bansos,” ujar Mensos usai Rapat Terbatas (Ratas), dilansir Juma’at (29/5).</span></p>
<p data-reader-unique-id="11"><span lang="IN" data-reader-unique-id="12">Lebih lanjut, Mensos menjelaskan bahwa Mentan dan Menteri KP </span><span lang="IN" data-reader-unique-id="13">menyampaikan ada sekitar 2,7 juta petani dan juga 1,1 juta nelayan yang perlu diintervensi. </span></p>
<p data-reader-unique-id="14"><span lang="IN" data-reader-unique-id="15">“Intervensinya tentunya bisa berupa dua kegiatan, yang pertama bansos atau yang kedua adalah bisa di dalam bentuk skema pemulihan ekonomi,” urai Mensos. </span></p>
<p data-reader-unique-id="16"><span lang="IN" data-reader-unique-id="17">Menurut Mensos, di dalam paket stimulus yang sudah disiapkan pemerintah oleh Kementerian Keuangan memang ada anggaran untuk program-program bansos dan ada anggaran untuk program-program pemulihan ekonomi.</span></p>
<p data-reader-unique-id="18"><span lang="IN" data-reader-unique-id="19">Untuk itu, Mensos sampaikan akan melakukan pemadanan data dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) apakah dari 2,7 juta dan 1,17 juta petani dan nelayan tersebut sudah masuk ke dalam DTKS atau belum.  </span></p>
<p data-reader-unique-id="20"><span lang="IN" data-reader-unique-id="21">“Memang tadi ada info dar</span>i<span lang="IN" data-reader-unique-id="22"> Kepala Bappenas bahwa sekitar, saya lupa angkanya, 80% belum masuk DTKS yang nanti kami secara bertahap akan memasukkan ke dalam DTKS,” imbuh Juliari.</span></p>
<p data-reader-unique-id="23"><span lang="IN" data-reader-unique-id="24">Sebagai informasi, Mensos sampaikan bahwa di dalam DTKS per hari ini ada sekitar 10,825 juta kepala keluarga atau kepala rumah tangga yang lapangan pekerjaannya adalah pertanian dan perikanan.</span></p>
<p data-reader-unique-id="25"><span lang="IN" data-reader-unique-id="26">“Jadi 10,825 juta kepala rumah tangga di dalam DTKS kami yang mata pencahariannya adalah sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan,” terang Mensos. </span></p>
<p data-reader-unique-id="27"><span lang="IN" data-reader-unique-id="28">Berikutnya, Mensos sampaikan akan melakukan <i data-reader-unique-id="29">cleansing</i> dari 10,825 juta itu berapa yang sudah terima program bansos reguler seperti PKH dan BPNT dan berapa yang belum.</span></p>
<p data-reader-unique-id="30"><span lang="IN" data-reader-unique-id="31">Mungkin, Mensos sampaikan nanti akan membutuhkan, dengan persetujuan Mentan dan Menteri </span>KP, a<span lang="IN" data-reader-unique-id="32">pabila dari 2,7 juta</span><span lang="IN" data-reader-unique-id="33"> </span>petani<span lang="IN" data-reader-unique-id="34"> dan 1,1</span>7<span lang="IN" data-reader-unique-id="35"> juta</span><span lang="IN" data-reader-unique-id="36"> </span>nelayan<span lang="IN" data-reader-unique-id="37"> ini layak untuk diberikan bansos, maka akan diusulkan agar diberikan program reguler. </span></p>
<p data-reader-unique-id="38"><span lang="IN" data-reader-unique-id="39">“Jadi ada Covid</span>-19<span lang="IN" data-reader-unique-id="40"> atau tidak ada Covid</span>-19<span lang="IN" data-reader-unique-id="41"> dia dapat terus, yaitu PKH dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Karena sebenarnya Peraturan Menteri Sosial terkait kedua program ini juga sebenarnya sangat berkaitan dengan sektor pertanian dan sektor perikanan,” imbuhnya.</span></p>
<p data-reader-unique-id="42"><span lang="IN" data-reader-unique-id="43">Sebagai contoh, tambah Juliari, di dalam Keputusan Menteri Sosial, yang diperbolehkan dijual di e-</span>W<span lang="IN" data-reader-unique-id="44">ar</span>o<span lang="IN" data-reader-unique-id="45">ng</span><span lang="IN" data-reader-unique-id="46"> itu adalah antara lain daging </span>dan <span lang="IN" data-reader-unique-id="47">ikan jadi ini kan bagus. </span></p>
<p data-reader-unique-id="48"><span lang="IN" data-reader-unique-id="49">“Kami juga sudah berkomunikasi dengan Pak Menteri </span>KP<span lang="IN" data-reader-unique-id="50"> bahwa silakan kalau misalnya ada para nelayan atau koperasi nelayan atau apapun bentuknya yang ingin berpartisipasi dalam program ini kami buka pintu, kita sediakan karpet merah lah, kurang lebih seperti itu,” jelas Mensos.</span></p>
<p data-reader-unique-id="51"><span lang="IN" data-reader-unique-id="52">Tentunya, tambah Mensos, nanti teknis pelaksanaannya di lapangannya perlu dikoordinasikan lagi karena mencakup wilayah yang luas dan jumlah yang banyak.</span></p>
<p data-reader-unique-id="53"><span lang="IN" data-reader-unique-id="54">P</span><span lang="IN" data-reader-unique-id="55">rinsipnya, Juliari sampaikan Kementerian Sosial akan</span>,<span lang="IN" data-reader-unique-id="56"> pertama, melakukan <i data-reader-unique-id="57">cleansing</i> data sekali lagi terkait 2,7 juta petani dan 1,1</span>7<span lang="IN" data-reader-unique-id="58"> juta nelayan. </span></p>
<p data-reader-unique-id="59"><span lang="IN" data-reader-unique-id="60">Apabila memang dari angka itu ada yang belum dapat program bansos, Mensos mengusulkan diberikan program bansos yang reguler. </span></p>
<p data-reader-unique-id="61"><span lang="IN" data-reader-unique-id="62">“Jadi terus dia, mau setelah Covid</span>-19<span lang="IN" data-reader-unique-id="63"> pun dia akan dapat bansos terus sampai nanti tentunya dia naik kelas menjadi keluarga yang sejahtera,” kata Mensos.</span></p>
<p data-reader-unique-id="64"><span lang="IN" data-reader-unique-id="65">Juliari sampaikan bahwa Kemensos </span><span lang="IN" data-reader-unique-id="66">dengan Mentan dan Menteri </span>KP <span lang="IN" data-reader-unique-id="67">nanti akan menindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan yang sifatnya teknis dengan tim. </span></p>
<p data-reader-unique-id="68"><span lang="IN" data-reader-unique-id="69">“Prinsipnya kami dari Kementerian Sosial akan mem-<i data-reader-unique-id="70">backup</i> kedua kementerian sahabat-sahabat kami ini, tentunya sesuai dengan tugas dan fungsi kami sebagai penyelenggara program-program kesejahteraan sosial,” pungkas Mensos. (*)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bansos-pada-nelayan-dan-petani-bersifat-tunai/">Bansos pada Nelayan dan Petani Bersifat Tunai</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/51 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.014 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:13:42 by W3 Total Cache
-->