<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#b30 Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/b30/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/b30/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Dec 2019 05:53:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#b30 Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/b30/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Alasan Pemerintah Percepat Implementasi Biodiesel</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-alasan-pemerintah-percepat-implementasi-biodiesel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2019 05:53:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#b30]]></category>
		<category><![CDATA[#biodisel]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[#jokowidodo]]></category>
		<category><![CDATA[#Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=55340</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku ingin betul-betul memonitor secara khusus, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, untuk implementasi program Biodisel...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-alasan-pemerintah-percepat-implementasi-biodiesel/">Ini Alasan Pemerintah Percepat Implementasi Biodiesel</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku ingin betul-betul memonitor secara khusus, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, untuk implementasi program Biodisel 20 (B30). Setelah B20, sekarang  masuk ke B30.</p>
<p>“Bagi saya tidak cukup hanya sampai ke B30. Tadi saya sudah perintah lagi pada Menteri dan Dirut Pertamina untuk masuk nanti tahun depan ke B40 dan awal 2021 juga masuk ke B50,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Peresmian Implementasi Program Biodiesel 30 (B30), di SPBU Pertamina (SPBU 31.128.02), Jl. MT. Haryono, Jakarta, Senin (23/12).</p>
<p>Menurut Presiden, ada tiga alasan mengapa pemerintah harus mempercepat impplementasi program biodiesel. Pertama, pemerintah berusaha untuk mencari sumber-sumber energi baru terbarukan, energi terbarukan, dan kita harus melepaskan diri dari ketergantungan pada energi fosil yang tak sadar suatu saat pasti akan habis.</p>
<p>“Pengembangan energi baru terbarukan juga membuktikan komitmen kita untuk menjaga planet bumi, menjaga energi bersih, dengan menurunkan emisi gas karbon dan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, ini adalah energi bersih,” tutur Presiden.</p>
<p>Kedua, ketergantungan kita pada impor BBM, termasuk di dalamnya solar ini cukup tinggi, sementara di sisi lain kita juga merupakan negara penghasil sawit terbesar di dunia. Dengan potensi sawit sebesar itu kita punya banyak sumber bahan bakar nabati sebagai pengganti bahan bakar solar. Potensi itu harus dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional kita.</p>
<p>“Usaha-usaha untuk mengurangi impor, khususnya solar, harus terus dilakukan dengan serius. Kalkulasinya jika kita konsisten menerapkan B30 ini akan hemat devisa kurang lebih Rp63 triliun, jumlah yang sangat besar sekali,” kata Presiden.</p>
<p>Yang ketiga, yang tidak kalah pentingnya penerapan, menurut Presiden Jokowi, B30 juga akan menciptakan permintaan domestik akan CPO yang sangat besar, selanjutnya menimbulkan <em>multiplier</em> effect terhadap 16,5 juta petani pekebun kelapa sawit kita.</p>
<p>“Ini artinya program B30 akan berdampak pada para pekebun kecil maupun menengah, petani rakyat yang selama ini memproduksi sawit, serta para pekerja yang bekerja di pabrik-pabrik kelapa sawit,” tegas Presiden.</p>
<p>Karena itu, Presiden menyampaikan, setelah program B30 nantinya masuk ke B40, ke B50, dan nanti ke B100. “Akan tidak mudah kita untuk ditekan-tekan lagi oleh negara manapun, terutama melalui kampanye negatif yang dilakukan beberapa negara terhadap ekspor CPO kita, karena kita memiliki pasar dalam negeri yang sangat besar,” ujar Presiden.</p>
<p>Kepala Negara mengingatkan 2 (dua) kunci keberhasilan implementasi program B30 maupun nantinya menuju ke B100. Apakah kita mau keluar dari rezim impor atau tidak. “Jangan-jangan masih ada di antara kita yang masih suka impor, impor BBM, karena itu permintaan terhadap B30 dan menuju ke B100 yang harus terus dikembangkan dan diperbesar,” tuturnya. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-alasan-pemerintah-percepat-implementasi-biodiesel/">Ini Alasan Pemerintah Percepat Implementasi Biodiesel</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Uji Jalan B30 Capai 80%, Begini Hasilnya</title>
		<link>https://prokabar.com/uji-jalan-b30-capai-80-begini-hasilnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2019 03:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#b30]]></category>
		<category><![CDATA[#biodisel]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#KemenESDM]]></category>
