<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#biologi Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/biologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/biologi/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Sep 2026 16:19:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#biologi Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/biologi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengubah Limbah Jadi Cuan: Budidaya Maggot BSF Siap Dikembangkan di Padayo</title>
		<link>https://prokabar.com/mengubah-limbah-jadi-cuan-budidaya-maggot-bsf-siap-dikembangkan-di-padayo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 16:19:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#biologi]]></category>
		<category><![CDATA[#budidayamanggot]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=136479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar Kawasan Padayo, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, dipersiapkan sebagai salah satu sentra budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Persiapan itu dimulai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengubah-limbah-jadi-cuan-budidaya-maggot-bsf-siap-dikembangkan-di-padayo/">Mengubah Limbah Jadi Cuan: Budidaya Maggot BSF Siap Dikembangkan di Padayo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> Kawasan Padayo, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, dipersiapkan sebagai salah satu sentra budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Persiapan itu dimulai melalui sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik pada Selasa (15/9/2026).</p>
<p>Program ini dihadirkan sebagai solusi ganda untuk mengatasi persoalan sampah yang belum terkelola optimal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Padayo yang mayoritas berprofesi sebagai petani, peternak, dan pembudidaya ikan melalui efisiensi pakan ternak serta produksi pupuk organik secara mandiri.</p>
<p>Dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas Dr. Resti Rahayu menjelaskan bahwa maggot BSF memiliki banyak kelebihan dan dapat menghasilkan beragam produk turunan dengan nilai ekonomi tinggi.</p>
<p>“Selain larva segar, telur maggot juga memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Telur maggot dapat dijual dengan harga sekitar Rp5.000 per gram. Jika dikalkulasikan dalam jumlah satu kilogram, nilainya dapat mencapai sekitar Rp5 juta. Ini menunjukkan bahwa budidaya maggot juga memiliki peluang ekonomi,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri Lurah Indarung Suharman Mizani, Ketua Asosiasi Maggot Kota Padang (Agodang) Andi Ilham, sejumlah anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dan tokoh masyarakat.</p>
<p>Mengenai pemanfaatan residunya, Resti menerangkan peran penting kasgot, yaitu kompos organik yang dihasilkan dari proses pencernaan sampah organik oleh larva maggot BSF, bagi sektor pertanian.</p>
<p>“Selain membantu menekan biaya pertanian, pemanfaatan pupuk organik juga mendukung pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan,” kata Resti.</p>
<p>Resti berharap ke depan Padayo dapat memiliki rumah maggot yang terintegrasi dengan usaha budidaya ikan dan ternak itik. Menurutnya, integrasi tersebut akan menciptakan ekosistem usaha yang saling mendukung karena maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan, sementara kasgot digunakan untuk menyuburkan tanaman.</p>
<p>“Apabila program dapat berjalan dengan baik, rumah maggot tersebut dapat dikembangkan untuk menghasilkan lebih banyak produk turunan,” ujarnya.</p>
<p>Ketua Asosiasi Maggot Kota Padang (Agodang) Andi Ilham menyampaikan pengalaman nyata penggunaan kasgot pada lahan pertanian padi di kawasan Ngalau, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan.</p>
<p>“Produksi padi meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan ketika hanya menggunakan pupuk kimia. Artinya, kasgot tidak hanya menjadi residu dari budidaya maggot, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi kegiatan pertanian masyarakat. Jika program serupa dikembangkan di Padayo, anggota KWT dan petani dapat menghasilkan pupuk organik secara mandiri,” ujarnya.</p>
<p>Andi menambahkan, Agodang mendapat target dari Pemerintah Kota Padang untuk membantu menampung dan mengolah sekitar 10 persen sampah basah yang selama ini masuk ke tempat pemrosesan akhir di Kota Padang. Untuk mendukung pencapaian tersebut, Agodang telah bekerja sama dengan sejumlah hotel, restoran, dan rumah sakit di Kota Padang.</p>
<p>“Sampah basah dari berbagai tempat tersebut dikumpulkan setelah dipilah, kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pakan dalam proses budidaya maggot,” katanya.</p>
