<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#bksda Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/bksda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/bksda/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Feb 2025 14:56:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#bksda Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/bksda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perkuat Fungsi Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir PT Semen Padang &#8211; BKSDA Teken MoU</title>
		<link>https://prokabar.com/perkuat-fungsi-suaka-margasatwa-tarusan-arau-hilir-pt-semen-padang-bksda-teken-mou/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2022 05:42:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#PTSemenPadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=105196</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; PT Semen Padang bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar), melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penguatan Fungsi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perkuat-fungsi-suaka-margasatwa-tarusan-arau-hilir-pt-semen-padang-bksda-teken-mou/">Perkuat Fungsi Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir PT Semen Padang &#8211; BKSDA Teken MoU</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; PT Semen Padang bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar), melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penguatan Fungsi Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir di Wisma Indarung PT Semen Padang, Selasa (19/7/2022).</p>
<p>Dari PT Semen Padang, penandatangan PKS tersebut diteken langsung oleh Direktur Utama (Dirut) Asri Mukhtar dan Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono.</p>
<p>Penandatangan PKS tersebut dihadiri Direktur Operasi PT Semen Padang, Indrieffouny Indra, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar yang diwakili oleh Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Mgo Senatung serta jajarannya, dan sejumlah pejabat di lingkungan BKSDA Sumbar.</p>
<p>Kemudian dari staf pimpinan PT Semen Padang hadir, Kepala Departemen Tambang &amp; Pengelolaan Bahan Baku, Sumarsono, Kepala Unit Operasi Tambang Hendri Priparis, dan Kepala Unit Perencanaan &amp; Pengawasan Tambang Dedi Muhamad Sidiq.</p>
<p>Dirut PT Semen Padang Asri Mukhtar mengatakan, penandatangan PKS ini dilakukan, karena salah satu bahan baku PT Semen Padang yaitu batu kapur, terdapat di Bukit Tajarang dengan IUP 329,89 Ha. Pada area IUP tersebut, juga terdapat area yang dimanfaatkan PT Semen Padang dalam bentuk Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) seluas 242,03 Ha.</p>
<p>IPPKH itu, kata Asri Mukhtar, telah dimiliki oleh PT Semen Padang sejak tahun 2013, dan izinya telah diperpanjang pada tahun 2017 dan berlaku selama 10 tahun, yaitu sampai dengan Juni 2027. Kawasan IPPKH ini berbatasan dengan Hutan Konservasi dan Hutan Lindung.</p>
<p>&#8220;Di kawasan ini, juga terdapat Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir. Maka dari itu, PKS dengan BKSDA Sumbar itu dilakukan untuk koordinasi terkait dengan aktifitas yang berhubungan dengan Penguatan Fungsi Kawasan Hutan, khususnya di area Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir,&#8221; kata Asri Mukhtar.</p>
<p>Kawasan Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir merupakan lanskap besar harimau Sumatera yang membentang dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sampai Suaka Margasatwa Bukit Barisan.</p>
<p>Pelaksanaan PKS ini, sebut Asri Mukhtar, dilakukan untuk 5 tahun ke depan (2022-2027) dalam 3 kegiatan. Pertama, dukungan perlindungan kawasan dalam bentuk patroli pengamanan, pemasangan papan informasi/larangan/himbauan dan jalur batas.</p>
<p>Kedua, dukungan kerjasama pengawetan flora fauna, yang dilakukan dalam bentuk penanganan konflik satwa liar (situasional), sosialisasi penanganan konflik satwa liar terhadap masyarakat, pembinaan habitat, dukungan<br />
operasionalisasi Tempat Transit Satwa (TTS) di Pos Bandara Ketaping dan Pembentukan Patroli Anak Nagari (PAGARI).</p>
<p>Ketiga, dukungan penguatan kelembagaan dilakukan dalam bentuk pelatihan interpreter wisata kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pembinaan generasi muda untuk penyadar tahuan konservasi kepada<br />
&#8220;Dengan adanya pelaksanaan kerjasama ini, kami berharap PT Semen Padang dibantu tim yang kompeten di bidangnya, sehingga dapat berperan aktif dalam mewujudkan penguatan tata kelola pengelolaan kawasan dan konservasi keanekaragaman hayati yang ada di daerah Sumbar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono menyebut bahwa PKS dengan PT Semen Padang ini sangat berarti bagi BKSDA Sumbar. Apalagi dalam PKS tersebut, juga ada dukungan untuk operasionalisasi TTS. Kemudian bagi PT Semen Padang, PKS ini akan mempermudah koordinasi dengan BKSDA jika terjadi konflik dengan satwa liar.</p>
<p>Pasalnya, areal tambang batu kapur PT Semen Padang berada di dekat kawasan Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir. Dan tentunya, konflik dengan satwa liar berpotensi terjadi. &#8220;Jadi, apa bila ada rekan-rekan dari PT Semen Padang di tempat operasi dan sebagainya ada masalah dengan satwa liar, kami dari BKSDA Sumbar akan langsung datang untuk mengamankannya,&#8221; kata Ardi.</p>
<p>BKSDA Sumbar, sebutnya, memiliki 4 tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang tersebar di Kota Padang, Bukittinggi, Sijunjung dan Tanah Datar. Kalau ada informasi tentang konflik manusia dengan harimau, beruang dan satwa lainnya, tim WRU paling cepat datang ke lokasi untuk mengantisipasinya.</p>
<p>&#8220;Begitu juga dengan PT Semen Padang. Kalau ada berkonflik dengan satwa liar di area Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir dan area sekitar tambang batu kapur PT Semen Padang, tim WRU ini yang akan datang untuk mengantisipasinya,&#8221; ungkap Ardi.</p>
<p>PKS dengan Semen Padang ini, tambahnya, juga berkaitan dengan program Nagari Ramah Harimau yang tujuannya, bagaimana masyarakat Sumbar bisa beradaptasi dengan harimau. Karena, harimau adalah lambang predator tertinggi. &#8220;Kalau orang minang menyebutnya inyiak balang,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk mekasimalkan program Nagari Ramah Harimau, BKSDA Sumbar sudah melakukan pelatihan terhadap masyarakat untuk patroli dan mengantisipasi apa bila ada harimau, termasuk pengusiran harimau. Karena, harimau adalah satwa yang dilindungi. &#8220;Kalau anak saya sakit, yang risau itu saya. Tapi kalau harimau yang sakit, se-dunia ribut,&#8221; ujarnya</p>
<p>Dinas Kehutanan Sumbar yang diwakili Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Mgo Senatung, mengapresiasi PKS tersebut. Karena, area tambang PT Semen Padang adalah dulunya kawasan hutan lindung yang kemudian dialihkan fungsinya menjadi hutan produksi terbatas untuk kegiatan pertambangan.</p>
