<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Bawang Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/bawang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/bawang/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Oct 2020 07:48:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Bawang Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/bawang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di Tengah Pandemi Covid-19, Nagari Labuah Bisa Panen Perdana Bawang Merah</title>
		<link>https://prokabar.com/di-tengah-pandemi-covid-19-nagari-labuah-biasa-panen-perdana-bawang-merah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2020 07:18:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=76298</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Harga jual yang relatif stabil membuat budidaya dan pengembangan bawang merah di Tanah Datar mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat petani....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/di-tengah-pandemi-covid-19-nagari-labuah-biasa-panen-perdana-bawang-merah/">Di Tengah Pandemi Covid-19, Nagari Labuah Bisa Panen Perdana Bawang Merah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Harga jual yang relatif stabil membuat budidaya dan pengembangan bawang merah di Tanah Datar mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat petani. Terlebih, ketika sektor usaha lain melemah ditengah pandemi Covid 19, namun sektor pertanian masih tetap bertahan.</p>
<p>Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Yulfiardi saat panen perdana bawang merah kelompok tani Serona Nagari Labuh beberapa waktu lalu. Hasil panen perdana dari pengembangan bawang merah sistem tanam dari biji berjalan cukup baik karena turut ditunjang dengan kesesuaian iklim.</p>
<p>“Produktivitas dan hasil panen cukup baik, yakni 11 sampai 12 ton per hektar. Saat ini kita masih memakai bibit SS Sakato dari Lembah Gumanti Kabupaten Solok, dan Insya Allah 2021 varietas dari Tanah Datar yaitu Bawang Merah Sungai Jambu akan menjadi varietas nasional dan akan kita kembangkan di daerah kita,” katanya.</p>
<p>Sementara itu Kabid Holtikultura Dinas Pertanian Sri Mulyani menyampaikan, pelaksanaan panen perdana yang dilaksanakan merupakan kegiatan pengembangan kawasan bawang merah kegiatan Satker 4 Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumbar.</p>
<p>“Di Keltan Serona yang dikomandoi Mario ini kita mengembangkan penyediaan benih dengan sistem biji berupa sistem demplot hasil kerjasama PT. Panah Merah dan PT. Petrokimia Gresik,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut Sri Mulyani menambahkan, sistem tanam biji menjadi solusi dari mahalnya benih bawang merah dari umbi.</p>
<p>“Kebutuhan benih bawang dari umbi untuk 1 Ha mencapai 1.000 kg dengan harga di kisaran Rp.30 ribu sampai Rp.35 ribu per kilogram, sedangkan menggunakan biji hanya mencapai 5 kg benih/biji untuk luas yang sama, namun memang butuh waktu panen lebih lama 30 hari karena harus lakukan proses penyemaian benih sampai benih siap dipindahkan ke lapangan. Namun, keunggulannya lainnya lebih tahan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OTP) terutama di musim hujan,” tukas Sri.<strong> (eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/di-tengah-pandemi-covid-19-nagari-labuah-biasa-panen-perdana-bawang-merah/">Di Tengah Pandemi Covid-19, Nagari Labuah Bisa Panen Perdana Bawang Merah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementan Tindak Tegas Perusahaan Importir Bawang Melanggar Aturan</title>
		<link>https://prokabar.com/kementan-tindak-tegas-perusahaan-importir-bawang-melanggar-aturan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2018 12:01:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#importir]]></category>
		<category><![CDATA[#kementan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=25534</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kementerian Pertanian (Kementan) akan memberikan sanksi tegas dan blacklist kepada importir bawang putih yang tidak melakukan wajib tanam bawang putih di dalam...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kementan-tindak-tegas-perusahaan-importir-bawang-melanggar-aturan/">Kementan Tindak Tegas Perusahaan Importir Bawang Melanggar Aturan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Kementerian Pertanian (Kementan) akan memberikan sanksi tegas dan blacklist kepada importir bawang putih yang tidak melakukan wajib tanam bawang putih di dalam negeri . hal ini terkait dengan tidak bisanya importir melaksanakan serta memenuhi MoU yang melibatkan gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang sehingga kelompok tani bawang sangat dirugikan.</p>