<p>Tokoh masyarakat Padayo, Majik, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini memberi pemahaman baru bagi warga yang sebelumnya belum mengenal budidaya BSF.</p>
<p>“Setelah mendapat penjelasan dari pemateri, kami menjadi tahu bahwa maggot memiliki banyak manfaat dan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Kami pun menilai budidaya maggot sangat potensial diterapkan di Padayo karena mata pencarian masyarakat didominasi oleh petani, peternak, dan pembudidaya ikan,” katanya.</p>
<p>Majik pun berharap pengembangan program ini dapat segera terealisasi di lingkungannya.</p>
<p>“Kami berharap budidaya maggot dapat segera dikembangkan di Padayo. Dengan begitu, peternak dan pembudidaya ikan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pakan komersial yang harganya mahal. Di samping itu, masyarakat juga dapat memperoleh pupuk organik sekaligus membantu mengurangi sampah di lingkungan,” pungkas Majik.</p>
<p>Sementara itu, Lurah Indarung Suharman Mizani mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut bagi warganya.</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi PT Semen Padang yang telah memfasilitasi sosialisasi maggot kepada masyarakat Padayo. Apalagi, kegiatan sosialisasi tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Padayo,” katanya.</p>
<p>Lurah yang akrab disapa Zani itu mengajak warga untuk memanfaatkan peluang ini secara maksimal.</p>
<p>“Potensi maggot ini sangat besar. Apalagi Padayo merupakan kawasan pertanian dan peternakan. Maggot dapat menjadi pakan ternak, sedangkan kasgotnya dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Dengan demikian, budidaya maggot ini juga akan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara pengelolaan sampah dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Dukungan dan Fasilitasi PT Semen Padang</p>
<p>Kepala Unit CSR PT Semen Padang Hernes menjelaskan bahwa perusahaan berencana membangun sentra budidaya maggot di Padayo sebagai tempat produksi dan sarana edukasi.</p>
<p>“Pembangunan sentra budidaya itu diarahkan untuk menciptakan rantai ekonomi sirkular di tengah masyarakat. Sampah organik yang sebelumnya menjadi persoalan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan maggot. Selanjutnya, maggot dapat digunakan sebagai pakan ternak dan ikan, sedangkan kasgot atau residunya dimanfaatkan menjadi pupuk organik untuk tanaman,” ujarnya.</p>
<p>Hernes menyebutkan bahwa potensi ini sangat selaras dengan kondisi sosial masyarakat lokal.</p>
<p>“Di Padayo, masyarakat pada umumnya bekerja sebagai peternak dan peladang. Karena itu, sosialisasi ini kami lakukan agar masyarakat memahami manfaat maggot serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan dari program tersebut,” ujar Hernes.</p>
<p>Ia menambahkan pentingnya pemahaman warga demi keberlanjutan program serta menyampaikan apresiasi kepada narasumber.</p>
<p>“Pemahaman masyarakat merupakan modal penting agar program budidaya maggot ini dapat berjalan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” katanya. “Kami berterima kasih kepada Ibu Resti Rahayu yang telah hadir memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Selama ini, beliau juga menjadi pendamping kami dalam pengembangan program maggot ini,” tutur Hernes.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengungkapkan bahwa pengembangan budidaya BSF merupakan bagian dari upaya PT Semen Padang untuk berkontribusi terhadap kebutuhan masyarakat melalui pendekatan yang partisipatif, terukur, dan berkelanjutan.</p>
<p>“Program ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi dalam upaya bersama menjawab kebutuhan masyarakat, dengan tetap mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan,” katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, persoalan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, PT Semen Padang mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media agar program yang dijalankan memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengubah-limbah-jadi-cuan-budidaya-maggot-bsf-siap-dikembangkan-di-padayo/">Mengubah Limbah Jadi Cuan: Budidaya Maggot BSF Siap Dikembangkan di Padayo</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengabdian Terpadu Biologi FMIPA UNAND dan SITH ITB di Siberut Selatan</title>
		<link>https://prokabar.com/pengabdian-terpadu-biologi-fmipa-unand-dan-sith-itb-di-siberut-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2021 04:51:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#biologi]]></category>
