<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#best XI Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/best-xi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/best-xi/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 May 2020 14:38:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#best XI Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/best-xi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Best XI Ranah Minang Sepanjang Masa</title>
		<link>https://prokabar.com/best-xi-ranah-minang-sepanjang-masa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2020 14:38:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#best XI]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<category><![CDATA[#ranah Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=66765</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, prokabar &#8211; Sumatra Barat sejak dulu termasuk salah satu daerah yang menyimpan talenta-talenta hebat sepakbola. Tidak hanya level Sumbar atau regional Sumatra, tapi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/best-xi-ranah-minang-sepanjang-masa/">Best XI Ranah Minang Sepanjang Masa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, prokabar</strong> &#8211; Sumatra Barat sejak dulu termasuk salah satu daerah yang menyimpan talenta-talenta hebat sepakbola. Tidak hanya level Sumbar atau regional Sumatra, tapi namanya mampu menyeruak dan berkibar ke tingkat nasional.</p>
<p>Bahkan untuk regional Sumatra, pesaing talenta Sumbar hanyalah Sumatra Utara dan Aceh. Dua wadah yang selalu memunculkan pesepakbola Sumbar adalah PSP padang dan tentunya Semen Padang FC. Walau sekarang Semen Padang FC cenderung berjalan sendiri.</p>
<p>Namun demikian, sejarah mencatat itulah dua katup sepakbola Sepakbola Sumbar itulah yang banyak menelorkan nama-nama populer dan bersinar di sepakbola nasional. Jika ditelusuri sejak era 1970-an, akan ditemukan pemain-pemain yang layak dimasukan dalam daftar pemain-pemain terbaik putra daerah Sumatra Barat.</p>
<p>Jika disusun menjadi sebuah tim, akan menjadi sebuah komposisi pemain yang komplit dan layak disebut sebagai best XI Ranah Minang sepanjang masa. <em>Bolabeten.com</em> mencoba menyusun formasi terbaiknya, dengan skema 4-4-2, sebagai berikut.</p>
<p><strong>1. Kiper: Teja Paku Alam</strong><br />
Banyak nama yang layak dipertimbangkan untuk posisi kiper. Mulai dari Ahmad Idris, Afriyanto, dan Jandia Eka Putra. Tapi sepertinya Teja Paku Alam lebih pas menghuni sektor kiper. Anak Pesisir Selatan ini sekarang bermain untuk Persib Bandung setelah hengkang dari Semen Padang musim 2019. Selain itu, dia termasuk salah satu kiper terbaik Indonesia saat ini dan sering keluar masuk Timnas Indonesia. Untuk cadangannnya, kiper PSIS Semarang, Jandia Eka Putra loayak menempati.</p>
<p><strong>2. Bak Kanan: Hengki Ardiles</strong><br />
Anak Sumpu yang ditemukan di turnamen Jordus di Sungayang ini, adalah simbol pemain yang sangat profesional. Sosok legenda Semen Padang FC, tak tergantikan dalam tim sampai dia pensiun tahun 2018. Leadership bagus, sososk panutan di dalam dan luar lapangan adalah kelebihannya yang lain.</p>
<p><strong>3. Bek Kiri: Afdhal Yusra</strong><br />
Bintang Semen Padang FC era 1990-an. Beberapa kali dipanggil Timnas, adalah salah satu referensi kelayakan putra Pesisir Selatan ini. Tubuh kecil, tapi gesit dan licin, ditambah skill diatas rata-rata. Terkadang sedikit nakal, mencubit pantat lawan dalam mengakali postur yang kecil saat duel dengan lawan, adalah senjata rahasianya. Bek modern pertama di Semen Padang FC.</p>
<p><strong>4. Center Bek: Nilmaizar</strong><br />
Namanya mulai mencuat saat menjadi satu-satunya putra Minang yang terpilih masuk Proyek Timnas Garuda II 1987. Dari situ dia masuk skuad inti Tim Pra Olimpiade 1991, dengan status tak tergantikan. Selepas dari Timnas pulang kampung memperkuat Semen Padang. Tujuh tahun membela Semen Padang, membuatnya layak menjadi menjadi salah satu legend Ranah Minang.</p>
