<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#argentina Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/argentina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/argentina/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Jul 2026 09:34:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#argentina Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/argentina/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kolom Piala Dunia: Maaf Bro, Hati Saya Telah Dirampas Argentina!</title>
		<link>https://prokabar.com/kolom-piala-dunia-maaf-bro-hati-saya-telah-dirampas-argentina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 07:53:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#kolom]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135336</guid>

					<description><![CDATA[<p>oleh: Rizal Marajo (Wartawan Utama) Kemarin, seorang teman lama ketika sama-sama mengurus sepakbola lokal daerah tiba-tiba muncul tanpa berkabar di pondok kecil lahan bawang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kolom-piala-dunia-maaf-bro-hati-saya-telah-dirampas-argentina/">Kolom Piala Dunia: Maaf Bro, Hati Saya Telah Dirampas Argentina!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="wp-image-135070 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/23844464_10210149042310538_4994172966766248277_n.jpg" alt="" width="131" height="131" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/23844464_10210149042310538_4994172966766248277_n.jpg 285w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/23844464_10210149042310538_4994172966766248277_n-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/23844464_10210149042310538_4994172966766248277_n-85x85.jpg 85w" sizes="(max-width: 131px) 100vw, 131px" />oleh: <strong>Rizal Marajo (Wartawan Utama)</strong></p>
<p>Kemarin, seorang teman lama ketika sama-sama mengurus sepakbola lokal daerah tiba-tiba muncul tanpa berkabar di pondok kecil lahan bawang merah saya.</p>
<p>Dia langsung terkekeh melihat penampilan saya yang bak petani tulen. Pakai kupiah koboi, baju kampanye lengan panjang bergambar paslon guberur satu setengah tahun lalu, celana jeans lama yang robek di lutut, lengkap dengan sepatu boot bercorak militer.</p>
<p>Dulu kami saling mengenal, ketika saya jadi CEO merangkap manejer klub Liga 3 Sumbar di Kota Solok. Sedangkan dia menejer klub Liga 3 juga di kota Sawahlunto. Tapi sekarang dia berdomisili di Kota Padang Panjang, dengan status nyaleg gagal tahun 2024 lalu.</p>
<p>Klub kami sempat berhadapan pada babak fase grup di Stadion Muhammad Yamin Muaro Sijunjung, dan klub saya menang tiga gol tanpa balas. Itulah awal perkenalan, saling komunikasi, dan sekarang bertemu lagi.</p>
<p>&#8220;Lebih enak dinikmati, dan uangnya pun lebih manis,&#8221;ucap saya enteng ketika dia menyinggung profesi saya sekarang, yang dilihatnya begitu enjoy jadi seorang petani. Kami kembali terkekeh ketika dia sibuk menghitung-hitung panen bawang merah saya. Tiga pekerja saya yang sedang sibuk menyortir bawang merah ikut tertawa.</p>
<p>Ujung-ujungnya kami kembali ke laptop, cerita soal bola. Bernostalgia soal suka duka mengurus bola di daerah, saling terkekeh dan sesekali saling memanasi.  Terutama ketika dia menyinggung klub saya juara Liga 3 Sumbar 2018, karena ada faktor ownernya Anggota Exco PSSI.</p>
<p>Singkat cerita, kami akhirnya sampai pada pembahasan soal final Piala Dunia malam nanti. Tak disangka dia berceloteh penuh semangat, bak muntahan peluru AK 47. Sibuk memuji-muji manjagokan ayamnya yang bernama Spanyol.</p>
<p>Bak pengamat bola profesional, menyaingi Muhammad Kusnaeni di layar TV, dia mengulas kekuatan Spanyol. Lengkap dengan ramalan AI, statsitik tim terbaru segala macam, dia sudah memastikan keyakinannya bahwa Spanyol akan mengalahkan Argentina, dan tampil sebagai juara. Saya mendengarkan dengan mengangguk-angguk balam.</p>
<p>Tak ketinggalan dia menyebutkan segala kelemahan Argentina yang disebutnya terlalu tergantung pada Lionel Messi. &#8220;Matikan saja Messi, habis Argentina.&#8221;ucapnya berapi-api sambil menyeruput kopi yang saya suguhkan.</p>
<p>Belum puas, dia juga menyentil perjalanan Argentina yang penuh kontroversi untuk sampai ke final. Bermacam sentilan negatif diarahkan ke Argentina, misalnya disebut anak kesayangan FIFA, dibantu wasit, dan VAR yang tak berlaku untuk Timnas Argentina.</p>
<p>&#8220;Bro terlalu banyak scrool short video di Medsos kayak anak ABG.&#8221;ucap saya menyela, sambil menyalai sebatang A Mild mencoba menghentikan cerocosnya yang seperti sepeda tak berlampu dan tak punya rem.</p>
<p>&#8220;Faktanya memang begitu, masa bro tak paham hal itu.&#8221;balasnya sengit.</p>
<p>Singkat cerita saya dapat giliran bicara. Mencoba berargumen dengan analisis yang lebih berimbang. Saya mengakui kompetensi Spanyal yang sangat meyakinkan sampai mendarat di final. Bagaimana Matador menunjukan diri sebagai tim yang konsisten, kuat di segala lini, dan punya kekuatan terbesarnya ada dalam permainan secara tim yang solid.</p>
<p>Tapi saya juga tak bisa menafikan perjuangan keras Argentina untuk sampai bertengger di partai final, terlepas dari beragam kontroversi yang muncul menyertainya. Saya menghargai perjuangan mereka yang tak kenal lelah sampai menit-menit akhir, seperti yang mereka lakoni di empat laga fase gugur.</p>
<p>&#8220;Saya melihat keindahan paling dramatis dari sepakbola pada sisi itu bro. Apapun bisa terjadi, sepanjang pertandingan belum selesai.&#8221;kata saya.</p>
<p>&#8220;Tapi apa artinya kalau perjuangan itu disertai perlakuan istimewa dengan menggunakan perangkat im pertandingan, itu sama saja bermain curang, dimana letaknya fair play.&#8221;potongnya tak mau kalah. Saya tersenyum, lalu melanjutkan penejelasan saya.</p>
<p>&#8220;Okelah, sebuah tim diuntungkan perangkat pertandingan, tapi kalau  tim itu tidak mempunyai kemampuan yang tinggi dan memadai, semua bantuan itu juga tak akan ada artinya, tidak akan bisa berbuat apa-apa.&#8221;kata saya menegaskan. Dia pun terdiam, sampai disana dia sepertinya cukup paham.</p>
<p>Saya katakan lagi, saya juga sangat menghargai totalitas seorang Messi. Pria gaek 39 tahun yang masih punya energi membawa timnya ke final. Saya paparkan sedikit bagaimana perjuangan Lionel Messi sejak tahun 2006 bersama Timnas Argentina.</p>
<p>Dia tak pernah berhenti menggendong timnas Argentina, walau setiap iven besar selalu gagal. Tapi Messi selalu mencoba lagi dan mencoba lagi. Walaupun dia harus menghadapi tekanan demi tekanan dari publik negaranya sendiri  yang sangat kejam, tapi dia tak runtuh.</p>
<p>&#8220;Bayangkan bro, dia sudah dapat segalanya di tempat lain. Semua penghargaan dan gelar terbaik sudah diraihnya di level klub. Hanya juara Piala Dunia bersama Timnas yang belum, dan itu baru didapatkannya saat usianya sudah 35 tahun tahun 2022 di qatar.&#8221;kata saya panjang lebar.</p>
<p>&#8220;Perjuangan jatuh bangun, penuh ujian dan tekanan, itu yang membuat saya suka Messi. Mungkin berbeda dengan banyak orang yang membencinya, tapi Messi telah merampas hati saya bagaimana melihat sebuah perjuangan di lapangan sepakbola.&#8221;lanjut saya.</p>
<p>&#8220;Dasar wartawan, pakai rokok ciek lu ha.&#8221;ucap si bro menjangkau A Mild saya. Sepertinya dia gusar dengan penjelasan saya.</p>
<p>&#8220;Jadi intinya bagaimana, bro pegang Argentina ceritanya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya jelas bro, apapun hasilnya nanti. Bagi saya Argentina sudah juara..  Saya akan menikmati pertandingan dengan sepenuh hati, tak perlu sport jantung, sesederhana itu,&#8221;jawab saya terkekeh meniru kalimat khas sang Wapres Konoha itu yang super koplak itu.</p>
<p>Akhirnya pertemuan &#8220;bersejarah&#8221; itu diakhiri dengan sebuah kesepakatan, siapapun jagioannya yang menang dalam final nanti, kita bertemu besoknya di warung kecil di pojok Pasar Kuliner Padang Panjang.</p>
<p>&#8220;Disana teh telurnya lamak,&#8221;ucap teman saya itu. Dia berbasa basi ketika saya tungkuskan bawang merah sekarontong asoy. &#8220;Titip ini untuk nyonya.&#8221;kata saya.</p>
<p>Tiba-tiba saya jadi tak sabar menunggu final Piala Dunia 2026.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kolom-piala-dunia-maaf-bro-hati-saya-telah-dirampas-argentina/">Kolom Piala Dunia: Maaf Bro, Hati Saya Telah Dirampas Argentina!</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Road to Final Argentina Piala Dunia 2026; Fase Grup Mulus, Fase Gugur Penuh Ujian Mental Juara</title>
		<link>https://prokabar.com/road-to-final-argentina-piala-dunia-2026-fase-grup-mulus-fase-gugur-penuh-ujian-mental-juara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2026 14:24:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#road to final]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135325</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Perjalanan Argentina menembus final Piala Dunia 2026 terbilang cukup mulus, walau harus melakoni laga ketat di fase gugur dan penuh ujian mental...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/road-to-final-argentina-piala-dunia-2026-fase-grup-mulus-fase-gugur-penuh-ujian-mental-juara/">Road to Final Argentina Piala Dunia 2026; Fase Grup Mulus, Fase Gugur Penuh Ujian Mental Juara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img decoding="async" class="wp-image-135119 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png" alt="" width="112" height="112" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-1024x1024.png 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-768x768.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-800x800.png 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-85x85.png 85w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1.png 1080w" sizes="(max-width: 112px) 100vw, 112px" />Prokabar</strong> &#8211; Perjalanan Argentina menembus final Piala Dunia 2026 terbilang cukup mulus, walau harus melakoni laga ketat di fase gugur dan penuh ujian mental juara. La Albiceleste berpeluang mempertahankan gelar juara yang mereka raih di edisi sebelumnya.</p>
<p>Spanyol akan menjadi lawan berat bagi Argentina di laga puncak Piala Dunia 2026, kedua negara punya keunggulan masing-masing.</p>
<p>Di edisi Piala Dunia 2026, Lionel Messi menunjukkan dirinya masih menjadi pemain yang berbahaya bagi lawan mereka. Messi membukukan delapan gol dan menjadi pemuncak daftar top skor sementara bersama Kylian Mbappe, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.</p>
<p>Selain itu, Lionel Messi juga telah mencatat empat assist di Piala Dunia 2026, hanya kalah dari Michael Olise (5).</p>
<p>Berikut ini perjalanan Argentina dari fase grup hingga ke final Piala Dunia 2026.</p>
<p><strong>Fase Grup</strong><br />
Argentina memulai perjalanan mereka di Piala Dunia dengan langkah mantap saat menaklukkan Aljazair 3-0. Lionel Messi menjadi bintang kemenangan Argentina dengan catatan hat-trick, yang ia ciptakan di menit ke-17, 60&#8242;, dan 76&#8242;.</p>
<p>Hasil positif kembali diperoleh Argentina di pertandingan kedua, ketika berjumpa dengan Austria. Lagi-lagi Lionel Messi menjadi bintang kemenangan La Albiceleste berkat dua golnya di laga ini.</p>
<p>Pada pertandingan terakhir di Grup J, Argentina memastikan kemenangan 3-1 atas Yordania, Lionel Messi menyumbang satu gol ditambah gol dari Giovani Lo Celso dan Lautaro Martinez.</p>
<p><strong>Fase Gugur</strong><br />
Pada pertandingan fase gugur pertama La Albiceleste di babak 32 besar, mereka sempat mendapat perlawanan sengit dari tim debutan, Tanjung Verde. Tanjung Verde sempat memaksakan kedudukan imbang 2-2, sebelum akhirnya Argentina menang 3-2 berkat gol bunuh diri Diney Borges (111&#8242;).</p>
<p>Pada babak 16 besar, Argentina mendapat perlawanan sengit lain dari Mesir, yang bahkan sempat memimpin dengan dua gol. Namun, skuad asuhan Lionel Scaloni berhasil membalikkan kedudukan menjadi 3-2, untuk mengamankan tiket ke perempat final.</p>
<p>Di babak perempat final, Argentina bertemu tim kuda hitam lainnya, Swiss, yang memberikan perlawanan sengit di sepanjang laga.</p>
<p>Swiss yang sempat menahan Argentina 1-1 dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan, pada akhirnya takluk dengan skor 1-3. Di babak semifinal, Argentina bertanding menghadapi Inggris yang membawa kembali semangat juara untuk pertama kali setelah 60 tahun.</p>
