<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Bahasa Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/bahasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/bahasa/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Jan 2022 06:54:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#Bahasa Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/bahasa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Cassio de Jesus Belajar Bahasa Minang; Ciek, Duo, Tigo, dan Takuik Bini</title>
		<link>https://prokabar.com/kisah-cassio-de-jesus-belajar-bahasa-minang-ciek-duo-tigo-dan-takuik-bini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2022 06:54:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bola]]></category>
		<category><![CDATA[#Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[#cassio]]></category>
		<category><![CDATA[#Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=100136</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, prokabar &#8211; Stoper asal Brasil, Cassio de Jesus cukup lancar berbahasa Indonesia meski baru beberapa tahun tinggal di Indonesia. Kemampuannya dalam berbahasa Indonesia...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-cassio-de-jesus-belajar-bahasa-minang-ciek-duo-tigo-dan-takuik-bini/">Kisah Cassio de Jesus Belajar Bahasa Minang; Ciek, Duo, Tigo, dan Takuik Bini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, prokabar</strong> &#8211; Stoper asal Brasil, Cassio de Jesus cukup lancar berbahasa Indonesia meski baru beberapa tahun tinggal di Indonesia. Kemampuannya dalam berbahasa Indonesia patut diacungi jempol. Bahkan Dia bisa juga berbahasa Minang, walau sedikit-sedikit.</p>
<p>&#8220;Saya bilang waktu itu karena saya datang memang tidak bisa bahasa Inggris juga, dan saat di Padang (Semen Padang) mungkin ada satu dua yang bahasa Inggris.&#8221; kata Cassio dalam channel Youtube Tiento Indonesia.</p>
<p>&#8220;Jadi saya tinggal dengan mereka orang-orang Indonesia dan banyak dengar dari mereka karena suara kata di sini seperti di Brasil.&#8221;</p>
<p>&#8220;Artinya tidak susah untuk belajar (bahasa Indonesia), tapi kalau orang sudah bisa bahasa Inggris lebih susah untuk belajar karena mereka lebih sering pakai bahasa Inggris,&#8221; tambah Cassio.</p>
<p>Sebagian orang lanjut Cassio de Jesus mengaku bahasa Indonesia cukup sulit dipelajari dan didengar, padahal kalau dicoba terus akan mudah untuk belajar bahasa Indonesia.</p>
<p>&#8220;Saya bisa bahasa Indonesia karena bermain dengan teman-teman di sini dan mencoba terus bicara juga. Jadi saya lebih belajar dulu bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris,&#8221; ucap Cassio.</p>
<p>&#8220;Saya belajar bahasa Inggris cuma saat di Malaysia saja karena di sana bahasa Inggris dan hidup dengan bahasa Inggris. Jadi saya harus belajar tapi tidak ada kendala khusus,&#8221; tambah Cassio.</p>
<p>Justru Cassio mengaku bisa sedikit berbahasa Padang atau bahasa minang setelah dua tahun memperkuat Semen Padang.</p>
<p>&#8220;Bahasa Padang bisa saketek-saketek (sedikit-sedikit) saja, seperti ciek, duo, tigo, ampe, limo. Saya sedikit lupa tapi kalau mereka bicara (bahasa Padang) saya tahu,&#8221; ungkap Cassio.</p>
<p>&#8220;Takuik bini (takut istri),&#8221; cetus Cassio menambahkan salah satu contoh bahasa minang yang melekat di kepalanya.</p>
<p>Bahkan ada pula kata-kata kasar atau makian bahasa Minang yang dia kuasai, karena diajari oleh pemain lokal Semen Padang. Tapi dia hanya mengucapkan saja, tanpa beban, karena dia hanya fasih mengucapkan.</p>
<p>Prestasi Cassio soal berbahasa memang cukup baik. Sebab, ada beberapa pemain asing yang sudah lama tinggal Indonesia belum juga fasih berbahasa Indonesia.<br />
Bahkan pelatih Persib Bandung asal Belanda, Robert Alberts hingga saat ini belum bisa berbahasa Indonesia.</p>
<p>Padahal pelatih berusia 67 tahun itu, sudah 12 tahun lebih berkarier di Indonesia, yakni sejak tahun 2009 lalu. Lain halnya dengan Cassio de Jesus.</p>