<p>&#8220;Pada prinsipnya, kami mendukung adanya perjanjian kerja sama ini, karena memang sangat diperlukan, mengingat posisi area tambang batu Kapur PT Semen Padang berada di dekat kawasan hutan lindung yang merupakan kawasan Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir,&#8221; katanya.<strong> (*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/perkuat-fungsi-suaka-margasatwa-tarusan-arau-hilir-pt-semen-padang-bksda-teken-mou/">Perkuat Fungsi Suaka Margasatwa Tarusan Arau Hilir PT Semen Padang &#8211; BKSDA Teken MoU</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TKA China Kuliti Buaya 3 Meter dan Dijadikan Sop</title>
		<link>https://prokabar.com/tka-china-santap-buaya-3-meter-dan-dijadikan-sop/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2021 08:53:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#china]]></category>
		<category><![CDATA[#tka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=93521</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sulawesi Utara, Prokabar.com &#8211; TKA asal China kuliti dan santap buaya 3 meter dijadikan sop. Beredar foto dan video di media sosial seekor buaya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tka-china-santap-buaya-3-meter-dan-dijadikan-sop/">TKA China Kuliti Buaya 3 Meter dan Dijadikan Sop</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sulawesi Utara, <a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com</a> &#8211; </strong>TKA asal China kuliti dan santap buaya 3 meter dijadikan sop.</p>
<p>Beredar foto dan video di media sosial seekor buaya 3 meter terikat dan menjadi pertunjukan para penambang. Peristiwa itu terjadi di kawasan industri, pertambangan nikel di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Rabu (25/8).</p>
<p>Kasus tersebut diselidiki langsung oleh Balai Konservansi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra). Kepala BKSDA Sakrianto Djawie mengatakan kelakukan TKA China membunuh buaya itu adalah kesalahan besar. Karena buaya merupakan satwa yang dilindungi sesuai Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.</p>
<p>&#8220;Kami sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan langsung menurunkan tim ke lokasi tambang yang menurut infotmasi kami terima adalah tempat kejadian penemuan buaya. Seperti yang viral di mesia sosial, kalau sudah dikuliti dan dibunuh,&#8221; kata Sakrianto, mengutip dari CNN, Kamis (26/8).</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong></p>
<ul>
<li class="post-title entry-title left">
<h4><strong><a href="https://prokabar.com/kembali-pemerintah-terima-bantuan-alat-alat-kesehatan-dari-china/">Kembali Pemerintah Terima Bantuan Alat-Alat Kesehatan dari China</a></strong></h4>
</li>
<li class="post-title entry-title left">
<h4><strong><a href="https://kampartrapost.com/rilis-rancangan-aturan-teknologi-baru-saham-teknologi-china-anjlok/">Rilis Rancangan Aturan Teknologi Baru, Saham Teknologi China Anjlok</a> </strong></h4>
</li>
</ul>
<p>Sakrianto juga menyampaikan daging buaya itu habis disantap termasuk tulang dan kulitnya dijadikan sop. Selain itu, TKA yang menyantapnya tidak bisa berbahasa Indonesia.</p>
<p>&#8220;Keterangan sementara (TKA) tidak tahu bahwa buaya itu dilindungi, tapi mungkin besok kita panggil yang bertanggung (pelakunya) karena mereka tidak tahu bahasa Indonesia. Besok mereka akan didampingi penerjemahnya, pelakunya ada lima orang,&#8221; kata Sakrianto.</p>
<p>Kini, buaya jenis muara itu dalam kondisi sekarat. Hal itu bisa jadi karena pengaruh limbah pabrik yang masuk ke rawa sebagai habitat buaya tersebut.</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong></p>
<ul>
<li class="post-title entry-title left">
<h4 class="post-title entry-title left"><strong><a href="https://prokabar.com/dramatis-tumbangkan-pasangan-china-greysia-polii-apriyani-cetak-sejarah-lolos-ke-semifinal-olimpiade/">Dramatis! Tumbangkan Pasangan China, Greysia Polii/Apriyani Cetak Sejarah Lolos ke Semifinal Olimpiade</a></strong></h4>
</li>
<li>
<h4><strong><a href="https://kampartrapost.com/perdana-wakil-presiden-as-kunjungi-singapura-tangkal-pengaruh-china/">Perdana! Wakil Presiden AS kunjungi Singapura Tangkal Pengaruh China</a></strong></h4>
</li>
</ul>
<p>&#8220;Daerah Morosi itu kan banyak rawa, sungai juga ada. Habitat buaya di situ, tapi sudah rusak karena adanya aktifitas pertambangan di situ, akhirnya dia naik ke darat,&#8221; ungkap Sakrianto.</p>
<p>Sementara itu, TKA China yang membunuh buaya terancam hukuman 5 tahun karena telah melanggar Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tka-china-santap-buaya-3-meter-dan-dijadikan-sop/">TKA China Kuliti Buaya 3 Meter dan Dijadikan Sop</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harimau Sumatera Ditemukan Dehidrasi di Pasaman</title>
		<link>https://prokabar.com/harimau-sumatera-ditemukan-dehidrasi-di-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2021 04:20:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Ardi Andono]]></category>
		<category><![CDATA[Lubuk Sikaping]]></category>
		<category><![CDATA[Panthera tigris sumatrae]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92833</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com, Lubuk Sikaping &#8211; Harimau Sumatera dalam kondisi tidak sehat ditemukan warga Kanagarian Sontang Cubadak, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, Sabtu (14/8). Balai Konservasi Sumber...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-sumatera-ditemukan-dehidrasi-di-pasaman/">Harimau Sumatera Ditemukan Dehidrasi di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com</a>, Lubuk Sikaping &#8211;</strong> Harimau Sumatera dalam kondisi tidak sehat ditemukan warga Kanagarian Sontang Cubadak, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, Sabtu (14/8).</p>
<p>Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat dalam siaran persnya mengaku sudah menerima laporan penemuan Harimau dalam kodisi tidak sehat di Bendungan Sontang, Nagari Sontang Cubadak.</p>
<p>Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Ardi Andono mengaku sudah menerima laporan tentang harimau tersebut.</p>
<p>Pihaknya juga sudah melanjutkan laporan ini ke pihak kepolisian dan koramil Rao untuk mengevakuasi penemuan harimau tersebut.</p>

<a href='https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/235860342_363902515358188_7695424850113222643_n.mp4'>Warga berkerumun di sekitar Harimau Sumatera yang sakit di Kanagarian Sontang Cubadak, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, Sabtu (14/8).</a>

<p>BKSDA juga menurunkan kandang serta dokter hewan untuk memeriksa hewan langka itu.</p>
<p>Sayangnya, harimau dengan nama latin Panthera tigris sumatrae itu tak bisa terselamatkan.</p>
<p>Pada pukul 11.00 WIB, pada hari penemuan, harimau itu sudah mati. Meskipun, kata Ardi Andono, harimau sempat mendapatkan perawatan dari petugas medis dan Puskeswan Duokoto.</p>
<p>Masyarakat setempat meminta agar penguburan harimau itu di kampung tersebut.</p>
<p>&#8220;Pada saat bersamaan massa di lokasi meminta penguburan harimau itu di kampung tersebut dengan anggapan leluhur mereka,&#8221; kata Ardi.</p>
<p>Sudah ada upaya negosiasi untuk membawa harimau ke Padang untuk Nekropsi. Sayangnya upaya negosiasi buntu karena permintaan warga untuk mengubur harimau di kampung mereka.</p>
<p>Masyarakat memaksa penguburan harimau tersebut di depan rumah Alinurdin selaku Ninik Mamak.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harimau-sumatera-ditemukan-dehidrasi-di-pasaman/">Harimau Sumatera Ditemukan Dehidrasi di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sesuai Protap, BKSDA Resort Padang Akan Pasang Spanduk Waspada Buaya</title>
