<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#batak Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/batak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/batak/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Sep 2018 06:10:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#batak Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/batak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Ulos Tua Langka Akan Dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta, Catat Tanggalnya</title>
		<link>https://prokabar.com/koleksi-ulos-tua-langka-akan-dipamerkan-di-museum-tekstil-jakarta-catat-tanggalnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Sep 2018 06:10:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#batak]]></category>
		<category><![CDATA[#Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#museum]]></category>
		<category><![CDATA[#ulos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=18644</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Keindahan motif kain tenun Ulos, akan dipamerkan di Museum Tekstil, Jakarta, 20 September &#8211; 7 Oktober 2018 mendatang. Barang yang ditampilkan adalah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/koleksi-ulos-tua-langka-akan-dipamerkan-di-museum-tekstil-jakarta-catat-tanggalnya/">Koleksi Ulos Tua Langka Akan Dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta, Catat Tanggalnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Keindahan motif kain tenun Ulos, akan dipamerkan di Museum Tekstil, Jakarta, 20 September &#8211; 7 Oktober 2018 mendatang. Barang yang ditampilkan adalah koleksi pribadi milik Devi Pandjaitan bersama Kerri Na Basaria.</p>
<p>Pameran ini adalah persembahan Yayasan Del dan Tobatenun, serta didukung Kementerian Pariwisata. Tema yang diusung adalah Ulos, Hangoluan dan Tondi. Rencananya, Menteri Pariwisata Arief Yahya akan membuka acara tersebut pada 19 September 2018.</p>
<p>Pameran merepresentasikan sebuah karya tenun yang menjadi simbol ikatan kasih sayang, restu dan persatuan dalam setiap tahapan kehidupan masyarakat Batak.</p>
<p>Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Ulos adalah kebanggan Indonesia. Bahkan, saat IMF Meeting di Washington DC beberapa waktu lalu, Ulos Harungguan dipakai oleh para Pemimpin Keuangan dari berbagai negara yang hadir di sana.</p>
<p>“Sudah pasti kita sangat bangga. Bayangkan, karya tangan-tangan terampil para penenun, bisa ter-ekspose di perhelatan penting keuangan dunia,” paparnya beberapa saat lalu.</p>
<p>Menpar pun mengajak masyarakat untuk datang ke Museum Tekstil dan menyaksikan pameran ini. “Kalau mau tahu lebih dalam mengenai perjalanan sejarah pertenunan Ulos Batak yang sudah berusia puluhan tahun, ajak keluarga dan teman-teman untuk melihat kehebatan karya-karya dari para penenun. Kapan lagi bisa melihat koleksi Ulos Batak yang sudah berumur puluhan tahun di satu lokasi,” ajak Menpar.</p>
<p>Menteri asal Banyuwangi ini menilai Ulos tidak mudah lekang dengan panas, dan tidak lapuk dari hujan. “Ulos, tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna,” jelasnya.</p>
<p>Ulos memang terlihat istimewa. Ditemukan fakta bahwa ulos merupakan suatu produk penting asal salah satu peradaban tertua di Asia. Usianya diperkirakan sudah 4.000 tahun. Ulos bahkan disebut-sebut telah ada jauh sebelum bangsa Eropa mengenal tekstil.</p>
<p>&#8220;Ulos juga disebut sebagai representasi dari semesta alam. Di masa lampau, perempuan-perempuan Batak bangga menenun, memakai, dan mewariskannya kepada keluarga sebagai suatu pusaka,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Devi Pandjaitan menjelaskan, Hangoluan berarti Kehidupan dan Tondi berarti Jiwa. Hal ini menggambarkan kain Ulos merupakan gambaran kehidupan dan jiwa masyarakat Batak.</p>
<p>Ia menambahkan, pameran berkolaborasi dengan salah satu interior desainer muda Indonesia, Mita Lukardi, yang artinya, pameran akan dikemas segar dan menarik. Kain-kain Ulos akan ditampilkan dalam berbagai bentuk instalasi dekor. Detailnya menceritakan tahapan kehidupan.</p>
<p>&#8220;Sangat diharapkan pameran dapat menarik minat anak muda untuk lebih menghargai budayanya. Salah satu instalasi modern yang ada di pameran adalah motif Ulos yang tertuang di anyaman rotan sepanjang 25 meter,&#8221; tutur Devi.</p>
<p>Kegiatan ini, dilakukan untuk melestarikan budaya. Selain itu untuk menanam rasa cinta terhadap kain tenun Ulos kepada generasi muda. Pameran ini juga ditujukan untuk memperkenalkan Ulos kepada masyarakat luas dan mendorong masyarakat untuk menggunakan kain bermotif Ulos dalam berbagai acara, seperti layaknya batik.</p>
<p>Sementara itu, Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata NW Giri Adnyani mengatakan, Ulos lebih dari sekadar tradisi. Menurutnya, Ulos tidak mudah lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan.</p>
<p>&#8220;Ulos tidak hanya menyimpan tradisi Batak yang kental dan sarat makna, tapi juga prestise dari modernisasi proses akulturasi,&#8221; ujar Giri.</p>
<p>Tidak hanya Indonesia, lanjut Giri, sejumlah museum dan universitas di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda bahkan ikut melakukan kajian tentang ulos, karena dianggap unik dan sangat tua.</p>
