<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#batubusuak Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/batubusuak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/batubusuak/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Sep 2026 13:31:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#batubusuak Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/batubusuak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>ITB, Unand, dan UIN SGD Pulihkan Ekonomi Penyintas Banjir Batu Busuk lewat Pertanian dan Peternakan</title>
		<link>https://prokabar.com/itb-unand-dan-uin-sgd-pulihkan-ekonomi-penyintas-banjir-batu-busuk-lewat-pertanian-dan-peternakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 13:31:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#batubusuak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=136341</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar – Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Andalas (Unand), dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersinergi memulihkan ekonomi warga penyintas banjir bandang di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/itb-unand-dan-uin-sgd-pulihkan-ekonomi-penyintas-banjir-batu-busuk-lewat-pertanian-dan-peternakan/">ITB, Unand, dan UIN SGD Pulihkan Ekonomi Penyintas Banjir Batu Busuk lewat Pertanian dan Peternakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar – Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Andalas (Unand), dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersinergi memulihkan ekonomi warga penyintas banjir bandang di kawasan Batu Busuk, Kota Padang. Program pengabdian masyarakat tahun 2026 menyasar warga di Kampuang Talang, RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh.</p>
<p>Kegiatan difokuskan pada empat sektor, yaitu budidaya madu galo-galo, pembesaran kambing Etawa, pengembangbiakan ayam kampung petelur, dan pertanian sayur hidroponik berbasis kompos. Selain bantuan bibit dan ternak, tim juga memberikan bimbingan teknis kepada kelompok warga.</p>
<p>Koordinator ITB Prof. Ramadhani Eka Putra menyebut program ini dirancang untuk kemandirian jangka panjang.</p>
<p>“Dengan 4 pilar ini warga punya sumber pangan, sumber pendapatan, sekaligus potensi wisata edukasi,” ujar Prof. Ramadhani Eka Putra.</p>
<p>Koordinator Unand Prof. Henny Herwina menambahkan bahwa program tersebut sekaligus menginisiasi rintisan Kampung Agrowisata Budaya Talang.</p>
<p>“Pertanian, peternakan, dan budaya dipadukan. Ini jadi model pemulihan pasca bencana,” kata Prof. Henny Herwina.</p>
<p>Koordinator warga Dasrul menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima.</p>
<p>“Kami kehilangan mata pencaharian setelah banjir. Sekarang kami mulai bangkit lagi lewat ternak dan kebun,” ucap Dasrul.</p>
<p>Program ini diharapkan dapat memulihkan ekonomi warga sekaligus menjadikan Kampung Agrowisata Budaya Talang sebagai destinasi baru di Kota Padang.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/itb-unand-dan-uin-sgd-pulihkan-ekonomi-penyintas-banjir-batu-busuk-lewat-pertanian-dan-peternakan/">ITB, Unand, dan UIN SGD Pulihkan Ekonomi Penyintas Banjir Batu Busuk lewat Pertanian dan Peternakan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendekatan Kebudayaan Atasi Kendala Kesedian Lahan untuk Korban Banjir Bandang di Batu Busuk</title>
		<link>https://prokabar.com/pendekatan-kebudayaan-atasi-kendala-kesedian-lahan-untuk-korban-banjir-bandang-di-batu-busuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 05:21:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#batubusuak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=133015</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pendekatan kebudayaan kembali terbukti menjadi solusi efektif dalam mengatasi kendala kesedian lahan untuk korban banjir bandang di Batu Busuk, Kota Padang....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pendekatan-kebudayaan-atasi-kendala-kesedian-lahan-untuk-korban-banjir-bandang-di-batu-busuk/">Pendekatan Kebudayaan Atasi Kendala Kesedian Lahan untuk Korban Banjir Bandang di Batu Busuk</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pendekatan kebudayaan kembali terbukti menjadi solusi efektif dalam mengatasi kendala kesedian lahan untuk korban banjir bandang di Batu Busuk, Kota Padang. Kali ini, 7 korban banjir bandang dari kaum Suku Malayu Gaduang, Pangka Jambatan Batu Busuk, RT 03 RW 04, Kelurahan Kapalo Koto, berhasil membangun Hunian Sementara dan Layak (Hunsela) di lahan kaum mereka yang berada di kawasan Lubuk Gajah, Kelurahan Piai.</p>