<p>Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam keteranganya, Kamis (6/12). menyatakan, selain mem-blacklist importir yang diduga nakal, dalam hal ini PT Cipta Makmur Sentosa, pihaknya juga akan membekukan izin importir untuk impor bawang putih. ’’Dia akan kita blacklistjika tidak bisa memenuhi kewajibannya, termasuk tidak bisa impor bawang putih lagi,’’katanya</p>
<p>Dari penelusuran tim di lapangan diketahui, bila MoU tersebut dilakukan langsung antara importir dan petani. Artinya, apabila ada dugaan pelanggaran di luar kesepakatan yang sudah disepakati bersama itu pihaknya mempersilakan gapoktan yang terlibat menempuh jalur hukum. Ketika ditanya, apakah ada kasus serupa yang terjadi di wilayah lain?</p>
<p>Prihasto Setyanto menjawab, ada. Namun dia enggan menyebutkan wilayah yang dimaksud. ’’Apa yang disepakati bersama jelas tertera dalam MoU, dan kesepakatan itu dilakukan oleh importir langsung dengan petani,’’jelasnya.</p>
<p>Untuk 2019 mendatang, lanjutnya, Dirjen Hortikultura  berencana akan mengalokasikan anggaran APBN untuk penanaman bawang putih di Kabupaten Semarang dalam rangka melaksanakan Program Penanaman Bawang Putih.</p>
<p>Adapun luasannya, rencananya akan memanfaatkan lahan milik petani setempat seluas lebih kurang 100 hektare.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian , Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang Wigati Sunu menambahkan, pihaknya langsung menurunkan tim dan petugas penyuluh pertanian untuk menyikapi persoalan yang dialami beberapa gapoktan di Kecamatan Getasan.</p>
<p>Dalam MoU tersebut diketahui bila rentang waktu kerja sama antara importir dengan petani lokal di Kecamatan Getasan berlaku mulai akhir 2017 hingga Februari 2019. Pihak importir, berkewajiban menyediakan benih bawang putih. Kemudian menyediakan sarana produksi pertanian, demikian halnya ketika panen mereka juga berkewajiban membantu penjualan hasil produksi.</p>
<p>“Benih bawang putih yang dijanjikan importir tidak datang karena tidak sesuai spesifikasi yang diminta Kementan. Menyusul benih bawang putih dari Tiongkok itu tidak berumbi, Kementan kemudian merekomendasikan benih dari Taiwan,’’ kata Wigati.</p>
<p>Wigati Sunu menandaskan, pihaknya bersama Kementan akan menunggu masa MoU antara impotir dan gapoktan habis pada Februari 2019 mendatang terlebih dahulu.</p>
<p>Berbicara jumlah kelompok tani yang melakukan MoU, Retna Supatmi merinci setidaknya ada 13 kelompok yang tersebar pada empat desa di Kecamatan Getasan dengan luasan tanam rencananya 430 hektare. Lahan itu dikelola oleh kelompok tani dan gapoktan di Desa Batur, Tajuk, Kopeng, dan Desa Wates. ’’Kecamatan Getasan memang potensial untuk ditanami bawang putih, menyusul jika melihat sejarahnya 30 tahun silam di lokasi itu ditetapkan sebagai area sentra bawang putih,’’ucapnya.</p>
<p>Luasan lahan yang telah disiapkan oleh para petani itu, berdasarkan kajian Tim Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang sebagian diantaranya sudah ditanami. Artinya, tidak benar jika seluruh lahan tidak ditanami atau dibiarkan terbengkelai.’’Ada sebagian yang ditanami petani, terutama lahan yang berada di lokasi mudah mendapatkan pasokan air,’’ tandas Retna Supatmi. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kementan-tindak-tegas-perusahaan-importir-bawang-melanggar-aturan/">Kementan Tindak Tegas Perusahaan Importir Bawang Melanggar Aturan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Harga Bawang Jatuh, Petani Solok Mengadu Ke Mentan </title>
		<link>https://prokabar.com/%e2%80%8bharga-bawang-jatuh-petani-solok-mengadu-ke-mentan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 May 2017 12:53:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[#Harga]]></category>
