<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#BMKG#rls Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/bmkgrls/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/bmkgrls/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Sep 2023 13:07:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#BMKG#rls Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/bmkgrls/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dialog Kebudayaan,  Hidayat: Melestarikan Nilai Nilai Budaya, Ya Harus Diterapkan, Bukan Teori</title>
		<link>https://prokabar.com/dialog-kebudayaan-hidayat-melestarikan-nilai-nilai-budaya-ya-harus-diterapkan-bukan-teori/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2023 13:07:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#BMKG#rls]]></category>
		<category><![CDATA[#Hidayat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=115308</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat sekaligus ketua fraksi Gerindra, Hidayat dengan pokirnya melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar menggelar acara “Dialog Kebudayaan”...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dialog-kebudayaan-hidayat-melestarikan-nilai-nilai-budaya-ya-harus-diterapkan-bukan-teori/">Dialog Kebudayaan,  Hidayat: Melestarikan Nilai Nilai Budaya, Ya Harus Diterapkan, Bukan Teori</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat sekaligus ketua fraksi Gerindra, Hidayat dengan pokirnya melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar menggelar acara “Dialog Kebudayaan” Yang Muda Berbudaya angkatan ke-tujuh di Galanggang Palito Nyalo, pada 16 September 2023, pukul 14.00 WIB.</p>
<p>Acara tersebut dihadiri 100 orang peserta yang terdiri dari perwakilan generasi muda, Bundo kanduang dan komunitas seni dan adat se Kecamatan. Pauh.</p>
<p>Pelaksanaan kegiatan dialog yang bertajuk yang muda berbudaya ini mengangkat tema Penguatan Lembaga Adat dalam Rangka Mewarisi Nilai-nilai Adat dan Budaya Kepada Generasi Muda. Kegiatan yang di mulai dengan menampilkan khasanah seni tradisi khas pauh menampilkan narasumber Mak Katik Musra Dahrizal dan Hidayat.</p>
<p>Fadli Junaidi kabid jalanitra Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini terselenggara dari pokok pikiran anggota DPRD Sumbar Hidayat tahun 2023.</p>
<p>Fadli menjelaskan tujuan dari agenda ini mewujudkan peranan pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mengali menumbuh mengembangkan serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau.</p>
<p>&#8220;Kami sangat berterimakasih atas kehadiran bapak ibu serta generasi muda dalam agenda ini, kegiatan ini merupakan kali ke tujuh yang dilaksanakan oleh dinas kebudayaan melalui pokok pikiran bapak Hidayat ketua fraksi Gerindra DPRD Sumbar. Tentu hal ini pencapaian yang luar biasa yang kami dapat, guna terwujudnya indeks kinerja kebudayaan Sumbar,&#8221; kata Fadli.</p>
<p>Fadli menambahkan pentingnya support dan dukungan anggota DPRD dalam hal kepastian anggaran program kebudayaan.</p>
<p>Salah satu generasi muda Palito Nyalo, Abdul Rajab Sani mengapresiasi acara “Dialog Kebudayaan” Yang Muda Berbudaya ini. Ia juga memberikan pertanyaan kepada narasumber tentang mengapa selalu generasi muda yang disalahkan terkait lunturnya nilai-nilai adat dan budaya Minang, serta mempertanyakan apa saja usaha yang dilakukan pemerintah dan pemuka-pemuka adat untuk mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya tersebut agar generasi muda tetap mampu mengenali dan memahaminya.</p>
<p>“Kenapa selalu kami yang dari generasi muda yang disalahkan terkait punah atau lunturnya nilai-nilai adat dan budaya di zaman sekarang. Dari pemerintah dan pemuka adat sendiri apa usaha yang dilakukan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat dan budaya agar kami generasi muda ini tetap mengenali dan melestarikannya?, Tanya Abdul saat acara ”Dialog Kebudayaan” di Galanggang Palito Nyalo, Sabtu (16/9).</p>
<p>Pengurus bundo kanduang Limau Manih, Desi Fitria juga turut menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Hidayat karena telah mengusung program ini dengan harapan nilai-nilai adat dan budaya tetap terjaga terutama untuk generasi muda. Desi juga mengajukan pertanyaan kepada narasumber tentang permasalahan adanya perbedaan paham terhadap bundo kanduang dan menurutnya pemerintah kerap terkesan menyalahkan hal tersebut.</p>
<p>&#8220;Kenapa ada perbedaan paham dan pendapat tentang bundo kanduang? Saya juga melihat pemerintah terkesan menyalahkan. Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk menanganinya? &#8221; ujar Desi</p>
<p>Menurut Desi, pertanyaan ini hadir karena ada beberapa kelompok organisasi bundo kanduang seperti di tingkat Kota, Kecamatan, Kelurahan bahkan juga ada bundo kanduang menurut limbago atau lembaga adat.</p>
<p>Salah seorang anggota Kampung Wisata Budaya, Laraprosa, juga mengapresiasi adanya program ini. Lara berharap Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota merancang program adat dan budaya ini agar tidak monoton sehingga berdampak positif kepada generasi muda.</p>
<p>&#8220;Ko yo segeh acara ko mah pak Hidayat. Saya sangat mengapresiasi sekali adanya acara “Dialog Kebudayaan” Yang Muda Berbudaya ini. Harapan terakhir saya yaitu kepada Pemerintah Provinsi maupun Kab/Kota agar bisa merancang program-program adat dan budaya seperti ini dan berusaha agar programnya tidak monoton sehingga generasi muda bisa senang mengikuti program tersebut dan memberikan dampak positif,&#8221; ucap Lara.</p>