<p>Pembangunan Hunsela ini diinisiasi oleh Karang Taruna Kelurahan Kapalo Koto bersama PSB Unand, IKA Unand, dan Perempuan Peduli Bencana. Pembiayaan pembangunan digalang oleh keempat lembaga tersebut dari berbagai sumber. Proses pembangunan sudah dimulai sejak tanggal 18 Maret 2026.</p>
<p>Masing-masing penyintas diberikan lahan seluas 8&#215;12 meter oleh kaum, dan dibangun hunian rumah berukuran 3,6 meter x 7,2 meter. Menurut Dasrul Ss. MSI, pemerhati budaya di Sumbar, pendekatan kebudayaan ini sangat tepat dalam mengatasi ketersedian lahan untuk membangun hunian layak bagi penyintas banjir di Kota Padang dan Sumbar.</p>
<p>&#8220;Dengan metode ini, penyintas banjir bersama ninik mamak bahu membahu dengan menetapkan lahan untuk keluarga mereka menjadi korban banjir. Lahan tersebut dapat dipergunakan untuk hunian namun tidak dapat diperjualbelikan. Dengan status milik kaum dan hak guna pakai bagi kaum,&#8221; kata Dasrul.</p>
<p>Sebelumnya, konsep ini sudah diterapkan oleh kaum Suku Tanjung Pangka Jembatan Batu Busuk, di mana 11 penyintas banjir sudah dibangun Hunsela dan Hunian Tetap dari para donatur. Dasrul berharap, contoh ini dapat diikuti oleh pemerintah untuk korban banjir lain yang masih memiliki lahan kaum atau pusako tinggi kaumnya sebagai lahan relokasi korban banjir bandang di Kota Padang dan daerah lainnya di Sumbar.</p>
<p>&#8220;Pendekatan kebudayaan ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah ketersedian lahan untuk korban banjir. Kami berharap, pemerintah dapat memperhatikan dan mendukung upaya ini,&#8221; tambah Dasrul.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pendekatan-kebudayaan-atasi-kendala-kesedian-lahan-untuk-korban-banjir-bandang-di-batu-busuk/">Pendekatan Kebudayaan Atasi Kendala Kesedian Lahan untuk Korban Banjir Bandang di Batu Busuk</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keceriaan Anak-Anak Batu Busuk Setelah Kembali Belajar Tatap Muka</title>
		<link>https://prokabar.com/keceriaan-anak-anak-batu-busuk-setelah-kembali-belajar-tatap-muka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 13:05:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#batubusuak]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#pascabanjir]]></category>
		<category><![CDATA[#Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Traumahealing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=131780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar– Lorong-lorong Diklat PT Semen Padang yang biasanya bergema oleh ketukan sepatu peserta pelatihan kini berubah wajah. Kali ini, yang mengisi ruang adalah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keceriaan-anak-anak-batu-busuk-setelah-kembali-belajar-tatap-muka/">Keceriaan Anak-Anak Batu Busuk Setelah Kembali Belajar Tatap Muka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar–</strong> Lorong-lorong Diklat PT Semen Padang yang biasanya bergema oleh ketukan sepatu peserta pelatihan kini berubah wajah. Kali ini, yang mengisi ruang adalah langkah-langkah kecil yang berlarian, tawa yang lepas, dan suara membaca anak-anak SD Bustanul Ulum Semen Padang. Keseriusan rapat dan pelatihan yang biasanya menumpuk di setiap sudut ruangan kini lenyap, digantikan riuh rendah keceriaan yang baru, meski lahir dari kepedihan.</p>
