<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#bayu Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/bayu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/bayu/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Mar 2025 11:39:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#bayu Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/bayu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bayu Vesky Meninggal Dunia, Kehilangan Besar Pers Sumatera Barat</title>
		<link>https://prokabar.com/bayu-vesky-meninggal-dunia-kehilangan-besar-pers-sumatera-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 11:39:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#bayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=126539</guid>

					<description><![CDATA[<p>Payakumbuh, Prokabar &#8211; Innalillahi Wainna Ilahi Rojiun, Muhammad Bayu Vesky menghembuskan nafas terakhirnya pada hari sabtu (22/3) sekitar pukul 17.00 WIB di RSUD Suliki...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bayu-vesky-meninggal-dunia-kehilangan-besar-pers-sumatera-barat/">Bayu Vesky Meninggal Dunia, Kehilangan Besar Pers Sumatera Barat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Payakumbuh, Prokabar &#8211;</strong> <em>Innalillahi Wainna Ilahi Rojiun,</em> Muhammad Bayu Vesky menghembuskan nafas terakhirnya pada hari sabtu (22/3) sekitar pukul 17.00 WIB di RSUD Suliki Kabupaten Limapuluh Kota.</p>
<p>Bayu memang dirawat beberapa waktu belakangan karena kanker paru paru yang menggerogoti tubuhnya.</p>
<p>Kepergian almarhum tidak hanya menjadi duka bagi dunia pers Sumatera Barat namun juga pukulan berat bagi keluarga besar almarhum.</p>
<p>Pasalnya orang tua laki-laki almarhum yaitu Don Veski Dt. Tan Marajo bin Nasir efendi yang meninggal dua minggu lalu (8/3).</p>
<p>Bayu dikenal sebagai sosok idealis dan pekerja keras. Dia adalah Koordinator Daerah Harian Singgalang Limapuluh Kota. Sslain itu Bayu juga berkontribusi sebagai penulis dan editor di media prokabar.com</p>
<p>Selain bergelut dalam dunia wartawan pria kelahiran 27 Oktober 1988 juga dikenal sebagai pengusaha muda dan juga aktivis.</p>
<p>Beberapa jabatan sebagai pengabdian untuk masyarakat pernah diemban. Diantaranya, Muhammad Bayu Vesky ditunjuk menjadi Ketua Bamus periode 2018-2021 Nagari Tungkar, Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.</p>
<p>Sslain itu, Bayu juga diamanahkan sebagai Komisaris Mandalika Grand Prix Association.</p>
<p>Almarhum meninggalkan satu orang istri dan dua orang anak. Rumah duka beralamat di Jorong Sawah Lowe Situjuh Tongkar, Kabupaten Limapuluh Kota. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bayu-vesky-meninggal-dunia-kehilangan-besar-pers-sumatera-barat/">Bayu Vesky Meninggal Dunia, Kehilangan Besar Pers Sumatera Barat</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lembah Harau, Apa Hendak Dikata</title>
		<link>https://prokabar.com/lembah-harau-apa-hendak-dikata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2022 22:58:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#bayu]]></category>
		<category><![CDATA[#lembah harau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=101716</guid>

					<description><![CDATA[<p>Inilah kisah tentang Lembah Harau, Grand canyon di Indonesia. Anugerah semesta yang terletak di Limapuluh Kota, Sumatera Barat itu, dikelilingi tebing granit terjal dengan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lembah-harau-apa-hendak-dikata/">Lembah Harau, Apa Hendak Dikata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Inilah</strong> kisah tentang Lembah Harau, Grand canyon di Indonesia. Anugerah semesta yang terletak di Limapuluh Kota, Sumatera Barat itu, dikelilingi tebing granit terjal dengan ketinggian 80 hingga 300 meter. Aduhai pokoknya.</p>
<p>Data Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota per tahun 2019, kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara setiap tahunnya, menembus 450.000 jiwa. Angka ini, mengalami trend kenaikan pada 2020 hingga hitungan 700.000 jiwa.</p>
<p>Saat Rakor Pariwisata Juni 2021 lalu, Pemkab Limapuluh Kota memasang target, tahun 2022 ini jumlah kunjungan menjadi 2 juta jiwa. Ini dipresentasikan di ruang publik, mengundang pihak destination branding pula. Dipoles narasinya seoptimis mungkin.</p>
<p>Tapi tuen, optimisme Pemkab, agaknya harus dipinggirkan dulu. Serius ini kawan. Masih banyak hal krusial mesti diperbaiki. Dievaluasi dengan kaffah.</p>
<p>Dari sistym pengelolaan Harau yang mengalami kebocoran hebat, hingga status puluhan titik objekwisata swasta yang tak kunjung jelas izinnya. Terbentur status hutan dan kawasan.</p>
<p>Lembah Harau yang kaya pesona ini, hanya mampu mencetak pendapatan daerah setahunnya Rp1 miliar lebih sedikit dari target Rp3,5 miliar pada 2021. Jika dilelang ke swasta, sudah banyak yang berani pasang target realisasi di angka Rp5 miliar setahunnya.</p>
<p>Kenapa bisa bocor? Penyebabnya antara lain, jaringan pengaman potensi pendapatan daerah ini masih prematur. Ketika dikelola dengan cara konvensional oleh Pemkab, banyak tangan-tangan yang rentan bermain. Di sini, Pemerintah Daerah sebagai representasi negara, sudah kalah.</p>
<p>Selain itu, Pemkab belum kunjung transparan dalam meningkatkan potensi pendapatan dan penerapan yang menjadi pondasi tata kelola pemerintah.</p>
<p>Tidak sulit benar memantau kebocoran pendapatan daerah di Lembah Harau. Pergilah masuk ke sana, pakai mobil agak beberapa buah. Jangan kaget, uang wisatawan dimintak, lalu disuruh masuk. Tiket tak dikasih. Bak membayar uang takut kita ke Harau. Kelewatan. Saya paling tak terima negara kalah oleh preman. Entah kalau Pemkab!</p>
<p>Selain itu, pendapatan dari penginapan, objekwisata dan tempat permainan, juga tak jelas standarnya. Apa sebab? Ketika banyak kawasan wisata tak berizin berdiri, maka saat itu pula Pemkab tak berdaya memungut ke sana.</p>
<p>Orang bebas membangun, sesukanya saja. Izin mendirikan bangunan dan seabrek izin lainnya, itu nomor sekian. Tak perlu benar. Tapi, tidak semua objekwisata dan penginapan swasta begitu, ada juga yang berizin. Hehe</p>
<p>Ihwal bangunan yang tak berizin ini, Pemkab harusnya bertindak komprehensif. Bantu pelaku usaha mengurus izinnya. Mana yang terbentur dengan kawasan hutan suaka, ya dudukan dengan BKSDA. Diurus. Sepanjang sesuai aturan, mainkan. Jika tak bisa, segel. Memang ada kalanya, Bupati dan anak buah, tak perlu takut jika dianggap tak populis. No problem.</p>
<p>Sebenarnya, kenapa Pemkab harus ngilu pusat membereskan ini? Buatlah Satuan Tugas. SK-kan. Cukup dengan Perbup. Libatkan keterwakilan semua pihak di dalam. Terutama anak nagari. Ada standar kerja Satgas. Dengan bismillah, yuk kita benahi Lembah Harau. Percayalah, Pemkab tak bisa jalan sendiri.  <strong>(***)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lembah-harau-apa-hendak-dikata/">Lembah Harau, Apa Hendak Dikata</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 27/55 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.014 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:13:47 by W3 Total Cache
-->