<p><strong>5. Center bek: Suhatman Imam</strong><br />
Tak hanya legenda hidup PSP Padang atau Sumbar, tapi juga legend Indonesia. Kiprahnya paling dikenang adalah masuk Timnas Pra Olimpaide 1976. Pemain termuda dalam skuad Timnas dan pemain kesayangan pelatih Wiel Coerver. Sempat magang di klub Belanda, Go Ahead Eagle atas rekomendasi Coerver. Tak salah lagi, lelaki asal Koto Anau Solok ini adalah leganda sepakbola Sumbar yang belum tergantikan.</p>
<p><strong>6. Gelandang bertahan: Syafril.M</strong><br />
Pemain asal Batu Hampar, Limapuluh Kota ini adalah sosok gelandang bertahan yang langka. Tak banyak bicara tapi banyak bekerja, berpenampilan dingin di lapangan, itulah tipikal khasnya. Di lapangan juga tak kenal kompromi, sehingga di benar-benar menjadi sosok langka untuk mengisi gelandang bertahan. pernah menjadi kapten tim Semen Padang, membuat Syafril layak diketengahkan sebagai gelandang bertahan di formasi ini.</p>
<p><strong>7. Sayap kanan: Aprius</strong><br />
Mulai mencuat saat memperkuat Semen Padang FC di kompetisi galatama Divisi I tahun 1985. Pria asal Batusangkar ini menjadi top skor, dan sempat dipanggil Timnas Pra Olimpiade 1986. Pemilik nafas kuda ini adalah salah satu pemain sayap terbaik dizamannnya, kelebihannya adalah mampu melepas crossing sepeerti diantarkan ke kepala striker, untuk dijadikan gol. Selain itu, dia juga dimodali naluri gol yang tinggi.</p>
<p><strong>8. Gelandang Menyerang: Syafrianto Rusli</strong><br />
Pria asal Lintau ini adalah sosok gelandang hebat dizamannya. Lama menyandang ban kapten Semen Padang pada era galatama 1980-an, membuatnya menjadi &#8220;kapten abadi&#8221;. Gay permainan yang stylish dan teknik tinggi, membuat pria yang pernah memperkuat timnas pelajar Indonesia ini layak masuk best XI Ranah Minang.</p>
<p><strong>9. Penyerang: Delfi Adri</strong><br />
Ditengah kelangkaan striker lokal, Delfi Adri adalah anomali yang muncul di era akhir 1980-an. Penyerang gempal asal Labuah Silang Kota Payakumbuh ini, sosok tak tergantikan dan tak punya pesaing dalam satu dekade di semen Padang. Haus Gol, adalah brand yang melekat pada dirinya. Di usia remaja pernah memperkuat Timnas Indonesia U-16. Jadi, satu tempat di Best XI Ranah Minang layak jadi miliknya.</p>
<p><strong>10. Penyerang: Irawadi Uska</strong><br />
Identik dengan PSP Padang, nama gaulnya adalah Codot. Codot adalah legenda lain PSP disamping Suhatman Imam. Tak banyak referensi tertulis tentang kehebatan Codot, tetapi kesaksian para pecinta PSP di zamannya, lebih dari cukup menjelaskan tentang si raja dribling era 1970-an ini. O ya tidak hanya raja dribling, tapi juga raja gol yang membuat dia berkali-kali mampu membawa PSP Padang berprestasi di tingkat nasional. Tak lengkap membicarakan PSP Padang tanpa menyebut nama Codot.</p>
<p><strong>11. Sayap kiri: Oktavianus</strong><br />
Masuk dalam jajaran generasi emas sepakbola Sumbar awal era 2000. Lahir dari Semen Padang Pratama, Okta adalah salah satu yang paling menonjol. Kelincahan, taktis, skill aduhai dari sayap, adalah kelebihan Oktavianus. Selepas dari Semen Padang, Okta sempat melanglang buana bersama klub besar seperti Sriwijaya FC dan Persija Jakarta. Bebebrapa kali menerima panggilan Timnas, membuktikan kapasitas pemain satu ini.</p>
<p>Untuk melengkapi formasi tersebut, tujuh pemain perlu duduk di bangku cadangan. mereka yang layak sebagai pelapis; Jandia Eka Putra (kiper), Welliansyah, Endra Mahyuni, Oyong Liza, Febi Martika Candra, Irsyad Maulana, Masril Mahmud.</p>
<p>Itulah formasi best XI Ranah Minang sepanjang masa, versi bolabeten.com. Tentunya tak terlepas dari unsur-unsur subjektif, sehingga perlu pembanding juga dari pihak lain. Nah, siapakah pilihan Anda?.. Silahkan. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/best-xi-ranah-minang-sepanjang-masa/">Best XI Ranah Minang Sepanjang Masa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Features: Best XI Semen Padang FC Sepanjang Masa versi Nilmaizar</title>