<p>Diantara riuh rendah tawa, guru-guru tampak bergantian membimbing mereka untuk membaca, menulis, dan berhitung. Suara mereka pun menembus ruang, menciptakan ritme yang berbeda dari rutinitas diklat pada umumnya. Setiap kata dan tawa seolah menjadi obat kecil bagi luka yang belum sepenuhnya sembuh. Mata anak-anak bersinar, memberikan cahaya keberanian yang tak mudah padam, meskipun bencana baru saja merenggut sebagian dunia mereka.</p>
<p>Anak-anak ini adalah penyintas banjir bandang di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Mereka pernah menyaksikan air keruh datang dengan ganas, menyeret rumah, merobohkan dinding, serta menghancurkan benda-benda yang selama ini menjadi bagian hidup mereka. Malam-malam panjang di pengungsian, suara hujan yang memicu kecemasan, dan ketidakpastian hari esok masih menghantui ingatan mereka.</p>
<p>Dari pantauan media ini pada Kamis (8/1/2026) pagi, salah seorang anak bernama Ghazy Al Gifard, yang merupakan bocah kelas V, tampak duduk dengan tenang. Tangannya menggenggam buku tulis, pensil bergerak perlahan di atas kertas. Sesekali, ia menatap jendela, seolah memeriksa apakah semuanya aman. Saat ditanya tentang kelas barunya, senyum kecil merekah di wajahnya. “Di sini kami nyaman sekali belajar, Pak. Ruangannya ber-AC,” kata Ghazy polos.</p>
<p>Bocah berusia 10 tahun ini juga menyampaikan bahwa AC bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menjadi simbol perlindungan—dinding kokoh, atap yang tak bocor, dan ruang yang aman dari bayang-bayang banjir. Sekolah lamanya yang tidak jauh dari sungai masih memicu rasa trauma ketika awan gelap bergelantungan di langit Batu Busuk. “Kami masih takut sekolah di sana kalau cuaca buruk, apalagi di belakang sekolah juga ada bukit tinggi menjulang. Kami takut nanti longsor,” bisiknya pelan.</p>
<p>Ghazy merupakan salah satu bocah yang rumahnya hanyut diterjang banjir. Tidak ada yang tersisa, kecuali kenangan tentang tawa keluarga, aroma rumah, dan permainan sederhana di halaman belakang rumahnya. Kini, Ghazy bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di Limau Manis, sekitar lima kilometer dari Batu Busuk. “Sebelum ngontrak, kami sempat tinggal di tempat pengungsian di SDN 02 Cupak Tangah, dan di sana kami menjalani hari-hari dengan tidur seadanya serta rutinitas yang serba terbatas,” ujarnya.</p>
<p>Di meja lain, Sheryl Philomela Sodiq tampak ceria di tengah teman-temannya. Meski sekolah lamanya relatif aman dari banjir, ruang belajar di Diklat PT Semen Padang memberinya rasa aman yang berbeda. Setiap hari ia diantar-jemput menggunakan bus perusahaan—sebuah perhatian sederhana yang membuatnya merasa diperhatikan dan dilindungi. Namun demikian, trauma tetap ada. Bencana dahsyat yang melanda kampung halamannya juga merenggut kebahagiaannya, yaitu rumah tempat ia berteduh.</p>
<p>“Saya masih trauma, Pak. Rumah saya hanyut tak membekas,” ucap Sheryl pelan. Kini, ia dan keluarganya tinggal di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, tak jauh dari SMP Negeri 23 Padang. Rasa kehilangan rumah dan kenangan masa kecil masih tersisa. Namun begitu, gadis kecil yang beranjak dewasa ini berusaha untuk terus belajar menata kembali hari-harinya dengan senyum, meski hati masih rapuh. “Kami tidak akan menyerah, meski bencana telah menimpa kami. Kami harus bangkit untuk bisa meraih mimpi-mimpi kami,” ucapnya.</p>
<p>Pelajar SD Bustanul Ulum lainnya, Verdiano Tauvani, juga menyimpan kenangan pahit. Ketika banjir datang, ia menyaksikan rumahnya hanyut, dan ia bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah neneknya yang masih berada di kawasan Batu Busuk. Namun, karena luapan banjir yang begitu besar dan deras, bagian belakang rumah neneknya itu juga roboh diterjang banjir.</p>
<p>Kini, Verdiano bersama keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Piai, Kecamatan Pauh. Jauh dari sungai, namun bocah 10 tahun ini mengaku masih trauma, dan kedua orang tuanya kini berupaya membangun kembali kehidupan dari sisa-sisa yang ada. “Saya juga masih trauma. Kadang-kadang, saya masih teringat air keruh datang dan menghanyutkan rumah, serta semua benda yang ada,” katanya lirih sambil menatap buku tulisnya.</p>