		<category><![CDATA[#Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45955</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Kementerian ESDM melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Badan Litbang ESDM) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/uji-jalan-b30-capai-80-begini-hasilnya/">Uji Jalan B30 Capai 80%, Begini Hasilnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Kementerian ESDM melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Badan Litbang ESDM) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kembali melakukan sosialisasi Road Test (Uji Jalan) B30 (campuran 30 persen biodiesel pada bahan bakar solar) yang digunakan pada kendaraan bermesin diesel di Jakarta, Kamis (05/09) kemarin.</p>
<p>Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana mengungkapkan bahwa Road Test B30 sudah menempuh sekitar 80 persen perjalanan. &#8220;Sudah berjalan 80%. Kalau target mobil penumpang 50.000 km, sekarang sudah (menempuh) 42.000 km. Untuk yang mobil niaga, mobil besar, targetnya 40.000 km sekarang sudah 30.000-an km,&#8221; jelasnya melalui keterangan tertulis, Jumat (6/9).</p>
<p>Dadan menegaskan, Menteri ESDM mengamanatkan uji jalan B30 ini untuk memastikan bahwa kinerja kendaraan tidak boleh berkurang signifikan antara penggunaan B20 dan B30. &#8220;Biaya operasi dan pemeliharaan juga tidak boleh berubah banyak,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut Dadan menyampaikan dari hasil uji coba sementara, tidak ditemukan masalah yang signifikan pada unit kendaraan yang diuji coba terkait dengan performa mesin kendaraan, oli, serta emisi gas buang. Bahkan, untuk konsumsi bahan bakar, hasilnya di luar perkiraan, yaitu lebih hemat dari yang diperkirakan.</p>
<p>&#8220;Untuk kendaraan penumpang lebih hemat, emisi lebih bagus, kecuali untuk tekanan filter bahan bakar itu tekanannya lebih tinggi. Tetapi semua filter itu memenuhi standar dari ATPM, kan standarnya filter itu bisa dipakai 10.000 km,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Laporan sementara uji coba B30 ini, ujar Dadan, sudah disampaikan kepada Menteri ESDM dan Presiden. &#8220;Pak Menteri (ESDM) sudah menyampaikan laporan sememtara ke Presiden melalui Ratas (Rapat Terbatas), sehingga Presiden mengarahkan bahwa program B30 itu harus jalan per 1 Januari 2020,&#8221; tandas Dadan.</p>
<p>Sebagai informasi, pelaksanaan Road Test B30 ini merupakan kerja sama dari Pemerintah dan badan usaha. Pelaksana uji adalah Badan Litbang ESDM, EBTKE, dan BPPT dengan dukungan pendanaan dari BPDPKS, penyediaan mobil dari Gaikindo, dan penyediaan bahan bakar dari Pertamina dan APROBI.</p>
<p>Pelaksanaan Road Test dilakukan pada 2 jenis kendaraan yaitu kendaraan penumpang dengan berat kotor kurang dari 3,5 ton dan kendaraan truk dengan berat kotor lebih dari 3,5 ton. Badan Litbang ESDM bersama BPDPKS juga telah menyiapkan uji coba B30 pada alat mesin pertanian, alat berat, dan mesin genset pada kereta api. Uji coba B30 juga akan dilaksanakan pada kereta api dan kapal laut. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/uji-jalan-b30-capai-80-begini-hasilnya/">Uji Jalan B30 Capai 80%, Begini Hasilnya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Persiapan Biodiesel 30 Dilakukan Oktober Ini</title>
		<link>https://prokabar.com/persiapan-biodisel-30-dilakukan-oktober-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2019 15:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#b30]]></category>
		<category><![CDATA[#BBM]]></category>
		<category><![CDATA[#biodisel]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=43984</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, dari hasil laporan Menteri ESDM dan Menko Perekonomian serta direksi Pertamina, ternyata penggunaan Biodiesel 20 (B20)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/persiapan-biodisel-30-dilakukan-oktober-ini/">Persiapan Biodiesel 30 Dilakukan Oktober Ini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, dari hasil laporan Menteri ESDM dan Menko Perekonomian serta direksi Pertamina, ternyata penggunaan Biodiesel 20 (B20) menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan karena hampir 97% sudah termanfaatkan secara baik.</p>
<p dir="ltr">“Maka Bapak Presiden memutuskan mulai 1 Oktober untuk persiapan biodiesel 30 (B30), 1 Oktober tahun 2019 ini dan nanti akan efektif dijalankan pada bulan Januari tahun 2020,” kata Seskab kepada wartawan usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/8).</p>
<p dir="ltr">Presiden, lanjut Seskab, juga menekankan untuk persiapan selanjutnya pada akhir Desember tahun 2020 maka B50 sudah harus bisa dijalankan.</p>
<p dir="ltr">Menurut Seskab, Menko Perekonomian juga menyampaikan bahwa untuk B100, 3 tahun dari tahun 2018 seharusnya bisa dijalankan.</p>
<p dir="ltr">Ditambahkan Seskab, beberapa poin yang ada dari hasil laporan direktur Pertamina kepada Presiden ternyata avtur yang selama ini dipermasalahkan, sejak bulan Mei tahun 2019, 100% sudah bisa dipenuhi dari dalam negeri, dari Pertamina sehingga tidak ada impor. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/persiapan-biodisel-30-dilakukan-oktober-ini/">Persiapan Biodiesel 30 Dilakukan Oktober Ini</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 33/71 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.012 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:27:46 by W3 Total Cache
-->