<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Bekraf Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/bekraf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/bekraf/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Oct 2018 23:47:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Bekraf Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/bekraf/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gagas WCCE, Indonesia Pantas Jadi Pemimpin Dunia Dalam Ekonomi Kreatif</title>
		<link>https://prokabar.com/gagas-wcce-indonesia-pantas-jadi-pemimpin-dunia-dalam-ekonomi-kreatif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2018 23:47:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Bekraf]]></category>
		<category><![CDATA[#ekonomikreatif]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#WCCE]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=22191</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Dengan potensi kekayaan keanekaragaman yang dimiliki dalam berbagai bidang, Indonesia sudah sepantasnya menjadi pemimpin dunia dalam hal ekonomi kreatif. Hal inilah yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gagas-wcce-indonesia-pantas-jadi-pemimpin-dunia-dalam-ekonomi-kreatif/">Gagas WCCE, Indonesia Pantas Jadi Pemimpin Dunia Dalam Ekonomi Kreatif</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Dengan potensi kekayaan keanekaragaman yang dimiliki dalam berbagai bidang, Indonesia sudah sepantasnya menjadi pemimpin dunia dalam hal ekonomi kreatif. Hal inilah yang menjadi alasan utama digelarnya The World Conference on Creative Economy (WCCE) di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali pada 6 &#8211; 8 November 2018.</p>
<p>Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengungkapkan WCCE hadir untuk pertama kalinya dalam sejarah ekonomi kreatif di dunia, Indonesia tercatat pula sebagai penggagas pertama forum ini.</p>
<p>&#8220;Ini penting guna memposisikan Indonesia bisa turut maju sebagai pioner ekonomi kreatif bersama negara-negara yang sudah labih dulu maju, serta membantu negara yang sedang berkembang dan tengah membidik sektor ekonomi kreatif,&#8221; katanya, Kamis (25/10)</p>
<p>Triawan menuturkan potensi ekonomi kreatif dunia yang sangat besar dan berpeluang menjadi sektor ekonomi utama baru yang sangat ramah lingkungan (green economy), namun masih banyak memiliki kekurangan mulai dari regulasi hingga ekosistemnya, juga menjadi alasan utama digelarnya konferensi ini.</p>
<p>&#8220;Dengan tema utama Inclusively Creative, selain membahas dua hal utama yakni regulasi dan ekosistemnya, potensi ekonomi berkelanjutan atau efek dari ekonomi kreatif juga akan dibahas dalam konferensi tingkat dunia ini,&#8221; tutur Triawan.</p>
<p>Digelarnya WCCE ini menurut Triawan Munaf, dengan anggaran yang tidak besar dipastikan multiplier effect-nya dengan prinsip keberlanjutan ekonomi (suistainable economy) bukan hanya bagi Indonesia kedepannya, tapi dunia akan mencatat berkat Indonesia ekonomi kreatif bisa menjadi kekuatan yang tak ada habisnya karena sangat ramah lingkungan.</p>
<p>&#8220;Setelah event Annual Meeting IMF-World Bank Group beberapa waktu lalu yang menuai banyak apresiasi di tengah kondisi ekonomi dunia yang bergejolak, Indonesia akan memastikan acara WCCE ini berjalan lancar menghasilkan bukan hanya branding ekonomi kreatifnya tapi regulasi hingga ekosistemnya makin jelas dan kokoh,&#8221; jelas Triawan.</p>
<p>Triawan juga menyampaikan Bekraf berkolaborasi bersama sejumlah stakeholder lain guna suksesnya pagelaran ini, terutama berkat kerja sama erat dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).</p>
<p>WCCE akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo dan diikuti oleh sedikitnya 1000 peserta dari dalam dan luar negeri, baik pejabat setingkat Menteri maupun CEO dunia usaha, akademisi, media dan pelaku ekonomi kreatif.</p>
