<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#atar Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/atar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/atar/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Mar 2024 03:47:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#atar Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/atar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sulap Kawasan Angker Jadi Tempat Ibadah</title>
		<link>https://prokabar.com/sulap-kawasan-angker-jadi-tempat-ibadah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Mar 2024 03:47:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[# PadangGantiang]]></category>
		<category><![CDATA[#Angker]]></category>
		<category><![CDATA[#atar]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=118764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Bagi warga Kecamatan Padang Ganting, Lintaubuo, Lintaubuo Utara, dan Tanah Datar umumnya, termasuk daerah tetangga seperti Sijunjung dan lainnya, keangkeran kawasan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sulap-kawasan-angker-jadi-tempat-ibadah/">Sulap Kawasan Angker Jadi Tempat Ibadah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Bagi warga Kecamatan Padang Ganting, Lintaubuo, Lintaubuo Utara, dan Tanah Datar umumnya, termasuk daerah tetangga seperti Sijunjung dan lainnya, keangkeran kawasan Galoga sudah menjadi bahan perbincangan sejak dahulunya, bahkan turun temurun.</p>
<p>Kawasan ini berada di tepi bukit barisan, tidak jauh dari perbatasan Nagari Talu, Kecamatan Lintaubuo, dan Nagari Atar, Kecamatan Padang Ganting. Kawasan ini terdapat aliran sungai Batang Tangkai, dan dikelilingi rimba dikiri kanannya.</p>
<p>Pada era tahun 80an hingga setahun belakangan, sebelum adanya Mushollah Babusalam Al-Atar, kawasan ini masih takut untuk dilalui oleh pengendara. Terutama kawasan yang terdapat jembatannya.</p>
<p>Banyak kisah horor, mistis serta ditemukannya hewan liar dan buas termasuk ular golongan besar dijumpai oleh pengendara dan warga yang melintas. Terlebih pada era tahun 80 hingga awal 2000 an lalu.</p>
<p>Sebelum banyaknya kendaraan seperti saat ini, atau yang memiliki kendaraan masih dapat dihitung dengan jari, banyak sekali cerita yang beredar ditengah masyarakat dan menjadi bahan cerita kala itu di warung dan kedai dan menjadi konsumsi warga secara turun temurun akan keangkeran kawasan itu.</p>
<p>Cerita itu beragam, ada cerita yang pernah bertemu dengan mahkluk halus, ada juga yang bertemu hewan buas dan hewan besar melata. Dari mulut ke mulut cerita itu berkembang, hingga kawasan ini terkenal takut untuk dilalui.</p>
<p>Kawasan atau jalan ini merupakan akses untuk dilalui oleh pengendara dari Daerah Lintau ke Batusangkar, ataupun oleh warga Sijunjung, Dhamasraya ke Batusangkar, ataupun sebaliknya.</p>
<p>Namun, sejak tahun lalu tepatnya sesudah lebaran, kawasan ini sudah dibangun tempat ibadah atau mushollah berukuran 20&#215;10 meter. Sejak bisa dipakai untuk beribadah, banyak warga yang dahulunya takut sekarang merasa lega, bahkan sengaja berhenti di mushollah itu untuk beribadah dan beristirahat.</p>
<p>Pembangunan tempat ibadah itu dibangun secara swadaya oleh warga Atar melalui beberapa pengurus. Dengan modal awal hanya Rp 500 ribu, pembangunan dimulai dengan swadaya dan sumbangan di jalan.</p>
<p>Muslim Datuak Joban didampingi pengurus lapangan Mushollah Babusalam Al-Atar lainnya Anton mengatakan, salah satu tujuan dibangunnya mushollah di kawasan itu memang untuk membantu pengendara agar tidak takut lagi melintasi kawasan itu.</p>
<p>&#8220;Setelah disepakati, maka dimulailah pembangunan pada tahun lalu setelah lebaran, tujuannya selain tempat ibadah, agar kawasan ini ramai dan tidka ditakuti lagi, &#8221; ujar Muslim.</p>
<p>Menurutnya, memang kawasan itu sejak dahulu dikenal angker dan menjadi pembicaraan oleh warga. Tidak hanya oleh warga Atar sendiri, namun juga oleh warga dari daerah lainnya.</p>
<p>&#8220;Banyak dahulu cerita-cerita mistis dan angker akan tempat ini, ada juga yang berjumpa hewan buas dan berbisa, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Pembangunan tempat ibadah itu dilakukan di atas tanah milik Haji Geren yang dihibahkan untuk lokasi pembangunan.</p>
