<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Batik Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/batik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/batik/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Dec 2023 07:21:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Batik Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/batik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Usaha Tidak Mengkhianati Hasil, Kisah Widdiyanti Penerima PIN Emas dari Pemkot Padang Panjang</title>
		<link>https://prokabar.com/usaha-tidak-mengkhianati-hasil-kisah-widdiyanti-penerima-pin-emas-dari-pemkot-padang-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Dec 2023 07:21:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangPanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=116724</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; &#8220;Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.&#8221; Kalimat ini menjadi kalimat pembuka saat prokabar.com mewawancarai Widdiyanti, salah seorang penerima PIN Emas yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usaha-tidak-mengkhianati-hasil-kisah-widdiyanti-penerima-pin-emas-dari-pemkot-padang-panjang/">Usaha Tidak Mengkhianati Hasil, Kisah Widdiyanti Penerima PIN Emas dari Pemkot Padang Panjang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang,</strong> <strong>Prokabar</strong> &#8211; &#8220;Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.&#8221; Kalimat ini menjadi kalimat pembuka saat prokabar.com mewawancarai Widdiyanti, salah seorang penerima PIN Emas yang diberikan Pemerintah Kota Padang Panjang pada Jumat, 1 Desember 2023 lalu, yang bertepatan dengan Hari Jadi Kota Padang Panjang ke-233 tahun.</p>
<p>Menurut Widdiyanti, prestasi membanggakan tersebut bukan prestasi instan atau prestasi semalam yang dirinya raih, melainkan sebuah pekerjaan yang dimulai dari nol, usaha yang benar-benar merangkak dari bawah hingga besar sampai saat sekarang ini.</p>
<p>Adalah melakoni UMKM yang bergerak dalam bidang batik, dari usaha batik inilah PIN Emas yang disematkan oleh Pemerintah Kota Padang Panjang itu dimulai.</p>
<p>Sedikit bersejarah, jiwa seni khususnya menggambar sudah tertanam sejak dirinya kecil, namun karena lahir dari orang tua yang biasa-biasa saja ditambah dengan tinggal di Kabupaten Pasaman yang belum ada sarana dan prasarana untuk menyalurkan hobi nya, terpaksa jiwa seni menggambar dilakukan di atas kertas semata.</p>
<p>Jiwa seni yang dimiliki oleh Widdiyanti terus bergejolak, hingga setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas membuatnya harus meninggalkan kampung halaman dan melanjutkan sekolahnya ke Perguruan Tinggi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.</p>
<p>Di gembleng oleh seorang paman yang juga pencinta seni, semangat Wid -sapaan akrabnya- terus menjadi-jadi dalam belajar batik. Tak ayal, empat tahun kurang dirinya berhasil menyelesaikan pendidikan dan langsung melanjutkan pendidikan ke Strata 2. Dengan pengalaman dan ilmu yang cukup mumpuni, Widdiyanti menjadi satu-satunya asesor batik yang ada di Pulau Sumatera.</p>
<p><strong>Memiliki Rumah Batik</strong></p>
<p>Tak ingin ilmu di bangku kuliah tidak dimanfaatkan dengan baik, awal tahun 2010 Wid mendirikan rumah batik di daerah Silaing Kota Padang Panjang.</p>
<p>Rumah batik tersebut awalnya hanya untuk menumpuk peralatan batik dan membatik, namun saat ini rumah batik ini benar-benar telah menjadi salah satu UMKM yang besar dan telah terkenal di dunia internasional.</p>
<p>Selain membuat batik, di rumah batik ini juga dijadikan sebagai sekolah alam di mana setiap hari puluhan hingga ratusan orang mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga orang dewasa belajar cara membatik di rumah batik Canting Buana Kreatif ini.</p>
<p>Tidak saja pelajar atau mahasiswa dalam negeri, mahasiswa internasional pun juga belajar membatik yang diasuh dan dibina langsung oleh Widdiyanti. Dalam memilih karyawan, Wid juga terlihat berbeda. Dirinya mempekerjakan dua orang penyandang disabilitas di mana dua orang difabel tersebut paham dan mengerti apa yang dimaksud dan diinginkan oleh Wid dalam membatik.</p>
<p><strong>Didukung Suami yang Juga Pencinta Batik</strong></p>
<p>Dorongan keluarga menjadi salah satu alasan kuat bagi Widdiyanti untuk terus mengembangkan usaha batik. Bersama suaminya, Wid juga membagi ilmu turun ke daerah-daerah, sekolah-sekolah, hingga ke tingkat desa dan nagari yang berjarak ratusan kilometer dari rumahnya, hanya untuk mengajarkan masyarakat cara membatik yang nantinya bisa menopang ekonomi keluarga itu sendiri.</p>
<p>Saat ini, telah lebih dari 350 ribu lembar batik dengan bermacam-macam motif telah ia buat dan terjual, di mana penikmat batiknya tidak saja dari masyarakat biasa, tetapi juga kalangan pejabat tinggi negara, duta besar, hingga kepala daerah baik dalam wilayah Sumatera Barat maupun di luar Sumatera Barat.</p>
<p>Widdiyanti juga menyampaikan salah satu karya terbaiknya adalah ikut berpartisipasi dalam Hari Jadi Kota Padang Panjang yang ke-233 tahun, di mana 666 lembar batik koleksi dari Canting Buana dipakai dalam kegiatan tersebut dan pembuatannya sendiri memakan waktu kurang dari 30 hari pengerjaan. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/usaha-tidak-mengkhianati-hasil-kisah-widdiyanti-penerima-pin-emas-dari-pemkot-padang-panjang/">Usaha Tidak Mengkhianati Hasil, Kisah Widdiyanti Penerima PIN Emas dari Pemkot Padang Panjang</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Batik Ampas Kopi Kekayaan Budaya Nagari Pariangan</title>
		<link>https://prokabar.com/batik-ampas-kopi-kekayaan-budaya-nagari-pariangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2022 04:02:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#ampaskopi]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#pariangan]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=104981</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Batik Ampas Kopi produksi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rumah Batik Pariangan, Nagari Pariangan, Tanah Datar menjadi salah satu produk yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/batik-ampas-kopi-kekayaan-budaya-nagari-pariangan/">Batik Ampas Kopi Kekayaan Budaya Nagari Pariangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Batik Ampas Kopi produksi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rumah Batik Pariangan, Nagari Pariangan, Tanah Datar menjadi salah satu produk yang dikunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat kunjungan penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Rabu, (6/7).</p>
<p>Dikatakan Sandi, kerajinan batik dari Ampas Kopi merupakan kekayaan budaya yang sangat ramah lingkungan dan butuh dukungan Pemerintah Daerah untuk terus mengembangkannya.</p>
<p>&#8220;Kepada Pemerintah Daerah melalui dinas terkait diharapkan terobosan mendukung kerajinan ini, salah satu cara dengan menjadikan Batik Ampas Kopi sebagai seragam ASN,&#8221; katanya.</p>
<p>Salah seorang anggota UMKM Nurlinda Wati bersama Rahmat selepas acara penilaian mengatakan, Batik Ampas Kopi diawali dengan penelitian yang dilakukan Rina Aziz yang juga menjabat Ketua Kadinda Tanah Datar bersama Ketua Ikatan Cendekiawa Pariwisata Indonesia Prof. Azril Azhari.</p>
