<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#BawangMerah Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/bawangmerah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/bawangmerah/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jun 2023 13:37:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#BawangMerah Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/bawangmerah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Harga Jual Dinilai Stabil Petani Lubuk Sikaping Mulai Budidayakan Bawang Merah</title>
		<link>https://prokabar.com/harga-jual-dinilai-stabil-petani-lubuk-sikaping-mulai-budidayakan-bawang-merah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 8]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 13:37:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#BawangMerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=113882</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pasaman, Prokbar &#8211; Budidaya bawang merah mulai dilirik beberapa petani di Pasaman, khususnya di Lubuk Sikaping. Pasalnya, tanaman yang satu ini dinilai minim resiko....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harga-jual-dinilai-stabil-petani-lubuk-sikaping-mulai-budidayakan-bawang-merah/">Harga Jual Dinilai Stabil Petani Lubuk Sikaping Mulai Budidayakan Bawang Merah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasaman, Prokbar</strong> &#8211; Budidaya bawang merah mulai dilirik beberapa petani di Pasaman, khususnya di Lubuk Sikaping. Pasalnya, tanaman yang satu ini dinilai minim resiko. Baik itu resiko gagal panen maupun harga yang anjlok selangit. Itu jarang terjadi.</p>
<p>&#8220;Bukan tidak ada resiko gagal ataupun rugi, tapatnya itu minim resiko kalau membudidayakan bawang merah. Makanya kita tertarik untuk membudidayakannya,&#8221; kata Boi Candra, salah seorang petani bawang di Lubuk Sikaping.</p>
<p>Diakui Boi, dibanding dengan tanaman rivalnya seperti cabai merah ataupun cabai keriting dan cabai rawit, petani cabai seperti main untung-untungan. Pas harga naik tinggi, para petani pas pula musim panen, senyum sumbringah sudah pasti menanti.</p>
<p>&#8220;Coba pas harga anjlok panennya, apalagi anjloknya seperti telur jatuh ke lantai, berderai, sudah pasti tujuh kerut kening para petani,&#8221; kata Boi.</p>
<p>Diakui Boi, dari yang ia amati di pangsa pasar dan pengalaman para petani di daerah luar Pasaman, budidaya bawang merah beresiko rendah untuk rugi. Pasalnya, serendah-rendahnya harga bawang merah, modal dalam penanaman masih bisa dikeluarkan.</p>
<p>&#8220;Rendah harga bawang, paling kita rugi di jerih payah bekerja. Tidak rugi materi. Sebab, harga bawang itu serendah-rendahnya tidak pernah makan modal. Itu dari pengalaman petani bawang merah di Tanah Datar dan daerah luar Pasaman lainnya,&#8221; jelas Boi.</p>
<p>Perihal gagal panen dan perawatan selama musim tanam diakui Boy juga tergolong rendah. Termasuk untuk kosumsi pupuk dan obat-obatan hama lainnya.</p>
<p>&#8220;Gagal panen itu untuk semua komuditi pasti ada, itu tergantung kita petani dalam perawatan lahan maupun tanaman. Kosumsi pupuk juga tidak sebesar pemupukan pada cabai,&#8221; jelas Boi.</p>
<p>Selain itu, untuk harga jual pasar saat ini, bawang merah kualitas super atau besar itu sekitar Rp35-40 ribu per kilo, kualitas biasa Rp30-35 ribu per kilo, sedang Rp25-30 per kilo dan untuk yang kecil-kecil Rp10 ribu per kilo.</p>
<p>&#8220;Kalau pas lagi harga turun, jika ada modal lebih, kita petani bisa menahannya untuk tidak dijual hingga harga stabil. Ini tidak akan berpengaruh pada kualitasnya kalau disimpan dengan cara yang tepat. Jika malas dijual untuk yang kualitas kecil, kita bisa mengolahnya jadi bawang goreng. Harganya pun lumayan tinggi,&#8221; pungkas Boi. <strong>(Ola)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harga-jual-dinilai-stabil-petani-lubuk-sikaping-mulai-budidayakan-bawang-merah/">Harga Jual Dinilai Stabil Petani Lubuk Sikaping Mulai Budidayakan Bawang Merah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jaga Ketersediaan Benih, Bawang Merah Sumbu Marapi Terus Dikembangkan</title>