<p>Stoper yang pernah memperkuat Barito Putera ini cukup lancar berbahasa Indonesia meski baru tiga tahun berkarier di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Banyak yang bertanya bagaimana saya belajar bahasa Indonesia, apakah saya belajar dari buku? Saya bilang tidak,&#8221; kata Cassio mengakhiri. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kisah-cassio-de-jesus-belajar-bahasa-minang-ciek-duo-tigo-dan-takuik-bini/">Kisah Cassio de Jesus Belajar Bahasa Minang; Ciek, Duo, Tigo, dan Takuik Bini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Epistemologi Intuitif Bahasa</title>
		<link>https://prokabar.com/epistemologi-intuitif-bahasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2021 02:47:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[#Epistemologi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=96190</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Bahasa dan filsafat tidak dapat dipisahkan. Keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Tugas utama dari filsafat adalah sebagai analisis konsep-konsep dimana...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/epistemologi-intuitif-bahasa/">Epistemologi Intuitif Bahasa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Bahasa dan filsafat tidak dapat dipisahkan. Keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Tugas utama dari filsafat adalah sebagai analisis konsep-konsep dimana untuk menjelaskan konsep-kosep tersebut maka bahasalah yang dapat mengungkapkannya.</p>
<p>Bahasa merupakan suatu simbol berupa urutan bunyi dan memiliki makna serta merupakan alat komunikasi bagi manusia. Berdasarkan pernyataan tersebut maka hubungan bahasa dan filsafat dapat kita lihat secara epistemologi.</p>
<p>Istilah epistemologi berasal dari bahasa Yunani. Epistemologi terdiri dari dua kata yaitu episteme yang berarti pengetahuan dan logos yang memiliki arti ilmu.</p>
<p>Jadi, epistemologi adalah salah satu cabang filsafat yang mengkaji tentang hakikat, makna, isi, sumber, dan proses ilmu. Jadi epistemologi berarti “diskusi tentang pengetahuan”.</p>
<p>Istilah epistemologi juga berkaitan dengan konsep ilmu pengetahuan, yaitu pengetahuan yang mengarah pada pemahaman tentang kebenaran.</p>
<p>Oleh karena itu, pembahasan epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang membahas tentang asal usul, struktur, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.</p>
<p>Epistemologi merupakan diskusi tentang bagaimana kita memperoleh pengetahuan: apa sumber pengetahuan?</p>
<p>Apa jenis, ruang lingkup dan ruang lingkup pengetahuan?</p>
<p>Apakah mungkin bagi manusia untuk memperoleh pengetahuan?</p>
<p>Sejauh mana pengetahuan itu nyata bagi orang-orang?</p>
<p>Dengan cara ini, pengetahuan yang dihasilkan diharapkan memiliki sifat-sifat tertentu yang diperlukan dari pengetahuan ilmiah, yaitu, sifat rasional yang terbukti dan memungkinkan tubuh pengetahuan yang disusunnya menjadi pengetahuan yang andal.</p>
<p>Teori korespondensi mengatakan bahwa suatu pernyataan dianggap benar jika terdapat fakta empiris yang mendukung pernyataan tersebut.</p>
<p>Selain itu dalam epistemologi dikenal juga teori kohorensi yang artinya bahwa sesuatu pernyataan dianggap benar apabila konsisten dengan pernyataan sebelumnya dianggap benar.</p>
<p>Pada pemaparan di atas telah dibahas bahwa epistemologi membahas tentang kebenaran, maka epistemologi disebut juga dengan logik, yaitu ilmu tentang pikiran atau ilmu tentang metode (cara berpikir).</p>
<p>Namun, logika dibagi menjadi dua bagian, yaitu logika minor dan logika mayor. Logika Minor meneliti struktur pemikiran dan postulatnya, seperti silogisme. Logika mayor mempelajari pengetahuan, kebenaran dan kepastian, yang mirip dengan ruang lingkup epistemologi.</p>
<p>Berdasarkan pengertian ini, metode memperoleh kebenaran epistemologis ilmu pengetahuan harus didukung oleh sistem dan prosedur yang sistematis.</p>