<p>Hidayat dalam pemaparan nya selaku narasumber dalam kegiatan tersebut, mengajak lembaga adat seperti bundo kanduang, kelompok seni dan komunitas generasi muda untuk kembali menerapkan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau dalam menjalankan aktivitas sosial masyarakat.</p>
<p>Hal ini ditekankan Hidayat, karena melihat fenomena aktivitas masyarakat Sumbar cenderung terkontaminasi oleh budaya asing.</p>
<p>Hidayat mencontohkan dalam pemanggilan nama kerabat seperti mamak, mak etek, mak angah dan lain-lain sudah jarang digunakan dan digantikan dengan om, tante dan sebagainya, atau penggunaan bahasa daerah lain dalam sebutan pranata sosial, seperti penggunaan istilah teteh untuk memanggil uni.</p>
<p>Hal tersebut membuktikan bahwa budaya Minangkabau kerap tergantikan oleh budaya asing, sehingga melunturkan adat dan budaya Minang itu sendiri.</p>
<p>&#8220;Jadi intinya untuk melestarikan nilai nilai budaya minangkabau agar jangan sampai punah harus kita terapkan nilai nilai tersebut dalam kehidupan sehari hari tanpa harus mengikuti perkembangan zaman,&#8221; terang hidayat anggota Komisi 5 DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dialog-kebudayaan-hidayat-melestarikan-nilai-nilai-budaya-ya-harus-diterapkan-bukan-teori/">Dialog Kebudayaan,  Hidayat: Melestarikan Nilai Nilai Budaya, Ya Harus Diterapkan, Bukan Teori</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Malam Tiba, Hujan pun Turun, Alhamdulillah</title>
		<link>https://prokabar.com/malam-tiba-hujan-pun-turun-alhamdulillah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Sep 2019 13:44:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#BMKG#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=47199</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Hujan mulai turun di Sijunjung, Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Kemarin karena kabut asap kian tebal, sekolah di beberapa daerah diliburkan. Hujan ...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/malam-tiba-hujan-pun-turun-alhamdulillah/">Malam Tiba, Hujan pun Turun, Alhamdulillah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Hujan mulai turun di Sijunjung, Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Kemarin karena kabut asap kian tebal, sekolah di beberapa daerah diliburkan.</p>
<p>Hujan  rahmat itu segera saja beredar videonya di media sosial. Sementara itu, BMKG merilis potensi hujan sepekan ke depan.</p>
<p><strong>Potensi Hujan Seminggu ke Depan</strong></p>
<p>BMKG mengidentifikasi bahwa terdapat perubahan kondisi atmosfer yang cukup signifikan sejak tanggal 21 September 2019. Perubahan kondisi atmosfer tersebut berupa pelemahan desakan massa udara kering dari wilayah selatan Indonesia. Pelemahan desakan massa udara kering ini mengakibatkan daerah massa udara basah yang sebelumnya cenderung berada di utara Indonesia kini cenderung meluas ke wilayah Indonesia bagian selatan.</p>
<p>Jika dilihat dalam skala yang lebih luas, daerah tekanan rendah di Teluk Benggala memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perubahan pola angin di wilayah Indonesia. Sejak tanggal 21 September 2019, pola angin di wilayah Indonesia tidak lagi didominasi dari arah tenggara hingga selatan tetapi cenderung dari arah timur. Diprakirakan pada tanggal 23 September 2019 daerah tekanan rendah di Teluk Benggala tersebut mengalami penguatan. Akibatnya daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) diprakirakan akan terbentuk memanjang di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kep. Riau, Riau, Jambi, dan Bangka Belitung. Keberadaan daerah konvergensi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan dan Sumatera.</p>
<p>Atmosfer skala lokal juga menunjukkan kondisi yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan. Indeks labilitas atmosfer di sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sumatera mengindikasikan kondisi atmosfer yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan dalam sepekan ke depan.</p>
<p>BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di beberapa wilayah sebagai berikut ini:</p>
<p>Periode 23-26 September 2019</p>
<p>1. Aceh</p>
<p>2. Sumatera Utara</p>
<p>3. Sumatera Barat</p>
<p>4. Riau</p>
<p>5. Kep. Riau</p>
<p>6. Jambi</p>
<p>7. Bengkulu</p>
<p>8. Sumatera Selatan</p>
<p>9. Kep. Bangka Belitung</p>
<p>10. Kalimantan Barat</p>
<p>11. Kalimantan Tengah</p>
<p>12. Maluku Utara</p>
<p>13. Papua Barat</p>
<p>14. Papua</p>
<p>Periode 27-30 September 2019</p>
<p>1. Aceh</p>
<p>2. Sumatera Utara</p>
<p>3. Sumatera Barat</p>
<p>4. Riau</p>
<p>5. Jambi</p>
<p>6. Kep. Bangka Belitung</p>
<p>7. Kalimantan Barat</p>
<p>8. Kalimantan Tengah</p>
<p>9. Kalimantan Timur</p>
<p>10. Sulawesi Tengah</p>
<p>11. Sulawesi Barat</p>
<p>12. Sulawesi Tenggara</p>
<p>13. Sulawesi Selatan</p>
<p>14. Maluku Utara</p>
<p>15. Maluku</p>
<p>16. Papua Barat</p>
<p>17. Papua</p>
<p>(laf)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/malam-tiba-hujan-pun-turun-alhamdulillah/">Malam Tiba, Hujan pun Turun, Alhamdulillah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/55 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.011 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:58:56 by W3 Total Cache
-->