<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#bpcbsumbar Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/bpcbsumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/bpcbsumbar/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Dec 2021 09:27:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#bpcbsumbar Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/bpcbsumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Usai Dikonversi, BPCB Serahkan Koleksi Istano Pagaruyung</title>
		<link>https://prokabar.com/usai-dikonversi-bpcb-serahkan-koleksi-istano-pagaruyung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2021 09:27:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bpcbsumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#istanopagaruyung]]></category>
		<category><![CDATA[#KoleksiPagaruyung]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=99348</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar, Riau dan Kepri serahkan koleksi Istano Pagaruyung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Kamis...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usai-dikonversi-bpcb-serahkan-koleksi-istano-pagaruyung/">Usai Dikonversi, BPCB Serahkan Koleksi Istano Pagaruyung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar, Riau dan Kepri serahkan koleksi Istano Pagaruyung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Kamis (30/12). Koleksi Istano pagaruyung yang diserahkan itu, setelah dilakukan konservasi penyelamatan pasca kebakaran 2007 silam.</p>
<p>Adapun barang barang yang diserahkan sebanyak 93 item, mulai dari lukisan Sultan Alam Bagagarsyah, Keris, Tembikar, senjata tradisional, wadah tanah liat, keramik, wadah sirih pinang, diduga stempel kerajaan, senapan, asesoris istano dan berbagai jenis koleksi lainnya.</p>
<p>Seluruh barang barang tersebut untuk sementara disimpan di gedung TIC di lingkungan Istano Pagaruyung.</p>
<p>Kabid Kebudayaan Tanah Datar, Muklis Abrar menyampaikan jika pasca kebakaran 2007 silam, seluruh koleksi dikonservasi oleh BPCB.</p>
<p>&#8221; kita menyusun dan mengkoleksi kembali koleksi istano pagaruyuang yang sejak 2007 kita titipkan kepada BPCB. Koleksi ini kita titipkan disana sejak terjadi kebakaran Istano,&#8221; ungkap Muchlis saat ditemui usai pnyerahan koleksi oleh BPCB.</p>
<p>Muklis Abrar mengatakan, jika koleksi itu dibawa kembali ke Istano Pagaruyung setelah dikonservasi oleh BPCB dengan anggaran dana Dana Alokasi Khusus (DAK).</p>
<p>Dengan dikembalikannya koleksi Istano Pagaruyung kepada pemerintah kabupaten Tanah Datar, ia berharap seluruh koleksi dapat diletakan kembali ke dalam Istano. Pasalnya, tempat saat ini sangat tidak reprsentatif dan layak untuk sebuah koleksi yang berarti bagi masyarakat Minangkabau.</p>
<p>&#8220;Kami berharap koleksi ini dapat diletakan kembali di Istano Pagaruyung, sehingga bisa menjadi bahan edukasi atau pembelajaran bagi pengunjung,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, pamong budaya muda BPCB Sumbar Riau Kepri menyampaikan jika seluruh koleksi mulai dikonservasi pada tahun 2014 silam. Namun karena beberapa kali penundaan penyerahan, maka konservasi sempat dilakukan sebanyak dua kali.</p>
<p>&#8221; koleksi istano Pagaruyung ini sudah kita konservasi atau treament pasca kebakaran 2007. Beberapa koleksi ini kita lihat bahannya beda beda. Ada yang dari keramik, logam, kayu. Cuma treatmentnya berbeda beda,&#8221; ungkap Aswar Sutriat.</p>
<p>Ia melanjutkan, mayoritas benda yang diselamatkan dan titipkan di BPCB itu rata rata dalam kondisi hitam karena terbakar dan sebagian pecah.</p>
<p>&#8221; seluruhnya kita konservsi dengan alat dan bahan tertentu. Seperti logam, kita gunakan dengan jeruk nipis dan asam nitrat, dan untuk bena lain dengan bahan khusus lainnya,&#8221; tutupnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usai-dikonversi-bpcb-serahkan-koleksi-istano-pagaruyung/">Usai Dikonversi, BPCB Serahkan Koleksi Istano Pagaruyung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penemuan Makara, Pengurus BPCB Sumbar Temui Bupati Bahas Benda Bersejarah di Pasaman</title>