		<link>https://prokabar.com/jaga-ketersediaan-benih-bawang-merah-sumbu-marapi-terus-dikembangkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2022 05:38:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#BawangMerah]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#sumbumarapi]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=104311</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Benih varietas unggul lokal Bawang Merah Sumbu Marapi terus dikembangkan di Kabupaten Tanah Datar. Lima hektare lahan pertanian dijadikan sebagai...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jaga-ketersediaan-benih-bawang-merah-sumbu-marapi-terus-dikembangkan/">Jaga Ketersediaan Benih, Bawang Merah Sumbu Marapi Terus Dikembangkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Benih varietas unggul lokal Bawang Merah Sumbu Marapi terus dikembangkan di Kabupaten Tanah Datar. Lima hektare lahan pertanian dijadikan sebagai lokasi untuk pembibitan.</p>
<p>Dalam pengembangan tersebut, Dinas Pertanian Tanah Datar telah membina dua kelompok tani sebagai penangkar, yaitu kelompok tani Sirona di Kecamatan Limo Kaum dan kelompok tani Borneo Sakato di Kecamatan Pariangan.</p>
<p>&#8220;Dengan adanya penangkar benih bawang merah di dua kelompok tani tersebut ketersediaan bibit Sumbu Marapi selalu ada dan menjaga ketersediaan bawang merah di Tanah Datar,&#8221; kata Plt Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar Sri Mulyani.</p>
<p>Ia menjelaskan bawang merah Sumbu Marapi merupakan bawang merah yang berasal dari Nagari Sungai Sungai Jambu Pariangan yang berada di lereng Gunung Marapi yang disingkat Sumbu Marapi.</p>
<p>Bawang merah Sumbu Marapi ini sangat sesuai tumbuh untuk dataran sedang kurang lebih 600 meter dari permukaan laut (mdpl).</p>
<p>Bawang merah Sumbu Marapi memiliki keunggulan dengan usia tanam yang singkat, yakni 60 &#8211; 70 hari dan memiliki ukuran yang sedang sehingga banyak diminati dipasaran.</p>
<p>Selain itu, keunggulan Sumbu Marapi memiliki produktifitas yang tinggi sekitar 15-20 ton perhektare, dan jumlah umbinya perumpun juga banyak serta ukuranya yang sedang dan warna yang menarik.</p>
<p>&#8220;Karena keunggulan ini lah bawang merah Sumbu Marapi di daftarkan oleh Bupati Tanah Datar ke Kementrian Pertanian RI untuk menjadi varietas unggul nasional. Alhamdulillah kita telah menerima sertifikat hak paten bahwa varietas unggul lokal sumbu marapi adalah milik Tanah Datar,&#8221; jelas Sri Mulyani.</p>
<p>Petani Bawang Merah di Nagari Labuah Kecamatan Lima Kaum Leonard Mario mengucapkan terimaksih kepada Dinas Pertanian maupun Bupati Tanah Datar yang telah mendukung dalam pengembangan bawang merah Sumbu Marapi.</p>
<p>&#8220;Sebagai petani maupun penangkar, insyallah akan kami kembangkan terus bawang merah sumbu marapi ini mudahan banyak petani lainnya yang mengikuti kami,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia berharap, kedepannya produksi bawang merah Sumbu Marapi tidak hanya mengisi pasar lokal saja namun juga pasar diluar Sumatera Barat dapat terpenuhi.</p>
<p>&#8220;Kalau hasil pruduksinya dibanding varietas lainnya yang pernah saya coba saya tidak akan pindah dari varietas Sumbu Marapi, karena lebih senang masyarakat disegi ukurannya yang menengah dan juga dengan ukuran ini sangat pas untuk bibit,&#8221; katanya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jaga-ketersediaan-benih-bawang-merah-sumbu-marapi-terus-dikembangkan/">Jaga Ketersediaan Benih, Bawang Merah Sumbu Marapi Terus Dikembangkan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun Ini, Pemkab Agam Targetkan 35 Hektare Lahan Ditanam Bawang Merah</title>
		<link>https://prokabar.com/tahun-ini-pemkab-agam-targetkan-35-hektare-lahan-ditanam-bawang-merah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2020 02:31:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#BawangMerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=57973</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat mengembangkan kawasan agribisnis hortikultura. Tahun ini, ditargetkan seluas 35 hektare lahan akan ditanam bawang merah. &#8220;Tahun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tahun-ini-pemkab-agam-targetkan-35-hektare-lahan-ditanam-bawang-merah/">Tahun Ini, Pemkab Agam Targetkan 35 Hektare Lahan Ditanam Bawang Merah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Agam, Prokabar —</strong> Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat mengembangkan kawasan agribisnis hortikultura. Tahun ini, ditargetkan seluas 35 hektare lahan akan ditanam bawang merah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya seluas 25 hektare,&#8221; ujar Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Agam Emrizal, dilansir dari MC Agam, Minggu (26/1).