<p>&#8220;Percobaan membatik sudah dimulai semenjak 2 tahun lalu, berbagai kendala ditemui seperti motif batik tidak bertahan lama, namun berkat berbagai percobaan akhirnya permasalahan itu bisa diatasi,&#8221; kata Nur.</p>
<p>Ditambahkan dia, saat ini UMKM Rumah Batik Pariangan setahun belakangan sudah memproduksi Batik Ampas Kopi dan sudah dipasarkan melalui online ataupun langsung di galeri UMKM di Pariangan.</p>
<p>&#8220;Batik ini mengeluarkan aroma wangi khas kopi yang disukai konsumen, Alhamdulillah penjualan sudah cukup banyak. Dan produk Batik memanfaatkan limbah Ampas kopi ini sudah memiliki Surat Pencatatan Ciptaan dari Kemenhum dan HAM RI,&#8221; tukas Nur.</p>
<p>Ditambahkan Rahmat, bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin melihat langsung proses produksi Batik dari Ampas Kopi bisa datang setiap hari Sabtu dan Minggu.</p>
<p>&#8220;Di galeri UMKM ini, setiap Sabtu dan Minggu kita ada proses produksi, seperti proses mewarnai dan canting batik. Wisatawan bisa melihat langsung di galery ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Tidak itu saja, tambah Rahmat, di UMKM Rumah Batik Pariangan juga memproduksi Batik Tanah Liek.</p>
<p>&#8220;Kita juga memproduksi Batik Tanah Liek, khusus batik ini untuk 1 helai batik kita membutuhkan waktu produksi sampai sebulan bahkan lebih,&#8221; tukasnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/batik-ampas-kopi-kekayaan-budaya-nagari-pariangan/">Batik Ampas Kopi Kekayaan Budaya Nagari Pariangan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren, Pelajar SMAN 1 Tanjung Raya mulai Belajar Membatik</title>
		<link>https://prokabar.com/keren-pelajar-sman-1-tanjung-raya-mulai-belajar-membatik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 May 2022 12:16:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#sma1tanjungraya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=103672</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar &#8211; Setelah sukses kembangkan Budidaya Jamur Tiram hingga produksi turunannya (kerupuk, keripik dan gorengan Jamur Tiram), produksi sabun cuci piring dan pupuk...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-pelajar-sman-1-tanjung-raya-mulai-belajar-membatik/">Keren, Pelajar SMAN 1 Tanjung Raya mulai Belajar Membatik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar</strong> &#8211; Setelah sukses kembangkan Budidaya Jamur Tiram hingga produksi turunannya (kerupuk, keripik dan gorengan Jamur Tiram), produksi sabun cuci piring dan pupuk organik cair, SMAN 1 Tanjung Raya kembali melakukan terobosan. Mengembangkan kerajinan Membatik Baju kepada guru dan pelajar.</p>
<p>Kegiatan dengan dukungan CSR atau Program TJSL PT. PLN Persero itu dimanfaatkan dengan maksimal berupa kewirausahaan dan pelestarian lingkungan. Menghadirkan narasumber profesional atau pelatik membatik pada Kamis, (12/5) lalu.</p>
<p>Kepala SMAN 1 Tanjuang Raya, Zulkifli mengatakan, selaku kepala sekolah yang baru saja dilantik Desember 2021 lalu harus memiliki inovasi terobosan terbaru. Sesuai tugas dan fungsi berdasarkan pasal 15 Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018, Kepala Sekolah memiliki sejumlah tugas pokok utama. Yakni Pengembangan Kewirausahaan, Manajerial dan Pencapaian Kompetisi melalui Workshop.</p>
<p>&#8220;Kali ini kita mengembangkan kerajinan dan keterampilan membatik pada siswa. Karena peluang usaha ini cukup menjanjikan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sebanyak 20 siswa beserta guru mengikuti kegiatan ini. Dan pelatihan yang berlangsung sejak Kamis (12/5) dan berakhir pada Sabtu (14/5) ini sangat antusias mengikuti semua siswa-siswi dan guru.</p>
<p>&#8220;Kita berharap hasil produksi ini dapat dimanfaatkan pemerintah daerah beserta pengusaha lainnya. Mendukung sektor pariwisata yang sedang digiat-giatkan Pemerintah Kabupaten Agam saat ini. Dan dapat menambah pemasukan pelajar, guru dan sekolah kedepannya,&#8221; tutupnya. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/keren-pelajar-sman-1-tanjung-raya-mulai-belajar-membatik/">Keren, Pelajar SMAN 1 Tanjung Raya mulai Belajar Membatik</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Ramadhan, Sajadah Bercorak Batik Laris Manis</title>
		<link>https://prokabar.com/jelang-ramadhan-sajadah-bercorak-batik-laris-manis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2022 06:45:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#canting buana kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#vky]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=102067</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Bulan suci Ramadhan menjadi bulan yang paling di tunggu-tunggu umat muslim, dimana setiap ibadah amalannya dilipat gandakan Allah SWT. Sholat Tarawih...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jelang-ramadhan-sajadah-bercorak-batik-laris-manis/">Jelang Ramadhan, Sajadah Bercorak Batik Laris Manis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Bulan suci Ramadhan menjadi bulan yang paling di tunggu-tunggu umat muslim, dimana setiap ibadah amalannya dilipat gandakan Allah SWT. Sholat Tarawih menjadi pilihan umat muslim yang paling ditunggu karena hanya ada di bulan Ramadhan.</p>
<p>Salah satu kelengkapan yang dipakai umat muslim untuk pelaksanaan Tarawih tersebut adalah sajadah dan mukenah. Mengambil momentum Ramadhan tersebut juga berkah bagi para pedagang sajadah dan mukenah.</p>
<p>Salah satunya adalah sajadah dan mukenah bermotifkan batik yang dihasilkan oleh Canting Buana Kreatif yang ada di Kota Padang Panjang. Empat hari jelang masuknya bulan Ramadhan, jual beli sajadah dan mukenah tersebut mulai meningkat dari bulan-bulan sebelumnya.</p>
<p>Nanik, salah seorang pembeli perlengkapan sholat ini mengaku baru mengkoleksi sajadah dan mukenah bermotifkan batik, sebelumnya koleksi batiknya berupa bahan baju.</p>
<p>Nanik akui, mukenah dan sajadah batik yang dihasilkan cukup menarik, karena selama ini sajadah hanya gambar yang monoton, namun dengan mukenah yang bermotif ini memberikan kesan yang agak berbeda dari jemaah lainnya.</p>
<p>Nanik juga akui, untuk harga, cukup terjangkau, kwalitas dan dasar kainya pun cukup nyaman dikenakan da dibawa saat sujud. Nanik juga mengajak para umat muslim lainya untuk mengoleksi sajadah dan mukenah bercorak batik tersebut.</p>
<p>Sementara itu Widdyanti, CEO Canting Buana Kreatif mengaku, minat masyarakat untuk mencari sajadah jenis batik cukup meningkatkan jelang bulan suci Ramadhan, tak kurang 50 lembar sajadah dan mukenah habis terjual setiap harinya.</p>
<p>Bicara harga, untuk sajadah yang berukuran 70 x 120 cm di bandrol 120 ribu rupiah, sementara untuk mukenah 500 ribu rupiah.</p>
<p>Widdyanti yang juga merupakan satu-satunya asesor batik yang ada di Sumatera Barat ini memprediksi jumlah pemesanan sajadah dan mukenah akan teruskan meningkat seiring masuknya bulan suci ramadhan.</p>
<p>Canting Buana Kreatif merupakan rumah batik yang berlokasi di Jalan Sutan Syahrir Gang Manunggal RT 10 No 69 Kelurahan Silaing Bawah Kota Padang Panjang.</p>