		<link>https://prokabar.com/sesuai-protap-bksda-resort-padang-akan-pasang-spanduk-waspada-buaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2021 15:06:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#adh]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#buaya]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=88781</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; BKSDA Resort Kota Padang, menyebut, penampakan buaya muara di aliran Sungai atau batang Tunggul Hitam adalah hal yang biasa atau lumrah....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sesuai-protap-bksda-resort-padang-akan-pasang-spanduk-waspada-buaya/">Sesuai Protap, BKSDA Resort Padang Akan Pasang Spanduk Waspada Buaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; BKSDA Resort Kota Padang, menyebut, penampakan buaya muara di aliran Sungai atau batang Tunggul Hitam adalah hal yang biasa atau lumrah.</p>
<p>Karena memang muara sungai seperti di kawasan Brandon Lapai hingga ke Tunggul Hitam dan Kurao Pagang, merupakan habitatnya.</p>
<p>Dengan terjadinya penampakan, seperti buaya naik ke daratan yang memang bukan pemukiman warga, BKSDA Resort Padang tidak serta merta melakukan penangkapan.</p>
<p>Karena memang tidak ada konflik antara satwa yang dilindungi ini.</p>
<p>&#8220;Habitatnya memang di sungai seperti muara ini. Dan biasanya mereka memang tidak mengganggu. Namun karena sebagian warga tidak terbiasa melihat munculnya sungai ke daratan, tentu jadi terkejut,&#8221; kata Hendra Yuliko, Kepala BKSDA Resor Padang.</p>
<p>&#8220;Naluri buaya muara ini, sekitar pukul sepuluh atau sebelas pagi, memang berusaha menyerap sinar matahari. Dan biasanya membuka rahang atau mulutnya. Namun sejauh tidak ada gangguan kepada satwa dilindungi ini, maka akan aman-aman saja,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Kedepan, akan dipasang spanduk waspada pada Kamis atau Jumat esok, oleh BKSDA Resor Padang, demi menekan potensi konflik dengan warga sekitar. Warga pun diminta tetap tenang, namun tetap berkordinasi melaporkan perkembangan yang ada.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG_20210609_220238.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-88782" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG_20210609_220238.jpg" alt="" width="640" height="288" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG_20210609_220238.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/06/IMG_20210609_220238-300x135.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<h3><strong>Sebagian Warga Hingga Pemancing Mengaku Terbiasa Penampakan Buaya</strong></h3>
<p>Sementara warga lainnya yang telah lebih dari 20 tahun mendiami komplek Pondok Indah mengaku telah terbiasa dengan kemunculan buaya.</p>
<p>&#8220;Alhamdulilah sejauh ini tidak pernah ada benturan atau konflik buaya dengan warga. Kami pun telah mengetahui sejak lama ada buaya yang berdiam di sepanjang aliran sungai atau batang Tunggul Hitam ini,&#8221; sebut Anton salah seorang warga.</p>
<p>Hal yang sama juga diutarakan oleh Simon Aji, pemancing yang terlihat tetap tenang, meski buaya masih terlihat di daratan di seberang lokasi dirinya memancing.</p>
<p>&#8220;Kami para pemancing justru telah terbiasa melihat buaya tampak ke permukaan. Dan sejauh ini tidak ada konflik antara buaya dan pemancing,&#8221; terang Simon Aji. <strong>(adh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sesuai-protap-bksda-resort-padang-akan-pasang-spanduk-waspada-buaya/">Sesuai Protap, BKSDA Resort Padang Akan Pasang Spanduk Waspada Buaya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beruang Madu Tertangkap Kamera Trap, BKSDA: Makluk Misterius Itu Beruang Madu</title>
		<link>https://prokabar.com/beruang-madu-tertangkap-kamera-trap-bksda-makluk-misterius-itu-beruang-madu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2021 14:05:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=88729</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Masyarakat Palembayan, Kabupaten Agam sempat dihebohkan makluk misterius dari beberapa orang saksi. Setelah sepuluh hari lebih melakukan penanganan terhadap informasi adanya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/beruang-madu-tertangkap-kamera-trap-bksda-makluk-misterius-itu-beruang-madu/">Beruang Madu Tertangkap Kamera Trap, BKSDA: Makluk Misterius Itu Beruang Madu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Masyarakat Palembayan, Kabupaten Agam sempat dihebohkan makluk misterius dari beberapa orang saksi. Setelah sepuluh hari lebih melakukan penanganan terhadap informasi adanya kemunculan makhluk misterius, Resor KSDA Agam akhirnya berhasil mengungkap melalui camera trap yang dipasang, Sabtu (5/6) lalu.</p>
<p>Hal itu disampaikan Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra usai dikonfirmasi Prokabar.com, Selasa (8/6).<br />
&#8220;Kami menyimpulkan bahwa makhluk misterius yang menghebohkan warga setempat beberapa waktu lalu adalah satwa beruang madu atau Helarctos malayanus. Karena diperkuat setelah adanya pengecekan terhadap camera trap yang dipasang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ia melanjutkan, berdasarkan hasil rekaman camera trap terpantau satwa beruang madu melintas di depan kamera pada tanggal 6 dan 7 juni 2021. Kamera dipasang pada lokasi kemunculan makhluk misterius yang dilihat warga beberapa waktu sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Dari 3 kamera yang dipasang, satwa beruang terpantau hanya pada satu kamera yang berada di belakang rumah warga, Syofian yang berjarak 10 meter dari pinggir jalan raya Palembayan-Simpang Patai, Palupuh,&#8221; terangnya.</p>
<p>Pemasangan kamera dilakukan BKSDA setelah mendapatkan laporan kembali dari Wali Jorong Palembayan Tangah, Khairul Amri, karena ada warga melihat makhluk misterius dibelakang rumahnya. Makhluk dengan ciri-ciri berbulu lebat, berdiri dua kaki dan berbau menyengat itu terlihat oleh Syofian. BKSDA yang sudah melakukan penanganan sebelumnya, sudah menduga makhluk itu diduga beruang madu.</p>
<p>Hal ini disimpulkan berdasarkan hasil identifikasi lapangan yang menemukan jejak dan cakaran identik dengan beruang madu. Namun informasi yang berkembang dimasyarakat menyebutkan bahwa makhluk tersebut adalah makhluk gaib. Sehingga hal ini menimbulkan kehebohan dan keresahan warga setempat.</p>
<p>Dengan adanya hasil gambaran visual ini, BKSDA berharap masyarakat tidak resah dan khawatir lagi terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Terkait satwa beruang madu, mengingat satwa berada dipemukiman warga dan telah muncul berkali-kali, maka direncanakan pada hari Rabu (9/6) nanti, kita akan mengevakuasi satwa dengan menggunakan perangkap,&#8221; tutupnya. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/beruang-madu-tertangkap-kamera-trap-bksda-makluk-misterius-itu-beruang-madu/">Beruang Madu Tertangkap Kamera Trap, BKSDA: Makluk Misterius Itu Beruang Madu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BKSDA Agam Lepas Tiga Ekor Satwa ke Alam</title>