<p>Di semifinal, Inggris sempat unggul melalui gol Anthony Gordon di babak kedua, Argentina mampu mebalikkan keadaan berkat gol Enzo Fernandez (85&#8242;) dan Lautaro Martinez (90&#8217;+2). Dua gol tersebut tercipta berkat sumbangan assist Lionel Messi yang tampil gemilang sepanjang laga.</p>
<p>Kini Argentina akan tampil menghadapi Spanyol di final Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 dini hari WIB.</p>
<p>Sumber: Soccerway, Transfermarkt</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/road-to-final-argentina-piala-dunia-2026-fase-grup-mulus-fase-gugur-penuh-ujian-mental-juara/">Road to Final Argentina Piala Dunia 2026; Fase Grup Mulus, Fase Gugur Penuh Ujian Mental Juara</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prediksi Final Piala Dunia 2026: Bintang Dua Spanyol atau Back to Back Argentina</title>
		<link>https://prokabar.com/prediksi-final-piala-dunia-2026-bintang-dua-spanyol-atau-back-to-back-argentina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2026 13:21:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#Final]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#spanyol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135319</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Stadion Metlife New York New Jersey, akan menjadi arena pertempouran final Piala Dunia 2026 antara juara bertahan Argentina vs Spanyol, Senin (20/7/2026)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/prediksi-final-piala-dunia-2026-bintang-dua-spanyol-atau-back-to-back-argentina/">Prediksi Final Piala Dunia 2026: Bintang Dua Spanyol atau Back to Back Argentina</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img decoding="async" class="wp-image-135119 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png" alt="" width="103" height="103" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-1024x1024.png 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-768x768.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-800x800.png 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-85x85.png 85w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1.png 1080w" sizes="(max-width: 103px) 100vw, 103px" />Prokabar</strong> &#8211; Stadion Metlife New York New Jersey, akan menjadi arena pertempouran final Piala Dunia 2026 antara juara bertahan Argentina vs Spanyol, Senin (20/7/2026) dinihari pukul 02.00 WIB. Siapa Juara? Spanyol yang akan meraih bintang keduanya sebagai juara atau Argentina yang back to back juara dua kali secara beruntun.</p>
<p>Final edisi 2026 ini memang bisa dikatakan final yang ideal. Pasalnya baik Spanyol dan Argentina sejak awal turnamen sudah dijagokan jadi kandidat juara dan kedua tim berhasil mencapai partai puncak dari turnamen empat tahunan ini.</p>
<p>Kedua tim sama-sama punya misi besar di final Piala Dunia 2026. Timnas Spanyol mendambakan trofi Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah, di mana mereka baru menjuarai Piala Dunia di tahun 2010 silam.</p>
<p>Di sisi lain, Timnas Argentina mengincar trofi keempat mereka, di mana mereka juga mengejar rekor Italia dan Brasil sebagai negara yang mampu memenangkan gelar Piala Dunia back to back.</p>
<p>Perjalanan Spanyol hingga partai final Piala Dunia 2026 ini cukup mulus. Sempat ditahan imbang Cape Verde, La Furia Roja memenangkan semua pertandingan hingga babak semifinal, di mana mereka menyingkirkan beberapa tim top seperti Belgia, Portugal dan Prancis untuk mencapai final.</p>
<p>Lebih mengesankan lagi, Spanyol adalah tim dengan pertahanan terbaik, baru kebobolan satu gol saja di Piala Dunia 2026 ini. Sehingga lini serang Argentina dengan Lionel Messi-nya, benar-benar akan diuji di laga ini.</p>
<p>Di sisi lain, perjalanan Argentina relatif kurang mulus menuju partai final. La Albiceleste beberapa kali berada dalam posisi yang sulit, namun mereka menunjukkan mentalitas juara yang kuat di mana mereka beberapa kali meraih comeback seperti yang terjadi di semifinal melawan Inggris. Mentalitas ini jadi modal berharga La Albiceleste di partai puncak nanti.</p>
<p>Kondisi Spanyol jelang partai final ini juga cukup apik. Lamine Yamal dan Pedro Porro yang dikabarkan mengalami masalah melawan Prancis dipastikan sudah fit untuk bermain. Di sisi lain, Argentina juga tidak mengalami masalah cedera berarti di tim mereka.</p>
<p>Sehingga baik Spanyol maupun Argentina sama-sama bisa menurunkan tim terbaik mereka di final Piala Dunia 2026 ini. Siapa yang akan dinobatkan jadi juara Dunia di New York New Jersey Stadium nanti?</p>
<p><strong>Prakiraan Susunan Pemain</strong><br />
Spanyol (4-2-3-1): Simon; Cucurella, Laporte, Cubarsi, Porro; Ruiz, Rodri; Baena, Olmo, Yamal; Oyarzabal<br />
Pelatih: Luis De La Fuente</p>
<p>Argentina (4-1-4-1): E.Martinez; Tagliafico, L.Martinez, Romero, Molina; Paredes; Alvarez, Fernandez, Mac Allister, Simeone; Messi<br />
Pelatih: Lionel Scaloni</p>
<p><strong>Head to Head</strong><br />
28/03/18 Spanyol 6-1 Argentina (Uji Coba)<br />
08/09/10 Argentina 4-1 Spanyol (Uji Coba)<br />
15/11/09 Spanyol 2-1 Argentina (Uji Coba)<br />
12/10/06 Spanyol 2-1 Argentina (Uji Coba)<br />
17/11/99 Spanyol 0-2 Argentina (Uji Coba)</p>
<p><strong>5 Pertandingan Terakhir Spanyol (M-M-M-M-M)</strong><br />
15/07/26 Prancis 0-2 Spanyol (PD 2026)<br />
11/07/26 Spanyol 2-1 Belgia (PD 2026)<br />
07/07/26 Portugal 0-1 Spanyol (PD 2026)<br />
03/07/26 Spanyol 3-0 Austria (PD 2026)<br />
27/06/26 Uruguay 0-1 Spanyol (PD 2026)</p>
<p><strong>5 Pertandingan Terakhir Argentina (M-M-M-M-M)</strong><br />
16/07/26 Inggris 1-2 Argentina (PD 2026)<br />
12/06/26 Argentina 3-1 Swiss (PD 2026)<br />
07/07/26 Argentina 3-2 Mesir (PD 2026)<br />
04/07/26 Argentina 3-2 Cape Verde (PD 2026)<br />
28/06/26 Yordania 1-3 Argentina (PD 2026)</p>
<p><strong>Prediksi Skor</strong><br />
Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina ini dipastikan bakal berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama tampil ciamik sejak fase grup dan keduanya memang layak berada di partai puncak.</p>
<p>Secara performa, Spanyol tampil lebih konsisten dan meyakinkan ketimbang Argentina sejak awal turnamen. Namun Argentina membuktikan bahwa mereka punya mental juara dan pantang menyerah dan aspek itu bakal jadi pembeda di partai final nanti.</p>
<p><strong>Data Pertandingan</strong><br />
Kompetisi: Final Piala Dunia 2026<br />
Pertandingan: Spanyol vs Argentina<br />
Tempat: New York New Jersey Stadium<br />
Hari, tanggal: Senin, 20 Juli 2026<br />
Jam kick-off: 02.00 WIB<br />
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport<br />
Live Streaming: Maxstream, Folaplay. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/prediksi-final-piala-dunia-2026-bintang-dua-spanyol-atau-back-to-back-argentina/">Prediksi Final Piala Dunia 2026: Bintang Dua Spanyol atau Back to Back Argentina</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Spanyol vs Argentina; Juara Eropa vs Juara Amerika Latin Janjikan Final Piala Dunia Terbaik Sepanjang Masa</title>
		<link>https://prokabar.com/spanyol-vs-argentina-juara-eropa-vs-juara-amerika-latin-janjikan-final-piala-dunia-terbaik-sepanjang-masa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 02:05:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#Final]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#spanyol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135237</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Spanyol dan Argentina akan berlaga di final Piala Dunia 2026. Laga ini menjanjikan final terbaik sepanjang masa, ketika juara bertahan Eropa dan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/spanyol-vs-argentina-juara-eropa-vs-juara-amerika-latin-janjikan-final-piala-dunia-terbaik-sepanjang-masa/">Spanyol vs Argentina; Juara Eropa vs Juara Amerika Latin Janjikan Final Piala Dunia Terbaik Sepanjang Masa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-135119 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png" alt="" width="105" height="105" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-1024x1024.png 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-768x768.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-800x800.png 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-85x85.png 85w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 105px) 100vw, 105px" />Prokabar</strong> &#8211; Spanyol dan Argentina akan berlaga di final Piala Dunia 2026. Laga ini menjanjikan final terbaik sepanjang masa, ketika juara bertahan Eropa dan Amerika Latin akan bersua di laga puncak.</p>
<p>Tercatat ini ni adalah kali pertama sepanjang masa final Piala Dunia akan mempertemukan juara bertahan Piala Eropa dan Copa America. Spanyol dan Argentina akan saling berhadapan di partai puncak, Senin (20/7) dinihari pukul 02.00 WIB.</p>
<p>Keduanya adalah juara bertahan di masing-masing benua, atau bisa dibilang, tim terbaik. Spanyol jadi juara Piala Eropa 2024 lalu dengan menang lawan Inggris 2-1 di laga final.</p>
<p>Saat itu, Nico Williams dan Mikel Oyarzabal jadi dua pencetak gol Spanyol. Ini merupakan gelar keempat Piala Eropa Spanyol setelah tahun 1964, 2008, dan 2012.</p>
<p>Sedangkan Argentina adalah juara bertahan Copa America dengan juara pada edisi 2021 dan 2024. Tahun 2021, Argentina menang 1-0 di final lawan Brasil via gol Angel Di Maria. Tahun 2024, Argentina menang 1-0 lawan Kolombia berkat gol Lautaro Martinez.</p>
<p>Kedua negara juga merupakan unggulan 1 dan 2 di Piala Dunia 2026. Kategori unggulan diambil dari Ranking FIFA November 2025 sbeelum undian babak grup dilaksanakan. Saat itu, Spanyol jadi unggulan pertama, Argentina kedua.</p>
<p>Dalam undian, kedua unggulan memang dibuat agar tak bertemu sampai laga final jika mampu memenangi grup masing-masing.</p>
<p>Kini, kedua negara juga masih menguasai Ranking FIFA. Argentina ada di tangga pertama, Spanyol kedua. Kedua negara hanya berjarak 4,76 poin.</p>
<p>Artinya, siapapun pemenang pada laga final Piala Dunia 2026 nanti, juga akan jadi tim peringkat 1 Ranking FIFA. Apakah ini final Piala Dunia terbaik sepanjang masa?</p>
<p>Sumber: Opta, Wikipedia, FIFA</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/spanyol-vs-argentina-juara-eropa-vs-juara-amerika-latin-janjikan-final-piala-dunia-terbaik-sepanjang-masa/">Spanyol vs Argentina; Juara Eropa vs Juara Amerika Latin Janjikan Final Piala Dunia Terbaik Sepanjang Masa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil Semifinal Piala Dunia 2026: Kandangkan &#8220;Tiga Singa&#8221; Argentina Tantang Spanyol di Final</title>
		<link>https://prokabar.com/hasil-semifinal-piala-dunia-2026-kandangkan-tiga-singa-argentina-tantang-spanyol-di-final/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 01:01:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#Final]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#semifinal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135230</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Mimpi Inggris untuk maju ke final Piala Dunia 2026, kembali harus dikubur dalam-dalam. Sempat unggul, &#8220;tiga Singa&#8221; akhirnya harus rela kalah dikandangkan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hasil-semifinal-piala-dunia-2026-kandangkan-tiga-singa-argentina-tantang-spanyol-di-final/">Hasil Semifinal Piala Dunia 2026: Kandangkan &#8220;Tiga Singa&#8221; Argentina Tantang Spanyol di Final</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-135119 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png" alt="" width="137" height="137" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-1024x1024.png 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-768x768.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-800x800.png 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-85x85.png 85w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 137px) 100vw, 137px" />Prokabar</strong> &#8211; Mimpi Inggris untuk maju ke final Piala Dunia 2026, kembali harus dikubur dalam-dalam. Sempat unggul, &#8220;tiga Singa&#8221; akhirnya harus rela kalah dikandangkan 1-2 oleh Argentina di Marcedez Benz Stadium, Kamis (16/7) dinihari WIB.</p>
<p>Dengan demikian, final Piala Dunia 2026 akan menghadirkan duel antara Spanyol melawan Argentina. Sementara Inggris harus puas melakoni perebutan tempat ketiga melawan Prancis.</p>