<p>Rumah batik ini sudah ada sejak tahun 17 tahun yang lalu, dimana yang mengoleksi batik canting buana ini mulai dari menteri pertahanan RI Prabowo Subianto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun hingga Dai kondang Ustad Abdul Somad. <strong>(vky)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jelang-ramadhan-sajadah-bercorak-batik-laris-manis/">Jelang Ramadhan, Sajadah Bercorak Batik Laris Manis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seniman Hebat Dibalik Perkembangan Kesenian Batik di Indonesia</title>
		<link>https://prokabar.com/seniman-hebat-dibalik-perkembangan-kesenian-batik-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2021 14:09:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[Batik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Batik Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Seniman Batik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=95444</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211; Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober selalu jadi momentum indah bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana tidak, salah satu seni asal...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seniman-hebat-dibalik-perkembangan-kesenian-batik-di-indonesia/">Seniman Hebat Dibalik Perkembangan Kesenian Batik di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://prokabar.com/"><strong>Prokabar.com &#8211;</strong> </a>Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober selalu jadi momentum indah bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana tidak, salah satu seni asal tanah air yang penuh dengan sejuta makna dan keindahan itu selalu berhasil bawa rasa bangga bagi siapa saja yang mengenakannya.</p>
<p>Untuk kamu yang ngaku suka batik atau Indonesia banget, belum afdol nih rasanya kalau belum tahu siapa aja sih, seniman hebat dibalik kesenian batik di Indonesia. Ini dia orang-orangnya:</p>
<h4><strong>1. KRT Hardjonagoro</strong></h4>
<p>KRT Hardjonogoro atau yang biasa kita kenal dengan nama Go Tik Swan adalah seniman batik Indonesia yang kaya akan bakat.</p>
<p>Saat kecil ia dirawat oleh sang kakek tercinta yang tak lain adalah pengusaha batik dari kota Solo.</p>
<h4><strong>BACA JUGA : <a href="https://kampartrapost.com/yuk-kenali-lebih-dalam-aplikasi-iwarebatik-yang-telah-mendunia/">Yuk, Kenali Lebih Dalam Aplikasi iWareBatik Yang Telah Mendunia</a></strong></h4>
<p>Dengan lingkungan sekitar yang kaya akan peralatan batik, buat Go Tik Swan tak punya jarak dengan tukang cap batik, pewarna batik, serta alat batik lainnya.</p>
<p>Ia jadi salah satu tokoh pelopor batik di dalam negeri. Pola batik baru pun ia ciptakan, seperti Batik Pusaka.</p>
<h4><strong>2. Kasom Tjokrosaputro</strong></h4>
<p>Beralih dari Go Tik Swan, seniman batik selanjutnya adalah Kasom Tjokrosaputro. Ia merupakan satu dari sekian banyak pebisnis batik yang berjaya di tanah air.</p>
<p>Pada tahun 1947, ia bangun toko batik pertama di kota Solo. Dengan nama Batik Keris, toko milik Kasom jadi brand batik terkenal pada saat itu.</p>
<p>Dengan target pasar kalangan menengah keatas, kualitas batik di toko Kasom sangatlah tinggi.</p>
<h4><strong>3. Iwan Tirta</strong></h4>
<p>Tokoh yang ketiga adalah Iwan Tirta. Pernah tuntut ilmu sampai ke luar negeri, Iwan kali pertama punya inspirasi pada batik adalah di tahun 1960.</p>
<h4><strong>BACA JUGA : </strong><strong><a href="https://prokabar.com/dibalik-balutan-batik-yang-indah-ada-sejarah-kain-khas-indonesia-nan-megah/">Dibalik Balutan Batik yang Indah, Ada Sejarah Kain Khas Indonesia nan Megah</a></strong></h4>
<p>Batik karyanya pernah dikenakan langsung oleh kepala negara pada acara APEC di tahun 1994. Tak hanya itu prestasi dari Iwan, ia juga membagikan pendidikan serta pengembangan filsafat batik di luar negeri.</p>
<h4><strong>4. Bagong Kussudiarjo</strong></h4>
<p>Terakhir, seniman batik inspiratif dari Indonesia adalah Bagong Kussudiarjo. Ia adalah ahli dibalik seni batik kontemporer.</p>
<p>Tak hanya seniman batik, ia juga seorang koreografer dengan hasil ciptaan tarian hingga 200 jenis.</p>
<p>Itu dia beberapa tokoh batik Indonesia yang sangat menginspirasi dalam berkarya. Semoga kita bisa jadi insan yang senantiasa bangga dan cinta dengan kesenian batik, ya! <strong>(MG1_ash)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seniman-hebat-dibalik-perkembangan-kesenian-batik-di-indonesia/">Seniman Hebat Dibalik Perkembangan Kesenian Batik di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dibalik Balutan Batik yang Indah, Ada Sejarah Kain Khas Indonesia nan Megah</title>
		<link>https://prokabar.com/dibalik-balutan-batik-yang-indah-ada-sejarah-kain-khas-indonesia-nan-megah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fadhil Wafi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2021 13:50:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Batik Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Batik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=95439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211; Kesenian batik atau yang biasa kita kenal dengan kain batik merupakan karya seni di atas kain, yang jadi salah satu bentuk budaya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dibalik-balutan-batik-yang-indah-ada-sejarah-kain-khas-indonesia-nan-megah/">Dibalik Balutan Batik yang Indah, Ada Sejarah Kain Khas Indonesia nan Megah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://prokabar.com/"><strong>Prokabar.com &#8211; </strong></a>Kesenian batik atau yang biasa kita kenal dengan kain batik merupakan karya seni di atas kain, yang jadi salah satu bentuk budaya pada zaman raja-raja Indonesia terdulu.</p>
<p>Jika kita lihat pada zaman sekarang, batik sudah biasa dipakai bagi semua kalangan. Namun ternyata, batik pada mulanya hanya terbatas bagi kalangan kraton saja.</p>
<p>Balutan karya seni indah itu hanya dikenakan oleh raja, keluarga, serta pengikutnya.</p>
<h4><strong>BACA JUGA : <a href="https://kampartrapost.com/mengenal-sosok-wanita-dibalik-aplikasi-iwarebatik/">Mengenal Sosok Wanita Dibalik Aplikasi iWareBatik</a></strong></h4>
<p>Dari pakaian kraton, akhirnya seni batik dapat jadi balutan busana untuk rakyat biasa. Bahkan kesenian batik pada zaman dulu jadi satu pekerjaan yang kaum wanita buat untuk isi waktu luang.</p>
<p>Pada zaman Majapahit, batik telah jadi bentuk budaya dari kerajaan.</p>
<p>Batik pada zaman itu berkembang di Tulung Agung. Petugas tentara serta keluarga kerajaan Majapahit yang pada saat itu tinggal di daerah Bonoworo (sekarang Tulung Agung) bawa bentuk kesenian batik asli.</p>
<p>Sejarah batik juga punya kaitan erat dengan salah satu kawasan Jawa Timur, yaitu Ponorogo.</p>
<p>Pada saat itu, perihal seni batik punya hubungan kuat dengan agama Islam yang berkembang dan kerajaan-kerajaan masa lampau.</p>
<p>Pada daerah Batoro Katong, ada orang yang adalah bagian dari kerajaan Majapahit dengan nama Raden Katong Adik. Ia adalah tokoh yang bawa agama Islam ke Ponorogo.</p>
<h4><strong>BACA JUGA : </strong><strong><a href="https://prokabar.com/dokter-kontingen-sumbar-langsung-pantau-recovery-atlet-muaythai/">Dokter Kontingen Sumbar Langsung Pantau Recovery Atlet Muaythai</a></strong></h4>
<p>Batik cap di daerah Ponorogo baru diketahui usai Perang Dunia I. Pada saat itu orang yang membawanya adalah tokoh asal China dengan nama Kwee Seng.</p>
<p>Dengan batik yang punya keunikan pada seni warna nilai yang tak luntur, jadi alasan banyak pengusaha batik dari daerah lain beri amanah untuk seniman batik di Ponorogo.</p>