<p>Pengetahuan yang benar tidak lepas dari masalah metodologis. Disebut sains karena memiliki metode. Ada 6 metode yang dibucarakan dalam epistemology yakni pertama, metode empiris yaitu serangkaian fakta/kenyataan yang dapat dibuktikan tingkat kebenarannya melalui pengamatan indrawi manusia.</p>
<p>Kedua, metode rasionalisme yaitu memperoleh pengetahuan berdasarkan akal pikiran semata yang bersifat logis dengan melalui penalaran.</p>
<p>Ketiga, metode fenomenalisme yaitu pengetahuan diperoleh didasarkan pada dua dimensi rasional dan empiris sebagai sebuah fenomena yang tidak dapat diabaikan eksistensi salah satu diantaranya.</p>
<p>Keempat, metode dialektis yaitu pengetahuan diperoleh berdasarkan sifat tesis dan antitesis sehingga pengetahuan baru yang diistilahkan dengan sintesis dapat diperoleh.</p>
<p>Kelima, metode institusinisme yakni memperoleh pengetahuan melalui intuisi. Intuisi semacam lubuk hati yang jernih yang pada itu menghasilkan pengetahuan yang sahih.</p>
<p>Keenam, metode kontemplatif yakni Memperoleh pengetahuan melalui refleksi mendalam, yang kemudian menghasilkan semacam refleksi rasional dan kritis terhadap sesuatu, yaitu pengetahuan itu sendiri.</p>
<p>Penjelasan di atas dapat kita terapkan dalam sebuah penelitian bahasa. Dalam sebuah penelitian bahasa seorang peneliti akan menggunakan metode untuk memperoleh data yang diharapkannya.</p>
<p>Metode adalah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis. Metodologi ilmiah adalah kajian tentang kaidah-kaidah yang terdapat dalam metode ilmiah. Salah satu metode yang dapat diterapkan dalam penelitian bahasa adalah metode intuitisionisme.</p>
<p>Jika dikaitkan dengan penelitian bahasa maka metode intuitisionisme sangat dibutuhkan terutama bagi peneliti yang meneliti bahasa pertamanya atau bahasa ibu. Salah satu contoh dapat kita lihat pada penelitian fonologi bahasa Minangkabau.</p>
<p>Ketika peneliti melakukan penelitian dengan mewawancari seorang informan maka intusi kebahasanya sangat berperan di sini seperti ketika informan menyebutkan beberapa kata dimana dalam kata tersebut ada bunyi /f/ dan /v/ seperti data berikut:</p>
<p>famili ‘kaum keluarga; kerabat’</p>
<p>fajar ‘cahaya kemerahan di langit sebelah timur pada menjelang matahari terbit’</p>
<p>februari ‘bulan ke-2 pada tahun masehi’</p>
<p>tivi ‘televisi’</p>
<p>vas ‘tempat bunga untuk hiasan di atas meja’</p>
<p>veteran ‘bekas prajurit’</p>
<p>Pada data di atas dapat kita lihat bahwa setiap kata pada data tersebut terdapat bunyi /f/ dan /v/.</p>
<p>Pada saat informan menuturkan kata-kata tersebut secara intusi peneliti dapat menganalisis bahwa bunyi yang terdapat pada kata-kata tersebut tidaklah benar.</p>
<p>Hal ini disebabkan karena dalam bahasa Minangkabau tidak ada bunyi frikatif /f/ dan /v/. Bunyi /f/ dan /v/ dalam bahasa Minangkabau dilafalkan dengan bunyi /p/.</p>
<p>Begitu juga dengan bunyi /z/ dalam bahasa Minangkabau tidak mengenal bunyi /z/ bunyi ini biasanya dilafalakan oleh penutur bahasa Minangkabau dengan bunyi /j/. Dari penjelasan di atas dapat kita ketahui bahwa metode intuitif sangat berperan penting dalam penelitian khususnya yang berkaitan dengan bahasa ibu seorang peneliti.</p>
<p>Pada pernyataan di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa epistemologi yang merupakan watak dan kebenaran pengetahuan manusia sangat berkaitan dan dibutuhkan dalah sebuah penelitian bahasa. (**)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/epistemologi-intuitif-bahasa/">Epistemologi Intuitif Bahasa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pusat Bahasa di Perguruan Tinggi Perlu Dikembangkan Jadi Pusat Riset</title>