<p>Sebagaimana disebut oleh Badan PBB United Nations Conference on Trade and Development (UNCTD), WCCE merupakan konferensi ekonomi kreatif pertama di dunia. Forum ini diharapkan akan membuka jejaring di antara seluruh pemangku kepentingan pelaku ekonomi kreatif global, sekaligus menghasilkan berbagai masukan untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif sebagai lokomotif perekonomian global.</p>
<p>Dengan tema utama Inclusively Creative, WCCE akan 5 isu utama yaitu kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem dan pembiayaan industri kreatif.</p>
<p>Sejumlah tokoh internasional dan nasional telah menyatakan konfirmasinya untuk tampil di WCCE, antara lain: Presiden China Film Corporation Le Kexi (Tiongkok), penulis buku ‘Orange Economy Felipe Buitrago Restrepo (Kolombia), Wakil Presiden LEGO Peter Trilingsgraad (Denmark), CEO BAP Production Bolanle Austen-Peters (Nigeria), Menteri Keuangan Dr. Sri Mulyani Indrawati, CEO Buka Lapak Achmad Zaky, dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya.</p>
<p>‘’Para pembicara dari berbagai belahan dunia akan menyampaikan pandangan mereka mengenai kondisi ekonomi kreatif saat ini dan visi mereka mengenai masa depan. Dengan begitu, para Menteri dari berbagai negara akan mendiskusikan kebijakan di setiap negara dan model-model kerja sama internasional yang dapat diterapkan untuk memajukan ekonomi kreatif global,&#8221; jelasnya.</p>
<p>WCCE diharapkan juga dapat memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai katalisator bagi komunikasi dan pemahaman yang dapat menjembatani hubungan ekonomi dan budaya. Hal ini sangat dimungkinkan karena sifatnya yang inklusif, yang memberikan kesempatan yang sama untuk semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin, latar belakang, dan lokasi geografis.</p>
<p>Selama Konferensi juga akan digelar CreatiVillage, pameran ide, konsep, dan produk kreatif dari berbagai negara. Ruang-ruang pertemuan disiapkan untuk Workshop, Dialog, dan Film Screening. ‘’Kami juga akan menyelenggarakan berbagai forum bisnis dan investasi, serta business-matching,’’ ungkap Triawan.</p>
<p>Bekraf mengaku sudah membuka pendaftaran untuk para pelaku ekonomi kreatif untuk menghadiri WCCE dengan melakukan registrasi melalui www.wcce.id. Pendaftaran dibuka mulai Selasa, 25 September 2018 lalu. Hingga kini diklaim sudah lebih dari 700 an pendaftar yang sudah mendaftar secara online. Hingga hari pelaksanaan diperkirakan lebih dari 1000 peserta akan datang. (IP/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gagas-wcce-indonesia-pantas-jadi-pemimpin-dunia-dalam-ekonomi-kreatif/">Gagas WCCE, Indonesia Pantas Jadi Pemimpin Dunia Dalam Ekonomi Kreatif</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kombet Kreatif, Menjaring Komunitas Kreatif Untuk Maju</title>
		<link>https://prokabar.com/kombet-kreatif-menjaring-komunitas-kreatif-untuk-maju/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Sep 2018 02:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Bekraf]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=17675</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Padang, Prokabar &#8211; Tempo Institute dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memulai program “Pendampingan Komunitas Kreatif Bekraf-Tempo Institute” atau Kombet Kreatif selama tiga hari di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kombet-kreatif-menjaring-komunitas-kreatif-untuk-maju/">Kombet Kreatif, Menjaring Komunitas Kreatif Untuk Maju</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Padang, Prokabar </strong>&#8211; Tempo Institute dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memulai program “Pendampingan Komunitas Kreatif Bekraf-Tempo Institute” atau Kombet Kreatif selama tiga hari di Padang. Setidaknya ada 40 pelaku ekonomi dan industri kreatif yang terpilih hadir menjadi peserta di Digital Innovative Lounge (DILo) Telkom, Padang.</p>
<p>Seperti diketahui, Ibukota Provinsi Sumatera Barat ini adalah kota pertama yang didatangi program Kombet Kreatif. Setelah Padang, Kombet Kreatif akan melawat ke 11 kota lainnya, yaitu Surabaya, Kendari, Karangasem, Maumere, Singkawang, Malang, Bojonegoro, Bandung Barat, Belu, Kupang, dan Merauke.</p>