<p>Dan untuk saat sekarang, daerah batik yang masih dapat kita lihat adalah daerah Kaumanan, yang telah menyebar ke desa-desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, dan sebagainya.</p>
<h4><strong>BACA JUGA : <a href="https://kampartrapost.com/yuk-kenali-lebih-dalam-aplikasi-iwarebatik-yang-telah-mendunia/">Yuk, Kenali Lebih Dalam Aplikasi iWareBatik Yang Telah Mendunia</a></strong></h4>
<p>Saat itu obat yang digunakan untuk pekerjaan membatik langsung dari dalam negeri, berupa kayu-kayuan dari pohon tom, mengkudu, serta kayu tinggi.</p>
<p>Untuk bahan kain putih yang jadi media pada seni batik adalah berasal dari tenunan gendong. <strong>(</strong><strong>MG1</strong><strong>_ash)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/dibalik-balutan-batik-yang-indah-ada-sejarah-kain-khas-indonesia-nan-megah/">Dibalik Balutan Batik yang Indah, Ada Sejarah Kain Khas Indonesia nan Megah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wagub Kagumi Tirai Batik Tulis Ampek Angkek</title>
		<link>https://prokabar.com/wagub-kagumi-tirai-batik-tulis-ampek-angkek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2021 22:35:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#batikTulis]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94757</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar &#8211; SMK Negeri 1 Ampek Angke mendapat kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldi, Kamis (16/9) kemaren. Didampingi Bupati Agam, Andri Warman dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wagub-kagumi-tirai-batik-tulis-ampek-angkek/">Wagub Kagumi Tirai Batik Tulis Ampek Angkek</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar</strong> &#8211; SMK Negeri 1 Ampek Angke mendapat kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldi, Kamis (16/9) kemaren.</p>
<p>Didampingi Bupati Agam, Andri Warman dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Adib Al Fikri, mensosialisasikan Program Vaksinasi ke sekolah-sekolah.</p>
<p>Ada hal menarik dalam kehadiran di sana, selain motivasi tentang vaksinasi, program keahlian terutama Batik Tulis dengan Brand Tirai Ampek Angkek siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan itu, jadi potensi besar dikembangkan dan harus di support penuh.</p>
<p>&#8220;Kami pemerintah provinsi akan memberikan dukungan atas kreativitas ini, semoga kedepan Batik Tirai Ampek Angkek bisa menjadi pakaian Dinas Provinsi Sumatera Barat nantinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Bupati Agam, Andri Warman juga memberikan dorongan kepada Tirai Ampek Angkek dengan memberikan support dalam bentuk peningkatan Sumber Daya Manusia nantinya.</p>
<p>&#8220;Mungkin dalam hal ini kami akan memberikan support yang penuh kepada Tirai Ampek Angkek kedepannya. Memakai Batik Tulis Tirai Ampek Angkek sebagai pakaian wajib ASN di Kabupaten Agam. Namun dalam hal ini kami akan memberikan bantuan dalam penambahan jumlah SDM agar tercapainya target dalam memenuhi kebutuhan pakaian batik Kabupaten Agam nanti,&#8221; terangnya.</p>
<p>Di sisi lain, Perantau Agam Agus Munir menanggapi potensi Batik yang memang sangat patut dikembangkan di Kabupaten Agam. Menyambut baik dukungan Wakil Gubernur Sumatera Barat dan Bupati Agam tersebut, serta alangkah baiknya juga dikembangkan di Selingkar Danau Maninjau yang sedang gencar percepatan peralihan usaha ekonomi yang tertumpu pada keramba jaring apung.</p>
<p>&#8220;Kami sangat mendukung gagasan dan rencana Wakil Gubernur Sumbar dan Bupati Agam tersebut. Apalagi ini yang sedang berlangsung di Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya. Pembuatan Batik sedang digiatkan masyarakat dan diharapkan jadi alternatif alih profesi bagi nelayan keramba jaring apung. Di Selingkar Danau Maninjau saat ini sedang proses revitalisasi. Berharap segera dapat solusi dan masyarakat merata dalam pemanfatan potensi alam dan budaya untuk pertumbuhan ekonomi,&#8221; ungkapnya kepada Prokabar.com, Jumat (17/9). <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wagub-kagumi-tirai-batik-tulis-ampek-angkek/">Wagub Kagumi Tirai Batik Tulis Ampek Angkek</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pessel Kini Punya Batik Motif Corona dan Jembatan Akar</title>
		<link>https://prokabar.com/pessel-kini-punya-batik-motif-corona-dan-jembatan-akar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2021 00:52:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#corona]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#jembatanakar]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Pessel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=80771</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pessel, Prokabar — Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni, meluncurkan batik motif Corona dan Batik Jembatan Akar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, di Painan, Kabupaten Pesisir...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pessel-kini-punya-batik-motif-corona-dan-jembatan-akar/">Pessel Kini Punya Batik Motif Corona dan Jembatan Akar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pessel, Prokabar — </strong>Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni, meluncurkan batik motif Corona dan Batik Jembatan Akar, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, beberapa waktu lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Sebagaimana diketahui, produksi Batik Jembatan Akar berawal dari kegiatan pemberdayaan masyarakat di Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, sejak Oktober 2020 lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Motif jembatan akar dipilih dalam rangka melestarikan jembatan akar sebagai warisan budaya daerah yang sudah terkenal, baik lokal maupun nasional.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Sementara perajin pembuat motif corona, Dewi Hapsari Kurniasih mengatakan, batik motif corona adalah salah satu hikmah karena dirinya pernah terkonfirmasi positif COVID-19. Motif batik tersebut ia sempurnakan ketika menjalani isolasi mandiri.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Kesibukannya membuat batik saat itu untuk menghilangkan rasa jenuh selama menjalani isolasi, sekaligus sebagai cara untuk memotivasi diri agar segera pulih.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Melalui Batik corona, Dewi mengisyaratkan pesan kepada seluruh masyarakat, agar bersama-sama melawan COVID-19. &#8220;Mereka yang terpapar dan para penyintas mesti bangkit, warna kinclong di motif batik merupakan simbol semangat untuk semua,&#8221; tutur dia dilansir Prokabar dari MC Pessel, Senin (25/1).</p>
<p data-reader-unique-id="9">Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengharapkan batik motif corona dan batik jembatan akar dapat menambah khazanah batik di Pesisir Selatan. Karena sebelumnya juga ada batik Mande Rubiah di Lunang dan batik Lumpo di Kecamatan IV Jurai.</p>