		<link>https://prokabar.com/features-best-xi-semen-padang-fc-sepanjang-masa-versi-nilmaizar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2020 14:26:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#best XI]]></category>
		<category><![CDATA[#mht]]></category>
		<category><![CDATA[#NilMaizar]]></category>
		<category><![CDATA[#Semen PadangFC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=66299</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Nilmaizar dan Semen Padang FC adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Walau tak lagi bersama tim Kabau Sirah, namun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/features-best-xi-semen-padang-fc-sepanjang-masa-versi-nilmaizar/">Features: Best XI Semen Padang FC Sepanjang Masa versi Nilmaizar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Nilmaizar dan Semen Padang FC adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Walau tak lagi bersama tim Kabau Sirah, namun catatan sejarah perjalanan karir Nilmaizar tak bisa dilepaskan dari tim ini.</p>
<p>Bagi Nil, Semen Padang adalah klub yang membesarkan namanya, juga sebuah ikatan emosional yang tak akan pernah hilang. &#8220;Jika nadi saya diiris, maka yang yang akan keluar adalah &#8220;darah&#8221; Semen Padang.&#8221;ujarnya suatu ketika, saat ditanya arti Semen Padang FC baginya.</p>
<p>Nil bergabung dengan Semen Padang, usai memperkuat tim nasional Pra Olimpiade 1991. Sebagai putra daerah yang sedang harum-harumnya di Timnas, Semen Padang sangat berhasrat membawa pulang pria kelahiran 2 Januari 1970 itu ke Semen Padang.</p>
<p>Sedikit kisah menarik awal Nil ke Semen Padang, bermula dari tantangan pelatih Suhatman Imam kepada manajemen tim saat itu. Suhatman mengatakan, jika mampu membawa Nilmaizar pulang ke Padang, berarti manajemen Semen Padang memang jempolan.</p>
<p>Manejer tim saat itu, Moestamir Darwis ,  bersama Heryandi Djahir mencoba tantangan itu. Nego dan bujukan mereka mampu  meluluhkan Nil, walaupun saat itu Nil sudah terikat kontrak dengan klub galatama Arseto Solo. Klub milik Sigit Harjoduyanto itu memang menampung semua pemain eks proyek Timnas Garuda II.</p>
<p>Hanya satu permintaan Nil jika ingin membawanya ke Padang, yaitu jadikan dia sebagai karyawan PT. Semen Padang. Sebuah permintaan yang tak terlalu sulit diwujudkan saat itu. Sejak itulah pria kelahiran Payakumbuh itu resmi menjadi pemain dan karyawan PT. Semen Padang.</p>
<p>Sebagai bonus atas keberhasilan manajemen membawa Nil ke Padang, pelatih Suhatman Imam mendaulat Nil sebagai kapten tim. Dia menjadi kapten termuda dalam sejarah tim,  dan tahun 1992 Nil memimpin Semen Padang meraih gelar pertama di kancah nasional, yaitu Piala Liga Milo. Semen Padang menjadi wakil Indonesia di Cups Winner Cup Asia 1993.</p>
<p>Sayang karirnya di Semen Padang tak lama, hanya tujuh tahun. Sempat &#8220;hijrah&#8221; semusim membantu PSP Padang untuk naik ke Divisi Utama, Nil pensiun sebagai pemain setelah cedera yang tak tersembuhkan di kedua lututnya. Lutut kanannya cedera di hajar Bako Sadissou, dan lutut kiri di hancurkan Toyo Haryono.</p>
<p>Setelah resmi pensiun, Nil menjajal karir sebagai pelatih. Kemauan, tekad kuat, dan terus belajar, serta tak ragu mengambil lisensi kepelatihan membawa Nil menjadi pelatih yang bepotensi dan berbakat. Setelah kenyang jadi pelatih tim yunior Semen Padang, jadi asisten, tahun 2011 dia pertama kali jadi pelatih kepala penuh tim almamaternya.</p>
<p>Sejak itulah nama Nil berkibar, sebagai salah satu pelatih muda asal Ranah Minang yang mulai diperhitungkan di Indonesia. Namanya terus berkibar dan masuk jajaran pelatih level atas di Indonesia. Saat ini dia sudah menyandang lisensi tertinggi pelatih Indonesia, yakni AFC Pro.</p>
<p>Walau sempat berkiprah diluar Semen Padang, bersama Timnas Indonesia, Putra Samarinda, PS. Tira, dan sekarang Persela Lamongan, tapi bagi Nil Semen Padang adalah cinta matinya dan identitasnya yang tak akan pernah hilang. Dia merasa aneh dan emosional jika bersama tim lain melawan Semen Padang,  apalagi jika datang menempati bench sebalah kanan Stadion H. Agus Salim. Tapi sebagai profesional, Nil harus mengesampingkan hal-hal semacam  itu.</p>