		<link>https://prokabar.com/bksda-agam-lepas-tiga-ekor-satwa-ke-alam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2021 11:58:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#satwa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=88373</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Tiga ekor satwa dilindungi hasil kesadaran dan kepedulian masyarakat akhirnya telah dapat dilakukan pelepasan ke alamnya. Dua ekor satwa Kukang (Nycticebus...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-agam-lepas-tiga-ekor-satwa-ke-alam/">BKSDA Agam Lepas Tiga Ekor Satwa ke Alam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Tiga ekor satwa dilindungi hasil kesadaran dan kepedulian masyarakat akhirnya telah dapat dilakukan pelepasan ke alamnya.</p>
<p>Dua ekor satwa Kukang (Nycticebus coucang) dan satu ekor burung Elang Brontok (Nisaetus Cirrhatus) dilepasliarkan kembali ke alam oleh Resor BKSDA Agam di kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau, Rabu (02/06).</p>
<p>Ketiga satwa langka dan dilindungi itu dilepaskan kembali ke alam setelah menjalani observasi dan perawatan di kantor resor KSDA Agam.</p>
<p>Dua ekor Kukang merupakan satwa penyerahan dari Doni Ariandi (35 tahun) warga jorong V Sungai Jariang nagari Lubuk Basung kabupaten Agam, pada hari Jumat (21/05) lalu.</p>
<p>Sedangkan satu ekor burung Elang Brontok adalah satwa penyerahan dari seorang bapak bernama Buyung (49 tahun), warga Plasma Masang jorong Manggopoh Utara, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Senin (31/05) lalu.</p>
<p>&#8220;Satwa itu dilepaskan setelah hasil observasi menyimpulkan, tidak terdapat luka, cacat, dan masih memiliki sifat liar sehingga memenuhi syarat untuk dilepaskan kembali ke alam,&#8221; ungkap Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra kepada Prokabar.com, Rabu (2/6).</p>
<p>BKSDA mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi terhadap kepedulian warga yang semakin meningkat. Menunjukan kesadaran tinggi untuk konservasi satwa liar terutama jenis satwa dilindungi.</p>
<p>&#8220;Sesuai pasal 21 ayat 2 undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup, mati ataupun bagian-bagian tubuhnya serta hasil olahannya. Sanksinya adalah pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah,&#8221; tegas Ade Putra. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-agam-lepas-tiga-ekor-satwa-ke-alam/">BKSDA Agam Lepas Tiga Ekor Satwa ke Alam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hewan Misterius Teror Warga, BKSDA: Diduga Kuat Beruang Madu</title>
		<link>https://prokabar.com/hewan-misterius-teror-warga-bksda-diduga-kuat-beruang-madu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 May 2021 15:57:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hewanliar]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=88169</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Masyarakat Banja Limau Puruik, Balai Kami, Kampuang Tanjuang dan Lurah, Jorong Palembayan Tengah, Kecamatan Palembayan mendapat teror dari makluk misterius. Hal...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hewan-misterius-teror-warga-bksda-diduga-kuat-beruang-madu/">Hewan Misterius Teror Warga, BKSDA: Diduga Kuat Beruang Madu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Masyarakat Banja Limau Puruik, Balai Kami, Kampuang Tanjuang dan Lurah, Jorong Palembayan Tengah, Kecamatan Palembayan mendapat teror dari makluk misterius. Hal itu berawal laporan Babinkamtipmas setempat, Aiptu Damir.</p>
<p>&#8220;Kemunculan hewan yang belum ada selama ini membuat masyarakat tidak berani keluar malam. Karena takut berjumpa dengan hewan yang belum diketahui wujudnya. Setelah dicari informasi, belum ada hewan ternak yang dimangsa, namun merusak menginjak tanaman Jahe, Padi dan merusak Pematang sawah,&#8221; ungkap Aiptu Damir.</p>
<p>Berdasarkan keterangan saksi, Syafri Efendi Sutan Bandaro, sejumlah tanaman jahe telah rusak terinjak hewan misterius tersebut. Saksi Darwis Sutan Batuah juga terkejut sewaktu hendak pulang kerumah pada hari Rabu, 19/5), pukul 22.30 WIB. Berjumpa hewan misterius itu dijalan namun tidak sempat melihat bentuknya dengan jelas karena tidak membawa senter.</p>
<p>Darwis mendengar suara daun dan kayu berisik, dan sempat lari menghindar. Saksi juga sempat mencium bau busuk yang belum dikenalnya.</p>
<p>Sementara itu, Adlin Sutan Pamuncak memberikan Informasi, tanaman padinya di sawah terbenam ke lumpur serta pematang sawah banyak yang rusak.</p>
<p>Berdasarkan Identifikasi lapangan, BKSDA Resor Agam dalam melakukan tindaklanjut laporan masyarakat terhadap dugaan kemunculan satwa liar di Jorong Palembayan Tangah, Nagari IV Koto Pelembayan, Kecamatan Palembayan, pada Kamis (27/05) tersebut.</p>
<p>Dari keterangan masyarakat setempat kemunculan dan jejak ditemukan pertama kali pada Rabu, 19 Mei 2021 lalu. Jejak terakhir ditemukan pada Minggu, 23 Mei 2021.</p>
<p>Salah seorang warga menyebutkan ciri-ciri satwa yang terlihat berwarna hitam, berukuran lebih kurang 2 meter, berbau busuk seperti bau bangkai. Beberapa warga setempat juga mengkaitkan kejadian itu dengan beberapa mitos.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan hasil wawancara saksi mata, dan hasil identifikasi lapangan maka dipastikan satwa itu jenis Beruang Madu atau helarctos malayanus. Hal ini disimpulkan berdasarkan pengamatan terhadap tanda-tanda keberadaan satwa berupa jejak, cakaran dan tanda lainnya,&#8221; ungkap Ade Putra, Kepala Resor BKSDA Agam.</p>
<p>Untuk itu lanjutnya, kepada warga dihimbau agar berhati-hati dan waspada serta tidak beraktivitas sendirian di ladang. &#8220;Tetap waspada dan berhati-hati. Dan segera laporkan kejadian kepada petugas, bila menemukan tanda-tanda kemunculan satwa beruang itu,&#8221; tutup Ade. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hewan-misterius-teror-warga-bksda-diduga-kuat-beruang-madu/">Hewan Misterius Teror Warga, BKSDA: Diduga Kuat Beruang Madu</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Pelaku Aniaya Simpai, Ini Penjelasan BKSDA</title>
		<link>https://prokabar.com/bersama-ditreskrimsus-polda-sumbar-ungkap-pelaku-aniaya-simpai-ini-penjelasan-bksda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2021 08:36:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#simpai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84714</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Jajaran BKSDA Sumatera Barat bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar berhasil mengungkap pelaku penganiayaan satwa dilindungi jenis Simpai atau Surili (prebytis melalophos) yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bersama-ditreskrimsus-polda-sumbar-ungkap-pelaku-aniaya-simpai-ini-penjelasan-bksda/">Bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Pelaku Aniaya Simpai, Ini Penjelasan BKSDA</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Jajaran BKSDA Sumatera Barat bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar berhasil mengungkap pelaku penganiayaan satwa dilindungi jenis Simpai atau Surili (prebytis melalophos) yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan fakta di lapangan, lokasi kejadian berada di Jorong Aia Mudiak, Nagari Tambangan Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar,&#8221; ungkap Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra, Minggu (4/4).</p>