<p>Inggris sebenarnya unggul lebih dulu via gol Anthony Gordon (55’), tetapi Argentina membalas lewat gol Enzo Fernandez (85’) dan Lautaro Martinez (90+2’).</p>
<p>Memang, setelah ketinggalan, Argentina tampil frontal dan mampu mengurung secara total Tiga Singa.</p>
<p>Antara gol Gordons pada menit ke-55 sampai Lautaro Martinez mencetak gol pembalik kedudukan pada menit ke-90+2, Inggris nyaris tak bisa berbuat apa-apa.</p>
<p>Di atas kertas, dalam waktu 37 menit ini, Inggris hanya menguasai bola 12 persen, sementara Argentina 88 persen.</p>
<p>Sang kapten Lionel Messi lalu tampil apik, mencatat dua assist untuk membawa La Albiceleste comeback. Tak hanya mengurung, Inggris juga hampir dibuat mandul di lini depan.</p>
<p>Bahkan sepanjang laga, Harry Kane dan Jude Bellingham sama sekali tak menyentuh bola di kotak penalti Argentina.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-135231" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/lautaro-300x169.jpeg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/lautaro-300x169.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/lautaro-1024x576.jpeg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/lautaro-768x432.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/lautaro-800x450.jpeg 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/lautaro.jpeg 1200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Tim tiga singa kini memang seperti dikutuk kembali. Inggris mampu menang di semifinal pertama mereka di Piala Dunia pada 1966 saat jadi tuan rumah dan juara.</p>
<p>Setelah itu, Inggris kalah tiga kali beruntun di semifinal, pada 1990 dari Jerman Barat, 2018 dari Kroasia, dan 2026 dari Argentina.</p>
<p>Sepanjang masa Piala Dunia, hanya pernah dua kali tim yang unggul lebih dulu di semifinal Piala Dunia tak mampu lolos ke final. Dua-duanya dialami oleh Inggris, pada Piala Dunia 2018 dan 2026.</p>
<p>Inggris kini memang harus lebih baik lagi lawan tim-tim besar. Sejak 1998, Inggris selalu kalah di fase gugur Piala Dunia saat bertemu tim dengan Ranking FIFA 10 besar, kalah tujuh kali dalam tujuh laga.(*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hasil-semifinal-piala-dunia-2026-kandangkan-tiga-singa-argentina-tantang-spanyol-di-final/">Hasil Semifinal Piala Dunia 2026: Kandangkan &#8220;Tiga Singa&#8221; Argentina Tantang Spanyol di Final</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolom Piala Dunia;  Inggris vs  Argentina, Rivalitas yang Melintasi Batas Lapangan Hijau</title>
		<link>https://prokabar.com/kolom-piala-dunia-inggris-vs-argentina-rivalitas-yang-melintasi-batas-lapangan-hijau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 13:19:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#inggris]]></category>
		<category><![CDATA[#kolom]]></category>
		<category><![CDATA[#moment. #piala dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135224</guid>

					<description><![CDATA[<p>oleh: Rizal Marajo (wartawan Utama) Kalau ada rivalitas atau perseteruan yang tak pernah reda antara dua negara di ajang Piala Dunia, mungkin urutan pertama...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kolom-piala-dunia-inggris-vs-argentina-rivalitas-yang-melintasi-batas-lapangan-hijau/">Kolom Piala Dunia;  Inggris vs  Argentina, Rivalitas yang Melintasi Batas Lapangan Hijau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-135119 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png" alt="" width="97" height="97" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-1024x1024.png 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-768x768.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-800x800.png 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-85x85.png 85w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 97px) 100vw, 97px" />oleh: <strong>Rizal Marajo (wartawan Utama)</strong></p>
<p>Kalau ada rivalitas atau perseteruan yang tak pernah reda antara dua negara di ajang Piala Dunia, mungkin urutan pertama adalah antara Inggris dan Argentina. Saking panasnya, kadang merembet kepada hal-hal diluar sepakbola.</p>
<p>Memang ada juga rivalitas lain, semisal Argentina dengan Brasil. Tapi panasnya terbatas pada unjuk taring kehebatan di lapangan sepakbola. Apalagi kalau sudah menyangkut siapa yang terhebat di benua Amerika Selatan. Selepas itu, mereka akur-akur saja.</p>
<p>Di Eropa, ada rivalitas segitiga yang sengit antara Belanda, Jerman, dan Italia. Ketiganya bak mendapat energi berlebih kalau saling bertemu. Uniknya, ada hal tak lazim ditengah rvalitas tiga negara ini.</p>
<p>Rumusnya begini, Belanda sulit mengalahkan Italia, Italia sulit mengalahkan Jerman, dan Jerman sulit mengalahkan Belanda. Maka rivalitas segitiga ini selalu menjadi hal paling ditunggu di Eropa.</p>
<p>Di belahan dunia lain juga ada rivalitas yang cukup sengit. Misalnya AS vs Meksiko di Amerika Tengah, Nigeria vs Kamerun dan Mesir vs Maroko di Afrika, Jepang vs Korea Selatan di Asia. Bahkan di tingkat lebih kecil, Indonesia dan Malaysia ikut-ikutan panas di Asia Tenggara kalau sudah bicara pertemuan Timnas mereka..hehehe.</p>
<p>Tapi semua itu tak ada yang melebihi sengitnya &#8220;permusuhan&#8221; antara Argentina vs Inggris. Setiap pertemuan mereka di ajang seperti Piala Dunia, hampir dipastikan menjadi santapan empuk media yang ikut-ikutan memanaskan persaingan.</p>
<p>Yang diulas tidak pernah hanya sekadar tentang pertandingan sepakbola. Sebab, rivalitas ini mengakar sangat dalam dan turut dibentuk oleh momen-momen yang melintasi batas lapangan hijau.</p>
<p>Namun, tidak banyak yang tahu bagaimana semua ini bermula?<br />
Saat berjumpa pada fase penyisihan Piala Dunia 1962, laga berlangsung aman-aman saja. Inggris dengan nyaman mengalahkan Argentina 3-1. Akan tetapi, rivalitas ini sebetulnya baru benar-benar meledak empat tahun kemudian di tanah Inggris.</p>
<p>Bahkan hingga hari ini setelah lebih dari 60 tahun insiden itu berlalu, masih banyak orang di Argentina menyebut pertandingan perempatfinal Piala Dunia 1966 iyu sebagai El Robo atau &#8220;perampokan&#8221;.</p>
<p>Saat itu Antonio Rattin, kapten Argentina diusir keluar lapangan oleh wasit asal Jerman Barat, Rudolf Kreitlein, karena dituduh melakukan pelecehan verbal terhadapnya. Yang membuat situasi makin runyam Kreitlein tidak bisa berbahasa Spanyol, sementara Rattin tidak mengerti bahasa Jerman maupun Inggris.</p>
<p>Pada masa itu belum ada kartu kuning atau merah dalam sepak bola. Wasit pun hanya memberikan peringatan dan pengusiran pemain melalui keputusan verbal.</p>
<p>Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang dikatakan Rattin, atau apakah dia memang mengatakan sesuatu. Kreitlein di kemudian hari mengklaim bahwa perilaku dan raut wajah kapten Argentina itulah yang membuatnya memutuskan untuk mengusirnya.</p>
<p>Rattin dibuat benar-benar bingung. Dia berulang kali meminta penerjemah dan menolak untuk meninggalkan lapangan karena merasa sangat yakin bahwa dirinya tidak melakukan apa pun yang pantas membuatnya diusir.</p>
<p>Dia akhirnya berjalan keluar setelah penundaan yang cukup lama. Lalu, ia duduk dengan gestur menantang di atas karpet merah di depan Royal Box, dimana tamu-tamu kehormatan kerajaan Inggris duduk. Tak ayal Rattin pun dilempari bir dan cokelat batang oleh sebagian penonton.</p>
<p>Timnas Inggris akhirnya memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 1-0 sebelum akhirnya mengangkat satu-satunya trofi Piala Dunia yang pernah diperoleh tim berjuluk The Three Lions ini. Sementara Argentina pulang dengan gusar dan keyakinan bahwa mereka telah dirampok.</p>
<p>60 tahun kemudian, pertandingan yang penuh kontroversi di Wembley tersebut tetap menjadi momen yang benar-benar memulai satu di antara rivalitas paling sengit dalam sepak bola, meski itu adalah babak sejarah yang tidak terlalu sering dibicarakan orang.</p>
<p>Tidak heran jika setiap Inggris dan Argentina bertemu di Piala Dunia, itu dianggap sebuah moment yang selalu melahirkan banyak cerita.</p>
<p>Misalnya pertemuan Inggris vs Argentina di perempatfinal Piala Dunai 1986. Sebelum laga, suasana sudah dipanasi oleh Perang 74 hari yang meletus di pulau Falklands atau Malvinas tahun 1982.</p>
<p>Argentina yang kalah perang sungguhan itu, mampu membalas dengan gol ‘Tangan Tuhan’ Diego Maradona yang terkenal itu. Inggrispun meradang dipermalukan dan diperdaya manusia cebol yang anehnya bisa menang duel udara dan mencetak gol melawan kiper tinggi besar seperti Peter Shilton.</p>
<p>Makin malu, berapa waktu kemudian Maradona seolah meperolok-olok seluruh Inggris, bahkan dunia dengan mengatakan itu gol &#8220;tangan tuhan&#8221;, ketimbang mengaku secara jujur bahwa tangannya sengaja menonjok bola sehingga Shilton hanya bisa menangkap angin.</p>
<p>Ditambah lagi, tak lama berselang Maradona kembali baraksi mencetak salah satu gol terbaik sepanjang masa. Dia meliuk-liuk memperdaya dan melewati tujuh pemain Inggris, lalu mencetak gol dengan sempurna dan memulangkan Inggris dari Meksiko.</p>
<p>Kejadian di Stadion Azteca tahun 1986 itu semakin menambah sengit rivalitas kedua negara. Ditambah kartu merah David Beckham pada Piala Dunia tahun 1998, yang berujung kekalahan Inggris dari Argentina melalui adu penalti, ikut menambah lapisan ketegangan di antara kedua negara ini.</p>
<p>Kini keduanya kembali bertemu di semifinal Piala Dunia 2026. Inggris tetap sebagai negara yang lebih uring-uringan ketimbang Argentina yang terlihat santai-santai saja dan lebih fokus ke pertandingan.</p>
<p>Bagi orang Inggris, citra Argentina sebagai tim yang licik, sudah tertanam lama. Mereka jelas belum lupa pada tiga momen Piala Dunia yang membekas, Antonio Rattin pada 1966, kartu merah David Beckham setelah terprovokasi Diego Simeone di 1998 dan gol &#8220;Tangan Tuhan&#8221; Diego Maradona pada 1986.</p>
<p>Kini tema serupa kembali dibakar Inggris untuk menghabisi Argentina di Piala Dunia 2026. Argentina disebut menjadi pusat kontroversi setelah menang 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar. Kubu Mesir memprotes keputusan wasit setelah satu gol mereka dianulir melalui VAR.</p>
<p>Hal itu jadi santapan media sosial di Inggris, julukan &#8220;VARgentina&#8221; bermunculan. Narasi lama bahwa Albiceleste kerap diuntungkan keputusan penting wasit kembali hidup, meski FIFA menegaskan tidak ada keberpihakan dalam penggunaan VAR.</p>
<p>Kontroversi berlanjut pada perempat final melawan Swiss. Breel Embolo menerima kartu kuning kedua setelah VAR mengoreksi keputusan awal wasit melalui penerapan baru aturan mistaken identity. Pelatih Timnas Swiss, Murat Yakin, menyebut keputusan itu tidak dapat diterima.</p>
<p>Serangkaian insiden itu membuat Argentina kembali dibayangi tudingan lama bahwa mereka menang bukan semata kualitas permainan, tetapi juga karena kemampuan memanfaatkan setiap celah aturan. Hal inilah yang beberapa hari belakangan digoreng kubu Inggris.</p>
<p>Padahal, jurus Inggris menyederhanakan kekuatan Argentina hanya soal &#8220;kelicikan&#8221;, jelas tidak adil.</p>
<p>Mereka lupa, Argentina memiliki fleksibilitas taktik yang membuat mereka mampu berganti pendekatan dalam setiap pertandingan. Mereka bisa sabar menguasai bola, lalu seketika berubah menjadi tim yang menyerang vertikal ketika ruang terbuka.</p>
<p>Ditambah pengalaman sebagai juara bertahan dan kedalaman lini depan yang dihuni Lionel Messi, Julian Alvarez, serta Lautaro Martinez, Argentina tetap menjadi salah satu tim paling lengkap di turnamen.</p>
<p>Mereka juga lupa, kekuatan sesungguhnya Argentina yaitu semangat kebersamaan yang luar biasa. Argentina sejak dilatih Lionel Scaloni telah memiliki ikatan persaudaraan, sebuah identitas yang melampaui sekadar permainan sepakbola.</p>
<p>Sepertinya Inggris sudah kapok, tak mau kena kadali berkali-kali oleh Argentina.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kolom-piala-dunia-inggris-vs-argentina-rivalitas-yang-melintasi-batas-lapangan-hijau/">Kolom Piala Dunia;  Inggris vs  Argentina, Rivalitas yang Melintasi Batas Lapangan Hijau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Luka Perang Malvinas Memanas Lagi, Aparat Keamanan AS Terapkan Pengamanan Ketat di Laga Inggris vs Argentina</title>