<p>Setiap anak dari para penyintas ini membawa cerita yang berbeda, tetapi rasa takut, kehilangan, dan harapan menyatu dalam satu ruang. Sementara itu, di luar ruangan, suara anak-anak yang berlari dan tawa riang mengisi halaman diklat. Seorang guru terlihat menatap mereka sambil tersenyum. “Mereka hebat. Trauma boleh ada, tapi semangat mereka lebih besar,” kata Kepala Urusan Pengajaran SD Bustanul Ulum Semen Padang, Rici Noviasari.</p>
<p>Rici juga menyampaikan bahwa total siswa SD Bustanul Ulum berjumlah 116 orang. Namun, yang mengikuti kegiatan belajar di Diklat PT Semen Padang berjumlah 109 orang, sementara tujuh siswa lainnya untuk sementara menumpang belajar di SDN 02 Lubuk Buaya karena mereka bersama keluarganya direlokasi ke hunian sementara di Lubuk Buaya. “Pindah ke diklat ini sejak Senin kemarin. Alhamdulillah, anak-anak sangat nyaman belajar,” ujarnya.</p>
<p>Guru kelas VI ini juga membeberkan kondisi seluruh pelajar SD Bustanul Ulum pascabanjir. Sehari setelah banjir melanda Batu Busuk, ia bersama para guru lainnya langsung mendata seluruh siswa dengan mendatangi lokasi pengungsian di Masjid Taqwa, SDN 02 Cupak Tangah, Rimbo Panjang, dan SMP Negeri 44 Padang. Setelah semua siswa didata, para guru kemudian menggelar rapat dengan pengurus Yayasan Igasar Semen Padang yang menaungi SD Bustanul Ulum Semen Padang.</p>
<p>Dari rapat tersebut, diputuskan bahwa seluruh guru SD Bustanul Ulum yang berjumlah 12 orang, termasuk kepala sekolah, membuat jadwal piket di beberapa titik lokasi pengungsian tempat siswa SD Bustanul Ulum berada. “Di tempat pengungsian, kami para guru memberikan trauma healing, menanyakan kabar siswa, dan sesekali mengulang beberapa mata pelajaran,” ujarnya.</p>
<p>Setelah keadaan mulai kondusif, para guru bersama orang tua dan komite sekolah, termasuk pihak yayasan, kembali menggelar rapat. Dari hasil rapat, semuanya sepakat bahwa pada 15 Desember 2025 aktivitas belajar mengajar kembali dilakukan di SD Bustanul Ulum, namun dengan jadwal pulang yang dipercepat. “Biasanya pulang pukul 15.00 WIB, kami percepat menjadi pukul 11.00 WIB karena kami khawatir cuaca saat itu masih buruk,” bebernya.</p>
<p>Aktivitas belajar mengajar di SD Bustanul Ulum berlangsung hingga 18 Desember 2025, kemudian anak-anak memasuki libur semester, Natal, dan Tahun Baru. “Saat anak-anak libur panjang inilah banjir susulan terjadi, dan akses menuju SD Bustanul Ulum terputus, bahkan tidak bisa dilewati kendaraan. Menjelang libur panjang berakhir, kami kembali menggelar rapat bersama yayasan, komite, dan wali murid. Karena kondisi tidak memungkinkan, kami sepakat untuk sementara anak-anak dipindahkan belajar ke Diklat PT Semen Padang,” ujarnya.</p>
<p>“Alhamdulillah, sejak Senin hingga sekarang anak-anak senang belajar di diklat ini. Apalagi, setiap hari mereka diantar-jemput menggunakan bus yang disediakan gratis oleh PT Semen Padang. Untuk itu, saya mewakili para guru mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak kami,” kata Rici.</p>
<p>Salah satu wali murid SD Bustanul Ulum Semen Padang, Miftahul Jannah, mengaku bersyukur anaknya masih bisa bersekolah meskipun aktivitas belajar mengajar dialihkan ke Diklat PT Semen Padang akibat akses jalan menuju sekolah putus total pascabanjir susulan akhir Desember lalu. Menurutnya, meskipun lokasi belajar sementara ini cukup jauh dari Batu Busuk, perhatian PT Semen Padang terhadap siswa SD Bustanul Ulum sangat luar biasa.</p>
<p>“Ini perhatian yang bukan hanya besar, tetapi sangat luar biasa menurut kami. PT Semen Padang tidak hanya memfasilitasi tempat belajar, tetapi juga menyediakan bus operasional untuk antar-jemput anak-anak dari rumah masing-masing ke Diklat PT Semen Padang. Padahal, pascabanjir sebagian besar siswa SD Bustanul Ulum sudah tidak lagi tinggal di Batu Busuk dan tersebar di berbagai lokasi di Kecamatan Pauh,” katanya.</p>