		<link>https://prokabar.com/penemuan-makara-pengurus-bpcb-sumbar-temui-bupati-bahas-benda-bersejarah-di-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2019 14:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#arca]]></category>
		<category><![CDATA[#bpcbsumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#OLA]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=51989</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokabar — Pengurus Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Sumatera Barat duduk semeja dengan Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Selasa (19/11). Dinahkodai Kepala BPCB, Nurmatias...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/penemuan-makara-pengurus-bpcb-sumbar-temui-bupati-bahas-benda-bersejarah-di-pasaman/">Penemuan Makara, Pengurus BPCB Sumbar Temui Bupati Bahas Benda Bersejarah di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokabar — </strong>Pengurus Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Sumatera Barat duduk semeja dengan Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Selasa (19/11).</p>
<p>Dinahkodai Kepala BPCB, Nurmatias rombongan ini membahasa nasib dan kelanjutan benda bersejarah berjenis arca yang telah ditemukan atau yang masih tersembunyi di tanah Pasaman Saiyo.</p>
<p>&#8220;Ada beberapa misi yang kami bawa dalam pertemuan ini. Semuanya tentang penemuan benda bersejarah atau yang belum ditemukan di Pasaman,&#8221; kata Nurmatias.</p>
<p>Misi yang dimaksud Nurmatias ialah, rekomendasi perihal penemuan Makara di Padang Nunang, Nagari Lubuak Layang, Kecamatan Rao pada 27 September lalu.</p>
<p>&#8220;Kita merekomendasikan untuk dilakukan survei dan ekskavasi penelitian dengan melibatkan beberapa stakeholder untuk menggali potensi tinggalan arkeologi lainnya di sekitar lokasi temuan, pemindahan temuan dari lokasi sekarang ke Museum Bonjol agar dapat diakses oleh masyarakat umum, dilakukan konservasi temuan untuk mencegah kerusakan dengan melibatkan konservator BPCB Sumatera Barat dan penemuan ini perlu untuk diseminarkan,&#8221; kata Nurmatias.</p>
<p>Perihal rekomendasi ini, Bupati Yusuf menyambut baik. Ia langsung menyarankan pembuatan rencana dan mendalami penemuan ini melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman.</p>
<p>&#8220;Daerah kita kaya akan sejarah. Saya menyarankan dinas terkait untuk mendalaminya sampai selesai. Terutama perihal penemuan makara beberapa waktu lalu,&#8221; tukas Bupati Yusuf.</p>
<p>Di sisi lain, sebelumnya makara yang ditemukan ini berjenis gaja mina. Dinama dlama pola patung berkepala binatang dengan mulut terbuka lebar. Pada bagian samping digambarkan lengkungan belalai gajah yang dihiasi motif flora, bagian atas bulat membentuk ukel kebawah. Penggambaran mata terkesan mata sipit dan telinga melengkung menyerupai kipas. Diatas makhluk yang berada di dalam mulut dipahatkan bentuk bunga dan benang sari. Pada sisi kiri dan kanan, terdapat beberapa motif hias sulur-suluran berbentuk lingkaran menyerupai kipas. Pada bagian dalam mulutnya, terlihat pengambaran figur manusia yang sedang memegang senjata di tangan kanan dan perisai di tangan kiri dan posisi berdiri, mengganbarkan seorang prajurit.</p>
<p>Makara itu berukuran tinggi sekitar 110 cm terbuat dar batu sandstone atau batu pasir. Secara morfologi temuan makara yang di temukan di Padang Nunang memiliki kesamaan dengan temuan makara-makara di percandian Padang Lawas Sumatera Utara, sehingga diperkirakan temuan makara di Padang Nunang tersebut berusia antara abat ke-11 sampai dengan 14 masehi.</p>
<p>Makara ini ditemukan oleh salah seorang pemuda setempat yang hendak beraktifitas ke sungai. (<b>Ola</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/penemuan-makara-pengurus-bpcb-sumbar-temui-bupati-bahas-benda-bersejarah-di-pasaman/">Penemuan Makara, Pengurus BPCB Sumbar Temui Bupati Bahas Benda Bersejarah di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 48/50 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/6 queries in 0.017 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 12:19:30 by W3 Total Cache
-->