		<link>https://prokabar.com/luka-perang-malvinas-memanas-lagi-aparat-keamanan-as-terapkan-pengamanan-ketat-di-laga-inggris-vs-argentina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 01:05:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#inggris]]></category>
		<category><![CDATA[#malvinas]]></category>
		<category><![CDATA[#perang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135204</guid>

					<description><![CDATA[<p>prokabar – Rivalitas panas antara Inggris dan Argentina didalam dan luar lapangan memang bukan isapan jempol belaka. Dipastikan laga semifinal kedua negara di Piala...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/luka-perang-malvinas-memanas-lagi-aparat-keamanan-as-terapkan-pengamanan-ketat-di-laga-inggris-vs-argentina/">Luka Perang Malvinas Memanas Lagi, Aparat Keamanan AS Terapkan Pengamanan Ketat di Laga Inggris vs Argentina</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>prokabar</strong> – Rivalitas panas antara Inggris dan Argentina didalam dan luar lapangan memang bukan isapan jempol belaka. Dipastikan laga semifinal kedua negara di Piala Dunia 2026, Kamis (16/7) di Atlanta Stadium, berlangsung di bawah pengamanan ketat.</p>
<p>Otoritas Kota Atlanta telah meningkatkan langkah-langkah keamanan menjelang duel sarat gengsi itu. Pertemuan ini bukan sekadar perebutan tiket ke final. Inggris berupaya menghentikan langkah juara bertahan Argentina sekaligus mengakhiri penantian panjang untuk kembali tampil di final Piala Dunia, sesuatu yang terakhir kali mereka rasakan pada edisi 1966.</p>
<p>Di sisi lain, aparat keamanan AS menyadari bahwa laga tersebut juga dibayangi rivalitas historis antara kedua negara. Inggris dan Argentina pernah terlibat Perang Falklands pada 1982, konflik selama 74 hari yang menewaskan ratusan prajurit dari kedua belah pihak.</p>
<p>Hingga kini, wilayah yang dikenal sebagai Falklands oleh Inggris dan Las Malvinas oleh Argentina masih menjadi sengketa kedaulatan.</p>
<p>Sorotan terhadap laga ini semakin besar setelah Argentina menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2 di babak 16 besar. Seusai pertandingan, sejumlah pemain Argentina sempat terekam menyanyikan yel-yel yang menyinggung Kepulauan Malvinas serta dua ikon sepak bola mereka, Diego Maradona dan Lionel Messi.</p>
<p>Maradona sendiri memiliki sejarah panjang dalam rivalitas ini setelah membawa Argentina mengalahkan Inggris di perempat final Piala Dunia 1986 lewat gol kontroversial “Tangan Tuhan”. Sementara itu, Lionel Messi berpeluang menghadapi Inggris untuk pertama kalinya sepanjang karier internasionalnya.</p>
<p>Di tengah memanasnya atmosfer jelang pertandingan, Federasi Veteran Perang Argentina mengimbau para pendukung agar tidak mencampurkan sepak bola dengan isu politik maupun sejarah kedua negara.</p>
<p>“Kedaulatan dipertahankan melalui forum internasional dengan jalur diplomasi, kebenaran sejarah, serta klaim damai yang tidak dapat ditawar sebagaimana tercantum dalam konstitusi nasional kami,” imbaunya.</p>
<p>Federasi tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga batas antara nasionalisme dan olahraga.</p>
<p>“Kami memandang penting untuk menarik garis yang jelas dan tegas antara gairah olahraga dan perjuangan nasional. Bola tetap bergulir, kebanggaan terhadap warna kebesaran kami semakin besar, tetapi ingatan sejarah tetap terjaga,” tegasnya.</p>
<p>Dari kubu Inggris, kiper Jordan Pickford memilih meredam tensi di luar lapangan. Ia menilai duel melawan Argentina tetap harus dipandang sebagai pertandingan sepak bola semata. “Ini hanya pertandingan sepak bola. Sepakbola yang akan berbicara,” kata Pickford.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-135205" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/fak-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/fak-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/fak.jpg 596w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p><strong>Sekilas Perang Malvinas</strong><br />
Argentina vs Inggris pernah terlibat sengketa panas bertajuk Perang Malvinas (Falkland War) selama 74 hari pada 1982. Kala itu, kedua negara memperebutkan kedaulatan Kepulauan Malvinas atau Falkland Islands yang juga meliputi Georgia Selatan serta Kepulauan Sandwich Selatan, di Samudera Atlantik Selatan.</p>
<p>Saking panasnya, sejarah perang ini selalu dibawa-bawa di nyaris setiap momen interaksi antara Argentina dan Inggris, termasuk di ranah sepak bola, seperti di Piala Dunia 1986, Piala Dunia 1998, hingga Piala Dunia 2026 yang saat ini sedang dihelat Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko</p>
<p>Tim nasional sepak bola Inggris dan Argentina memang bakal saling berhadapan di semifinal Piala Dunia 2026. Kebetulan pula, Piala Dunia kali ini digelar dalam nuansa global yang sedang tidak baik-baik saja, di tengah perseteruan antara AS dan Israel dengan Iran, juga konflik Rusia vs Ukraina yang kembali memanas.</p>
<p>Argentina melaju ke babak 4 besar Piala Dunia 2026 setelah menang dramatis 3-1 atas Swiss. Lionel Messi dan kawan-kawan akan menantang Inggris yang sebelumnya telah mendepak tim kuda hitam Norwegia dengan skor ketat 2-1.</p>
<p>Bahasa internasional untuk menyebut Kepulauan Malvinas sebenarnya adalah Kepulauan Falkland untuk menjaga netralitas. Namun, Argentina dan negara-negara berbahasa Spanyol tetap menyebut obyek sengketa itu sebagai Malvinas lantaran nama Falkland Islands identik dengan Inggris.</p>
<p>Kepulauan Malvinas berada sekitar 480 kilometer dari pantai Argentina. Namun, sejak tahun 1833, pulau ini dikuasai dan diperintah oleh Inggris sebagai salah satu negara imperialisme dari Eropa kala itu.</p>
<p>Di sisi lain, Argentina secara historis, juga alasan geografis, Argentina menyatakan bahwa Kepulauan Malvinas beserta wilayah dependensinya berada di bawah kedaulatan mereka sejak lepas dari Spanyol pada 1816. Dari sinilah kemudian konflik itu bermula.</p>
<p>Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendorong Inggris dan Argentina untuk duduk bersama demi tercapainya kesepakatan atas sengketa kedaulatan tersebut dengan mengeluarkan resolusi pada 1965 dan 1973.</p>
<p>Prosesi negosisasi sempat dilakukan, namun secara umum selalu gagal menemui titik temu yang signifikan hingga akhirnya pecahlah perang pada 1982.</p>
<p>Argentina menganggap Inggris sebagai pemicu awal konflik. Inggris dinilai merebut pulau tersebut secara paksa pada 1833 dan mengusir penduduk Argentina dari sana. Bagi Argentina, aksi tahun 1982 adalah upaya &#8220;merebut kembali&#8221; tanah air mereka yang dijajah.</p>
<p>Sebaliknya, Inggris menegaskan bahwa mereka telah menguasai dan mengadministrasi pulau tersebut secara damai sejak 1833. Inggris menganggap tindakan Argentina pada 1982 sebagai tindakan agresi ilegal tanpa provokasi terhadap wilayah kedaulatan Inggris dan warga negaranya.</p>
<p>Dikutip dari website resmi Office of the Historian (U.S. Department of State), di bawah rezim junta militer Jenderal Leopoldo Galtieri, Argentina mengirimkan pasukan komando ke Kepulauan Malvinas pada 2 April 1982.</p>
<p>Pasukan komando Argentina berhasil merebut ibu kota Kepulauan Malvinas, Stanley, dan mendudukinya. Bendera Inggris yang semula berkibar pun diturunkan lantas diganti dengan bendera Argentina.</p>
<p>Aksi militer Argentina tersebut tentu saja membuat Inggris bereaksi keras. Perdana Menteri Britania Raya waktu itu, Margaret Thatcher, langsung mengirimkan armada tugas angkatan laut berskala besar.</p>
<p>Armada Britania Raya alias Inggris yang disebut Naval Task Force ini menempuh jarak 13.000 kilometer ke Atlantik Selatan untuk merebut kembali Kepulauan Malvinas yang telah diduduki oleh pasukan Argentina.</p>
<p>Pertempuran sengit tak terelakkan. Perang terjadi di laut maupun udara. Momen paling krusial terjadi saat kapal selam Inggris menenggelamkan kapal penjelajah Argentina yang menewaskan lebih dari 323 orang.</p>
<p>Argentina tak tinggal diam. Jet tempur yang dibekali rudal diluncurkan untuk membalas serangan. Alhasil, beberapa kapal perang Inggris tenggelam di Samudera Atlantik Selatan akibat rudal-rudal yang dilepaskan oleh jet tempur milik Argentina.</p>
<p>Peperangan demi peperangan di berbagai front terus berlangsung. Taktik, amunisi, dan ketahanan masing-masing pihak diuji dalam rangkaian pertempuran yang melelahkan ini. Hingga akhirnya, pada pertengahan Juni 1982, pasukan Inggris berhasil mendarat di pulau dan mengepung ibu kota kepulauan.</p>
<p>Pengepungan tersebut membuat pasukan Argentina yang terkurung di dalam kota kewalahan dan kesulitan melawan. Kalah strategi dan stok persenjataan, demikian dinukil dari laman Imperial War Museum, Argentina akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Inggris pada 14 Juni 1982.</p>
<p><strong>Akhir Perang Malvinas dan Dampaknya</strong><br />
Perang memperebutkan Kepulauan Malvinas terbilang singkat, berlangsung selama 74 hari. Namun, pertempuran ini memakan korban jiwa yang cukup besar dan memantik dampak yang cukup signifikan.</p>
<p>Argentina kehilangan 655 prajuritnya yang gugur dalam perang tersebut. Sementara dari pihak Inggris, sebanyak 255 tentaranya tewas. Ini belum termasuk korban luka-luka dan berbagai kerugian lainnya. Ada pula 3 warga sipil dari penduduk setempat yang juga menjadi korban meninggal.</p>
<p>Kekalahan dari Inggris di Perang Malvinas teramat memalukan bagi Argentina secara politik. Bahkan, rezim junta militer di Argentina langsung runtuh dan mengembalikan sistem demokrasi di negara tersebut pada 1983, tak seberapa lama setelah perang berakhir.</p>
<p>Sebaliknya, kemenangan atas Argentina menguatkan kekuasaan Inggris atas kepulauan tersebut berserta wilayah dependensinya.</p>
<p>Selain itu, populeritas Margaret Thatcher melambung tinggi sehingga membuatnya menang dalam pemilu berikutnya tahun 1983 alias terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Britania Raya.</p>
<p>Hingga kini, berdasarkan laman resmi otoritas Kepulauan Falkland, status Kepulauan Malvinas (Falkland Islands) beserta wilayah dependensinya, Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan, tetap berada di bawah kendali Inggris sebagai British Overseas Territory (Wilayah Seberang Laut Britania Raya).</p>
<p>Adapun Argentina ternyata tetap mengklaim wilayah tersebut secara diplomatik. Meskipun rezim silih berganti, namun sikap dasar pemerintahnya terhadap kawasan itu tidak berubah: Kepulauan Malvinas adalah bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Argentina.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/luka-perang-malvinas-memanas-lagi-aparat-keamanan-as-terapkan-pengamanan-ketat-di-laga-inggris-vs-argentina/">Luka Perang Malvinas Memanas Lagi, Aparat Keamanan AS Terapkan Pengamanan Ketat di Laga Inggris vs Argentina</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prediksi Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris vs Argentina, Hawa Panas &#8220;Gol Tangan Tuhan&#8221; Masih Ada</title>
		<link>https://prokabar.com/prediksi-semifinal-piala-dunia-2026-inggris-vs-argentina-hawa-panas-gol-tangan-tuhan-masih-ada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 12:36:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#inggris]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#semifinal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135188</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina, dipastikan akan membara dengan masih adanya hawa panas &#8220;gol tangan tuhan&#8221; yang melegenda...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/prediksi-semifinal-piala-dunia-2026-inggris-vs-argentina-hawa-panas-gol-tangan-tuhan-masih-ada/">Prediksi Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris vs Argentina, Hawa Panas &#8220;Gol Tangan Tuhan&#8221; Masih Ada</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-135119 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png" alt="" width="100" height="100" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-1024x1024.png 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-768x768.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-800x800.png 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-85x85.png 85w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 100px) 100vw, 100px" />Prokabar</strong> &#8211; Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina, dipastikan akan membara dengan masih adanya hawa panas &#8220;gol tangan tuhan&#8221; yang melegenda itu. Berlaga di di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7) dinihari WIB, kedua tim membawa aroma rivalitas yang seolah tak pernah habis.</p>