<p>“Program ini bertujuan mempererat jejaring komunitas kreatif di tingkat kota dan kabupaten. Setiap kota, setiap kabupaten, memiliki kekayaan potensi ekonomi kreatif yang unik dan khas,” kata koordinator panitia pelaksana kegiatan, Tatty Appriliyana di aula DILo-Telkom Padang, kemarin.</p>
<p>Dikatakannya, Sumatera Barat, misalnya, sudah diketahui sangat kuat memiliki potensi di bidang kuliner, seni pertunjukan, fashion, dan juga alam yang luar biasa. Oleh karenanya komunitas kreatif berbagai bidang di Sumatera Barat perlu berkolaborasi dan menjadi pendorong kemajuan ekonomi kreatif. &#8220;Kami percaya, komunitas kreatif yang berjejaring kuat akan meningkatkan ekonomi kreatif di daerah dan juga bermanfaat di level nasional,&#8221; katanya lagi.</p>
<p>Program ini menghadirkan kreator inspiratif, ahli pemasaran, dan pakar branding. Di Padang, Yukka Harlanda (kreator Brodo Footwear) dan Benny Fajarai (kreator <a href="https://lm.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2FQlapa.com%2F&amp;h=AT26_0cRgxSGNK5Ujpmp7LjCWD9XlTJpX5SvtekgkZqLxqXFH05LDnX4X7BJRjcboLz7nHm-e8Y97GCJQdjjMrRzC2ZHHSlEKI308JK7upGJCV6VYtW9LsxGrHDTtIzDRTOp1Jc" target="_blank" rel="noopener">Qlapa.com</a>) hadir berbagi semangat dan inspirasi. Pada program ini juga akan diperkenalkan skill storytelling, penceritaan, yang sangat penting untuk membangun nilai tambah produk kreatif. Narasi yang memikat adalah sarana yang ampuh meningkatkan nilai tambah sebuah produk kreatif.</p>
<p>&#8220;Kisah yang kuat bisa membangun ikatan antara produk dan konsumen, yang membuat sebuah produk berbeda dengan produk lain yang serupa. Narasi yang bagus sangat dibutuhkan,&#8221; kata Mardiyah Chamim, Direktur Eksekutif Tempo Institute.</p>
<p>Lebih dari sekadar pertemuan komunitas, rangkaian lawatan ini adalah sebuah upaya pendampingan komunitas untuk berkolaborasi dengan lebih baik. Karenanya, jaringan Sumbar Kreatif, Indonesia Creative Cities Network (ICCN) menjadi mitra strategis untuk mewujudkan kolaborasi antarkomunitas dalam jangka panjang. Sebagaimana Harris Satria, perancang busana dan pengajar di Universitas Andalas, akan bertindak sebagai fasilitator dalam acara ini.</p>
<p>&#8220;Kami akan berupaya menyambungkan potensi berbagai komunitas, agar saling bantu dan menjadi lebih baik,&#8221; kata Harris.</p>
<p>Lawatan Kombet Kreatif di Padang juga didukung oleh Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata Kota Padang, Bagian Perekonomian Setdako Padang, Sumbar Kreatif, DILo-Telkom, Auto2000, dan Yamaha-Tjahaja Baru. Koordinator Lawatan 12 Kota-Kombet Kreatif Tatty Apriliyana menjelaskan, program ini adalah pemantik kolaborasi komunitas kreatif lokal supaya berjejaring lebih kuat.</p>
<p>&#8220;Selanjutnya, kami berharap komunitas kreatif di Padang benar-benar tumbuh solid dan berjejaring kuat. Sepanjang 2017, Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor ekonomi kreatif tercatat mencapai Rp 852 triliun. Angka ini diyakini terus meningkat di tahun-tahun mendatang, sebuah perkembangan yang harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan menarasikan dan memasarkan produk bagi pelaku ekonomi kreatif,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Walikota Padang diwakili Kepala Disbupar Medi Iswandi menyambut positif dilaksanakannya Kombet Kreatif di Padang. Ia berharap semoga pelaku ekonomi dan industri kreatif di Padang semakin termotivasi sehingga saling mempererat jejaring komunitas kreatif nantinya.</p>
<p>&#8220;Apalagi Padang memiliki kekayaan potensi ekonomi kreatif yang unik dan khas yang memiliki daya tarik tersendiri. Semoga ini dapat dikembangkan nantinya,&#8221; imbuhnya. Pada kesempatan itu juga hadir Kepala Bagian Perekonomian Setdako, Edi Dharma. <strong>(rls)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kombet-kreatif-menjaring-komunitas-kreatif-untuk-maju/">Kombet Kreatif, Menjaring Komunitas Kreatif Untuk Maju</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 32/62 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.019 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:07:44 by W3 Total Cache
-->