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut Emrizal, bawang merah memiliki pangsa pasar yang sangat bagus. Beberapa waktu lalu Kelompok Tani (Poktan) Damai Nagari Kubang Putiah Kecamatan Banuhampu mulai menikmati panen bawang merah dengan hasil ubinan sebanyak 8 ton per hektare.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ini merupakan komitmen kita dalam mengembangkan tanaman bawang merah berkualitas untuk membantu petani,&#8221; katanya lagi.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Terkait hal itu, Emrizal menjelaskan, pengembangan bawang merah juga bertujuan menekan gejolak harga yang berpengaruh terhadap inflasi, serta untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan bawang setiap tahun.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Saat ini banyak petani yang baru pertama kali menanam bawang merah, namun Dinas Pertanian terus memberikan bimbingan melalui penyuluhan pertanian disetiap kecamatan agar pengembangan bawang merah di Kabupaten Agam dapat berjalan sukses,&#8221; terang dia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Usaha ini dilakukan dalam mendukung program &#8220;Agam Menyemai&#8221; dan sesuai dengan slogan Bupati Agam &#8220;nan di laman ka dimakan, nan di parak baok ka pakan&#8221;.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kalau untuk pemasaran bawang merah kita tidak terlalu khawatir karena harga bawang merah cenderung stabil,&#8221; ujarnya. <b>(*)</b></span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tahun-ini-pemkab-agam-targetkan-35-hektare-lahan-ditanam-bawang-merah/">Tahun Ini, Pemkab Agam Targetkan 35 Hektare Lahan Ditanam Bawang Merah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Komoditi Andalan Pemkab Pessel</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-dia-komoditi-andalan-pemkab-pessel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2019 06:34:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#BawangMerah]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Pessel]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=46311</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar — Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat menjadikan sektor pertanian sebagai program unggulan, salah satunya bawang merah. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-komoditi-andalan-pemkab-pessel/">Ini Dia Komoditi Andalan Pemkab Pessel</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar — </strong><span class="s1">Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat menjadikan sektor pertanian sebagai program unggulan, salah satunya bawang merah.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Pessel Nurziwan menjelaskan, upaya meningkatkan program unggulan pertanian agar ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani semakin meningkat. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Tercatat masyarakat yang menggantungkan hidup sebagai petani masih di atas angka 65 persen dari 564 ribu jiwa total  penduduk Pessel.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Agar tercapai maksimal, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan baik berupa bibit, pupuk dan alat pertanian agar petani bisa menggarap lahan secara maksimal. Ada empat produk unggulan yang menjadi prioritas dalam melakukan percepatan ekonomi petani itu di antaranya, padi, jagung, cabai dan bawang merah. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Khusus untuk komoditi bawang merah telah dikembangkan pada lahan seluas ratusan hektare. Pengembangannya dilakukan oleh kelompok tani yang tersebar di sebelas kecamatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Lebih lanjut Nurzirwan menambahkan, dalam pengembangannya, disediakan anggaran pada masing-masing komoditi yang digunakan untuk membeli bibit, pupuk dan kebutuhan lainnya oleh petani, agar berbagai kegiatan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran, sehingga petani dalam melaksanakan kegiatan di lapangan selalu diawasi oleh petugas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut dia, Pessel membudidayakan bawang merah di dataran rendah. Kawasan yang dijadikan pembudidayaan bawang merah tersebut adalah Bayang Utara, Bayang, Batang Kapas, Sutera dan Lengayang dan kecamatan lainnya.