<p>Rivalitas panjang itu telah menghasilkan banyak momen bersejarah di panggung Piala Dunia. Yang paling dikenang tentu saja insiden &#8220;gol tangan tuhan&#8221; Diego Maradona di perempat final Piala Dunia 1986, yang sampai saat ini masih disebut-sebut fans Inggris.</p>
<p>Apalagi sebelumnya perseteruan kedua negara sudah panas lebih dulu oleh sentimen diluar sepakbola yaitu perang kedua negara yang dikenal dengan perang Malvinas atau perang Fakland tahun 1982.</p>
<p>Perang perebutan pulau Fakland itu berlangsung selama 74 hari, dimulai dengan invasi Argentina pada 2 April dan berakhir dengan kemenangan Inggris pada 14 Juni 1982. Ternyata hal itu ikut merembet ke persaingan kedua negara di panggung sepakbola.</p>
<p>Kini, tiket menuju partai final Piala Dunia 2026 menjadi taruhan gengsi kedua negara. Bahkan bintang Argentina Lionel Messi benar-benar menunggu laga penuh bara ini, karena selama karirnya dia belum menghadapi Inggris di Piala Dunia.</p>
<p>Inggris sendiri berbekal kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Norwegia 2-1 di perempat final. Pasukan Thomas Tuchel kembali memperlihatkan mental kuat dengan bangkit dari ketertinggalan melalui dua gol Jude Bellingham.</p>
<p>Sepanjang turnamen, The Three Lions juga melewati sejumlah pertandingan berat. Mereka mengatasi RD Kongo, mengalahkan tuan rumah Meksiko meski bermain dengan 10 orang, lalu kembali menunjukkan karakter saat menghadapi Norwegia.</p>
<p>Di sisi lain, Argentina terus melanjutkan laju impresif sebagai juara bertahan. Tim racikan Lionel Scaloni melangkah ke semifinal usai mengalahkan Swiss 3-1 setelah perpanjangan waktu.</p>
<p>La Albiceleste juga harus bekerja keras ketika menyingkirkan Cape Verde dan Mesir. Meski demikian, produktivitas mereka tetap terjaga dengan selalu mencetak sedikitnya dua gol di setiap pertandingan Piala Dunia sejak kalah pada laga pembuka edisi 2022.</p>
<p>Rekor pertemuan di Piala Dunia membuat duel ini semakin menarik. Inggris mengoleksi tiga kemenangan, sedangkan Argentina meraih dua kemenangan, termasuk laga legendaris pada edisi 1986 dan adu penalti di Piala Dunia 1998.</p>
<p>Inggris berharap mampu menembus final untuk pertama kalinya sejak 1966. Sebaliknya, Argentina memburu sejarah sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1962.</p>
<p>Inggris masih menghadapi persoalan di sektor bek kanan. Jarell Quansah menjalani hukuman larangan bermain, sementara kondisi Reece James belum sepenuhnya meyakinkan sehingga Djed Spence atau Ezri Konsa berpeluang mengisi posisi tersebut.</p>
<p>Jordan Henderson hampir pasti absen setelah menjalani operasi pergelangan tangan. Thomas Tuchel juga menanti perkembangan Declan Rice yang sempat mengalami gangguan kesehatan saat menghadapi Norwegia.</p>
<p>Di lini depan, Harry Kane siap mencatat penampilan ke-121 bersama tim nasional Inggris. Kane dan Jude Bellingham sama-sama telah mengoleksi enam gol, menjadikan keduanya kandidat kuat peraih Sepatu Emas.</p>
<p>Argentina masih bertumpu pada Lionel Messi yang telah menghasilkan delapan gol sepanjang turnamen. Scaloni tinggal menentukan pendamping Messi, antara Julian Alvarez atau Lautaro Martinez, sementara komposisi pemain lainnya diperkirakan tidak mengalami banyak perubahan.</p>
<p><strong>Prakiraan Susunan Pemain</strong><br />
Inggris (4-2-3-1): Pickford; Konsa, Stones, Guehi, O&#8217;Reilly; Rice, Anderson; Saka, Bellingham, Gordon; Kane<br />
Pelatih: Thomas Tuchel</p>
<p>Argentina (4-1-3-2): Emiliano Martinez; Molina, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; Paredes; De Paul, Fernandez, Mac Allister; Messi, Alvarez<br />
Pelatih: Lionel Scaloni</p>
<p><strong>Head to Head</strong><br />
5 pertemuan terakhir<br />
12/11/05 Inggris 3-2 Argentina<br />
07/06/02 Argentina 0-1 Inggris<br />
23/02/00 Inggris 0-0 Argentina<br />
01/07/98 Argentina 2-2 Inggris (adu penalti 4-3)<br />
25/05/91 Inggris 2-2 Argentina</p>
<p>5 laga terakhir Inggris<br />
12/07/26 Norwegia 1-2 Inggris (extra time)<br />
06/07/26 Meksiko 2-3 Inggris<br />
01/07/26 Inggris 2-1 RD Kongo<br />
28/06/26 Panama 0-2 Inggris<br />
24/06/26 Inggris 0-0 Ghana</p>
<p>5 laga terakhir Argentina<br />
12/07/26 Argentina 3-1 Swiss (extra time)<br />
07/07/26 Argentina 3-2 Mesir<br />
04/07/26 Argentina 3-2 Cape Verde (extra time)<br />
28/06/26 Yordania 1-3 Argentina<br />
23/06/26 Argentina 2-0 Austria</p>
<p><strong>Prediksi Skor</strong><br />
Secara produktivitas, kedua tim sama-sama tajam. Namun, Argentina memiliki keseimbangan permainan yang lebih stabil dengan delapan pemain berbeda telah mencetak gol serta duet Cristian Romero dan Lisandro Martinez yang tampil kokoh di lini belakang.</p>
<p>Inggris memiliki kualitas menyerang yang mampu mengancam melalui Kane, Bellingham, Bukayo Saka, dan Anthony Gordon. Akan tetapi, persoalan di lini pertahanan, terutama sektor kanan serta kondisi beberapa pemain, berpotensi dimanfaatkan oleh Messi dan rekan-rekannya.</p>
<p>Argentina juga membawa modal positif berupa rekor tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan Piala Dunia secara beruntun sejak 2022. Pengalaman mereka di fase gugur menjadi nilai tambah menghadapi tekanan laga semifinal.</p>
<p>La Albiceleste diprediksi bisa memanfaatkan efektivitas serangan dan pengalaman di laga besar untuk mengamankan tiket menuju final Piala Dunia 2026.</p>
<p>Prediksi skor akhir: Inggris 1-2 Argentina</p>
<p><strong>Data Pertandingan</strong><br />
Kompetisi: Piala Dunia 2026<br />
Pertandingan: Inggris vs Argentina<br />
Tempat: Mercedes-Benz Stadium, Atlanta<br />
Hari, tanggal: Kamis, 16 Juli 2026<br />
Jam kick-off: 02.00 WIB<br />
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/prediksi-semifinal-piala-dunia-2026-inggris-vs-argentina-hawa-panas-gol-tangan-tuhan-masih-ada/">Prediksi Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris vs Argentina, Hawa Panas &#8220;Gol Tangan Tuhan&#8221; Masih Ada</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Semifinal; Rekam Jejak Inggris vs Argentina di Piala Dunia, Tahun 1986 Paling &#8220;Panas&#8221;</title>
		<link>https://prokabar.com/jelang-semifinal-rekam-jejak-inggris-vs-argentina-di-piala-dunia-tahun-1986-paling-panas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 15:15:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#inggris]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135158</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Salah satu semifinal Piala Dunia 2026 yang paling ditunggu adalah Timnas Argentina melawan Timnas Inggris. Kedua negara ini tidak hanya punya sejarah...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jelang-semifinal-rekam-jejak-inggris-vs-argentina-di-piala-dunia-tahun-1986-paling-panas/">Jelang Semifinal; Rekam Jejak Inggris vs Argentina di Piala Dunia, Tahun 1986 Paling &#8220;Panas&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prokabar</strong> &#8211; Salah satu semifinal Piala Dunia 2026 yang paling ditunggu adalah Timnas Argentina melawan Timnas Inggris. Kedua negara ini tidak hanya punya sejarah yang cukup panjang di Piala Dunia, tetapi juga ada rivalitas tersembunyi yang siap meledak setiap saat.</p>
<p>Timnas Inggris jadi tim ketiga yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. Mereka mengalahkan sesama wakil Eropa, Timnas Norwegia dengan skor 1-2 untuk bisa melaju ke empat besar.</p>
<p>Beberapa jam setelahnya, Argentina jadi tim terakhir yang lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. Mereka mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 di babak tambahan waktu, setelah pada waktu normal kedudukan sama kuat 1-1.</p>
<p>Pertandingan Inggris vs Argentian ini akan digelar di Atlanta Stadium pada Kamis 16 Juli 2026 dinihari WIB.</p>
<p>Berikut rekam jejak pertemuann Inggris vs Arhgentina di Piala Dunia.</p>
<p><strong>1. Piala Dunia 2002 &#8211; Fase Grup</strong><br />
Terakhir kali Timnas Inggris jumpa dengan Timnas Argentina terjadi di fase grup Piala Dunia 2002 silam.</p>
<p>Pada saat itu kedua negara ini tergabung di grup F bersama Swedia, dan Nigeria. Pertandingan Argentina vs Inggris itu merupakan pertandingan kedua fase grup, di mana mereka bertemu di Sapporo Dome, Jepang.</p>
<p>Di laga itu, Inggris berhasil menang dengan skor 0-1 berkat penalti David Beckham. Kemenangan itu membuat Inggris lolos ke babak 16 besar, sementara Argentina terhenti di fase grup setelah mereka ditahan imbang Swedia di pertandingan ketiga.</p>
<p><strong>2. Piala Dunia 1998 &#8211; 16 Besar</strong><br />
Di edisi sebelumnya, Timnas Inggris berhadapan dengan Timnas Argentina. Kedua tim jumpa di babak 16 besar Piala Dunia 1998.</p>
<p>Di laga itu pertandingan berjalan sengit. Kedudukan sama kuat 2-2 did waktu normal sehingga laga dilanjutkan ke babak adu penalti.</p>
<p>Di babak adu penalti Crespo jadi satu-satunya penendang Argentina yang gagal melakukan tugasnya. Sementara Paul Ince dan David Batty gagal mengeksekusi penalti, sehingga Argentina melaju ke perempat final.</p>
<p><strong>3. Piala Dunia 1986 &#8211; Perempat Final</strong><br />
Pertemuan antara Argentina vs Inggris yang paling membekas adalah perempat final Piala Dunia 1986.</p>
<p>Pada saat itu kedua tim bertanding di Azteca Stadium, Mexico. La Albiceleste berhasil memenangkan laga tersebut dengan skor 2-0 berkat brace Diego Maradona.</p>
<p>Laga tersebut dikenang para pecinta sepak bola karena gol &#8216;Tangan Tuhan&#8217; Maradona yang menyingkirkan Inggris dari Piala Dunia 1986, di mana Argentina menjadi juara edisi tersebut.</p>
<p><strong>4. Piala Dunia 1966 &#8211; Perempat Final</strong><br />
Timnas Argentina berhadapan dengan Timnas Inggris di babak perempat final Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Wembley Stadium itu berlangsung sengit.</p>
<p>Argentina mampu memberikan perlawanan bagi The Three Lions di depan puluhan ribu supporter mereka yang memadati Wembley.</p>
<p>Namun gol tunggal Geoff Hurst sudah cukup untuk membawa Inggris lolos ke semifinal Piala Dunia 1966, di mana pada tahun itu mereka menjadi juara Piala Dunia untuk kali pertama dalam sejarah.</p>
<p><strong>5. Piala Dunia 1962 &#8211; Fase Grup</strong><br />
Timnas Inggris dan Argentina pertama kali berjumpa di Piala Dunia 1962. Waktu itu mereka tergabung di grup 4 bersama Hungaria dan Bulgaria.</p>
<p>Pertandingan Inggris vs Argentina itu digelar di Estadio El Teniente, Rancagua. Di laga itu Inggris berhasil menang dengan skor 3-1 berkat gol-gol dari Ronald Flowers, Bobby Charlton, dan James Greaves.</p>
<p>Argentina baru mencetak gol di menit ke-81 berkat aksi Jose Sanfilippo, namu ngol itu tidak mampu menyelamatkan Argentina dari kekalahan.</p>
<p>Dengan hasil lima kali pertemuan, Inggris masih unggul atas Argentina. Dapat dipastikan pertemuan terkini kedua tim Kamis nanti, akan berjalan sengit dan panas. Apalagi dengan kondisi terkini kedua tim.<strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jelang-semifinal-rekam-jejak-inggris-vs-argentina-di-piala-dunia-tahun-1986-paling-panas/">Jelang Semifinal; Rekam Jejak Inggris vs Argentina di Piala Dunia, Tahun 1986 Paling &#8220;Panas&#8221;</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolom Piala Dunia: Lionel Scaloni, Pria Berpangku Tangan yang Dibayar Murah untuk Merubah Argentina</title>
		<link>https://prokabar.com/kolom-piala-dunia-lionel-scaloni-pria-berpangku-tangan-yang-dibayar-murah-untuk-merubah-argentina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 12:02:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#kolom]]></category>
		<category><![CDATA[#scaloni]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135069</guid>