<p>Dia menjelaskan, video direkam pada tanggal 14 januari 2021. Dan pelaku dalam video berinisial A (17), yang melakukan perekaman, MR (15) yang memegang Simpai, HF (32), yang memegang karung, TPT (16), menggunakan batik biru dalam posisi berdiri, JM (45), berkaos hitam dalam posisi berdiri. Dan sementara pelaku penyebar video RM (18).</p>
<p>Ia melanjutkan berdasarkan hasil pemeriksaan terpisah para pelaku, kejadian pada saat para pelaku akan mandi di sungai.</p>
<p>Melihat Simpai terjatuh dan terluka, bermaksud menyelamatkannya, maka satwa mereka tangkap.</p>
<p>Namun satwa bereaksi, melihat hal itu spontan para pelaku tertawa.</p>
<p>&#8220;Satwa itu mereka tangkap dan bawa dengan karung ke rumah berjarak 30 meter dan mereka obati. Dan selanjutnya lepas pada hari itu juga,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi pelaku. Rekonstruksi ulang oleh pelaku dengan saksi perangkat nagari, jorong dan warga.</p>
<p>&#8220;Memeriksa para pelaku video dan penyebar. Kami juga telah melakukan pembinaan dengan surat pernyataan di Polres Padang Panjang. Serta Pembuatan video klarifikasi di kantor wali nagari,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bersama-ditreskrimsus-polda-sumbar-ungkap-pelaku-aniaya-simpai-ini-penjelasan-bksda/">Bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Pelaku Aniaya Simpai, Ini Penjelasan BKSDA</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelaku Penyiksaan Simpai Ternyata di Tambangan Tanah Datar</title>
		<link>https://prokabar.com/pelaku-penyiksaan-simpai-terungkap-ternyata-di-tambangan-tanah-datar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2021 07:44:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#laf]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#simpai]]></category>
		<category><![CDATA[#surili]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84710</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Aparat kepolisian dan BKSDA berhasil menangkap pelaku penganiayaan Simpai dalam video viral beberapa hari terakhir. Pelaku merupakan anak Nagari Tambangan,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pelaku-penyiksaan-simpai-terungkap-ternyata-di-tambangan-tanah-datar/">Pelaku Penyiksaan Simpai Ternyata di Tambangan Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<p dir="ltr"><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Aparat kepolisian dan BKSDA berhasil menangkap pelaku penganiayaan Simpai dalam video viral beberapa hari terakhir.</p>
<p dir="ltr">Pelaku merupakan anak Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto, Tanah Datar.</p>
<p dir="ltr">Petugas kepolisian berhasil mengamankan lima orang pelaku dan sudah meminta maaf.</p>
<p dir="ltr">Penganiayaan tersebut menurut pelaku terjadi pada Januari 2021.</p>
<p dir="ltr"><strong>Berita Terkait:</strong></p>
<ul>
<li dir="ltr"><a href="https://prokabar.com/diduga-terjadi-di-lintau-tiga-pemuda-siksa-hewan-dilindungi-simpai-sumatera/"><strong>Tiga Pemuda Siksa Simpai Sumatera</strong></a></li>
<li dir="ltr"><a href="https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/"><strong>Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</strong></a></li>
<li dir="ltr"><a href="https://prokabar.com/pelaku-penyiksaan-simpai-terungkap-ternyata-di-tambangan-tanah-datar/"><strong>Pelaku Penyiksaan Simpai Terungkap, Ternyata di Tambangan Tanah Datar</strong></a></li>
<li dir="ltr"><strong><a href="https://prokabar.com/bersama-ditreskrimsus-polda-sumbar-ungkap-pelaku-aniaya-simpai-ini-penjelasan-bksda/">Bersama Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Pelaku Aniaya Simpai, Ini Penjelasan BKSDA</a></strong></li>
</ul>
<p dir="ltr">&#8220;Kami mengakui salah dan kami meminta maaf atas tindakan yang mengakibatkan video tersebut viral dan membuat kegaduhan,&#8221; kata salah seorang pelaku yang kini beredar di media sosial.</p>
<p dir="ltr">Selain meminta maaf, polisi dan petugas BKSDA juga mendatangi lokasi di pinggir sungai,tempat pelaku menganiaya simpai.</p>
<figure id="attachment_84556" aria-describedby="caption-attachment-84556" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210402_113607.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-84556" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210402_113607.jpg" alt="" width="640" height="359" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210402_113607.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210402_113607-300x168.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a><figcaption id="caption-attachment-84556" class="wp-caption-text">Penyiksaan seekor simpai atau Surili Sumatera (Presbytis melalophos)</figcaption></figure>
<p dir="ltr"><b>VIDEO PENYIKSAAN</b></p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Sebelumnya media sosial geger dengan video penyiksaan seekor Simpai atau Surili.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Sebanyak tiga pemuda menyiksa Surili dan merekam penyiksaan itu dalam sebuah video untuk media sosial.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Video berdurasi 26 detik tersebut, memperlihatkan mereka menyiksa Surili di pinggir sungai.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Mereka tertawa kegirangan saat menyiksa Surli tersebut.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Tampak seorang laki-laki tanpa memakai baju dan celana jeans pendek menarik ekor Surili.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://milenialisme.com/lifestyle/kenali-manfaat-kulit-ayam-untuk-kesehatan-dan-diet/"><strong>Kenali Manfaat Kulit Ayam untuk Kesehatan dan Diet</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/bola-2/prediksi-tiga-calon-pelatih-semen-padang-fc/"><strong>Prediksi Tiga Calon Pelatih Semen Padang FC</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/pelantikan-wali-kota-padang-menanti-arahan-gubernur/"><strong>Pelantikan Wali Kota Padang Menanti Arahan Gubernur</strong></a></li>
</ul>
<p dir="ltr">Primata itu terlihat tersungkur di tanah dan terkesan kesakitan.</p>
<p dir="ltr">Ketiga pria tersebut malah tertawa saat Surlili menjerit.</p>
<p dir="ltr">Laki-laki yang memegang ekor primata langka tersebut tercebur ke sungai saat hewan itu menggelinjang.</p>
<p dir="ltr">Temannya yang membawa karung dan memakai kaos hitam mencoba menangkap primata itu lagi di sungai.</p>
<p dir="ltr">Sementara yang lainnya hanya menertawakan penyiksaan Surlili.</p>
<p dir="ltr">Sedangkan satu lagi teman memakai baju kaos hijau tua hanya menertawakan penyiksaan hewan. <strong>(laf)</strong></p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pelaku-penyiksaan-simpai-terungkap-ternyata-di-tambangan-tanah-datar/">Pelaku Penyiksaan Simpai Ternyata di Tambangan Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</title>
		<link>https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2021 08:45:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ota Lapau]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#lintau]]></category>
		<category><![CDATA[#simpai]]></category>
		<category><![CDATA[#surili]]></category>
		<category><![CDATA[Ade Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Primata]]></category>