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Jenis bawang di dataran rendah telah mulai dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir dan dari beberapa kali penanaman hasil yang dicapai cukup memuaskan,&#8221; katanya dilansir Prokabar dari MC Pessel, Rabu (11/9).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Menurut dia, selain melakukan pengadaan fasilitasi bantuan kepada petani untuk pengembangan bawang merah dataran rendah, pemerintah daerah Pessel juga terus melakukan dorongan kepada petani agar terus melakukan budi daya. Langkah itu dilakukan, karena Pessel memiliki potensi pengembangan bawang merah dataran rendah yang cukup luas, yakni mencapai 2500 hektare. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Disebutkan, kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap bawang merah di daerah itu mencapai 18.750 ton dalam satu tahun. Kebutuhan ini akan bisa terpenuhi maka pengembanganya mencapai 2.500 hektare. (<b>rel/hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-dia-komoditi-andalan-pemkab-pessel/">Ini Dia Komoditi Andalan Pemkab Pessel</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stok Bawang Alahan Panjang Kurang, Harga Bawang Melambung</title>
		<link>https://prokabar.com/stok-bawang-alahan-panjang-kurang-harga-bawang-melambung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 May 2018 09:49:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#AlahanPanjang]]></category>
		<category><![CDATA[#BawangMerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Harga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/stok-bawang-alahan-panjang-kurang-harga-bawang-melambung/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Kenaikan harga bawang merah di sejumlah daerah Sumatera Barat dipicu karena berkurangnya produksi komoditas itu, kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/stok-bawang-alahan-panjang-kurang-harga-bawang-melambung/">Stok Bawang Alahan Panjang Kurang, Harga Bawang Melambung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211;</b> Kenaikan harga bawang merah di sejumlah daerah Sumatera Barat dipicu karena berkurangnya produksi komoditas itu, kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Barat, Zaimar.</p>
<p>&#8220;Produksi bawang merah di Alahan Panjang Kabupaten Solok memang sedikit berkurang karena dalam masa tanam, sehingga menyebabkan stok juga terganggu,&#8221; katanya di Padang, Senin.</p>
<p>Harga bawang merah di Pasar Raya Padang mencapai Rp36.000 per kilogram atau naik sekitar Rp12.000 dari harga normal yakni Rp24.000 per kilogram.</p>
<p>Menurut Zaimar, meski stok bawang merah dari Alahan Panjang agak berkurang, namun pasokan dari luar seperti Pulau Jawa masih mampu menutupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.</p>
<p>&#8220;Pasokan bawang dari Jawa ke Sumatera Barat masih lancar dan di pasar-pasar tidak akan kekurangan stok,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menilai kenaikan harga bawang merah tersebut masih dalam tahap wajar, apalagi permintaan di pasar cukup meningkat karena sudah mendekati bulan Ramadan.</p>
<p>&#8220;Tradisi masyarakat Minangkabau menjelang puasa adalah membuat rendang, sehingga permintaan untuk bahan pokok ini juga naik,&#8221; kata dia.</p>
<p>Pihaknya tetap memantau dan mengawasi kenaikan harga bawang merah tersebut, terutama jika ada oknum yang mempermainkan harga dan memanfaatkan kondisi ini.</p>
<p>Oleh sebab itu ia mengimbau pedagang pengumpul maupun pedagang di pasar agar tidak mempermainkan dan memanfaatkan kondisi jelang Ramadan untuk mengambil keuntungan yang bisa menyebabkan harga bawang merah semakin tinggi.</p>
<p>Disperindag Sumatera Barat juga menyiapkan kegiatan pasar murah untuk mengantisipasi gejolak harga pangan yang rentan terjadi pada bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri. <b>(*/upk)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/stok-bawang-alahan-panjang-kurang-harga-bawang-melambung/">Stok Bawang Alahan Panjang Kurang, Harga Bawang Melambung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Bawang Merah Turun, Padahal Mau Puasa</title>