		<link>https://prokabar.com/pusat-bahasa-di-perguruan-tinggi-perlu-dikembangkan-jadi-pusat-riset/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2021 03:21:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[#FIBUNAND]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#sastra]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94832</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Kepala UPT Pusat Bahasa Universitas Andalas (Unand), Sawirman, menyarankan agar pusat bahasa di perguruan tinggi dikembangkan menjadi pusat riset kebahasaan. Ia...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pusat-bahasa-di-perguruan-tinggi-perlu-dikembangkan-jadi-pusat-riset/">Pusat Bahasa di Perguruan Tinggi Perlu Dikembangkan Jadi Pusat Riset</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p3"><strong>Padang, Prokabar — </strong>Kepala UPT Pusat Bahasa Universitas Andalas (Unand), Sawirman, menyarankan agar pusat bahasa di perguruan tinggi dikembangkan menjadi pusat riset kebahasaan.</p>
<p class="p3"><span class="s2">Ia menyebut bahwa hal itu perlu dilakukan untuk menjadikan pusat bahasa sebagai lembaga strategis.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Sawirman mengatakan bahwa ia menyarankan hal itu agar peran pusat bahasa meningkat dari hanya sebagai pusat pendidikan menjadi pusat riset. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Selama ini ia melihat bahwa pusat bahasa atau layanan lembaga kebahasaan di perguruan tinggi di Indonesia umumnya baru terkonsentrasi untuk pelatihan dan pelaksanaan TOEFL dan IELTS. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Fungsi lainnya ialah sebagai tempat penerjemahan naskah atau artikel berbahasa asing ke Indonesia atau sebaliknya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Kalau peran pusat bahasa dengan berbagai sebutan sejenis di berbagai perguruan tinggi di Indonesia masih seperti ini, kita tak akan dicari oleh peneliti dan belum dapat difungsikan ke ranah yang lebih bermartabat. Untuk menjadikannya sebagai lembaga strategis, pusat bahasa harus dikembangkan dari hanya tempat pendidik kemampuan berbahasa berkembang menjadi pusat riset di bidang kebahasaan,” ujarnya dalam webinar bertajuk “Kata Mereka tentang Peran Bahasa Indonesia di Mancanegara”, Sabtu (18/9).</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Apabila pusat bahasa menjadi pusat penelitian kebahasaan, kata Sawirman, semua kegiatan kebahasaan dan penelitian kebahasaan bisa dilakukan di sana. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Selain itu, peralatan yang dibutuhkan untuk penelitian kebahasaan, seperti perangkat lunak (</span><span class="s3">software</span><span class="s2">) kebahasaan, ada di pusat bahasa. Dengan begitu, peneliti-peneliti berbobot akan masuk ke pusat bahasa. Selama ini, pusat bahasa hanya dimasuki oleh mahasiswa S-1 dan pemelajar.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Sawirman merencanakan hal itu agar pusat bahasa di perguruan tinggi di Indonesia menjadi seperti pusat bahasa di perguruan tinggi di negara lain, yang sudah merangkul banyak aspek yang berkaitan dengan kebahasaan. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Ia menyebut pusat bahasa sebagai pusat riset kebahasaan sebagai peluang pusat bahasa di perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berkembang.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Namanya saja pusat bahasa, harusnya menjadi pusat hal ihwal tentang kebahasaan. Kalau cuma untuk mengajarkan kemampuan berbahasa, itu fungsi kursus bahasa. Kelebihan pusat bahasa yang seharusnya tidak dimiliki kursus bahasa ialah penelitian bahasa,” tuturnya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Sawirman lalu mencontohkan lembaga-lembaga kebahasaan di luar negeri, misalnya Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) di Jepang, Universitas Inalco di Paris, Universitas SOAS di London, dan Hankuk University Foreign Studies (HUFS) di Korea Selatan. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Sebelum menjadi institusi pendidikan dan penelitian kebahasaan dan ilmu-ilmu terkait terkenal di Jepang, TUFS berawal dari penelitian dan penerjemahan dokumen-dokumen berbahasa asing. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Begitu juga dengan sejarah Universitas Inalco Sebelum menjadi universitas pengkaji dan penelitian bahasa dan ilmu-ilmu terkait, lembaga itu dulunya memiliki banyak praktisi kebahasaan dalam berbagai bahasa di dunia yang semula bertujuan untuk mendukung visi kolonial.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">“Universitas SOAS juga berawal dari sejarah yang mirip. Sebelum berkembang menjadi universitas dengan beragam ilmu terkait. HUFS dengan 45 jurusan bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia, tidak hanya bergerak dalam bidang pengajaran keahlian berbahasa, tetapi juga penelitian hal ihwal dalam bidang kebahasaan dan peradaban dunia. Universitas-universitas tersebut setidak-tidaknya bisa menjadi inspirasi untuk pengembangan pusat-pusat bahasa berbagai perguruan tinggi di Indonesia sesuai dengan kondisi negara dan perguruan tinggi kita,” ucapnya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Untuk mewujudkan pusat bahasa di perguruan tinggi di seluruh Indonesia menjadi pusat riset kebahasaan, menurut Sawirman, dibutuhkan bantuan Forum Institusi Layanan Bahasa (Filba) sebagai himpunan pusat bahasa di perguruan tinggi. </span></p>
<p class="p3"><span class="s2">Ia berharap Filba mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta lembaga-lembaga terkait untuk membuat kebijakan agar pusat bahasa menjadi pusat riset kebahasaan selain sebagai pusat pelatihan, penerjemahan, dan tes kebahasaan. (<strong>rel</strong>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pusat-bahasa-di-perguruan-tinggi-perlu-dikembangkan-jadi-pusat-riset/">Pusat Bahasa di Perguruan Tinggi Perlu Dikembangkan Jadi Pusat Riset</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aspek Fonologi Dalam Pembelajaran Bahasa</title>
		<link>https://prokabar.com/aspek-fonologi-dalam-pembelajaran-bahasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2021 00:03:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[#fib]]></category>
		<category><![CDATA[#fonologi]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[#Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=94820</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Aspek-aspek fonologi mempunyai hubungan dengan dan aplikasi terhadap pembelajaran keterampilan bahasa karena pertama, ketika seseorang yang mempunyai pendengaran yang normal menerima...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aspek-fonologi-dalam-pembelajaran-bahasa/">Aspek Fonologi Dalam Pembelajaran Bahasa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Aspek-aspek fonologi mempunyai hubungan dengan dan aplikasi terhadap pembelajaran keterampilan bahasa karena pertama, ketika seseorang yang mempunyai pendengaran yang normal menerima atau mendengar bahasa pertama maka ia telah memperoleh fonologi pada bahasa pertamanya tersebut.</p>
<p>Perkembangan sistem fonologi seseorang dimulai dari anak-anak yang dapat mengucapkan kata pertama dalam bahasa serta memiliki makna.</p>
<p>Kedua, dalam pembelajaran bahasa, fonologi mempunyai peran yang penting dalam bahasa tulis maupun perkembangan pada bahasa keduanya.</p>
<p>Seorang guru yang memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang fonologi maka hal tersebut akan membantunya dalam pengajaran bahasa.</p>
<p>Fonologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Fonologi merupakan kepekaan terhadap struktur bunyi pada suatu bahasa.</p>
<p>Kepekaan fonologis adalah kemampuan seseorang dapat membedakan bagian terkecil dari suatau ujaran yang terdapat dalam bentuk kata maupun silabel.</p>
<p>Kemudian kepekaan fonemis adalah kemampuan seseorang yang dapat membedakan bunyi bahasa serta dapat membedakan makna seperti bunyi /c/ dan /j/ pada kata /cari/ dan /jari/ perbedaan kedua bunyi tersebut dapat membedakan makna sehingga bunyi /c/ dan /j/ merupakan fonem yang berbeda.</p>