<p>&#8220;Sejak dibangun, ada saja sumbangan berbentuk barang yang datang, tapi kita tidak tahu dari siapanya, karena setiap ditanya hanya dari Hamba Allah, &#8221; terang Muslim.</p>
<p>Meski telah dibangun tempat ibadah, namun angker lokasi tidak serta merta langsung hilang bergitu saja. Muslim sendiri yang menetap dan tidur di bedeng samping Mushollah sudah enam kali bertemu ular besar di kawasan itu.</p>
<p>&#8220;Beberapa diantarnya ada yang dibunuh, dan ada juga yang ditangkap. Bahkan pernah sekira jam 02.00 malam, ada ular panjang lebih 10 meter dan besar lebih kurang sebesar tiang listrik, karena saya sendiri saya biarkan saja, tapi sekarang sudah jarang muncul, tidak tahu kemana perginya, mungkin masuk ke dalam rimba,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pembangunan mushollah didesain dan dikerjakan oleh seorang tukang dibantu warga untuk goro. Sejauh ini pembangunan musholah bagian dalam sudah bisa dipakai untuk tempat ibadah, sisanya tinggal bagian luar. Mushollah ini dijaga setiap hari terutama kebersihan sampah dan lingkungan kawasan itu yang sekarang diterangi.</p>
<p>Selama dibangun, lokasi ini kerap disinggahi oleh pengendara dari luar daerah yang melintas, selain beribadah juga dimanfaatkan untuk beristirahat, terutama pengendara dari daerah Medan, Jambi, Palembang,</p>
<p>&#8220;Rencana ke depan nantinya ingin kita bangun seperti lokasi rest area, ada kedai dan tempat istirahat serta lokasi parkirnya, &#8221; tukas Muslim <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sulap-kawasan-angker-jadi-tempat-ibadah/">Sulap Kawasan Angker Jadi Tempat Ibadah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gebyar Talago Biru Atar Berlansung Meriah</title>
		<link>https://prokabar.com/gebyar-talago-biru-atar-berlansung-meriah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2022 14:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#atar]]></category>
		<category><![CDATA[#bakatalago]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#Festival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=106526</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Pelaksanaan Gebyar Talago Biru di Nagari Atar, Kecamatan Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar berjalan dengan meriah. Pelaksanaan event ke tujuh...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gebyar-talago-biru-atar-berlansung-meriah/">Gebyar Talago Biru Atar Berlansung Meriah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Pelaksanaan Gebyar Talago Biru di Nagari Atar, Kecamatan Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar berjalan dengan meriah.</p>
<p>Pelaksanaan event ke tujuh dalam kalender Satu Nagari Satu Event Tanah Datar tahun 2022 tersebut dibuka Bupati Tanah Datar Eka Putra, Sabtu (3/9).</p>
<p>Berbeda dengan perhelatan sebelumnya, pembukaan di Talago Biru Atar dimulai dari memandikan kerbau oleh Bupati Eka Putra, diikuti Ketua DPRD Tanah Datar Ronny Mulyadi, Tokoh masyarakat Atar, dan Kepala Pengadilan Negeri Batusangkar.</p>
<p>Setelah memandikan kerbau, dilanjutkan dengan tradisi lama dengan membakar talago.</p>
<p>Bupati bersama Ketua DPRD menaiki perahu dan membakar sebuah pondok beratap jerami diatas rakit di tengah-tengah telaga. Proses pembakaran dilakukan dengan cara melepaskan anak panah api.</p>
<p>Tradisi tersebut merupakan tradisi masyarakat Atar dalam bentuk syukur dan menolak bala.</p>
<p>Bupati Eka Putra mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, yang telah mengangkat kearifan lokal anak Nagari.</p>
<p>Bupati berharap Gebyar Talago Biru Nagari Atar kedepannya akan menjadi daya tarik bagi masyarakat Tanah Datar dan Sumatera Barat.</p>
<p>Program Satu Iven Satu Nagari Gebyar Talago Biru juga diharapkan akan mempunyai dampak terhadap peningkatan pengembangan wisata dan meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya di Nagari Atar.</p>
<p>&#8220;Saya berharap dihari ini bisa dikunjungi 5000 orang ke Talago Biru Atar ini,&#8221; kata Bupati.</p>
<p>Sementara itu Wali Nagari Atar, Halyu Pardi Gebyar Talago Biru terlaksana berkat kerja sama seluruh panitia dan seluruh unsur masyarakat Atar. Acara ini akan dilangsungkan selama dua hari, Sabtu-Minggu.</p>