		<category><![CDATA[#fmipa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=96228</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Eksotika alam dan sosial budaya masyarakat di gugusan Kepulauan Mentawai adalah kilauan permata nusantara yang potensial untuk dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pengabdian-terpadu-biologi-fmipa-unand-dan-sith-itb-di-siberut-selatan/">Pengabdian Terpadu Biologi FMIPA UNAND dan SITH ITB di Siberut Selatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Eksotika alam dan sosial budaya masyarakat di gugusan Kepulauan Mentawai adalah kilauan permata nusantara yang potensial untuk dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya inisiasi untuk pengembangan secara berkelanjutan dari kekayaan Indonesia tersebut, maka Jurusan Biologi FMIPA UNAND dan Sekolah Tinggi Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB) bersinergi secara terpadu untuk melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat selama sepekan yang terpusat di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.</p>
<p>Kegiatan kolaboratif dimulai sejak sejak 9-16 Oktober 2021 mengangkat 14 topik pengabdian meliputi aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pelatihan pengolahan produk-produk pangan lokal berbasis sagu dan ikan, edukasi kesehatan dan sanitasi lingkungan, dan pengenalan keanekaragaman hayati dan konservasinya kepada pemuda dan pelajar di Siberut Selatan.</p>
<p>Program-program yang dilakukan mendapat dukungan dana dari hibah pengabdian masyarakat LPPM UNAND, LPPM ITB, dan FMIPA UNAND. Selain itu, Balai Taman Nasional Siberut juga memberikan dukungan berupa penyediaan akomodasi, transportasi lokal dan pemandu lapangan. PEMDA Kabupaten Kepulauan Mentawai juga memberikan kemudahan akses dan perizinan.</p>
<p>Kegiatan pemberdayaan masyarakat desa dipusatkan di Balai Desa Meileppet yang diikuti oleh anggota PKK dan para pemuda dari berbagai desa di Kecamatan Siberut Selatan. Para peserta dilatih secara langsung untuk mengolah aneka produk makanan komersil berbahan dasar sagu, pembuatan kecap ikan, dan pemrosesan ikan budu yang bernilai ekonomi tinggi.</p>
<p>Selain itu, para peserta juga diberi edukasi kesehatan perihal resiko dan pencegahan penyakit menular dan degeneratif, dan penanganan sampah organik menjadi produk yang bernilai guna. Selanjutnya, masyarakat juga diberi pelatihan tentang teknik budidaya tanaman anggrek lokal serta strategi komersialisasinya di pasaran.</p>
<p>Adapun pengabdian yang menyasar para pelajar sebagai representasi generasi muda Mentawai dipusatkan di SMP I dan SMA I Siberut Selatan.</p>
<p>Dalam kegiatan yang berkonsep edukasi untuk memotivasi tersebut, para pelajar dibekali pengetahuan melalui diskusi interaktif, demonstrasi dan praktek langsung tentang pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk bermanfaat, proses pembuatan ekoenzim dari sampah organik rumah tangga serta demo sains tentang fenomena-fenomena fisika dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Selanjutnya, para peserta juga diberi pelatihan tentang pengenalan keanekaragaman hayati Mentawai dan strategi konservasi dan pemanfaatannya secara berkelanjutan. Khusus untuk topik ini, para peserta diberi pencerahan tentang dokumentasi keragaman hayati, pembuatan souvernir dari tumbuh-tumbuhan, dan pengenalan spesies-spesies endemik yang menjadi maskot andalan Kepulauan Mentawai.</p>
<p>Tim pelaksana pengabdian sebanyak 39 orang yang terdiri atas dosen, mahasiswa S1, S2, dan S3 serta alumni dari FMIPA UNAND dan SITH ITB. Ketua pelaksana kegiatan adalah Dr. Putra Santoso (UNAND) dengan koordinator masing-masing program pengabdian adalah Prof. Dr. Tati Suryati Syamsudin, DHEA (ITB), Dr. Mairawita (UNAND), Aditya Dimas Pramudya, M.Si. (ITB), Dr. Nurmiati (UNAND), Dr. Tesri Maideliza, M.Sc. (UNAND), Dr. Anriansyah (ITB), Dr. Nurainas (UNAND), Dr. Aadrean (UNAND), Dr. Henny Herwina, M.Sc. (UNAND), dan Dr. Imam Taufiq (UNAND).</p>
<p>Penyelenggaraan kegiatan mendapatkan pengarahan langsung dari Dr. Wilson Novarino selaku ketua jurusan Biologi FMIPA UNAND yang turut serta bersama rombongan ke Siberut Selatan.</p>
<p>Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian yang telah diselenggarakan mendapatkan sambutan sangat antusias dari warga desa dan para pemuda, pihak sekolah serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.</p>
<p>Camat Siberut Selatan menyampaikan apresiasi sekaligus harapan terbesarnya akan keberlanjutan dari program-program pengabdian yang telah disampaikan.</p>
<p>Kepala Desa Maileppet bahkan menawarkan sinergitas antara program pemerintahan desanya dengan implementasi program pengabdian berkelanjutan yang akan digarap secara kolaboratif oleh UNAND dan ITB kedepan.</p>
<p>Untuk itu, Kepala Desa Meileppet dan Ketua Jurusan Biologi FMIPA UNAND telah melakukan pembicaraan khusus guna mendetailkan rencana dalam jangka panjang. (<strong>***</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pengabdian-terpadu-biologi-fmipa-unand-dan-sith-itb-di-siberut-selatan/">Pengabdian Terpadu Biologi FMIPA UNAND dan SITH ITB di Siberut Selatan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswi IAIN Batusangkar Lulus Seleksi ISC-TBSD 2021</title>