		<link>https://prokabar.com/harga-bawang-merah-turun-padahal-mau-puasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 May 2018 07:19:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#BawangMerah]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/harga-bawang-merah-turun-padahal-mau-puasa/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Mau puasa biasanya segala mahal, namun tidak dengan bawang merah. Di Padang hal itu terjadi? Harga bawang merah di Pasar Raya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harga-bawang-merah-turun-padahal-mau-puasa/">Harga Bawang Merah Turun, Padahal Mau Puasa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Mau puasa biasanya segala mahal, namun tidak dengan bawang merah. Di Padang hal itu terjadi?</p>
<p>Harga bawang merah di Pasar Raya kota itu,  mulai turun Rp8.000 dari Rp38.000 per kilogram menjadi Rp30.000 per kilogram.</p>
<p>&#8220;Pasokan dari daerah sentral yakni Kabupaten Solok mulai lancar sehingga harga berangsur turun,&#8221; kata salah seorang pedagang bawang merah di Pasar Raya Padang, Eti (47) di Padang, Minggu.</p>
<p>Lancar? &#8221; Biasa saja, kan memang tiap hari bawang dari Alahan Panjang sini dibawa ke Padang,&#8221; kata Ed seorang petani di sentra bawang yang dihubungi terpisah.</p>
<p>Eti si pedang menjelaskan hampir tiga minggu terakhir pasokan bawang merah dari Alahan Panjangterganggu. Ini karena komoditas tersebut lebih banyak didistribusikan ke luar daerah seperti Pulau Jawa.</p>
<p>Meski sudah turun ke Rp30.000, harga tersebut masih jauh di atas normalnya yakni Rp20.000 per kilogram. Untuk itu ia berharap pasokan semakin lancar dan pembeli tidak lagi mengeluhkan mahalnya bawang merah.</p>
<p>&#8220;Saat ini memang masih ada beberapa pedagang yang menjual bawang yang dipasok dari Jawa, karena stok bawang merah belu sebanyak biasanya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Kemudian untuk harga cabai merah, sejak dua minggu terakhir masih stabil dengan harga Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram.</p>
<p>Harga cabai hijau juga stabil yakni Rp24.000 per kilogram dan cabai rawit Rp50.000 per kilogram. &#8220;Harga cabai cukup stabil, karena pasokan mencukupi dan permintaan juga tidak melonjak,&#8221; pedagang lainnya, Anto T.</p>
<p>Selain itu, bahan pokok lainnya seperti ayam ras atau pedaging justru mengalami kenaikan sejak beberapa hari terakhir, yakni dari Rp35.000 per ekor menjadi Rp40.000 per ekor.</p>
<p>Untuk harga sayuran seperti buncis Rp6.000 per kilogram, wortel Rp9.000 per kilogram, tomat Rp6.000 per kilogram, dan terung ungu juga Rp6.000 per kilogram.</p>
<p>Kemudian harga sayur kangkung per ikat sekitar Rp4.000, kacang panjang Rp5.000 per ikat, dan harga kentang Rp12.000 per kilogram.</p>
<p>Selain cabai dan sayuran, untuk harga telur ayam negeri berkisar Rp1.300 per butir, telur bebek Rp2.200 per butir, dan telur puyuh yakni Rp300 per butir. &#8220;Untuk telur ayam biasanya kami mengambil dari Kota Pariaman,&#8221; kata salah seorang pedagang telur, Ari.</p>
<p>Bahan pokok lainnya seperti gula pasir yakni Rp12.000 per kilogram, minyak tanah Rp9.000 per liter, harga tersebut masih stabil sejak awal 2018.</p>
<p>Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat memaparkan pada April 2018 Padang mengalami inflasi 0,01 persen disumbang oleh naiknya harga bawang merah.</p>
<p>Kepala BPS Sumbar Sukardi menyebutkan selain bawang merah, bensin juga menjadi pemicu inflasi dengan andil 0,04 persen , mobil 0,02 persen, bawang putih 0,02 persen dan rokok putih 0,02 persen.</p>
<p>Pada sisi lain selama April sejumlah komoditas lainnya mengalami penurunan harga antara lain cabai merah, jengkol, teri, daging ayambras, sabun detergen, cabai rawit, tuna, buncis, udang basah, daun bawang dan komoditas lainnya.<b>(*/nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/harga-bawang-merah-turun-padahal-mau-puasa/">Harga Bawang Merah Turun, Padahal Mau Puasa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Mengiris Nasib Petani Bawang Merah di Solok</title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bmengiris-nasib-petani-bawang-merah-di-solok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jun 2017 15:26:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#BawangMerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#Solok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=2270</guid>