<p data-reader-unique-id="10">&#8220;Melalui batik, kita dapat mempromosikan daerah dan pariwisata yang ada di Pesisir Selatan. Diharapkan batik dapat menjadi ikon Pesisir Selatan dalam  mempromosikan pariwisata kepada wisatawan lokal dan mancanegara,&#8221; ujar bupati.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Sementara itu, Ketua Dekranasda Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni mengungkapkan bahwa, kerajinan batik di daerah setempat sudah berkembang sejak empat tahun terakhir.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Ia melanjutkan, pada tiga kecamatan dari 15 kecamatan yang ada sudah terdapat rumah produksi batik, yakni Bayang Utara, IV Jurai, dan Lunang. &#8220;Lebih dari 200 perajin aktif memproduksi batik di tiga kecamatan itu, dan kami terus mendorong agar mereka terus berkarya,&#8221; kata dia. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pessel-kini-punya-batik-motif-corona-dan-jembatan-akar/">Pessel Kini Punya Batik Motif Corona dan Jembatan Akar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembuatan Batik dan Kopi dari Mangrove Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Pessel</title>
		<link>https://prokabar.com/pembuatan-batik-dan-kopi-dari-mangrove-tingkatkan-perekonomian-masyarakat-pessel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2021 03:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#PesisirSelatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Pessel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=80364</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pessel, Prokabar — Program Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil berupa pelatihan pembuatan batik mangrove dan pembuatan kopi mangrove di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pembuatan-batik-dan-kopi-dari-mangrove-tingkatkan-perekonomian-masyarakat-pessel/">Pembuatan Batik dan Kopi dari Mangrove Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Pessel</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pessel, Prokabar — </strong>Program Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil berupa pelatihan pembuatan batik mangrove dan pembuatan kopi mangrove di Nagari Sungai Pinang Kecamatan Koto XI Tarusan diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan Hadi Susilo.</p>
<p data-reader-unique-id="6">Menurutnya kopi dan batik dari mangrove ini benar &#8211; benar bisa menjadi salah produk andalan dari Pesisir Selatan terutama Nagari Sungai Pinang. &#8220;Kita telah melihat langsung dan berharap ini bisa berkembang dan mampu menjadi potensi yang bisa diandalkan kedepannya,&#8221; ujarnya, dilansir Prokabar dari MC Pessel, Jumat (15/1).</p>
<p data-reader-unique-id="8">Hadi  berharap agar ekonomi masyarakat terutama masyarakat pesisir kembali bergairah apalagi di tengah kondisi pandemi sekarang ini.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Senada disampaikan Walinagari Sungai Pinang Azli. Menurutnya potensi di Nagari Sungai Pinang sangat banyak dan mangrove merupakan satu potensi yang melimpah. &#8220;Semoga dengan pengolahan Mangrove menjadi kopi dan batik bisa meningkatkan ekonomi masyarakat nantinya,&#8221;ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Pihaknya mendukung penuh program yang diluncurkan didaerahnya terutama memanfaatkan mangrove yang memang banyak tumbuh didaerahnya. Dengan program ini bisa membantu warga untuk mengembangkan potensi ini selian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.</p>
<p data-reader-unique-id="14">&#8220;Kita berharap program ini bisa berkelanjutan sehingga warga bisa selalu berinovasi dalam berkreasi mengolah mangrove. Dan harapannya warga juga bisa mengambil nilai ekonomi dari program ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Walinagari Sungai Pinang berharap agar batik mangrove menjadi salah satu produk andalan yang kemudian menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Nagari Sungai Pinang kedepannya.</p>
<p data-reader-unique-id="18">&#8220;Untuk itu, perlu adanya keseriusan anggota dan tentunya juga komitmen pemerintah untuk tetap memberikan perhatian dan pembinaan agar harapan ini benar &#8211; benar terwujud dan bisa menjadi penghasilan tambahan bagi kelompok ibuk &#8211; ibuk di Nagari Sungai Pinang ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-reader-unique-id="20">Seperti diketahui masyarakat Nagari Sungai Pinang Kecamatan Koto XI Tarusan yang tergabung dalam kelompok Andespin  mengikuti pelatihan produk olahan dan turunan tanaman mangrove.Dimana pada pelatihan ini diajarkan terkait pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan limbah mangrove menjadi pewarna batik. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pembuatan-batik-dan-kopi-dari-mangrove-tingkatkan-perekonomian-masyarakat-pessel/">Pembuatan Batik dan Kopi dari Mangrove Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Pessel</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Naskah Kuno sebagai Inspirasi Motif Baru bagi Rumah Batik Tulis Salingka Tabek</title>
		<link>https://prokabar.com/naskah-kuno-sebagai-inspirasi-motif-baru-bagi-rumah-batik-tulis-salingka-tabek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2020 22:33:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#naskahkuno]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=79290</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Batik Salingka Tabek, Kabupaten Solok,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/naskah-kuno-sebagai-inspirasi-motif-baru-bagi-rumah-batik-tulis-salingka-tabek/">Naskah Kuno sebagai Inspirasi Motif Baru bagi Rumah Batik Tulis Salingka Tabek</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar —</strong> Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Batik Salingka Tabek, Kabupaten Solok, Jumat (19/12). Pengabdian ini secara khusus untuk mensosialisasikan potensi iluminasi naskah kuno Minangkabau, khususnya yang ditemukan di wilayah Kabupaten Solok, sebagai sumber pengayaan desain motif batik.</p>
<p>Ketua pelaksana, Dr. Pramono sekaligus seorang Filolog dari Unand mengatakan, di wilayah Kabupaten Solok masih banyak ditemukan warisan budaya tertulis dalam bentuk naskah kuno. &#8220;Pada tahun ini, kami telah berhasil mendigitalkan 14.976 halaman naskah kuno koleksi Surau Parak Pisang dan Surau Cupak di Kabupaten Solok&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, masih ada beberapa koleksi khazanah naskah kuno di wilayah Kabupaten Solok yang belum diselamatkan. Khazanah naskah kuno tersebut, selain mengandung teks yang beragam seperti agama, sastra, sejarah, pengobatan tradisional, dan lain-lain, juga terdapat beberapa iluminasi atau ragam hias. Ragam hias ini sangat khas dan eksotik, baik dari segi bentuk maupun warnanya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-79291" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/60C23352-97DC-46C7-8E5B-DA57C909AD95-705x1024.jpeg" alt="" width="705" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/60C23352-97DC-46C7-8E5B-DA57C909AD95-705x1024.jpeg 705w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/60C23352-97DC-46C7-8E5B-DA57C909AD95-207x300.jpeg 207w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/60C23352-97DC-46C7-8E5B-DA57C909AD95.jpeg 750w" sizes="(max-width: 705px) 100vw, 705px" /></p>