		<category><![CDATA[Primata Sumtra]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84572</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROKABAR.COM, PADANG-  Simpai, kera berekor panjang. Di rimba lincah melompat. Simpai tak jahat, namun kalau berombongan hiruk rimba oleh bunyinya. Kenapa pula ada yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/">Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROKABAR.COM, PADANG-</strong>  Simpai, kera berekor panjang. Di rimba lincah melompat.</p>
<p>Simpai tak jahat, namun kalau berombongan hiruk rimba oleh bunyinya.</p>
<p>Kenapa pula ada yang menyiksa Simpai nan lincah ini.</p>
<p>Primata langka itu bertungkai dan berlengan panjang. Bulunya halus warna kuning. Pelompat indah adalah primata Sumatera.</p>
<p>Lincah, suka berayun-ayun pada dahan kayu besar.</p>
<p><strong>Berita Terkait</strong></p>
<p><a href="https://prokabar.com/diduga-terjadi-di-lintau-tiga-pemuda-siksa-hewan-dilindungi-simpai-sumatera/"><strong>Diduga Terjadi di Lintau, Tiga Pemuda Siksa Hewan Dilindungi Simpai Sumatera</strong></a></p>
<p>Biasanya kera berekor panjang itu turun ke tanah untuk minum di tepi sungai atau batang air.</p>
<p>Pada anak-anak sungai dalam rimba.</p>
<p>Di rimba, parak, ladang-ladang simpai hidup bersama siamang, beruk, cigak atau kera.</p>
<p>Makhluk lompat-melompat di pepohonan ini, terlincah dari kawan-kawannya.</p>
<p>Ekor simpai yang panjang, terlihat lucu. Binatang lucu itulah yang dilindungi, karena telah langka.</p>
<p>Beberapa anak bujang menyiksa hewan primata itu pula. Kabarnya di Lintau.</p>
<h3>Video Penyiksaan Simpai</h3>
<p>Sebelumnya media sosial geger dengan video penyiksaan seekor Simpai atau Surili.</p>
<p>Sebanyak tiga pemuda menyiksa Surili dan merekam penyiksaan itu dalam sebuah video untuk media sosial.</p>
<p>Video berdurasi 26 detik tersebut, memperlihatkan mereka menyiksa Surili di pinggir sungai.</p>
<p>Mereka tertawa kegirangan saat menyiksa Surli tersebut.</p>
<div align="left">
<p dir="ltr">Tampak seorang laki-laki tanpa memakai baju dan celana jeans pendek menarik ekor Surili.</p>
<p dir="ltr">Primata itu terlihat tersungkur di tanah dan terkesan kesakitan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li dir="ltr"><a href="https://milenialisme.com/lifestyle/robot-tercanggih-di-dunia-indonesia-masuk-daftar/"><strong>Robot Tercanggih di Dunia, Indonesia Masuk Daftar</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/pertanian-selamatkan-ekonomi-sumbar-selama-pandemi/"><strong>Pertanian Selamatkan Ekonomi Sumbar Selama Pandemi</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/ekonom-uin-ib-angkat-suara-soal-janji-politik-mahyeldi/"><strong>Ekonom UIN IB Angkat Suara soal Janji Politik Mahyeldi</strong></a></li>
</ul>
<p dir="ltr">Ketiga pria tersebut malah tertawa saat Surlili menjerit.</p>
<p dir="ltr">Laki-laki yang memegang ekor primata langka tersebut tercebur ke sungai saat hewan itu menggelinjang.</p>
<p dir="ltr">Temannya yang membawa karung dan memakai kaos hitam mencoba menangkap primata itu lagi di sungai.</p>
<p dir="ltr">Sementara yang lainnya hanya menertawakan penyiksaan Surlili.</p>
<p dir="ltr">Sedangkan satu lagi teman memakai baju kaos hijau tua hanya menertawakan penyiksaan hewan.</p>
<p dir="ltr">Kepala BKSDA Resor Agam Ade Putra memastikan kejadian tersebut di Lintau.</p>
<p dir="ltr">Pihak BKSDA masih menelusuri kejadian hingga sekarang, Kamis (1/4/2021).   (nrs)</p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/">Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diduga Terjadi di Lintau, Tiga Pemuda Siksa Hewan Dilindungi Simpai Sumatera</title>
		<link>https://prokabar.com/diduga-terjadi-di-lintau-tiga-pemuda-siksa-hewan-dilindungi-simpai-sumatera/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2021 04:42:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#simpai]]></category>
		<category><![CDATA[#surili]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84555</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar – Jagad media sosial geger dengan munculnya video penyiksaan seekor Simpai atau Surili Sumatera (Presbytis melalophos). Tiga pemuda melakukan penyiksaan yang mereka rekam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/diduga-terjadi-di-lintau-tiga-pemuda-siksa-hewan-dilindungi-simpai-sumatera/">Diduga Terjadi di Lintau, Tiga Pemuda Siksa Hewan Dilindungi Simpai Sumatera</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="left">
<p dir="ltr"><b>Padang, Prokabar </b>– Jagad media sosial geger dengan munculnya video penyiksaan seekor Simpai atau Surili Sumatera (Presbytis melalophos).</p>
<p dir="ltr">Tiga pemuda melakukan penyiksaan yang mereka rekam dan unggah di media sosial.</p>
<p dir="ltr">Dalam video 26 detik itu terlihat mereka berada di pinggir sungai, tertawa kegirangan saat menyiksa simpai tersebut.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Tampak seorang laki-laki tanpa memakai baju dan celana jeans pendek menarik ekor surili.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li dir="ltr"><a href="https://prokabar.com/data-sementara-32-bangunan-rusak-akibat-cuaca-ekstrim-di-tanah-datar/"><strong>Data sementara, 32 Bangunan Rusak Akibat Cuaca Ekstrim di Tanah Datar</strong></a></li>
<li dir="ltr"><a href="https://prokabar.com/dukung-program-vaksinasi-semen-padang-berikan-kaos-untuk-warga-pasar/"><strong>Dukung Program Vaksinasi, Semen Padang Berikan Kaos untuk Warga Pasar</strong></a></li>
<li dir="ltr"><a href="https://prokabar.com/indosiar-siapkan-tontontan-penuh-tuntunan-di-ramadan-penuh-berkah/"><strong>Indosiar Siapkan Tontontan Penuh Tuntunan di ‘Ramadan Penuh Berkah’</strong></a></li>
</ul>
<p dir="ltr">Binatang itu terlihat tersungkur di tanah berteriak kesakitan. Ketiga pria itu malah tertawa ketika simpai menjerit.</p>
<p dir="ltr">Laki-laki tersebut menarik ekor Surili tersebut.</p>
<p dir="ltr">Surili tersebut melompat ke arah orang itu dan membuatnya tercebur ke sungai, sehingga hewan itu lepas.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Lalu seorang laki-laki membawa karung dengan memakai baju kaos hitam dan celana jeans biru muda mau menangkap hewan itu di sungai.</p>
<p dir="ltr">Sedangkan satu lagi teman memakai baju kaos hijau tua hanya menertawakan penyiksaan hewan.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Sementara itu, BSDA Resor Agam sedang menelusuri video tersebut.</p>
<p dir="ltr">“Menurut penelusuran kita itu terjadi di Lintau, Kabupaten Tanah Datar, kita masih telusuri sekarang,” kata Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra, Kamis (1/4/2021).</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li dir="ltr"><a href="https://milenialisme.com/berita/pertanian-selamatkan-ekonomi-sumbar-selama-pandemi/"><strong>Pertanian Selamatkan Ekonomi Sumbar Selama Pandemi</strong></a></li>
<li dir="ltr"><a href="https://milenialisme.com/berita/ekonom-uin-ib-angkat-suara-soal-janji-politik-mahyeldi/"><strong>Ekonom UIN IB Angkat Suara soal Janji Politik Mahyeldi</strong></a></li>
<li dir="ltr"><a href="https://milenialisme.com/berita/inspiratif-tugu-unik-dibangun-untuk-pengusaha-fotokopi/"><strong>Inspiratif, Tugu Unik Dibangun untuk Pengusaha Fotokopi</strong></a></li>