<p>Ia pun mewakili para wali murid mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang selalu hadir memberikan perhatian, terutama kepada anak-anak SD Bustanul Ulum. Di tengah keterbatasan, anak-anak yang masih trauma dan menjalani masa pemulihan tetap dapat belajar secara normal. “Terima kasih PT Semen Padang atas perhatiannya,” ujar Miftahul.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Unit Komunikasi &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan terhadap siswa SD Bustanul Ulum merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat Batu Busuk. Apalagi, SD Bustanul Ulum merupakan sekolah binaan PT Semen Padang yang berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang.</p>
<p>“Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, kami menilai hal ini sangat penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar meskipun wilayah Batu Busuk sedang menghadapi dampak bencana yang cukup berat. Kami berharap, apa yang kami lakukan ini setidaknya dapat membantu menyembuhkan luka anak-anak yang terdampak banjir bandang,” ujarnya.</p>
<p>Idris menambahkan, PT Semen Padang selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui program pendidikan, tetapi juga berbagai bentuk bantuan dan pendampingan, terutama saat masyarakat menghadapi masa sulit. “Kepedulian kami terhadap sekolah ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan sekaligus memberi semangat kepada warga untuk bangkit bersama,” tambahnya.</p>
<p>SD Bustanul Ulum merupakan sekolah gratis yang didirikan PT Semen Padang untuk masyarakat kurang mampu di Batu Busuk. Meski berada di bawah naungan Yayasan Igasar Semen Padang, setiap tahun PT Semen Padang menggelontorkan dana sedikitnya Rp500 juta untuk mendukung operasional sekolah yang berada tidak jauh dari PLTA Kuranji milik PT Semen Padang. <strong>(*/eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keceriaan-anak-anak-batu-busuk-setelah-kembali-belajar-tatap-muka/">Keceriaan Anak-Anak Batu Busuk Setelah Kembali Belajar Tatap Muka</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Batu Busuak, PT Semen Padang Kirim Relawan Bantu Warga Terdampak</title>
		<link>https://prokabar.com/banjir-batu-busuak-pt-semen-padang-kirim-relawan-bantu-warga-terdampak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 02:50:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#banjir]]></category>
		<category><![CDATA[#batubusuak]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #semenpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#relawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=130568</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar- Hujan deras yang mengguyur Kota Padang selama tiga hari terakhir memicu banjir di sejumlah kawasan, termasuk Batu Busuak, Kelurahan Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/banjir-batu-busuak-pt-semen-padang-kirim-relawan-bantu-warga-terdampak/">Banjir Batu Busuak, PT Semen Padang Kirim Relawan Bantu Warga Terdampak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar-</strong> Hujan deras yang mengguyur Kota Padang selama tiga hari terakhir memicu banjir di sejumlah kawasan, termasuk Batu Busuak, Kelurahan Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, Selasa (25/11/2025). Menyikapi kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) PT Semen Padang diterjunkan untuk membantu warga serta melakukan asesmen kebutuhan di lokasi.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyatakan bahwa kehadiran TRC merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Langkah ini juga selaras dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait perlindungan sosial dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.</p>
<p>“Begitu menerima laporan banjir di Pauh, TRC Semen Padang langsung bergerak ke lapangan. Ini bagian dari kepedulian perusahaan untuk hadir saat masyarakat membutuhkan. Komitmen ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, yang menekankan penguatan perlindungan sosial dan ketangguhan bencana,” ujar Win.</p>