<p>=======</p>
<p>Terlepas dari semua itu, tentang Semen Padang FC, Nil ternyata mempunyai pilihan sendiri tentang pemain terbaik Semen Padang FC sepanjang masa. Jika dia sebagai pelatih, maka best XI pemain pilihannya adalah sebagai berikut, dengan formasi 4-4-2:</p>
<p><strong>Kiper: Samsidar</strong><br />
Pemain asal Makassar ini pernah bekerjasama dengan Nil saat Semen Padang promosi ke Liga Super 2010-2011. Samsidar adalah petarung hebat, mampu berkomunikasi dengan bagus.  Secara teknis pun, kiper ini punya daya reflek dan antisipasi yang bagus di bawah mistar.</p>
<p><strong>Bek Kanan: Hengki Ardiles</strong><br />
Inilah pemain yang sangat disukai Nil, pemain yang sangat kompeten dan jadi panutan pemain lain di dalam dan luar lapangan. Punya leadership bagus, loyalitas tinggi terhadap tim,  dan tak kenal kata menyerah di lapangan . &#8220;Dia profesional, sangat bertanggungjawab kepada dirinya dan tim.&#8221;ucap Nil.</p>
<p><strong>Bek Kiri: Afdal Yusra</strong><br />
Posturnya mungkin kecil dan mungil, namun sangat berkelas di bek kiri. Skill bagus dan selalu 100 persen bermain. Kelebihannya adalah  rajin naik turun membantu serangan dan kokoh dalam bertahan. Tubuh kecil bukan alasan, crossing-nya juga bagus. Komplit, dia  tipikal bek modern pertama di Semen Padang.</p>
<p><strong>Center Bek: Carlos Renato Elias dan David Pagbe</strong><br />
Untuk duet center bek, pilihan Nil jatuh pada duo asing ini. Tenang, berpengalaman, punya kemampuan diatas rata-rata. Sikap yang sangat profesional menjadi alasan Nil memlih dua pemain yang pernah dapat julukan dari publik Sumbar sebagai &#8220;Tonggak Tuo&#8221; ini.</p>
<p><strong>Gelandang: Yu Hyun-koo dan Masykur Rauf</strong><br />
Untuk mengisi lini tengah, Yu Hyun-koo adalah yang terbaik. Bagus bertahan dan menyerang, serta punya visi bermain yang bagus. Sulit mencari pemain bertipikal Yu ini. Gaya mainnya tak menarik sebagai petarung ulung, tetapi perannya amat vital dalam tim.<br />
Sedangkan Masykur Rauf, menurut Nil adalah simbol teknik tinggi seorang gelandang yang belum ada duanya sampai sekarang di Semen Padang. Elegant,  playmaker jempolan, tentunya visi bermain yang luar biasa, menjadi alasan Nil memilih pria Bugis ini.</p>
<p><strong>Winger: Ellie Aiboy dan Irsyad Maulana</strong><br />
Dua pemain beda generasi menjadi pilihan Nil untuk menjadi winger.  Ellie Aiboy, disebutnya sayap kanan terbaik yang pernah dimiliki Semen Padang. Skill tinggi dan leadership adalah poin pentiung pria Papua ini yang sangat disegani kawan dan lawan ini.<br />
Sedangkan Irsyad Maulana diposisikan Nil menjadi sayap kiri. Jika putra daerah satu ini berada dalam top form, maka dia adalah salah satu winger terbaik di Indonesia. Dia menilai pemain berbakat seperti Irsyad tak akan muncul setiap tahun di Sumbar.</p>
<p><strong>Striker: Delfi Adri dan Edwar Wilson Junior</strong><br />
Untuk duet lini depan, kombinasi ini dianggap Nil yang terbaik. Berbicara kemampuan dan kontribusi keduanya selama bersama tim, juga sangat mengesankan. Bagi Nil, kedua pemain ini identik dengan satu kata, yaitu gol.</p>
<p>Diluar Best XI itu, Nil juga memilih tujuh pemain lain yang menduduki bangku cadangan: Yaitu: Zulkarnaen Zakaria (kiper); Endra Mahyuni, Asfinal (belakang); Vendry Mofu (Tengah), Ahmad Syukri, Riko Simanjuntak (Winger);<br />
Marcel Sacramento (Depan). <strong>(mht)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/features-best-xi-semen-padang-fc-sepanjang-masa-versi-nilmaizar/">Features: Best XI Semen Padang FC Sepanjang Masa versi Nilmaizar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 26/58 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.643 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 14:26:12 by W3 Total Cache
-->