					<description><![CDATA[<p>oleh Rizal Marajo (Wartawan Utama) Pria itu tetap tenang berpangku tangan. Matanya saja yang fokus mengawasi detik demi detik kejadian di lapangan. Ekspresinya datar,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kolom-piala-dunia-lionel-scaloni-pria-berpangku-tangan-yang-dibayar-murah-untuk-merubah-argentina/">Kolom Piala Dunia: Lionel Scaloni, Pria Berpangku Tangan yang Dibayar Murah untuk Merubah Argentina</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-135070 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/23844464_10210149042310538_4994172966766248277_n.jpg" alt="" width="132" height="132" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/23844464_10210149042310538_4994172966766248277_n.jpg 285w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/23844464_10210149042310538_4994172966766248277_n-150x150.jpg 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/23844464_10210149042310538_4994172966766248277_n-85x85.jpg 85w" sizes="auto, (max-width: 132px) 100vw, 132px" />oleh <strong>Rizal Marajo (Wartawan Utama)</strong></p>
<p>Pria itu tetap tenang berpangku tangan. Matanya saja yang fokus mengawasi detik demi detik kejadian di lapangan. Ekspresinya datar, tidak ada sikap emosional berlebihan saat timnya berselebrasi gol atau merayakan kemenangan.</p>
<p>Dia juga tetap kalem ketika timnya kesulitan dan mengalami tekanan hebat di lapangan. Tidak ada gestur panik atau grasak grusuk berteriak memberi instruksi. Sesekali dia membungkuk untuk mengambil botol air dan minum sekedarnya. Kemudian kembali berpangku tangan.</p>
<p>Itulah Lionel Scaloni, pelatih Timnas Argentina sejak 2018. Pribadi yang terlalu tenang di pinggir lapangan. Bahkan ketika timnya tampil sebagai juara Piala Dunia 2022, mengalahkan Prancis melalui adu penalti, dia tak histeris menyambut kemenangan timnya.</p>
<p>Setelah adu penalti selesai, dia berbalik untuk duduk di bench dengan tenang. Dia hanya terlihat beberapa kali mengusap matanya yang berkaca-kaca menahan tangis bahagia. Tangisnya baru meledak tak tertahan, ketika para stafnya di kepelatihan dan pemainnya mendatanginya dan memeluknya.</p>
<p>Nah, berbicara tentang sepakbola Argentina dengan segala kemegahannya sebagai juara dunia tiga kali, ditambah egosentris sebuah tim yang sarat bintang berlevel internasional, mungkin banyak orang akan memandang remeh pria 48 tahun itu diawal penunjukanannya..</p>
<p>Kita kembali ke awal penunjukan Sacloni sebagai pelatih Tim Tango. Awalnya dia hanya berstatus pelatih sementara, karena dia dianggap belum layak secara permanent untuk menangani Timnas sebesar Argentina.</p>
<p>Saat itu sepakbola Argentina sedang terguncang hebat, carut marut, porak poranda dan terpecah belah usai kegagalan di Piala Dunia 2018. Ditambah rentetan kegagalan sebelumnya di sejumlah turnamen besar.</p>
<p>Tidak ada pelatih yang mau menukangi Argentina, karena beratnya tekanan di tim tersebut. Ditambah, kontrak sebagai pelatih Timnas Argentina yang banyak desebut pelatih-pelatih top dengan &#8220;uang disana sangat sedikit&#8221;.</p>
<p>Sementara tekanan publik dan pers tak kalah kejam, karena sepakbola Argentina benar-benar mengalami sebuah situasi yang sangat buruk. Bayangkan, sejak tahun 1993 sampai 2018 mereka tak pernah lagi memenangi gelar Copa America.</p>
<p>Piala Dunia? lebih parah lagi. Sejak Diego Maradona mengangkat Piala Dunia tahun 1986 di Meksiko, negara sepakbola sebesar Argentina yang tak pernah berhenti melahirkan pemain hebat, tak pernah lagi mencicipi juara Piala Dunia.</p>
<p>Publik Argentina yang menjadikan sepakbola sebagai salah satu nafas kehidupan mereka, tak tahan dengan kondisi tersebut. Mereka tak bisa menerima kegagalan demi kegagalan yang tak pernah berhenti.</p>
<p>Bahkan saking marahnya, seorang Lionel Messi pun pernah dihujat habis-habisan, sehingga sang bintang sempat mundur dari Timnas Argentina. Dia baru mau kembali, setelah jutaan masyarakat Argentina turun ke jalan minta Messi kembali ke Timnas.</p>
<p>Padahal apa yang kurang dari Argentina, silih berganti bintang datang sejak terakhir kali juara Copa America 1993. Mulai dari Gabriel Batistuta, Fernando Redondo, Hernan Crespo, Ariel Ortega, Juan Veron, sampai munculnya era Lionel Messi. Tapi semua nama itu tak kunjung menyumbangkan piala ditengah dahaga publik Argentina.</p>
<p>Ketika itulah, AFA atau PSSI-nya Argentina menunjuk Scaloni sebagai pelatih. Alasannya menggelikan, Sacloni bukan pelatih top dan bisa dibayar murah. Dan hal itu sifatnya hanya sementara, sampai pelatih top datang.</p>
<p>Ya, reputasi Scaloni memang tak ada apa-apanya dibanding sejumlah nama besar yang pernah menukangi Argentina. Sebut saja mulai dari Era Luis Cesar Menotti yang memberi Argentina juara Dunia 1978. Kemudian ada Carlos Bilardo, arsitek juara Piala Dunia 1986.</p>
<p>Selebihnya, sederat nama tenar silih berganti melatih Argentina, sebut saja Alfio Basile, Jose Pakerman, Marcelo Bielsa, Daniel Passarella, Gerardo Martino, Alejandro Sabela, Jorge Sampaio, bahkan super star Diego Armando Maradona pun pernah menukangi Argentina. Tapi semuanya gagal memberikan sebuah trophy juara kepada Argentina.</p>
<p>Apalah arti Scaloni dibanding nama-nama besar itu. Reputasinya sebagai pelatih level internasional belum ada. Semasa jadi pemain dia juga biasa-biasa saja. Dia bukan bintang, apalagi seorang super star. Dia hanya pernah bermain di klub-klub medioker Eropa, dan caps bersama Timnas Argentina hanya 7 kali sepanjang karirnya.</p>
<p>Tapi Scaloni tak peduli hal itu, dia tetap maju walau dipandang sebelah mata. Dia serius bekerja membenahi Timnas Argentina yang ancur-ancuran setelah berpuluh tahun kering prestasi.</p>
<p>Apa yang dilakukan Scaloni ternyata berbeda dengan pelatih-pelatih sebelumnya yang lebih mengedepankan diri sebagai seorang bos yang tak boleh dibantah. Tapi scaloni memilih pendekatan yang lebih manusiawi.</p>
<p>Scaloni menyebut timnya sebagai sebuah keluarga. Tidak ada perlakuan istimewa kepada seorang pemain, termasuk kepada bintang sekaliber Lionel Messi sekalipun. Hal ini langsung mencairkan suasana tim yang sebelumnya terjebak dalam ego pemain yang rata-rata adalah pemain kelas dunia.</p>
<p>Bahkan, seperti pengakuan kiper Emiliano Martinez, Scaloni membuat sebuah grup WA timnas Argentina. Uniknya di Grup itu,. Scaloni tak pernah membahas taktik dan strategi permainan. Dia lebih banyak bicara atau mengecek kabar pemainnya dan hal-hal ringan lainnya.</p>
<p>Pendekatan itu secara perlahan merubah suasana Timnas Argentina yang sebelumnya kaku dan penuh ego, menjadi lebih familiar. Tak ada gap lagi antara pemain bintang dengan pemain muda atau pemain debutan di Timnas.</p>
<p>Hebatnya, hal ini sanggup merubah cara pandang seorang pemain sekaliber Messi dan pemain lainnya. Jika sebelumnya Argentina gampang ditebak mereka bermain seolah untuk Messi, tapi ditangan Scaloni semuanya berubah, semuanya bermain untuk Timnas Argentina dan untuk seluruh rakyat Argentina.</p>
<p>Memang tak langsung membuahkan hasil, ujian pertama Scaloni adalah Copa America 2019. Argentina berhasil masuk final, tapi kalah dari tuan rumah Brasil. Tapi hal itu mulai menerbitkan kepecayaan publik pada Scaloni.</p>
<p>Dan yang lebih penting, para pemain pun sepenuhnya percaya pada kepemmimpian pria yang saat ditunjuk jadi pelatih tahun 2018 baru berusia 40 tahun.</p>
<p>Saking percayanya para pemain, Enzo Fernandez striker andalan Argentina menyebutkan.&#8221;Jika saat matahari terbit Scaloni menyapa kami dengan selamat malam, maka kami tetap akan percaya.&#8221;ujar Enzo terkekeh pada sebuah podcast.</p>
<p>Sacaloni tipikal pelatih yang selalu percaya pada sebuah proses. Dia menjalani setiap proses itu bersama pemainnya. Akhirnya, Scaloni meraih gelar pertamanya bersama Timnas Argentina di Copa America 2021, dengan mengalahkan Brasil di final.</p>
<p>Tidak hanya mengakhiri puasa gelar Argentina sejak tahun 1993, tetapi juga menjadi gelar pertama Lionel Messi di turnamen besar. Messi yang sudah memperkuat Timnas Argentina sejak di Piala Dunia 2006, baru meraih gelar pertamanya tahun 2021 saat usianya sudah 34 tahun. Dan itu didapatkannya di era pelatih Scaloni</p>
<p>Gelar itu menjadi pintu bagi Timnas Argentina untuk meraih gelar demi gelar berikutnya. Tahun berikutnya Argentina meraih Piala Finalissima yang mempertemukan juara Copa Amerika dan Juara Eropa, dimana Argentina mengalahkan Italia.</p>
<p>Puncaknya tentu saja keberhasilan Argentina meraih gelar juara Piala Dunia 2022 di Qatar. sebuah gelar yang sudah ditunggu rakyat Argentina selama 36 tahun, dan itu terwujud ditangan Sacloni. Pelatih yang dibayar murah dan diremehkan, tetapi ternyata punya sentuhan juara.</p>
<p>Tak sampai disitu, Scaloni kembali mengantarkan Argentina tampil sebagai juara Copa America 2024 di Amerika Serikat.  Gelar juara yang sebelumnya sesuatu yang sulit direbut Argentina hampir tiga dekade, ditangan pelatih yang awalnya dipandang remeh itu, gelar demi gelar bergengsi mengalir ke lemari piala Timnas Argentina.</p>
<p>Publik Argentina pun mulai percaya sepenuhnya pada pria tenang itu. Bahkan Federasi sepakbola Argentina dikabarkan telah menawarkan kontrak seumur hidup bagi Scaloni untuk tetap di Timnas Argentina.</p>
<p>Scaloni, pria sederhana dari kota Santa Fe itu telah membuktikan bahwa nama besar bukanlah jaminan untuk meraih sukses. Dia hanya bekerja tanpa banyak bicara, dan dia bisa menaklukan ego dan kesombongan pemain bintang dengan kerendahan hatinya.</p>
<p>Tak ada yang berubah dari Sxaloni, dia tetap pria tenang yang selalu berpangku tangan di bibir banch mengamati anak asuhnya bertarung di lapangan. Kalau merasa perlu memberi sebuah instruksi, dia cukup berbisik kepada asistennya seperti Walter Samuel, Pablo Aimar, atau Roberto Ayala.</p>
<p>Kini, Timnas Argentina sudah berada di perempatfinal Piala Dunia 2026. Scaloni telah melewati pertandingan berat di Piala Dunia kali ini. Ketika orang melihat Argentina disebut-sebut akan berpeluang kembali ke final, Sacloni tetap tenang dan tak banyak bicara.</p>
<p>Baginya, dia cukup meminta pemainnya melakoni setiap pertandingan dengan permainan yang maksimal dan jika itu sudah dilakukan, maka kemenangan akan dapat diraih. Tak perlu berkomentar berlebihan tentang tim lawan. Sesederhana itu saja konsep kepelatihan pria yang satu ini.</p>
<p>Akankah Argentina bisa back to back, menjuarai Piala Dunia dua kali beruntun, yang terakhir kali hanya bisa dilakukan Timnas Brasil tahun 1958 dan 1962. Kalau bisa itu sebuah capaian yang tak terbayangkan bagi Sacaloni.</p>
<p>Apapun hasilnya, dia tetap pria yang suka berpangku tangan dan mata berkaca-kaca jika timnya juara. Tak lebih dari itu. (*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kolom-piala-dunia-lionel-scaloni-pria-berpangku-tangan-yang-dibayar-murah-untuk-merubah-argentina/">Kolom Piala Dunia: Lionel Scaloni, Pria Berpangku Tangan yang Dibayar Murah untuk Merubah Argentina</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil 16 Besar Piala Dunia 2026; Tiga Gol dalam 10 Menit, Argentina Menang Dramatis atas Mesir</title>
		<link>https://prokabar.com/hasil-16-besar-piala-dunia-2026-tiga-gol-dalam-10-menit-argentina-menang-dramatis-atas-mesir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 18:41:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135031</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Mencetak tiga gol dalam waktu 10 menit, Argentina melakukan comeback luar biasa di babak 16 besar Piala Dunia 2026, dengan mengalahkan Mesir...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hasil-16-besar-piala-dunia-2026-tiga-gol-dalam-10-menit-argentina-menang-dramatis-atas-mesir/">Hasil 16 Besar Piala Dunia 2026; Tiga Gol dalam 10 Menit, Argentina Menang Dramatis atas Mesir</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-134976 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-300x300.png" alt="" width="105" height="105" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1024x1024.png 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-768x768.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-800x800.png 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-85x85.png 85w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 105px) 100vw, 105px" />Prokabar</strong> &#8211; Mencetak tiga gol dalam waktu 10 menit, Argentina melakukan comeback luar biasa di babak 16 besar Piala Dunia 2026, dengan mengalahkan Mesir 3-2. Argentina yang sempat tertinggal dua gol, berbalik menang secara dramatid dan Lionel Messi tetap sebagai aktor utamanya.</p>
<p>Dengan kemenangan dramatis dalam laga di Marcedez Benz Stadium Atlanta itu, Rabu (8/7) dinihari WIB, Argentina menyegel tiket ke perempatfinal.</p>
<p>Aregentina yang diunggulakn dalam laga ini, ternyata mendapat perlawanan sengit dari Mesir yang mampu tampil mengejutkan pada awal babak pertama. Kerja keras pasukan The Pharaohs terbayar lewat gol Yasser Ibrahim pada menit ke-15.</p>