					<description><![CDATA[<p>Petani Sedang Memanen Bawang Merah di Bukit Cambai Kabupaten Solok</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bmengiris-nasib-petani-bawang-merah-di-solok/">​Mengiris Nasib Petani Bawang Merah di Solok</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Solok, Prokabar</b> &#8211; Sejauh mata memandang, Kecamatan Lembah Gumanti nan indah itu, dipenuhi oleh ladang ladang bawang merah. Petani menanam bawang merah karena dijanjikan untung yang menggiurkan.<br />
Prospek bawang merah ini, diawali Bulan Desember 2016 silam. Saat kunjungan Menteri Pertanian ke Alahan Panjang. Kunjungan itu sengaja dilakukan untuk melihat potensi bawang merah. Menteri Amran Sulaiman takjub dengan daerah ini, karena sangat mungkin untuk dikembangkan menjadi sentra bawang merah untuk memasok Sumatera.</p>
<p>Menteri memotivasi petani untuk meningkatkan produksi, dengan menambah lahan hingga 15 ribu hektar. Bahkan pemerintah menjamin, jika harga jual dibawah Rp. 15 ribu, pemerintah suap membeli hasil produksi petani. Sejak itu, lahan tidur pun disulap untuk ladang bawang.</p>
<p>Belum lagi merasakan nikmatnya hasil bawang merah, diawal tahun 2017, harga jual bawang malah merosot. Terendah harga jual sampai Rp 9 ribu per kilogram.</p>
<p>&#8220;Tidak mungkin petani bisa hidup, untuk pulang pokok saja, seharusnya harga jual bawang merah  Rp. 13 ribu,&#8221; kata hafis, salah satu petani bawang merah.</p>
<p>Tak tanggung tanggung, keluhan ini disampaikan ke Menteri Pertanian. Akhirnya petani bisa langsung bertemu dengan petani di Jakarta, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Dari hasil pertemuan tersebut, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menginisiasi pertemuan untuk mencari solusi. Selanjutnya diadakan pertemuan antara petani, pemerintah Kabupaten Solok, Pemerintah Provinsi, Bulog, Kementerian Pertanian dan DPD.</p>
<p>Dalam pertemuan ini Wakil Bupati Solok, meminta pemerintah pusat serius mengatasi persolan ini. &#8220;Kami sudah berusaha untuk melakukan pengembangan lahan bawang merah, tapi jika kejadiannya begini saya takut masyarakat kehilangan kepercayaannya kepada pemerintah,&#8221; Ungkap Wabup Solok Yul Fadli Nurdin.</p>
<p>DPD RI yang langsung dihadiri ketua komite 2 dan anggota DPD RI asal Sumbar Nofi Chandra. &#8220;Kita dari DPD terus mengawal persoalan ini, karena ini demi kepentingan masyarakat luas,&#8221; Jelas Nofi yang juga putra asli Solok ini.</p>
<p>Sumatera Barat sebenarnya sudah surplus bawang merah. Kebutuhan Sumbar adalah 8 ribu ton. Sedangkan Sumbar sudah memproduksi 15 ribu ton. &#8220;Bawang merah Solok ini dikirim ke wilayah Sumatera, karena Sumatera masih minus 30 Ton per bulan,&#8221; Jelas Prihartoyo, salah satu direktur di Kementan.</p>
<p>Sementara itu Bulog yang mendapat perintah untuk membeli 2 ribu ton bawang merah di Indonesia, belum berani all out. &#8220;Kita main di bawang merah masih baru, untuk Solok kita membeli 22 ton dengan harga Rp. 15 ribu tapi kita hanya menjual Rp. 12 Ribu, rugi kami,&#8221; keluh Direktur Pengadaan bulog, Tri Wahyudi.</p>
<p>Bulog mengaku masih takut membeli karena belum pahan klasifikasi bawang merah tersebut. Ditambah belum ada kerjasama dengan kelompok tani.</p>
<p>Dari pertemuan tersebut disepakati akan membentuk tim monitoring bawang merah, yang terdiri dari seluruh unsur yang terlibat. Kemudian Bulog akan membeli seluruh bawang petani berdasarkan rekomendasi tim. Lalu Pemerintah pusat diminta untuk mengatasi bawang seludupan, yang diduga menjadi penyebab harga jatuh.</p>
<p>&#8220;Jika tim ini sukses, maka Solok bisa menjadi model untuk daerah lain, dalam mengatur distribusi dari hulu ke hilir,&#8221; Kata Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba.</p>
<p>Solok  sebagai sentra bawang merah, sudah bisa memproduksi 6 ribu ton bawang merah per bulan. <b>(eda)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bmengiris-nasib-petani-bawang-merah-di-solok/">​Mengiris Nasib Petani Bawang Merah di Solok</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 42/132 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.013 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:53:41 by W3 Total Cache
-->