		<category><![CDATA[#Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=1779</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar. Niat petani bawang merah asal Solok &#160;untuk mengadukan masalah harga bawang &#160;ke kementrian Pertanian akhirnya kesampaian. Difasilitasi oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bharga-bawang-jatuh-petani-solok-mengadu-ke-mentan/">​Harga Bawang Jatuh, Petani Solok Mengadu Ke Mentan </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar. </b>Niat petani bawang merah asal Solok &nbsp;untuk mengadukan masalah harga bawang &nbsp;ke kementrian Pertanian akhirnya kesampaian. Difasilitasi oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI H. Nofi Candra, SE, perwakilan petani Bawang dari kawasan Alahan Panjang tiba kantor Kementerian Pertanian di Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (29/5).<br />
Perwakilan petani &nbsp; mengadu soal harga bawang merah &nbsp;Solok yang anjlok, karena &nbsp;ketika Menteri Pertanian berkunjung ke Kabupaten Solok pada Desember 2016 lalu, telah memotivasi petani untuk mengerakkan budidaya Bawang Merah. &nbsp;“ Pak Menteri ketika itu bahkan mencanangkan Kabupaten Solok sebagai lumbung Bawang untuk wilayah Sumatera. Sejak itu animo masyarakat menanam bawang semakin tinggi. Bahkan tumbuh eforia,” kata Hafis, perwakilan petani melalui telepon pintarnya.</p>
<p>Hafis mengaku dirinya terbang ke Jakarta bersama Edwar, petani Bawang Merah di kawasan Alahan Panjang. Difasilitasi penuh oleh anggota DPD-RINofi Candra, pihaknya mengaku puas karena &nbsp;diterima langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. &#8220;Kami menyampaikan keluhan ke Pak Menteri, karena beliau telah mencanangkan Kabupaten Solok menjadi sentra bawang Sumatera. Bersama Bulog, ketika itu, &nbsp;mereka bersedia menampung bawang dari petani, tanpa melihat jumlah, dengan harga Rp 15 ribu. Karena alasan itu, &nbsp;kami menagih Pak Menteri agar &nbsp;benar-benar menampung produksi petani,” kata Havis.</p>
<p>Ditambahkan rekannya, Edwar, &nbsp; anjloknya harga bawang merah di Solok sudah terjadi dalam tiga bulan terahir. Petani di Solok merugi karena harga jual yang rendah,bahkan kini berada dikisaran antara Rp 11 ribu sampai Rp 12 ribu saja. “Dengan harga tersebut, petani sudah sangat dirugikan.Bahkan kalau Bulog hanya memberi &nbsp;yang tipe Jumbo, tipe besar, sementara rata-rata bawang petani itu yang tipe sedang, tipe menengah, Petani menjadi terpukul&#8221; katanya.</p>
<p>Tersebab itu, Havis dan Edwar mengharapkan Menteri Andi Amran Sulaiman &nbsp;bisa mengatasi masalah itu, sehingga harga bawang merah kembali normal. Kalau harga bawang sudah ditetapkan, ia berharap agar dievaluasi “ Kami menyampaikan kepada pak Menteri, mohon harga bawang ini dijaga, karena kami hidup dari bawang,&#8221; tutur Edwar melalui jaringan pribadinya.</p>
<p>DPD-RI Serius</p>
<p>Menyangkut harga Bawang itu, &nbsp;Nofi Candra yang turut mendampingi petani bersama ketua Ketua Komite II &nbsp;DPD-RI, Parlindungan Purba, menginginkan agar persoalan harga bawang dapat segera ditindaklanjuti. Komite II DPD-RI yang membidangi masalah Pertanian, mendesak &nbsp;pemerintah agar dapat berkoordinasi untuk &nbsp;menjaga harga pangan.&#8221; Kita sangat serius mengadvokasi petani. Karena itu kita mohon pada pemerintah untuk koordinasi, khususnya Bulog untuk ketahanan pangan di Indonesia,&#8221; sebut &nbsp;Nofi Candra yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya.</p>
<p>Dari hasil petemuan dengan Menteri pertanian, &nbsp;Bulog, Komite II DPD dan perwakilan Petani Bawang, &nbsp;Nofi Candra mengaku puas karena ada keinginan &nbsp;Bulog untuk menyerap bawang merah.</p>
<p>Disebutkan Nofi, Menteri Pertanian Andi Amran mengakui produksibawang merah Solok melimpah, namun sayangnya petani &nbsp;kesulitan dengan rendahnya harga tersebut.</p>
<p>“Pak Menteri bahkan mengaku Solok adalah salah satu Kabupaten yang diusung sebagai sentra produksi bawang merah. Karena itu beliau sangat consent dengna harga ini, “ jelas Nofi Candra.</p>
<p>Dari hasil “gugatan”petani bawang itu, diharapkan semua janji-janji soal harga yang akan dihandel oleh &nbsp;Bulog agar ditindaklanjuti. “ Pak Menteri &nbsp;menegaskan harga di bawah Rp 15 ribu/kg, harus diserap Bulog, &#8221; ulas Nofi Candra.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/%e2%80%8bharga-bawang-jatuh-petani-solok-mengadu-ke-mentan/">​Harga Bawang Jatuh, Petani Solok Mengadu Ke Mentan </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 35/81 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.020 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:01:04 by W3 Total Cache
-->