<p>Keragaman dan kekhasan iluminasi naskah kuno itu sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi desain motif batik. Dalam hal ini Yusrizal selaku pemilik Rumah Batik Tulis Salingka Tabek, sangat antusias dengan adanya kegiatan ini. &#8220;Kami akan punya inspirasi yang luar biasa dari adanya temuan iluminasi naskah kuno dari Kabupaten Solok. Terutama untuk pengembangan desain motif batik. Selama ini kami hanya mengandalkan ragam hias ukiran rumah gadang,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ketua LPPM Unand, Uyung Gatot S. Dinata menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Unand. &#8220;Mulai tahun ini hingga tahun 2023, Unand akan melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk program kemitraan masyarakat yang berbasis nagari dan dunia usaha yang terpadu, komprehensif, dan berkelanjutan,&#8221; imbuh Uyung Gatot.</p>
<p>&#8220;Harapannya, pengabdian ini akan membantu peningkatan berbagai aspek usaha kecil atau menengah atau kelompok usaha-usaha tersebut secara berkelanjutan selama 2-3 tahun ke depan,&#8221; jelasnya. (<strong>rud</strong>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/naskah-kuno-sebagai-inspirasi-motif-baru-bagi-rumah-batik-tulis-salingka-tabek/">Naskah Kuno sebagai Inspirasi Motif Baru bagi Rumah Batik Tulis Salingka Tabek</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LPPM Unand dan Rumah Batik Dewi Busana Lunang, Kembangkan Motif Batik Berbasis Naskah Kuno</title>
		<link>https://prokabar.com/lppm-unand-dan-rumah-batik-dewi-busana-lunang-kembangkan-motif-batik-berbasis-naskah-kuno/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2020 01:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#lppmunand]]></category>
		<category><![CDATA[#lunang]]></category>
		<category><![CDATA[#tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=79250</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Era peradaban ekonomi kreatif telah memberi peluang warisan budaya menjadi deposit mata tambang baru untuk industri kreatif. Salah satunya adalah dengan melakukan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lppm-unand-dan-rumah-batik-dewi-busana-lunang-kembangkan-motif-batik-berbasis-naskah-kuno/">LPPM Unand dan Rumah Batik Dewi Busana Lunang, Kembangkan Motif Batik Berbasis Naskah Kuno</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Era peradaban ekonomi kreatif telah memberi peluang warisan budaya menjadi deposit mata tambang baru untuk industri kreatif. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan ragam hias yang terkandung di dalam naskah kuno atau iluminasi menjadi desain motif batik.</p>
<p>Potensi tersebut menjadi latar belakang bagi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas melakukan pemberdayaan UKM Dewi Busana Lunang. Kegiatan yang diketuai oleh Pramono selaku dosen sekaligus peneliti Unand ini, merupakan penerapan hasil penelitiannya terhadap khazanah naskah kuno yang tersebar di berbagai tempat di Kabupaten Pesisir Selatan.</p>
<p>Menurutnya, wilayah Sumatera Barat umumnya dan Kabubapen Pesisir Selatan khususnya merupakan sumber atau tempat asal naskah kuno yang penting. &#8220;Di Negeri Sejuta Pesona ini telah ditemukan seratusan naskah kuno,&#8221; kata Dr. Pramono.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-79251" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/E1E17CB8-18A6-4593-927D-2C9C63C563D9-682x1024.jpeg" alt="" width="682" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/E1E17CB8-18A6-4593-927D-2C9C63C563D9-682x1024.jpeg 682w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/E1E17CB8-18A6-4593-927D-2C9C63C563D9-200x300.jpeg 200w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/E1E17CB8-18A6-4593-927D-2C9C63C563D9-768x1152.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/E1E17CB8-18A6-4593-927D-2C9C63C563D9.jpeg 853w" sizes="(max-width: 682px) 100vw, 682px" /></p>
<p>Peneliti fokus Filologi ini melanjutkan, seratusan naskah kuno tersebut terdapat di Surau Tanjung Limau Sundai dengan jumlah 23 naskah. Peninggalan Kesultanan Inderapura di Muara Sakai, Inderapura sebanyak 40 naskah. Koleksi Rumah Gadang Mandeh Rubiah di Lunang berjumlah 25 naskah. Dan 30-an naskah tersebar di tengah masyarakat sebagai milik pribadi. &#8220;Menariknya, di antara naskah tersebut terkandung puluhan iluminasi atau ragam hias yang menawan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-79252" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/B2CD0B25-D055-4D2A-B8CD-47495BBF9378-670x1024.jpeg" alt="" width="670" height="1024" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/B2CD0B25-D055-4D2A-B8CD-47495BBF9378-670x1024.jpeg 670w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/B2CD0B25-D055-4D2A-B8CD-47495BBF9378-196x300.jpeg 196w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/B2CD0B25-D055-4D2A-B8CD-47495BBF9378-768x1173.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/12/B2CD0B25-D055-4D2A-B8CD-47495BBF9378.jpeg 838w" sizes="(max-width: 670px) 100vw, 670px" /></p>
<p>Pengembangan ragam hias naskah kuno itulah yang dimanfaatkan untuk memperkaya ragam desain motif batik di UKM Dewi Busana Lunang. Usaha batik yang terletak di yang terletak di Jalan Padang &#8211; Muko-Muko, Lunang Selatan, Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan. Dan di sana sudah sejak 2019 hingga sekarang telah memanfaatkan hasil penelitian khazanah iluminasi naskah kuno yang dilakukan oleh Pramono.</p>
<p>Dewi Hapsari Kurniasih (42), selaku pemilik usaha batik itu mengaku merasa terbantu dengan adanya pendampingan ini. &#8220;Iluminasi naskah kuno hasil kajian Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unand tersebut, sangat bermanfaat bagi pengembangan produk batik kami,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti ini diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum dan pelaku UKM secara khusus. &#8220;Harapan kami, semoga ada beberapa UKM yang bergerak di bidang batik yang lain di Sumatera Barat yang juga mendapat pendampingan ke depannya,&#8221; tutup Uyung Gatot S. Dinata selaku ketua LPPM Unand. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/lppm-unand-dan-rumah-batik-dewi-busana-lunang-kembangkan-motif-batik-berbasis-naskah-kuno/">LPPM Unand dan Rumah Batik Dewi Busana Lunang, Kembangkan Motif Batik Berbasis Naskah Kuno</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemko Pariaman Pesan Ratusan Sajadah Motif Batik, Ini Tujuannya</title>
		<link>https://prokabar.com/pemko-pariaman-pesan-ratusan-sajadah-motif-batik-ini-tujuannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2020 03:15:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=75336</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pariaman, Prokabar — Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat memesan 250 unit sajadah bermotif batik kepada perajin di daerah itu guna membantu mereka agar dapat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemko-pariaman-pesan-ratusan-sajadah-motif-batik-ini-tujuannya/">Pemko Pariaman Pesan Ratusan Sajadah Motif Batik, Ini Tujuannya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pariaman, Prokabar — </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat memesan 250 unit sajadah bermotif batik kepada perajin di daerah itu guna membantu mereka agar dapat bertahan di masa pandemi COVID-19.<br data-reader-unique-id="2" /><br data-reader-unique-id="3" />&#8220;Maret usaha perajin batik mulai turun, kami berupaya membantu dengan memesan masker motif batik untuk dibagikan kepada warga, lalu sekarang kami memesan sajadah,&#8221; kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit dilansir Prokabar dari MC Pariaman, Selasa (6/10).