		<link>https://prokabar.com/mahasiswi-iain-batusangkar-lulus-seleksi-isc-tbsd-2021/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2021 00:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Batusangkar]]></category>
		<category><![CDATA[#biologi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#IAIN]]></category>
		<category><![CDATA[ISC-TBSD 2021]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=91439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batusangkar, Prokabar — Mahasiswi Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, Nadia Agustina, lulus seleksi Internasional...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswi-iain-batusangkar-lulus-seleksi-isc-tbsd-2021/">Mahasiswi IAIN Batusangkar Lulus Seleksi ISC-TBSD 2021</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>Batusangkar, Prokabar —</strong> Mahasiswi Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, Nadia Agustina, lulus seleksi Internasional Summer Course on Tropical Biodiversity and Sustainable Development (ISC-TBSD) 2021.</p>
<p class="p1"><span class="s1">Ajang ini diselenggarakan oleh Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) Universitas Gajah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Universiti Tunku Abdul Razak (UTAR) Malaysia, University Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) Malaysia, dan Charles Darwin University Australia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Hasil seleksi diumumkan Ketua KOBI, Budi Setiadi Daryono pada 19 Juli 2021 di Yogyakarta. Ada dua pemenang, full-funded yang dibiayai sepenuhnya oleh Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) dan Half funded (bantuan 50 persen).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Sebanyak 21 mahasiswa masuk katagori peserta ISC-TBSD 2021 dengan pembiayaan penuh (Full Funded). Nadia Agustina menjadi satu-satunya mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di pulau Sumatera yang mendapatkan kesempatan ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">KOBI merupakan organisasi yang berperan aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi Biologi dalam penguasaan keanekaragaman hayati dan pemanfaatan sumber daya alam hayati (bioresources) secara optimal dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat manusia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam proses seleksi, mahasiswa semester VI Tadris Biologi ini mengangkat tema: “Technology and Biodiversity Conservation”. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Nadia meneliti tentang bagaimana teknologi berperan dalam merawat keanekaragaman hayati di Indonesia. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Nadia melakukan penelitiannya di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Saat melakukan observasi lapangan, Nadia menggunakan peraalatan seadanya. Objek hayati yang diteliti juga sebatas yang berada di sekitar tempat tinggalnya. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Karena masa pendemi Covid 19 dan perkulihan berlangsung dengan sistem daring, saya menggunakan alat seadanya dengan dibimbing dosen,” katanya di Batusangkar, Kamis (22/7).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Nadia berharap karyanya bisa bermanfaat bagi orang banyak, terutama mahasiswa Jurusan Biologi. Dia juga berharap capaian ini bisa membanggakan almamaternya. “Untuk menuntaskan penelitian ini, alhamdulillah saya dapat pembiayaan penuh dari KOBI,” terang Nadia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Rektor IAIN Batusangkar Marjoni Imamora, memberikan apresiasi atas prestasi Nadia Agustina dalam bidang biologi. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Alhamdulillah Nadia berhasil mendapatkan pembiayaan penelitian dari Lembaga ternama semacam KOBI dengan jaringan dunia internasional,” katanya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Sirajul Munir mengatakan, prestasi ini menjadi kebanggaan dan bernilai positif bagi IAIN Batusangkar. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Semoga apa yang diraih Nadia Agustina dapat menginspirasi mahasiswa lainnya dan menjadi nilai tambah bagi IAIN Batusangkar,” kata Sirojudin. (*)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mahasiswi-iain-batusangkar-lulus-seleksi-isc-tbsd-2021/">Mahasiswi IAIN Batusangkar Lulus Seleksi ISC-TBSD 2021</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 32/88 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.013 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 18:59:08 by W3 Total Cache
-->