<p>&#8220;Karya seni ini dianggap memiliki makna yang tinggi. Dominasi warna hitam, merah, dan putihnya dinilai punya daya pikat. Warna merah melambangkan keberanian, putih melambangkan kesucian, dan hitam melambangkan kekuatan,&#8221; katanya. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/koleksi-ulos-tua-langka-akan-dipamerkan-di-museum-tekstil-jakarta-catat-tanggalnya/">Koleksi Ulos Tua Langka Akan Dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta, Catat Tanggalnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eksplorasi Tanah Batak di Pesta Budaya Njuah-Njuah</title>
		<link>https://prokabar.com/eksplorasi-tanah-batak-di-pesta-budaya-njuah-njuah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2018 01:55:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[#batak]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Kemenpar]]></category>
		<category><![CDATA[#Medan]]></category>
		<category><![CDATA[#sumut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=17349</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dairi, Prokabar — Dalam Pesta Budaya Njuah-Njuah, di Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara yang akan digelar pada 24-29 September 2018, seluruh pesona Tanah Batak akan tersaji...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/eksplorasi-tanah-batak-di-pesta-budaya-njuah-njuah/">Eksplorasi Tanah Batak di Pesta Budaya Njuah-Njuah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dairi, Prokabar — </strong>Dalam Pesta Budaya Njuah-Njuah, di Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara yang akan digelar pada 24-29 September 2018, seluruh pesona Tanah Batak akan tersaji lengkap. Hal ini tercermin dari tema yang diusung, Yaitu Tribe and Nature.</p>
<p>Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kekayaan budaya Batak sudah tak terbantahkan. Budayanya selalu mampu menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang, dan itu makin melengkapi pesona alamnya yang luar biasa.</p>
<p>&#8220;Soal pesona, Danau Toba itu tak terbantahkan. Baik itu budaya maupun alamnya, dan itu semua didukung dengan aksebilitas dan amenitas yang makin mumpuni. Silakan kosongkan jadwal Anda dan buktikan sendiri. Abda pasti tidak akan menyesal,&#8221; ujar Menpar Arief Yahya dalam keterangan di Jakarta.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi Leonardus Sihotang, acara itu merupakan kegiatan tahunan yang mampu menyedot animo wisatawan. Pesta Budaya Njuah-Njuah melibatkan Forkopimda, OPD, tokoh masyarakat, komunitas, lintas etnis dan masyarakat Kabupaten Dairi.</p>
<p>&#8220;Tema &#8216;Tribe and Nature&#8217; ini sengaja disinkronkan dengan tema Festival Danau Toba (FDT) yang akan digelar 5 sampai 8 Desember 2018, di Silahisabungan. Dalam FDT, Pemkab Dairi menjadi tuan rumah. Dan sebagian penampilan Pesta Njuah-Njuah, akan diadopsi ke FDT. Jadi, Pesta Njuah-Njuah ini merupakan gladi bagi FDT,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Persiapan matang pun dilakukan untuk memeriahkan Pesta Budaya Njuah-Njuah 2018. Termasuk menjalin kerja sama dari berbagai pihak. Selain itu akan mengundang Pemkab Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, Pemprov Sumut, dan Kemenpar RI. Event ini direncanakan akan dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara pada 24 September 2018. Lokasinya di Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang.</p>
<p>Keseruan rangkaian acara akan diawali dengan parade kirab budaya. Parade ini akan melibatkan OPD, sekolah, komunitas, dan masyarakat. Parade ini akan dimulai di jalan Sisingamangaraja Sidikalang persis di depan Kantor Bupati Dairi menuju Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang.</p>
<p>&#8220;Pesta akan diisi dengan berbagai kegiatan lomba. Seperti fashion show, fashion carnival, festival band, permainan tradisional (margalah, marjalengkat, gasing), mewarnai gerga (ornamens) memasak masakan khas Pakpak, serta pada malam seni budaya Pakpak. Pengunjung akan dihibur dengan sendra tari Pertaki-3 binaan Disparbud Dairi. Ada juga pagelaran dari berbagai komunitas atau sekolah di komplek Gedung Nasional Djauli Manik Sidikalang,&#8221; terangnya.</p>
<p>Acara penutupan pun dijamin makin meriah dan padat. Rencananya, penutupan dilakukan di Stadion Utama Panji pada 29 September 2018. Rangkaiannya ini diawali dengan parade dengan membawa &#8216;luah&#8217; atau hasil bumi dari seluruh masyarakat se-Kabupaten Dairi. Hal ini merupakan ungkapan Rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atau raja.</p>
<p>&#8220;Ada juga paparan budaya Pakpak dan acara sendihi yang merupakan salah satu cerminan kekayaan budaya Pakpak,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, menyebut Pesta Budaya Njuah-Njuah sebagai event yang luar biasa. Sebuah event yang akan menggali, melestarikan, mengembangkan serta mempromosikan seni budaya Pakpak.</p>
<p>&#8220;Sehingga jati diri Kabupaten Dairi dapat terangkat melalui seni dan budaya. Sekaligus aset daerah memperkaya kebudayaan nasional yang diharapkan mampu menarik kunjungan wisnus dan wisman serta meningkatkan pendapatan masyarakat Dairi,&#8221; ungkap Arie. <b>(*/hdp)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/eksplorasi-tanah-batak-di-pesta-budaya-njuah-njuah/">Eksplorasi Tanah Batak di Pesta Budaya Njuah-Njuah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 32/64 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.018 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:18:12 by W3 Total Cache
-->