<br data-reader-unique-id="4" /><br data-reader-unique-id="5" />Ia mengatakan sajadah tersebut nantinya juga akan dibagikan kepada warga di daerah itu yang tidak saja sebagai sosialisasi penggunaan alat ibadah pribadi di masa normal baru namun juga mempromosikan kerajinan Batik Sampan kepada masyarakat luas.<br data-reader-unique-id="6" /><br data-reader-unique-id="7" />Ia menyampaikan upaya tersebut dilakukan agar perajin batik di daerah itu tidak beralih profesi akibat dampak pandemi COVID-19.<br data-reader-unique-id="8" /><br data-reader-unique-id="9" />Untuk meningkatkan penjualan, lanjutnya pihaknya menekankan kepada perajin agar menjual produknya melalui media sosial atau daring agar jangkauan promosinya jauh lebih luas.<br data-reader-unique-id="10" /><br data-reader-unique-id="11" />&#8220;Di masa pandemi ini kita tidak bisa memaksakan berdagang secara langsung namun harus melalui online (daring),&#8221; katanya.<br data-reader-unique-id="12" /><br data-reader-unique-id="13" />Ia menjelaskan Pariaman merupakan daerah pertama di provinsi itu yang memiliki perusahaan batik yaitu pada 1946 yang berlokasi di Dusun Sampan, Desa Pungguang Ladiang, Kecamatan Pariaman Selatan.<br data-reader-unique-id="14" /><br data-reader-unique-id="15" />Karena lokasi pertama pengembangan batik tersebut berada di Dusun Sampan maka nama batik di Pariaman disamakan dengan nama daerah itu yaitu Batik Sampan.<br data-reader-unique-id="16" /><br data-reader-unique-id="17" />Namun usaha tersebut redup dan bahkan mati suri karena kurangnya modal dan keterampilan sehingga pada tahun lalu Pemkot Pariaman kembali mengangkat budaya membatik di daerah itu.<br data-reader-unique-id="18" /><br data-reader-unique-id="19" />Setidaknya hingga sekarang terdapat dua kelompok perajin batik di Pariaman yaitu di Desa Sungai Kasai dan Desa Pungguang Ladiang di Pariaman Selatan.<br data-reader-unique-id="20" /><br data-reader-unique-id="21" />Adapun motif batik yang berkembang di daerah itu yaitu di antaranya dalamak, motif tabuik sebagai ikon wisata dan budaya Pariaman, sala yang merupakan kudapan khas Pariaman, serta motif sulam banang ameh yang merupakan kerajinan khas Pariaman.<br data-reader-unique-id="22" /><br data-reader-unique-id="23" />Sementara itu salah seorang pengrajin batik Rahmayeni mengatakan di awal pandemi COVID-19 usaha yang dijalankan mengalami kerugian akibat tidak ada pembeli.<br data-reader-unique-id="24" /><br data-reader-unique-id="25" />&#8220;Tidak ada pembeli sama sekali, bahkan pengrajin banyak yang beralih profesi,&#8221; ujarnya.<br data-reader-unique-id="26" /><br data-reader-unique-id="27" />Melihat kondisi tersebut, Yeni menjadikan kain batik yang tidak terjual menjadi masker dan dipromosikan melalui media sosial sehingga diketahui oleh pemerintah setempat lalu membeli produk yang dibuatnya.<br data-reader-unique-id="28" /><br data-reader-unique-id="29" />&#8220;Setelah memasuki tatanan normal baru pembelian batik mulai normal,&#8221; tambahnya.<br data-reader-unique-id="30" /><br data-reader-unique-id="31" />Ia menyampaikan dengan adanya pembelian batik baik berupa masker maupun sajadah yang sedang dipesan oleh Pemkot Pariaman dapat membantu usaha yang dimilikinya agar dapat bertahan di masa pandemi COVID-19. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pemko-pariaman-pesan-ratusan-sajadah-motif-batik-ini-tujuannya/">Pemko Pariaman Pesan Ratusan Sajadah Motif Batik, Ini Tujuannya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Upaya Batik Sampan di Pariaman untuk Tetap Eksis</title>
		<link>https://prokabar.com/upaya-batik-sampan-di-pariaman-untuk-tetap-eksis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2020 03:31:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kerajinan]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=74884</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pariaman, Prokabar — Berbekal semangat sepulang dari kampung Pengrajin Batik di Desa Sungai Kasai mulai menapaki dunia usahanya di Kota Pariaman. Melalui bantuan Dinas Perindagkop...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/upaya-batik-sampan-di-pariaman-untuk-tetap-eksis/">Upaya Batik Sampan di Pariaman untuk Tetap Eksis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pariaman, Prokabar — </strong>Berbekal semangat sepulang dari kampung Pengrajin Batik di Desa Sungai Kasai mulai menapaki dunia usahanya di Kota Pariaman.</p>
<p data-reader-unique-id="3">Melalui bantuan Dinas Perindagkop dan UKM Kelompok Perajin Batik Pesona Minang mulai eksis dengan diikutkan berbagai pelatihan membatik secara profesional namun tetap mempertahankan ciri khas batik lokal yaitu Batik Sampan yang telah ada sejak tahun 1946 di Dusun Sampan desa Pungguang Ladiang</p>
<p data-reader-unique-id="4">Kelompok Pembatik Pesona Minang menggunakan Motif Batik bervariasi seperti, bentuk sampan, tabuik, makanan sala, tanaman kelapa sesuai permintaan.</p>
<p data-reader-unique-id="6">&#8220;Berkat promosi dukungan Perindagkop dan UKM Kota Pariaman Batik Sampan ini sudah dibeli konsumen dari Pariaman dan sekitarnya bahkan sampai ke Pasaman, Medan, Palembang, Jakarta serta Bandung,&#8221; ujar Rahmayeni, salah seorang anggota Kelompok Pembatik Pesona Minang dilansir dari MC Pariaman, Minggu (27/8).</p>
<p data-reader-unique-id="6">Adapun mengenai harga produk berfariasi tergantung motif, Jenis kain, dan Bahan pewarnaan. Rentang harganya berkisar Rp200.000 – 350.000 per 2 meter dengan pewarna sintetis, sedangkan harga Rp285.000 – 450.000 dengan pewarna alam, terangnya.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Selain Kelompok Perajin Batik Pesona Minang juga ada Kelompok pengrajin Batik Tiga Diva Batik yang beranggota 30 orang.Dimana spesifikasi karyanya membuat Jenis Batik tulis menggunakan pewarna sintetis.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Adapun Rentang harga berkisar Rp300.000 – 450.000 dengan panjang kain 2 sampai 3 meter.</p>
<p data-reader-unique-id="10">Dewi salah satu pengrajin, di Rumah Tiga Diva Batik menambahkan, produk batik yang dihasilkan lebih kurang 30 helai dalam sebulan dan saat ini sasaran pasar masih di sekitar Kota Pariaman.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Sementara Itu ditempat terpisah, Kepala Desa Hendri Saputra yang mendukung program pemko di bawah naungan Perindagkop dan UKM mengatakan pihaknya siap mensupport kelompok pengrajin Batik desa setempat.</p>
<p data-reader-unique-id="12">Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit, mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan perajin dan selalu Siap pula membantu Pemasaran produk Batik tersebut.</p>
<p data-reader-unique-id="13">Saat ini kita masih melangsungkan pelatihan tentang Pemasaran Produk UKM secara Online dalam kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas Koperasi dan UKM (DAK) 2020 yang di prakarsai Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman.</p>
<p data-reader-unique-id="14">Pembinaan tersebut, berlangsun di gedung Saiyo Sakato Padang Pariaman, dengan menghadirkan pemateri Gadih Manajemen dengan sasaran para perajin menjadi profesional dalam mengembangkan usahanya.</p>