<p>Dari penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa kemampuan berbahasa seseorang tidak dapat dilepaskan dari kepekaan fonologis dan kepekaan fonemis.</p>
<p>Ilmu kebahasaan tentang fonologi dan sistem bunyi diperlukan dalam pembelajaran bahasa karena bahasa pertama seseorang bersifat bunyi.</p>
<p>Dengan mempelajari fonologi dan sistem bunyi seorang pelajar pengetahuan tentang bunyi-bunyi bahasa merupakan dasar utama dalam mempelajari suatu bahasa.</p>
<p>Jika seorang guru memahami tata bahasa fonologi maka pengajar bahasa akan terhindar atau dapat meminimalkan kesalahan dalam pelafalan maupun penulisan fonem yang terdapat dalam bahasa tersebut.</p>
<p>Pengenalan dan pengetahuan sistem bunyi (fonologi) bahasa yang dipelajari membantu dalam belajar membaca ini dapat dibuktikan ketika anak-anak dapat mengenal bunyi kemudian bunyi-bunyi bahasa tersebut disusun berdasarkan struktur menjadi sebuah silabel atau morfem terikat dan berkembang menjadi sebuah kata atau morfem bebas.</p>
<p>Dengan adanya pengetahuan sisitem bunyi ini maka seorang anak akan dapat suku kata yang terdapat dalam kata serta kata yang terdapat dalam kalimat.</p>
<p>Tahapan yang harus dilakukan untuk belajar membaca bahasa ke-2 atau bahasa asing adalah dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang sistem fonetis.</p>
<p>Fonetis adalah mepelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan bunyi tersebut sebagai pembeda makna. Artinya dalam sistem fonetik pembelajar hanya mepelajari bagaimana pelafalan bunyi bahasa dan menelaah bagaimana bunyi bahasa tersebut dihasilkan oleh alat ucap manusia.</p>
<p>Selain itu dalam fonetik juga dipel ajari bagaimana pelafalan symbol dari suatu bahasa. Dengan memahami symbol fonetik tersebut maka pelajar dapat dengan mudah membaca bahasa ke-2 atau bahasa asing.</p>
<p>Ilmuwan bahasa dan guru bahasa menjadi mitra ilmiah dalam sebuah program pembelajaran bahasa ini dapat kita lihat bahwa seorang ilmuwan bahasa dapat menghasilkan berbagai temuan yang terbaru mengenai ilmu bahasa tetapi para ilmuwan bahasa tidak mampu untuk mengajarkan hasil temuan mereka tersebut.</p>
<p>Maka yang lebih layak untuk menyampaikan hasil temuan dari ilmuwan bahasa tersebut adalah guru bahasa. Hal ini disebabkan karena guru bahasa menguasai teori dan model pembelajaran.</p>
<p>Fonologi dan pengenalan sistem fonetis dan fonemis tidak dapat diabaikan dari dalam pembelajaran bahasa karena dalam bahasa tertentu tinggi rendahnya (unsur suprasegmental) suatu tuturan dapat membedakan makna, pengenalan sistem fonologis memiliki peran yang penting dalam metode pembelajaran dan Teknik dilapangan.</p>
<p>Dengan memberikan pengenalan awal kepada para pelajar maka kita bisa menyiapakan langkah-langkah yang lebih spesifik untuk mengembangkan metode pembelajaran.</p>
<p>Dengan memanfaatkan hasil kajian fonologi para pembelajar dan mahasiswa Ilmu keguruan bahasa dapat membuat pengembangan dalam mengajarkan bahasa ke-2 dengan hasil kajian fonologi tersebut.</p>
<p>Selain itu pembelajar dan mahasiswa Ilmu Keguruan Bahasa dape membuat bahan ajar yang menarik dan menyenangkan mengenai bunyi-bunyi bahasa. Kemudian kajian fonologis merupakan langkah awal yang perlu di pelajarai seorang pengajar untuk memberikan pengajaran kepada para pembelajar bahasa. (***)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aspek-fonologi-dalam-pembelajaran-bahasa/">Aspek Fonologi Dalam Pembelajaran Bahasa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahasa dan Sastra Kini Jadi Muatan Lokal di Pariaman</title>