</ul>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">Ade Saputra mengatakan, simpai atau Surili Sumatera (Presbytis melalophos) adalah salah satu satwa endemik pulau Sumatera.</p>
<h3 dir="ltr">Sebaran Simpai</h3>
<p dir="ltr">Sebaran Simpai atau Surili Sumatera ini terbatas di pulau Sumatera.</p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr">The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora CITES juga memasukkannya dalam daftar appendix II.</p>
<p dir="ltr">Sedang di Indonesia, simpai termasuk hewan yang dilindungi berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.</p>
<p dir="ltr">Sesuai pasal 21 ayat 2 UURI nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAHE, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup, mati atau pun bagian-bagian tubuhnya serta hasil olahannya.</p>
<p dir="ltr">Sanksinya adalah pidana penjara paling lama lima tahun dan denda Rp100 juta. <strong>(*)</strong></p>
</div>
<div align="left">
<p dir="ltr"><em>Source : topsatu.com</em></p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/diduga-terjadi-di-lintau-tiga-pemuda-siksa-hewan-dilindungi-simpai-sumatera/">Diduga Terjadi di Lintau, Tiga Pemuda Siksa Hewan Dilindungi Simpai Sumatera</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Gabungan Tangkap Pelaku Perdagangan Satwa Kukang Di Agam</title>
		<link>https://prokabar.com/tim-gabungan-tangkap-pelaku-perdagangan-satwa-kukang-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2021 00:22:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84130</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Bersama Satreskrim Polres Agam menangkap pelaku perdagangan satwa dilindungi di Pasar...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tim-gabungan-tangkap-pelaku-perdagangan-satwa-kukang-di-agam/">Tim Gabungan Tangkap Pelaku Perdagangan Satwa Kukang Di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Bersama Satreskrim Polres Agam menangkap pelaku perdagangan satwa dilindungi di Pasar Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Rabu (24/3)</p>
<p>Pelaku berinisial HJ (45) warga Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, ditangkap petugas sekirar pukul 15.30 WIB. Diamankan ketika membawa dan akan memperniagakan satwa langka dan dilindungi jenis Kukang (Nycticebus coucang) sebanyak dua ekor.</p>
<p>&#8220;Awalnya satwa yang terancam punah itu dibawa dari Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman menuju ke Kabupaten Agam untuk dijual kepada pembelinya. Namun tindakan itu berhasil digagalkan oleh tim gabungan yang mendapatkan informasi dari masyarakat,&#8221; ungkap Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra bersama jajaran Satreskrim Polres Agam, Jumat pagi (26/3).</p>
<p>Prilaku kriminal HJ sendiri sudah dipantau sejak tahun 2020 lalu. Karena telah dicurigai terlibat dalam perdagangan satwa dilindungi antar provinsi dengan modus menggunakan angkutan sewa travel yang digunakannya.</p>
<p>&#8220;Bersama pelaku turut diamankan dua ekor Kukang yang disimpan dalam dua buah kotak kecil bekas bola lampu sepeda motor dan perangkat handphone yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan kondisi satwa kukang sendiri ketika dilakukan penangkapan sangat memprihatinkan, pelaku menempatkan dan meletakannya di dalam dua buah kotak bekas tempat bola lampu yang kecil dan sempit. Sehingga membuat kukang terlihat stres karena susah untuk bergerak ketika kotak itu dibuka yang disaksikan oleh Perangkat Nagari Bawan dan puluhan warga yang menyaksikan penangkapan tersebut.</p>
<p>&#8220;Pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polres Agam. Dengan sangkaan melanggar pasal 21 ayat 2 huruf a undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Sanksi pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah,&#8221; tutur Ade.</p>
<p>Kukang atau dengan nama latin Nycticebus coucang adalah jenis primata yang dilindungi peraturan perundangan di Indonesia. Sedangkan di Internasional status konservasinya terancam punah (endangered) dan masuk dalam klasifikasi Appendix I yang artinya tidak boleh dimanfaatkan untuk perdagangan.</p>
<p>&#8220;Setelah penyidik berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum, Barang bukti berupa dua ekor kukang saat ini dititip rawatkan ke BKSDA dan akan segera dilepasliarkan kembali ke alam,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tim-gabungan-tangkap-pelaku-perdagangan-satwa-kukang-di-agam/">Tim Gabungan Tangkap Pelaku Perdagangan Satwa Kukang Di Agam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Damkar Padang Evakuasi Ular Piton Sepanjang Tujuh Meter</title>
		<link>https://prokabar.com/petugas-damkar-evakuasi-ular-piton-sepanjang-7-meter-dari-kamar-mandi-warga-aur-duri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2021 17:44:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#Damkar]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#ularpiton]]></category>
		<category><![CDATA[Dedi Henidal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=83466</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar – Petugas Pemadam Kebakaran Padang evakuasi ular piton sepanjang tujuh meter dari kamar mandi warga Batu Loyo, Aur Duri. Petugas Damkar menurunkan satu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/petugas-damkar-evakuasi-ular-piton-sepanjang-7-meter-dari-kamar-mandi-warga-aur-duri/">Damkar Padang Evakuasi Ular Piton Sepanjang Tujuh Meter</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> – Petugas Pemadam Kebakaran Padang evakuasi ular piton sepanjang tujuh meter dari kamar mandi warga Batu Loyo, Aur Duri.</p>
<p>Petugas Damkar menurunkan satu regu untuk mengevakuasi ular piton yang terlihat agresif tersebut.</p>
<p>Kadis Damkar Dedi Henidal menerangkan sekitar satu jam ular itu berada di kamar mandi warga.</p>
<p>Petugas pun mengevakuasi agar nantinya tidak berdampak buruk bagi warga sekitar.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://prokabar.com/kapolda-sumbar-pastikan-penerimaan-polri-bersih-dan-transparan/"><strong>Kapolda Sumbar Pastikan Penerimaan Polri Bersih dan Transparan</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/daerah-pertama-di-sumbar-plt-wako-padang-sampaikan-lkpj-tahun-2020/"><strong>Daerah Pertama di Sumbar, Plt Wako Padang Sampaikan LKPJ Tahun 2020</strong></a></li>
<li><a href="https://prokabar.com/meski-pandemi-pendapatan-daerah-tahun-2020-terealisasi-9092-persen/"><strong>Meski Pandemi, Pendapatan Daerah Tahun 2020 Terealisasi 90,92 Persen</strong></a></li>
</ul>
<p>“Ularnya cukup agresif. Jadi, personil harus berhati-hati dalam penyelamatan hewan melata tersebut,” katanya di kantor Damkar, Senin (15/3).</p>
<p>Beberapa hari ke belakang, petugas juga telah mengevakuasi ular piton di sekitar pemukiman warga.</p>
<p>Hal tersebut berkemungkinan akibat perubahan cuaca saat ini yang mengakibatkan ular keluar sarangnya untuk mencari makan dan habitat baru.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/hoax-menjamur-media-komunitas-solusi-untuk-pembaca/"><strong>Hoax Menjamur, Media Komunitas Solusi untuk Pembaca</strong></a></li>