<p>Argentina sebenarnya memiliki banyak peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Juara bertahan itu langsung mendapatkan hadiah penalti segera setelah gol pembuka ketika Hassam menjatuhkan Nicolas Tagliafico di kotak terlarang. Namun, tendangan penalti kapten Lionel Messi berhasil ditepis oleh Mostafa Shobeir.</p>
<p>Tidak hanya itu, kiper Mesir tersebut juga tampil heroik dengan menahan sundulan Alexis Mac Allister sebelum melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan tendangan langsung Julian Alvarez.</p>
<p>Upaya keras Argentina menyamakan skor tak kesampaian sampai babak pertama usai. Sementara Mesir kini hanya berjarak 45 menit dari menciptakan kejutan besar di Piala Dunia 2026. Namun, Argentina punya Lionel Messi yang bisa saja melakukan segalanya pada babak kedua.</p>
<p>Di babak kedua Mesir menunjukkan performa solid pada awal babak kedua. Bahkan, Mostafa Zico sempat mencetak gol dan menjauhkan keunggulan Mesir pada menit ke-58. Hanya saja, gol itu dianulir karena lebih dulu terjadi pelanggaran.</p>
<p>Mesir benar-benar membuat skor menjadi 2-0 pada menit ke-67. Mostafa Zico kembali membobol gawang Emi Martinez. Kali ini tidak ada VAR. Mostafa Zico mencetak gol dan Mesir unggul 2-0.</p>
<p>Argentina yang berada di ujung tanduk, merespon situasi dan melakukan serangan bertubi-tubi. Mostafa Shobeir tampil heroik untuk Mesir. Namun, pertahanan kokoh sang kiper jebol pada menit ke-79 dari aksi Cristian Romero yang menerima umpan Lionel Messi.</p>
<p>Lima menit kemudian, daya magis La Pulga kembali muncul. Seakan menebus kegagalan penalti di babak pertama, Messi mencetak gol penting pada menit ke-83. Dari sebuah kemelut di kotak penalti Mesir, Messi melepas sepakan keras yang membobol gawang Shobeir. Skor menjadi 2-2. Laga berjalan makin panas.</p>
<p>Argentina memanfaatkan momentum dengan baik. Lewat sebuah serangan balik pada menit 90+2, La Albiceleste mencetak gol kemenangan. Umpan Lautaro Martínez disundul Enzo Martinez dengan sempurna. Argentina comeback dan menang 3-2.</p>
<p>Hasil ini membuat Argentina lolos ke babak 8 Besar Piala Dunia 2026. Pada babak ini, Lionel Messi dan kolega akan bertemu pemenang duel antara Swiss dan Kolombia.(*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/hasil-16-besar-piala-dunia-2026-tiga-gol-dalam-10-menit-argentina-menang-dramatis-atas-mesir/">Hasil 16 Besar Piala Dunia 2026; Tiga Gol dalam 10 Menit, Argentina Menang Dramatis atas Mesir</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prediksi 16 Besar Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir, Duel Dua Raja Kidal</title>
		<link>https://prokabar.com/prediksi-16-besar-piala-dunia-2026-argentina-vs-mesir-duel-dua-raja-kidal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 01:54:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#16 besar]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=135011</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Pertarungan Argentina menghadapi Mesir akan menjadi sajian menarik di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa (7/7)...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/prediksi-16-besar-piala-dunia-2026-argentina-vs-mesir-duel-dua-raja-kidal/">Prediksi 16 Besar Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir, Duel Dua Raja Kidal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-134976 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-300x300.png" alt="" width="92" height="92" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1024x1024.png 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-768x768.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-800x800.png 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026-85x85.png 85w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/07/FIFA-World-Cup-Logo-2026.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 92px) 100vw, 92px" />Prokabar</strong> &#8211; Pertarungan Argentina menghadapi Mesir akan menjadi sajian menarik di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa (7/7) malam mulai pukul 23.00 WIB, pertandingan ini akan menjadi duel dua raja kidal, Lionel Messi dan Mohammed Salah.</p>
<p>Sorotan utama sudah pasti tertuju kepada dua ikon sepak bola dunia itu. Kedua pemain diharapkan menjadi pembeda dalam duel yang mempertemukan juara bertahan melawan kejutan turnamen.</p>
<p>Argentina melangkah ke fase ini setelah melewati pertandingan dramatis melawan Cape Verde. Sementara itu, Mesir memastikan tiket ke babak 16 besar usai mengalahkan Australia lewat adu penalti.</p>
<p>Di atas kertas, Albiceleste lebih diunggulkan. Namun, keberhasilan Mesir mencatat sejarah dengan menembus fase gugur membuat tim asuhan Hossam Hassan tak bisa dipandang sebelah mata.</p>
<p>Kemenangan atas Cape Verde juga memperpanjang tren positif Albiceleste. Argentina kini mencatat delapan kemenangan beruntun di semua ajang dan selalu mencetak minimal dua gol dalam setiap kemenangan tersebut.</p>
<p>Rekor Argentina di fase gugur juga sangat meyakinkan. Mereka memenangi tujuh dari sembilan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia terakhir dan memiliki catatan impresif saat laga berlanjut ke perpanjangan waktu.</p>
<p>Mohamed Salah kembali menjadi tumpuan utama Mesir. Penyerang Liverpool itu diharapkan mampu memimpin rekan-rekannya menghadapi salah satu tim terbaik di dunia.</p>
<p>Meski begitu, lini belakang Mesir masih menjadi perhatian. Tim asuhan Hossam Hassan selalu kebobolan dalam enam pertandingan terakhir sehingga harus bekerja ekstra keras menghadapi produktivitas lini depan Argentina.</p>
<p><strong>Perkiraan Susunan Pemain</strong><br />
Argentina (4-3-3): E. Martinez; Molina, Romero, L. Martinez, Medina; De Paul, Fernandez, Mac Allister; Messi, Martinez, Almada.<br />
Pelatih: Lionel Scaloni.</p>
<p>Mesir (4-4-2): Shobeir; Hany, Fathy, Ibrahim, Rabia; Ashour, Lasheen, Ateya, Ziko; Salah, Marmoush.<br />
Pelatih: Hossam Hassan.</p>
<p><strong>Head to Head dan Performa</strong><br />
<strong>5 pertemuan terakhir</strong><br />
27/03/2008 Mesir 0-2 Argentina<br />
06/06/1928 Argentina 6-0 Mesir</p>
<p><strong>5 laga terakhir Argentina</strong><br />
04/07/2026 Argentina 3-2 Cape Verde (EXT)<br />
28/06/2026 Yordania 1-3 Argentina<br />
23/06/2026 Argentina 2-0 Austria<br />
17/06/2026 Argentina 3-0 Aljazair<br />
10/06/2026 Argentina 3-0 Islandia</p>
<p><strong>5 laga terakhir Mesir</strong><br />
04/07/2026 Australia 1 (2)-(4) 1 Mesir (Pen)<br />
27/06/2026 Mesir 1-1 Iran<br />
22/06/2026 Selandia Baru 1-3 Mesir<br />
16/06/2026 Belgia 1-1 Mesir<br />
07/06/2026 Brasil 2-1 Mesir</p>
<p><strong>Prediksi Skor</strong><br />
Argentina masih memantau kondisi beberapa pemain setelah pertandingan melelahkan melawan Cape Verde. Nahuel Molina, Enzo Fernandez, dan Facundo Medina belum menjalani pemulihan penuh, sementara Nico Gonzalez dikabarkan mengalami masalah pada pergelangan kaki.</p>
<p>Di kubu Mesir, Karim Hafez diragukan tampil setelah ditarik keluar saat menghadapi Australia. Situasi itu semakin rumit karena Ahmed Fatouh juga belum sepenuhnya pulih dari cedera paha.</p>
<p>Pertarungan lini depan diperkirakan menjadi penentu hasil pertandingan. Argentina memiliki variasi serangan yang lebih lengkap, sedangkan Mesir akan mengandalkan kecepatan serangan balik dan kualitas individu Mohamed Salah.</p>
<p>Pengalaman, kedalaman skuad, dan konsistensi permainan membuat tim asuhan Lionel Scaloni difavoritkan melangkah ke perempat final, meski Mesir diprediksi mampu memberikan perlawanan sengit melalui aksi Mohamed Salah.</p>
<p>Prediksi: Argentina 3-1 Mesir</p>
<p><strong>Data Pertandingan</strong><br />
Kompetisi: 16 Besar Piala Dunia 2026<br />
Pertandingan: Argentina vs Mesir<br />
Tempat: Atlanta Stadium<br />
Hari, tanggal: Selasa, 7 Juli 2026<br />
Jam kick-off: 23.00 WIB<br />
Siaran langsung: TVRI dan TVRI Sport<br />
Live streaming: FolaPlay dan MaxStream</p>
<p>Sumber: bola.net</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/prediksi-16-besar-piala-dunia-2026-argentina-vs-mesir-duel-dua-raja-kidal/">Prediksi 16 Besar Piala Dunia 2026: Argentina vs Mesir, Duel Dua Raja Kidal</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadwal Piala Dunia 2026 Selasa (23/6): Argentina dan Prancis Siap Memastikan Tiket 32 Besar</title>
		<link>https://prokabar.com/jadwal-piala-dunia-2026-selasa-23-6-argentina-dan-prancis-siap-memastikan-tiket-32-besar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 14:07:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#32 besar]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#Jadwal]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#prancis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=134631</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Pentas Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan rangkaian pertandingan seru dan menarik pada Selasa, 23 Juni 2026 WIB. Sejumlah tim unggulan akan menjalani...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jadwal-piala-dunia-2026-selasa-23-6-argentina-dan-prancis-siap-memastikan-tiket-32-besar/">Jadwal Piala Dunia 2026 Selasa (23/6): Argentina dan Prancis Siap Memastikan Tiket 32 Besar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-134483 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png" alt="" width="110" height="110" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-1024x1024.png 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-768x768.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-800x800.png 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-85x85.png 85w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 110px) 100vw, 110px" />Prokabar</strong> &#8211; Pentas Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan rangkaian pertandingan seru dan menarik pada Selasa, 23 Juni 2026 WIB. Sejumlah tim unggulan akan menjalani laga kedua fase grup yang berpotensi menentukan langkah mereka menuju babak 32 besar.</p>
<p>Sorotan utama tertuju pada dua raksasa sepak bola dunia, Argentina dan France, yang berpeluang mengamankan tiket ke fase gugur lebih cepat apabila mampu meraih kemenangan pada pertandingan kali ini.</p>
<p><strong>Argentina vs Austria (00.00 WIB)</strong><br />
Pertandingan paling dinanti pada matchday kedua Grup J adalah duel juara bertahan Argentina melawan Austria. Aksi mega bintang Argentina, Lionel Messi kembali yang paling ditunggu, setelah mencetak hetrik di laga pertama melawan Aljazair.</p>
<p>Tim Tango datang dengan modal sempurna setelah menang telak 3-0 atas Aljazair pada laga perdana. Kemenangan tersebut membuat Argentina berada dalam posisi ideal untuk mengamankan satu tempat di babak berikutnya apabila kembali meraih tiga poin.</p>
<p>Namun Austria bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Wakil Eropa itu juga memulai turnamen dengan hasil positif setelah mengalahkan Yordania 3-1. Hasil tersebut membuat laga Argentina kontra Austria diprediksi menjadi perebutan puncak klasemen sementara Grup J.</p>
<p>Kehadiran bintang-bintang Argentina membuat pertandingan ini dipastikan menjadi salah satu laga paling menarik pada hari tersebut.</p>
<p><strong>Prancis vs Irak (04.00 WIB)</strong><br />
Di Grup I, Prancis akan menghadapi Irak dalam misi meraih kemenangan kedua secara beruntun, sekaligus memastikan diri lolos ke babak 32 besar.</p>
<p>Les Bleus tampil meyakinkan pada laga pembuka setelah mengalahkan Senegal dengan skor 3-1. Dengan kualitas skuad yang merata, Prancis kembali diunggulkan untuk meraih poin penuh.</p>
<p>Sementara itu, Irak datang dengan beban besar setelah kalah 1-4 dari Norwegia pada pertandingan pertama. Hasil negatif tersebut membuat mereka wajib meraih poin jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur.</p>
<p>Jika mampu menang atas Irak dan hasil pertandingan lain menguntungkan, Prancis bisa semakin dekat dengan tiket babak 32 besar.</p>
<p><strong>Norwegia dan Senegal (07.00 WIB)</strong><br />
Laga menarik lainnya mempertemukan Norwegia melawan Senegal. Erling Haaland dkk sedang sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah mencatat kemenangan meyakinkan atas Irak. Produktivitas lini depan menjadi salah satu kekuatan utama yang patut diwaspadai lawan.</p>