<p>Diharapkan, pelaksanaan satu event satu nagari di Nagari Atar tersebut bisa terlaksana di tahun-tahun yang akan datang.</p>
<p>&#8220;InsyaAllah tahun depan kita tetap semangat melaksanakan event ini. Karena jantung Nagari Atar itu ada di talago ini,&#8221; ujarnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/gebyar-talago-biru-atar-berlansung-meriah/">Gebyar Talago Biru Atar Berlansung Meriah</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>34 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung dan Pohon Tumbang di Tanah Datar</title>
		<link>https://prokabar.com/34-rumah-rusak-akibat-puting-beliung-dan-pohon-tumbang-di-tanah-datar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2022 05:34:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#atar]]></category>
		<category><![CDATA[#bencanaalam]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#PohonTumbang]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=104421</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Sebanyak 34 rumah rusak akibat angin kencang atau puting beliung dan pohon tumbang yang melanda wilayah Tanah Datar, Senin (13/6) kemarin....</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/34-rumah-rusak-akibat-puting-beliung-dan-pohon-tumbang-di-tanah-datar/">34 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung dan Pohon Tumbang di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Sebanyak 34 rumah rusak akibat angin kencang atau puting beliung dan pohon tumbang yang melanda wilayah Tanah Datar, Senin (13/6) kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar mengaku jika kerusakan yang ditimbulkan itu ada yang rusak ringan, sedang dan berat.</p>
<p>&#8221; untuk kategori kerusakannya ada yang ringan, sedang dan berat. Meski demikian, untuk jumlah pastinya tentu nanti akan melalui verifikasi dari dinas dinas terkait,&#8221; kata Yusnen, Kalaksa BPBD Tanah Datar saat ditemui di Jorong Lareh Nan Panjang, Kenagarian Atar, Kecamatan Padang Gantiang, Selasa (14/6).</p>
<p>Yusnen menyebut, total keseluruhan yang rusak, diantaranya 33 rumah di Kecamatan Padang Gantiang, dimana 31 rumah di Nagari Atar tepatnya di Jorong Lareh Nan Panjang, dan 2 rumah di Nagari Padang Gantiang. Sedangkan, 1 rumah ada di Jorong Kubang Landai, Nagari Saruaso, Tanjung Emas.</p>
<p>&#8221; untuk penanganannya sudah kita lakukan sejak malam tadi. Sampai saat ini, petugas kita mulai dari BPBD, Satgas Nagari masih melakukan pembersihan material seperti pohon tumbang yang masih menimpa bangunan pemukiman, kandang ayam dan lainnya,&#8221; ucapnya lagi yang saat itu turut didampingi Camat Padang Gantiang Ronal Satria dan Dandramil Tanjung Emas Padang Gantiang, Letda Inf Mardison.</p>
<p>Adapun bagi korban bencana angin puting beliung dan pohon tumbang, katanya akan diusahakan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten Tanah Datar setelah dilakukan verifikasi data terdampak oleh pihak pihak terkait.</p>
<p>&#8221; yang menentukan tidak BPBD saja, nanti ada timnnya (verifikasi bantuan). Masyarakat kami minta juga untuk bersabar dulu,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Sementara itu, Walinagari Atar menyampaikan jika kondisi masyarakat yang terdampak bencana saat ini dalam kondisi baik. Bagi warga yang rumahnya tak bisa dihuni umumnya mereka pindah ke rumah kerabat.</p>
<p>&#8221; Alhamdulillah semuanya sehat sehat, dan yang terdampak, mereka pindah dulu ke rumah kerabat,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, perantau Nagari Atar turut prihatin dengan bencana alam puting beliung dan pohon tumbang yang menimpa sanak keluarga di kampung. Bagaimanapun, perantau akan turut membantu sanak keluarga yang terdampak bencana ini nantinya.</p>
<p>&#8221; nanti kami atas nama perantau, pasti ada partisipasi untuk membantu warga kita. Harapan kita, nantinya akan terbantu. Pengalaman kita selama ini, perantau selalu peduli, ada kebakaran, kami bantu. Ada yang sakit kami bantu. Itulah perhatiannya perantau Atar, &#8221; ucap Yusparman ketua iwatar nusantara yang didampingi Hasan Basri, sesepuh perantau Pekanbaru Riau. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/34-rumah-rusak-akibat-puting-beliung-dan-pohon-tumbang-di-tanah-datar/">34 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung dan Pohon Tumbang di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tugu Fotocopy Simbol Sukses Masyarakat Atar</title>