		<link>https://prokabar.com/bahasa-dan-sastra-kini-jadi-muatan-lokal-di-pariaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2020 02:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#sastraminangkabau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=71108</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pariaman, Prokabar — Semua anak didik SD, SMP/MTS sederajat di Kota Pariaman akan belajar bahasa dan sastra minangkabau yang merupakan muatan lokal wajib di setiap...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bahasa-dan-sastra-kini-jadi-muatan-lokal-di-pariaman/">Bahasa dan Sastra Kini Jadi Muatan Lokal di Pariaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pariaman, Prokabar — </strong>Semua anak didik SD, SMP/MTS sederajat di Kota Pariaman akan belajar bahasa dan sastra minangkabau yang merupakan muatan lokal wajib di setiap sekolah. Hal ini telah disetujui dan muatan lokal ini juga diluncurkan  langsung oleh Wali kota Pariaman Genius Umar.</p>
<p>“Pemko Pariaman meluncurkan muatan lokal bahasa dan sastra Minangkabau, itu artinya dunia pendidikan di Kota Pariaman telah resmi melaksanakan pembelajaran bahasa dan sastra minangkabau untuk tingkat SD, SMP/MTS sederajat di Kota Pariaman. Untuk PAUD/TK juga akan dilaksanakan pembelajaran serupa namun dengan metode yang berbeda,&#8221; kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman Kanderi dilansir dari MC Pariaman, Jumat (17/7).</p>
<p>Pemerintah Kota Pariaman melalui Disdikpora Kota Pariaman telah menyiapkan semua kebutuhan untuk kelancaran pembelajaran ini. Mulai dari buku bahasa dan sastra yang telah ada sampai guru mata pelajaranpun telah dipersiapkan.</p>
<p>“Alhamdulillah, semua pendukung pembelajaran ini telah siap. Seluruh SD, SMP/MTS telah melaksanakan pembelajaran bahasa dan sastra Minangkabau dengan jadwal pembelajaran dua jam dalam seminggu. Ini memang terkesan sedikit karena saat ini kita baru memulai pelajaran tatap muka di Kota Pariaman dalam era new normal,” tambahnya.</p>
<p>Saat ini mulai dari kurikulum, materi sampai tenaga pendidik telah disiapkan. Untuk tenaga pendidikan, Kota Pariaman mempunyai guru dengan latar belakang pendidikan sarjana bahasa dan sastra minang dan sudah ditempatkan di seluruh sekolah di Kota Pariaman.</p>
<p>“Meskipun saat ini sudah ada tenaga pendidik di bidangnya, namun kami tidak pungkiri bahwa kami juga masih ingin menambah tenaga pendidikan lagi untuk kelancaran pembelajaran ini sehingga mata pelajaran bahasa dan sastra Minangkabau bisa efektif dijalankan, “ ujarnya.</p>
<p>Untuk menyuksekan kurikulum ini, Pemerintah Kota Pariaman juga telah melakukan kerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Padang. Ini membuktikan bahwa Kota Pariaman betul &#8211; betul serius ingin terus melestarikan budaya Minangkabau di zaman serba teknologi ini.</p>
<p>Pembelajaran bahasa dan sastra Minangkabau dilaksanakan dengan latar belakang Peraturan Daerah Kota Pariaman Tahun 2019 tentang Pendidikan, Peraturan Wali kota Pariaman tahun 2020 tentang Penerapan Mata pelajaran Bahasa dan Sastra Minang sebagai muatan lokal wajib bagi SD dan SMP/MTS sederajat di Kota Pariaman.</p>
<p>“Adapun maksud dan tujuan pembelajaran bahasa dan sastra minang ini adalah untuk mengakomodir pembelajaran bahasa dan sastra minangkabau yang kehilangan mata pelajarannya sejak diberlakukan kurikulum 2013, adanya ketidaksesuaian lulusan S1 yang diproduk oleh berbagai perguruan tinggi tentang mata pelajaran yang diajarkan sekolah karena selama ini mata pelajaran budaya alam minangkabau diajar oleh guru berpendidikan bahasa dan sastra minangkabau, “imbuhnya.</p>
<p>Ia berharap semua guru, anak didik dan orang tua bisa memanfaatkan dengan baik pembelajaran bahasa dan sastra minangkabau ini, sehingga anak &#8211; anak kita hingga dewasa nanti tidak akan melupakan adat istiadat di Minangkabau. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bahasa-dan-sastra-kini-jadi-muatan-lokal-di-pariaman/">Bahasa dan Sastra Kini Jadi Muatan Lokal di Pariaman</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pada 1966 Bahasa Minang Nomor 1, Kenapa Kini Nomor 2? Ini Sebabnya</title>