<p data-reader-unique-id="15">&#8220;Sehingga kota pariaman sebuah kota wisata, perdagangan dan jasa yang religius bisa memberdayakan 7839 UMKM di Kota Pariaman,” ujar Gusniyeti Zaunit. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/upaya-batik-sampan-di-pariaman-untuk-tetap-eksis/">Upaya Batik Sampan di Pariaman untuk Tetap Eksis</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UNESCO Evaluasi Penetapan Batik Sebagai Warisan Budaya Non Benda</title>
		<link>https://prokabar.com/unesco-evaluasi-penetapan-batik-sebagai-warisan-budaya-non-benda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2019 15:29:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#jokowidodo]]></category>
		<category><![CDATA[#Unesco]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48067</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada seluruh masyarakat mengenai pentingnya mengukuhkan kembali komitmen terhadap batik Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga pengakuan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/unesco-evaluasi-penetapan-batik-sebagai-warisan-budaya-non-benda/">UNESCO Evaluasi Penetapan Batik Sebagai Warisan Budaya Non Benda</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada seluruh masyarakat mengenai pentingnya mengukuhkan kembali komitmen terhadap batik Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga pengakuan dari UNESCO yang meletakkan batik menjadi menjadi warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non benda.</p>
<p>“Harus ingat bahwa UNESCO mulai mengevaluasi kembali pengakuan tersebut. Oleh karena itu, kita harus tunjukkan kerja keras kita dalam melestarikan batik,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Batik Nasional 2019, di Puro Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/10).</p>
<p>Menurut Kepala Negara, dibutuhkan dukungan dari semua pihak untuk mempertahankan penetapan dari UNESCO itu, yang pada 10 tahun lalu mengakui batik sebagai warisan budaya dunia tak benda dari Indonesia.</p>
<p>“Kita semua wajib mengemban amanah tersebut sebaik-baiknya dengan terus menjaga keluhuran budaya dan mengembangkan kreativitas seni batik Nusantara,” tutur Kepala Negara.</p>
<p>Kepala Negara menilai, keberhasilan dalam mengembangkan batik membuktikan dedikasi, ketulusan, kecintaan dari para pembatik, seniman dan juga para industriawan.</p>
<p>“Tugas kita selanjutnya adalah mengajak generasi muda Indonesia untuk terus mencintai batik, mengajak masyarakat dunia untuk mengenakan dan mengagumi batik,” tutur Kepala Negara. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/unesco-evaluasi-penetapan-batik-sebagai-warisan-budaya-non-benda/">UNESCO Evaluasi Penetapan Batik Sebagai Warisan Budaya Non Benda</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Batik Nasional, PLN Sumbar Bagikan Canting Elektrik ke Pengrajin</title>
		<link>https://prokabar.com/hari-batik-nasional-pln-sumbar-bagikan-canting-elektrik-ke-pengrajin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2019 08:05:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#Batik]]></category>
		<category><![CDATA[#haribatiknasional]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#PLN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48004</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Batik sudah menjadi identitas Nasional Bangsa Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke pemakaian batik sudah menjadi hal yang lazim. Bertepatan di Hari...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hari-batik-nasional-pln-sumbar-bagikan-canting-elektrik-ke-pengrajin/">Hari Batik Nasional, PLN Sumbar Bagikan Canting Elektrik ke Pengrajin</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Batik sudah menjadi identitas Nasional Bangsa Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke pemakaian batik sudah menjadi hal yang lazim. Bertepatan di Hari Batik Nasional 2 Oktober 2019 ini, PT PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat pun turut berpartisipasi dalam memeriahkannya.</p>
<p>Selain mewajibkan penggunaan batik untuk seluruh pegawai, PLN UIW Sumbar juga membagikan puluhan canting elektrik dan kompor induksi bagi pengrajin batik di Padang dan sekitarnya.</p>
<p>Selain untuk lebih memasyarakatkan Shifting Electricity Lifestyle, pemberian canting elektrik dan kompor induksi kepada para pengrajin batik, juga merupakan bentuk kepedulian dan apresiasi PLN UIW Sumbar terhadap kerajinan batik Tanah Liek sebagai kearifan lokal Ranah Minang.</p>
<p>Kegiatan yang dipusatkan di workshop batik tanah liek di daerah Marapalam Padang ini, dihadiri langsung General Manager, Bambang Dwiyanto dan jajaran Management PLN UIW Sumbar.</p>
<p>“Pemberian canting elektrik ini sebagai wujud apresiasi dan kepedulian PLN UIW Sumbar terhadap keberadaan pengrajin tradisional sekaligus untuk memperkenalkan shifting electricity lifestyle. Dengan canting elektrik dan kompor induksi, diharapkan pengrajin akan lebih terbantu saat proses membatik. Karena selain lebih praktis dan bersih, keamanan dan kenyamanan pembatik akan lebih terjaga, karena tentunya risiko terkena lilin panas juga akan berkurang,” papar Bambang.</p>
<p>Pemilik workshop batik, Fitri pun mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan PLN UIW Sumbar.</p>
<p><a href="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/batik-pln2.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-48005" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/batik-pln2.jpg" alt="" width="640" height="427" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/batik-pln2.jpg 640w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2019/10/batik-pln2-300x200.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /></a></p>
<p>“Saya mengucapkan terima kasih kepada PLN, atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepada kami. Semoga dengan pemberian canting elektrik dan kompor induksi, proses membatik bisa lebih cepat selesai, karena selama ini untuk membatik 1 kain membutuhkan waktu kurang lebih 2 hari. Selain itu penggunaan kompor dengan minyak tanah juga mengharuskan kami menyediakan bahan bakar minyak tanah lebih dari 2 liter setiap harinya. Dengan kompor induksi ini, tinggal colok saja sudah bisa langsung digunakan, tidak perlu repot beli minyak,” jelas Fitri.</p>
<p>General Manager beserta jajaran management pun terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar proses untuk menghasilkan kain batik, tidak lupa mencoba untuk membatik dengan menggunakan canting tradisional.</p>
<p>“Wah ternyata susah juga, apalagi harus hati-hati, kalau tidak bisa terkena lilin panas,” ungkap Bambang saat mencoba menuangkan lilin di atas kain yang sudah digambar pola batik.</p>
<p>Kegiatan pembagian canting elektrik ini juga dilaksanakan di beberapa tempat di unit kerja PLN UIW sumbar, dengan harapan semakin banyak pengrajin yang mulai beralih ke canting elektrik karena lebih bersih, praktis dan tentunya lebih nyaman.<strong>(mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hari-batik-nasional-pln-sumbar-bagikan-canting-elektrik-ke-pengrajin/">Hari Batik Nasional, PLN Sumbar Bagikan Canting Elektrik ke Pengrajin</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 51/261 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/16 queries in 0.045 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:20:06 by W3 Total Cache
-->