		<link>https://prokabar.com/tugu-fotocopy-simbol-sukses-masyarakat-atar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2021 05:55:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#atar]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#fotocopy]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84293</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar &#8211; Bangunan tugu biasanya untuk peringatan bersejarah, namun masyarakat Atar malah membuat tugu fotocopy. Tugu fotocopy yang terletak di Kenagarian Atar,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tugu-fotocopy-simbol-sukses-masyarakat-atar/">Tugu Fotocopy Simbol Sukses Masyarakat Atar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar</strong> &#8211; Bangunan tugu biasanya untuk peringatan bersejarah, namun masyarakat Atar malah membuat tugu fotocopy.</p>
<p>Tugu fotocopy yang terletak di Kenagarian Atar, Tanah Datar Sumatera Barat.</p>
<p>Tugu ini sebagai bentuk simbol jika masyarakat Kenagarian Atar banyak yang berprofesi sebagai pengusaha fotocopy.</p>
<p>Bahkan, usaha mereka telah tersebar di beberapa provinsi di pulau Jawa dan Sumatera.</p>
<p>Pembangunan tugu Fotocopy ini atas usulan masyarakat rantau.</p>
<p>Berdasarkan data Kenagarian Atar, total penduduk atar saat ini sebanyak 5.400 kepala keluarga, dua pertiganya berada di perantauan.</p>
<p>Arti kata hampir 3.000 orang masyarakat Atar telah berada di perantauan.</p>
<p>&#8220;Kalau kita perkirakan itu ada 3.000 orang warga kita di perantauan, semuanya bisa kita sebut sebagai pengusaha fotocopy,&#8221; ujar Walinagari, Halyu Pardi saat di kantornya, Senin (29/3).</p>
<h3><strong>Awal Ide Tugu Fotocopy</strong></h3>
<p>Wali Nagari mengatakan jika sejarah dari perjalanan masyarakat Atar dengan fotocopy bermula dari seorang perantau, H Yuskar.</p>
<p>Beliau mencoba merintis usaha Fotocopi di Jawa Barat, berhasil hingga sukses sampai saat ini.</p>
<p>&#8220;Itu awalnya dari tokoh masyarakat kita bapak H Yuskar, dan saat ini telah banyak juga tokoh masyarakat yang sukses di usaha ini,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Sampai saar ini, tradisi merantau masih melekat bagi masyarakat Atar. Biasanya, seusai tamat dari sekolah, pemuda Atar biasanya akan langsung pergi merantau.</p>
<p>Awalnya, mereka akan bekerja sebagai karyawan di tempat fotocopi, sekalian untuk belajar mengoperasikan mesin buatan negara barat itu.</p>
<p>Jika telah lancar, mereka akan diusahakan perantau lain untuk bisa mandiri.</p>
<p>&#8220;Ada juga yang tamat sekolah langsung merantau, ada juga yang putus sekolah dan memilih untuk merantau,&#8221; ungkap Aswir, Sekretaris Nagari Atar.</p>
<p>Negeri Atar merupakan daerah dengan topografi perbukitan. Datarannya yang mengandung batu, sehingga pertanian di Nagari itu kurang berkembang.</p>
<p>&#8220;Kalau ekonomi di kampung itu bergerak di bidang perkebunan, seperti karet. Kalau pertanian, sawah kita hanya punya tadah hujan. Satu rumah di Atar ini, bisa kita sebut punya ladang atau sawah,&#8221; sambung Walinagari.</p>
<p>Pandemi covid 19 yang melanda, turut dirasakan oleh masyarakat Atar. Jika biasanya mereka menerima kiriman dari perantauan, namun saat ini hal tersebut mulai berkurang.</p>
<p>&#8220;Kalau bicara pandemi, tentu semua terdampak. Perantau terdampak, masyarakat di kampung juga. Ekonomi perantau kita terdampak untuk saat ini karena, orang tidak sekolah, kuliah juga tidak. Padahal mereka bergantung pada itu,&#8221; tutup Aswir. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tugu-fotocopy-simbol-sukses-masyarakat-atar/">Tugu Fotocopy Simbol Sukses Masyarakat Atar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 40/84 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/11 queries in 0.011 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:42:21 by W3 Total Cache
-->