		<link>https://prokabar.com/pada-1966-bahasa-minang-nomor-1-kenapa-kini-nomor-2-ini-sebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2018 15:39:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minang Corner]]></category>
		<category><![CDATA[#Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[#MinangCorner]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/pada-1966-bahasa-minang-nomor-1-kenapa-kini-nomor-2-ini-sebabnya/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Pada 1966, dari semua kosakata non-Melayu dalam Kamus Bahasa Indonesia, Bahasa, Minangkabau mencakup 38% dari keseluruhannya. Angka ini merupakan yang tertinggi...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pada-1966-bahasa-minang-nomor-1-kenapa-kini-nomor-2-ini-sebabnya/">Pada 1966 Bahasa Minang Nomor 1, Kenapa Kini Nomor 2? Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Pada 1966, dari semua kosakata non-Melayu dalam Kamus Bahasa Indonesia, Bahasa, Minangkabau mencakup 38% dari keseluruhannya. Angka ini merupakan yang tertinggi dibanding bahasa daerah lain, seperti Bahasa Jawa (27,5%) dan Bahasa Sunda(2,5%). Meskipun dalam perkembangannya, jumlah kosakata Minangkabau cenderung menurun dibandingkan interferensi kedua bahasa daerah tersebut.</p>
<p>Posisi 1988</p>
<p>Kemudian menurut catatan Adi Budiwiya,<br />
bahasa Jawa menempati urutan teratas dalam kontribusinya terhadap pengembangan kosakata bahasa Indonesia, yakni 30,54 %. Berturut-turut disusul bahasa Minangkabau (25,59%), Sunda (6,14%), Madura (6,09%), Bali (4,21%), Aceh (3,08%), dan Banjar (2,75%)</p>
<p>Meski turun ke nomor dua, tapi melihat pengguna bahasa Jawa yang ratusan juta orang maka hal itu wajar. Wajar jiga Bahasa Minang nomor dua karena posisi liberonya sejak sebelum kemerdekaan sampai orde baru. Novel-novel para sastrawan Minang menggugah Nusantara. Waktu itu 9 dari 15 pengarang Balai Pustaka adalah anak Minang<b>.(nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pada-1966-bahasa-minang-nomor-1-kenapa-kini-nomor-2-ini-sebabnya/">Pada 1966 Bahasa Minang Nomor 1, Kenapa Kini Nomor 2? Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seperempat Bahasa Indonesia dari Minang. Inilah Faktanya</title>
		<link>https://prokabar.com/seperempat-bahasa-indonesia-dari-minang-inilah-faktanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2018 15:32:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Minang Corner]]></category>
		<category><![CDATA[#Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[#MinangCorner]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/seperempat-bahasa-indonesia-dari-minang-inilah-faktanya/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Bahasa Minangkabau memberi kontribusi paling hebat untuk kosa kata bahasa Indonesia. Saat dihitung pada 1966, posisinya nomor satu atau 38 persen....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seperempat-bahasa-indonesia-dari-minang-inilah-faktanya/">Seperempat Bahasa Indonesia dari Minang. Inilah Faktanya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar &#8211; </b>Bahasa Minangkabau memberi kontribusi paling hebat untuk kosa kata bahasa Indonesia. Saat dihitung pada 1966, posisinya nomor satu atau 38 persen. Ketika dipreteli ulang 1988 posisinya turun ke nomor 2 atau 25,9 persen.</p>
<p>Kedudukannya digantikan Bahasa Jawa dengan 30, 54 persen yang pada 1966 di nomor dua dengan posisi 27.5 persen. Dari pemimpin klasemen ke nomor dua bukan tanpa sebab. Ini dimungkinkan dua hal. Pertama media massa nasional banyak mempopulerkan bahasa Jawa dan novel yang terbit sudah jarang dari Minangkabau.<b>(nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/seperempat-bahasa-indonesia-dari-minang-inilah-faktanya/">Seperempat Bahasa Indonesia dari Minang. Inilah Faktanya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 64/118 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/11 queries in 0.032 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:07:50 by W3 Total Cache
-->