<p>Berdasarkan pendataan TRC, sebanyak 70 rumah terendam, dengan 96 kepala keluarga atau sekitar 230 jiwa terdampak. Kondisi air pada siang hari mulai surut, namun warga masih memerlukan dukungan lanjutan.</p>
<p>Menurut laporan tim di lapangan, bantuan kebutuhan pokok telah tersedia. Namun, untuk keberlanjutan dapur umum, masyarakat membutuhkan perlengkapan memasak tambahan.</p>
<p>“Alhamdulillah bantuan pangan terus berdatangan. Namun warga membutuhkan perlengkapan masak agar dapur umum tetap berjalan. Ini kebutuhan mendesak, dan insyaAllah akan segera kami penuhi,” kata Win.</p>
<p>Ia menambahkan, PT Semen Padang akan terus memantau situasi dan menyalurkan bantuan sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan.</p>
<p>“Kami terus memonitor kondisi warga melalui tim TRC. Apa pun kebutuhan mendesak, akan segera kami bantu. Ini bagian dari misi kemanusiaan perusahaan sekaligus kontribusi untuk memperkuat ketahanan sosial-bencana,” ujarnya.</p>
<p>Personel TRC yang dikerahkan terdiri dari Arya, Syafrizal, Herwan, Armel, Hosen, Indra YB, Sapar, dan Kamaldi. Mereka membantu pendataan, memantau kondisi rumah warga, serta berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan BPBD Kota Padang.</p>
<p>Respons cepat TRC Semen Padang menunjukkan sinergi konkret antara dunia usaha dan pemerintah dalam penanganan bencana, khususnya terkait peningkatan perlindungan sosial dan ketahanan masyarakat. <strong>(*/Eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/banjir-batu-busuak-pt-semen-padang-kirim-relawan-bantu-warga-terdampak/">Banjir Batu Busuak, PT Semen Padang Kirim Relawan Bantu Warga Terdampak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Gabungan Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Lambung Bukit Batu Busuk </title>
		<link>https://prokabar.com/tim-gabungan-evakuasi-warga-terjebak-banjir-di-lambung-bukit-batu-busuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2023 14:57:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#banjir]]></category>
		<category><![CDATA[#batubusuak]]></category>
		<category><![CDATA[#Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[#bpbdpadang]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#infobanjir]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=110956</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Hujan deras yang melanda kota Padang sejak siang menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap hingga menyebabkan banjir di sejumlah kawasan pada Senin...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tim-gabungan-evakuasi-warga-terjebak-banjir-di-lambung-bukit-batu-busuk/">Tim Gabungan Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Lambung Bukit Batu Busuk </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Hujan deras yang melanda kota Padang sejak siang menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap hingga menyebabkan banjir di sejumlah kawasan pada Senin (23/1) malam.</p>
<p>Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang salah satu kawasan yang terdampak banjir adalah Lambung Bukit, Batu Busuk, Pauh, Kota Padang.</p>
<p>Meluapnya air sungai menyebabkan sejumlah warga terpaksa diungsikan dengan menggunakan perahu karet.</p>
<p>&#8220;Anggota TRC PB BPBD Kota Padang bersama tim Gabungan melakukan evakuasi korban baik dengan perahu karet maupun dengan manual&#8221; dilansir dari data BPBD Padang.</p>
<p>Sementara itu untuk warga yang telah berhasil dievakuasi adalah Karim (85), Astimar (75), Nina (31), Zahwa (8), dan Adam (1).</p>
<p>Para korban korban yang berhasil dievakuasi sementara berada di ambulance Rumah zakat. dan Mobil PMI. <strong>(pk)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tim-gabungan-evakuasi-warga-terjebak-banjir-di-lambung-bukit-batu-busuk/">Tim Gabungan Evakuasi Warga Terjebak Banjir di Lambung Bukit Batu Busuk </a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 35/105 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.011 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:28:44 by W3 Total Cache
-->