<li><strong><a href="https://milenialisme.com/berita/hindari-berita-hoax-dengan-menjadi-produsen-informasi/">Hindari Berita Hoax dengan Menjadi Produsen Informasi</a></strong></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/literasi-media-penting-bagi-170-juta-pengguna-internet/"><strong>Literasi Media Penting bagi 170 Juta Pengguna Internet</strong></a></li>
</ul>
<p>Dedi Henidal mengimbau masyarakat, apabila menemukan hewan reptil seperti ular, biawak, dan hewan melata lainnya, bisa menghubungi Damkar.</p>
<p>“Kami juga mengajak masyarakat jika menemukan hewan tersebut bisa menghubungi petugas terkait agar langsung menyelamatkan, sehingga tidak meresahkan warga,” terangnya.</p>
<p>Nantinya ular tersebut akan diserahkan kepada pihak BKSDA untuk dilepasliarkan ke habitatnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/petugas-damkar-evakuasi-ular-piton-sepanjang-7-meter-dari-kamar-mandi-warga-aur-duri/">Damkar Padang Evakuasi Ular Piton Sepanjang Tujuh Meter</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BKSDA Pasang Perangkap Beruang di Kawasan Kelok 44</title>
		<link>https://prokabar.com/bksda-pasang-perangkap-beruang-di-kawasan-kelok-44/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2021 23:06:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdaagam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=81795</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar &#8211; Kemunculan satwa langka dan dilindungi Beruang Madu kembali terjadi area perkebunan warga di kawasan Kelok 44, pada minggu (14/2). Untuk antisipasi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-pasang-perangkap-beruang-di-kawasan-kelok-44/">BKSDA Pasang Perangkap Beruang di Kawasan Kelok 44</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar &#8211;</strong> Kemunculan satwa langka dan dilindungi Beruang Madu kembali terjadi area perkebunan warga di kawasan Kelok 44, pada minggu (14/2). Untuk antisipasi terjadinya konflik, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Resor Agam pasang perangkap atau box trap sebanyak dua unit di Jorong Padang Galanggang, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur, Senin (15/02).</p>
<p>Berharap dengan pemasangan perangkap ini dapat mengevakuasi satwa langka dan dilindungi itu. Pemasangan perangkap dilakukan bersama aparat pemerintahan nagari dan warga di sekitar lokasi kemunculan satwa.</p>
<p>&#8220;Menurut catatan kami, kemunculan satwa ini merupakan yang ketujuh kalinya. Yaitu di Kelok 35, kelok 42, kelok 28, di Jorong Sidang Tangah, Ambun Tanai, Nagari Bayur dan di Kelok 43 Jorong Padang Galanggang,&#8221; ungkap Ade Putra, Kepala BKSDA Resor Agam, Senin (15/2).</p>
<p>Berdasarkan hasil identifikasi lapangan dan keterangan beberapa saksi mata, diduga satwa beruang yang muncul berkali-kali tersebut adalah individu yang sama.</p>
<p>&#8220;Hasil analisa tanda-tanda keberadaan, satwa diperkirakan berusia 10 tahun dan mengalami disorientasi atau tersesat dari habitatnya yang berada di kawasan hutan lindung tidak jauh dari lokasi kemunculan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Menurut keterangan Asril (58), warga Jorong Padang Galanggang mengaku bertemu dengan satwa beruang itu di kebunnya. Dan berusaha mengusir satwa tersebut dengan anjing peliharaannya. Beruang itu kemudian lari menuju kawasan hutan di sekitar pemukiman warga setempat.</p>
<p>Selain itu, pada Jumat (12/02) lalu, beruang itu juga ditemukan berada di atas pohon yang berjarak tidak jauh dari taman wisata Ambun Tanai. &#8220;Pemasangan perangkap dengan menggunakan umpan buah nangka dan durian dilakukan bksda mengingat satwa sudah berada berkali-kali dekat dengan pemukiman warga,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Selama perangkap terpasang, BKSDA bersama aparat pemerintahan nagari akan terus melakukan pemantauan.</p>
<p>Sebelumnya, Oktober 2020 lalu, viral video kemunculan satwa di kelok 35 di Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak. Dalam video tersebut terlihat beruang hendak melintas jalan, namun karena terkejut dengan kehadiran manusia, satwa dilindungi itu berlari menuju lokasi persawahan warga dan menuju hutan.</p>
<p>Tim BKSDA yang mendapatkan laporan langsung melakukan klarifikasi kepada warga yang mengunggah video tersebut ke media sosial atas nama Erni Yanti (30).</p>
<p>&#8220;Dari keterangan warga itu, video tersebut diambil salah seorang warga di Kelok 35 di Baroco, Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur, sekitar 15 hari lalu. Dan Beruang Madu itu juga muncul satu pekan lalu di dekat rumahnya,&#8221; tutup Ade. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-pasang-perangkap-beruang-di-kawasan-kelok-44/">BKSDA Pasang Perangkap Beruang di Kawasan Kelok 44</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BKSDA Lakukan Patroli Perlindungan dan Pengamanan Kawasan Konservasi</title>
		<link>https://prokabar.com/bksda-lakukan-patroli-perlindungan-dan-pengamanan-kawasan-konservasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2021 10:16:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=81601</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; Jajaran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam melaksanakan patroli ke Kawasan Cagar Alam Maninjau dan sekitarnya. Giat itu upaya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-lakukan-patroli-perlindungan-dan-pengamanan-kawasan-konservasi/">BKSDA Lakukan Patroli Perlindungan dan Pengamanan Kawasan Konservasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; Jajaran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam melaksanakan patroli ke Kawasan Cagar Alam Maninjau dan sekitarnya. Giat itu upaya rangka pengecekan informasi dan laporan dari masyarakat tentang adanya aktivitas penebangan pohon di nagari Tanjung Sani kecamatan Tanjung Raya, Rabu (10/02).</p>
<p>&#8220;Berdasarkan hasil patroli, ditemukan 4 orang warga sedang mengolah kayu yang sudah ditebang. Terdiri dari jenis Bayur, Surian dan Durian. Selanjutnya hasil pengambilan titik koordinat menunjukan lokasi penebangan pohon berada di luar kawasan hutan Cagar Alam Maninjau,&#8221; ungkap Ade Putra, Kepala Resor BKSDA Agam, Kamis siang (11/2).</p>
<p>Terhadap warga tersebut Tim BKSDA tetap memberi himbauan untuk lebih memperhatikan kondisi topografi penebangan pohon. Terutama pada lokasi kemiringan rawan longsor. Selanjutnya tim berkoordinasi dengan Wali Nagari Tanjung Sani.</p>
<p>&#8220;Kami menghimbau seluruh masyarakat yang berada di perbukitan maupun di pergunungan untuk tetap waspada. Apalagi melakukan penebangan kayu di daerah lereng bukit. Bencana longsor atau banjir bandang akan terjadi, bila tidak dijaga kelestarian alam atau hutan,&#8221; terang Ade.</p>
<p>Sebelumnya, pada hari Rabu (10/02) Resor KSDA Agam mendapatkan informasi dan laporan dari warga setempat tentang adanya aktivitas penebangan pohon di lokasi rawan longsor dan diduga berada dalam kawasan Cagar Alam Maninjau. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bksda-lakukan-patroli-perlindungan-dan-pengamanan-kawasan-konservasi/">BKSDA Lakukan Patroli Perlindungan dan Pengamanan Kawasan Konservasi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 61/244 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/16 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 08:46:56 by W3 Total Cache
-->