<p>Di sisi lain, Senegal tidak memiliki banyak pilihan selain bangkit. Kekalahan dari Prancis membuat mereka membutuhkan hasil positif agar peluang lolos tetap terbuka hingga laga terakhir grup.</p>
<p><strong>Yordania vs Aljazair (10.00 WIB)</strong><br />
Pertandingan penutup mempertemukan Yordania dan Aljazair di Grup J. Kedua tim sama-sama gagal meraih poin pada laga pertama. Yordania kalah dari Austria, sedangkan Aljazair harus mengakui keunggulan Argentina.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat duel ini berstatus sangat krusial karena kekalahan akan membuat peluang lolos semakin berat. Tak heran jika pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit sejak menit awal.</p>
<p><strong>Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026, Selasa, 23 Juni 2026</strong><br />
00.00 Argentina vs Austria J Stadion Dallas<br />
04.00 Prancis vs Irak I Stadion Philadelphia<br />
07.00 Norwegia vs Senegal I Stadion New York/New Jersey<br />
10.00 Yordania vs Aljazair J Stadion San Francisco Bay Area.<strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jadwal-piala-dunia-2026-selasa-23-6-argentina-dan-prancis-siap-memastikan-tiket-32-besar/">Jadwal Piala Dunia 2026 Selasa (23/6): Argentina dan Prancis Siap Memastikan Tiket 32 Besar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadwal Piala Dunia 2026 Rabu 17 Juni: Giliran Prancis dan Argentina Beraksi</title>
		<link>https://prokabar.com/jadwal-piala-dunia-2026-rabu-17-juni-giliran-prancis-dan-argentina-beraksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 13:40:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#Jadwal]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#prancis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=134497</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Setelah Grup G dan H menuntaskan empat laga, fase grup Piala Dunia 2026, Rabu (17/6) dinihari sampai siang, akan menggelar deretan pertandingan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jadwal-piala-dunia-2026-rabu-17-juni-giliran-prancis-dan-argentina-beraksi/">Jadwal Piala Dunia 2026 Rabu 17 Juni: Giliran Prancis dan Argentina Beraksi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-134483 alignleft" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png" alt="" width="89" height="89" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-300x300.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-1024x1024.png 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-150x150.png 150w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-768x768.png 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-800x800.png 800w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1-85x85.png 85w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2026/06/FIFA-World-Cup-Logo-2026-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 89px) 100vw, 89px" />Prokabar</strong> &#8211; Setelah Grup G dan H menuntaskan empat laga, fase grup Piala Dunia 2026, Rabu (17/6) dinihari sampai siang, akan menggelar deretan pertandingan dari Grup I dan J. Saatnya juara bertahan Argentina dan runner up 2022 Prancis akan beraksi.</p>
<p>Tampilnya tim-tim tersebut, pastinya yang menghadirkan deretan bintang besar sepak bola dunia. Lionel Messi, Kylian Mbappe, ditambah Erling Haaland yang siap turun lapangan membawa bendera Norwegia.</p>
<p><strong>Prancis vs Senegal</strong><br />
Jadwal akan dibuka oleh persaingan di Grup I antara Perancis melawan Senegal di Stadion MetLife New Jersey Rabu (16/6) pukul 02.00 WIB. Perancis yang memegang rekor skuad termahal dan sarat bintang diunggulkan berkat kedalaman skuad bertabur bintang termasuk Kylian Mbappe, Michel Olise, Ousmane Dembele, Theo Hernandaz dan lain-lainnya.</p>
<p>Meskipun demikian, performa Les Bleus dalam beberapa laga uji coba terakhir dinilai belum sepenuhnya konsisten. Riak-riak internal tim yang mencuat jelang Piala Dunia ini, bisa menjadi petaka bagi Prancis.</p>
<p>Di sisi lain, Senegal lolos tanpa kekalahan ke putaran final dan diperkuat pemain berpengalaman di liga top Eropa. Jangan lupakan, Senegal pernah menjadi mimpi buruk bagi Prancis, saat melakoni laga pembuka Piala Dunia 2002.</p>
<p>Datang sebagai juara bertahan Prancis yang saat itu masih diperkuat para bintang, termasuk Zinedine Zidane, Thierry Henry, David Trezeguet dan lain-lainnya, takluk 0-1 dari Senegal. Imbasnya Prancis saat itu gagal lolos ke babak berikutnya.</p>
<p><strong>Irak vs Norwegia</strong><br />
Masih di Grup I, laga kedua mempertemukan Irak melawan Norwegia di Boston (Foxborough), AS, pukul 05.00 WIB. Laga ini sekaligus menjadi momen debut bagi Norwegia setelah penantian panjang sejak tahun 1998.</p>
<p>Sorotan utama laga ini tentu saja tertuju pada penyerang produktif Erling Haaland dan kapten pengatur tempo Martin Odegaard. Keduanya ibarat separoh kekuatan Norwegia yang diplot menjadi &#8220;kuda hitam&#8221; paling berbahaya di Piala Dunia kali ini.</p>
<p>Sementara itu, Irak bertindak sebagai underdog yang berhasil lolos melalui jalur playoff di bawah asuhan pelatih Graham Arnold. &#8220;Singa Mesopotamia&#8221; dalam lagi ini tentunya ingin jejak tim-tim wakil Asia lainnya.</p>
<p>Sejauh ini semua wakil Asia yang sudah tampil, belum ada yang menelan kekalahan. Korea Selatan, Jepang, Qatar, Australia, dan Iran berhasil meraih angka dalam pertandingan pertama mereka.</p>
<p><strong>Argentina vs Aljazair</strong><br />
Beralih ke Grup J, juara bertahan Argentina akan ditantang &#8220;Rubah Gurun&#8221; dari Afrika Utara, yaitu Aljazair. Berlaga di Kansas City, AS, pada pukul 08.00 WIB, kapten Argentina, Lionel Messi, menjadi pusat perhatian utama dalam pertandingan emosional ini.</p>
<p>Dia akan melakoni laga perdananya di Piala Dunia ke enamnya. Laga melawan Aljazair juga akan menandai penampilan ke-200 sang kapten bersama tim nasional Argentina.</p>
<p>Argentina tetap mengandalkan core pemain juara mereka seperti Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, dan Lautaro Martinez.</p>
<p>Aljazair diprediksi memberikan perlawanan ketat setelah mencatatkan tren positif di laga uji coba terakhir. Tim asal Afrika tersebut masih mengandalkan mantan pemain Manchester City, Riyad Mahrez, sebagai motor serangan utama.</p>
<p><strong>Austria vs Yordania</strong><br />
Laga penutup hari Rabu akan mempertemukan Austria melawan Yordania di San Francisco Bay Area, AS, pukul 11.00 WIB. Austria di bawah kepelatihan Ralf Rangnick dikenal memiliki organisasi permainan solid dan pressing intens.</p>
<p>Austria diperkuat oleh pemain berpengalaman seperti David Alaba, Marko Arnautovic, hingga Marcel Sabitzer. Diyakini, mereka akan mampu mengamankan tiga angka dari Yordania yang disebut-sebut sebagai salah satu tim terlemah di Piala Dunia kali ini.</p>
<p>Walau begitu, Yordania mengukir sejarah baru dengan berhasil tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah sepak bola mereka. Apapun hasilnya, wakil asia ini akan mencoba memberika perlawan maksimal kepada Austria.</p>
<p><strong>Jadwal Pertandingan Rabu (17/6) WIB</strong><br />
1. Perancis vs Senegal Grup I New Jersey 02.00 WIB<br />
2. Irak vs Norwegia Grup I Boston 05.00 WIB<br />
3. Argentina vs Aljazair Grup J Kansas City 08.00 WIB<br />
4. Austria vs Yordania Grup J San Francisco 11.00 WIB. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jadwal-piala-dunia-2026-rabu-17-juni-giliran-prancis-dan-argentina-beraksi/">Jadwal Piala Dunia 2026 Rabu 17 Juni: Giliran Prancis dan Argentina Beraksi</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Profil Grup J Piala Dunia 2026: Juara Bertahan Argentina Bersiul-siul Kecil</title>
		<link>https://prokabar.com/profil-grup-j-piala-dunia-2026-juara-bertahan-argentina-bersiul-siul-kecil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 08:22:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#argentina]]></category>
		<category><![CDATA[#grup J]]></category>
		<category><![CDATA[#piala dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[#profil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=134270</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar &#8211; Juara bertahan Argentina pantas bersiul-siul kecil, ketika drawing menempatkan mereka di Grup J Piala Dunia 2026. Bagaimana tidak, mereka tergabung di grup...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/profil-grup-j-piala-dunia-2026-juara-bertahan-argentina-bersiul-siul-kecil/">Profil Grup J Piala Dunia 2026: Juara Bertahan Argentina Bersiul-siul Kecil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prokabar</strong> &#8211; Juara bertahan Argentina pantas bersiul-siul kecil, ketika drawing menempatkan mereka di Grup J Piala Dunia 2026. Bagaimana tidak, mereka tergabung di grup yang hanya berisikan Austria, Aljazair, dan Yordania.</p>
<p>Empat negara dari empat konfederasi berbeda akan saling berhadapan di Grup J Piala Dunia 2026. Selain Argentina, tiga tim lainnya boleh dikatakan bukan kekuatan menakutkan di peta sepakbola dunia.</p>
<p>Argentina masih berstatus sebagai juara bertahan, setelah kseuksesan di Piala Dunia 2022, tentunya masih menjadi favorit di ajang ini.</p>
<p>Diperkuat pemain sekelas Lionel Messi, Julian Alvarez, Enzo Fernandoez, Lautaro Martinez, dan kiper gila Eliano Martinez, serta bintang muda masa depan Nico Paz, Argentina masih menjadi salah satu kekuatan berbahaya di Piala Dunia 2026.</p>
<p>Di antara penghuni Grup J, Argentina juga menjadi negara yang paling sering lolos ke putaran final Piala Dunia, yaitu 19 kali.</p>
<p>Austria baru delapan kali lolos, terkahir kali mereka tampil pada edisi 1998, atau sudah absen 28 tahun.</p>
<p>Aljazair kembali ke Piala Dunia setelah terakhir tampil pada edisi 2014, tercatat mereka baru lima kali lolos.</p>
<p>Sementara itu wakil Asia, Yordania berstatus sebagai tim debutan, ini akan menjadi turnamen Piala Dunia pertama mereka.</p>
<p>Di atas kertas Argentina akan mendominasi grup, dan diprediksi bakal melenggang mudah ke babak selanjutnya. Yang lebih seru persaingan menarik antara Austriaa, Aljazair, dan Yordania untuk mendampingi Argentina.</p>
<p><strong>Jadwal Grup J Piala Dunia 2026</strong><br />
Rabu, (17/6/2026)<br />
• Argentina vs Aljazair &#8211; 08.00 WIB<br />
• Austria vs Yordania &#8211; 11.00 WIB</p>
<p>Senin, (22/6/2026)<br />
• Argentina vs Austria &#8211; 01.00 WIB<br />
• Yordania vs Aljazair &#8211; 10.00 WIB:</p>
<p>Minggu, (28/6/2026)<br />
• Aljazair vs Austria &#8211; 09.00 WIB<br />
• Yordania vs Argentina &#8211; 09.00 WIB</p>
<p><strong>Profil Argentina</strong><br />
Konfederasi: CONMEBOL<br />
Pelatih: Lionel Scaloni<br />
Lolos ke Piala Dunia: 19<br />
Pencapaian terbaik di Piala Dunia: Juara (1978, 1986, 2022)<br />
Rekor di Piala Dunia: 88 Main, 47 Menang, 17 Imbang, 24 Kalah</p>
<p>Skuad Argentina<br />
Kiper: Juan Musso (Atletico Madrid), Geronimo Rulli (Marseille), Emiliano Martinez (Aston Villa).</p>
<p>Belakang: Leonardo Balerdi (Marseille), Nicolas Tagliafico (Lyon), Gonzalo Montiel (River Plate), Lisandro Martinez (Manchester United), Cristian Romero (Tottenham), Nicolas Otamendi (Benfica), Facundo Medina (Marseille), Nahuel Molina (Atletico Madrid).</p>
<p>Tengah: Leandro Paredes (River Plate), Rodrigo de Paul (Inter Miami), Valentin Barco (Strasbourg), Giovani lo Celso (Real Betis), Ezequiel Palacios (Bayer Leverkusen), Alexis Mac Allister (Liverpool), Enzo Fernandez (Chelsea).</p>
<p>Depan: Julian Alvarez (Atletico Madrid), Lionel Messi (Inter Miami), Nicolas Gonzalez (Atletico Madrid), Thiago Almada (Atletico Madrid), Giuliano Simeone (Atletico Madrid), Nico Paz (Como), Jose Manuel Lopez (Palmeiras), Lautaro Martinez (Inter Milan).</p>
<p><strong>Profil Austria</strong><br />
Konfederasi: UEFA<br />
Pelatih: Ralf Rangnick<br />
Lolos ke Piala Dunia: 8 (terakhir kali 1998, absen 28 tahun)<br />
Pencapaian terbaik di Piala Dunia: Peringkat ketiga (1954)<br />
Rekor di Piala Dunia: 29 Main, 12 Menang, 4 Imbang, 13 Kalah</p>
<p>Skuad Austria<br />
Kiper: Patrick Pentz (Brondby), Alexander Schlager (RB Salzburg), Florian Wiegele (Viktoria Pilsen)</p>
<p>Belakang: David Affengruber (Elche), David Alaba (Real Madrid), Kevin Danso (Tottenham), Marco Friedl (Werder Bremen), Philipp Lienhart (Freiburg), Phillipp Mwene (Mainz), Stefan Posch (Mainz), Alexander Prass (Hoffenheim), Michael Svoboda (Venezia)</p>
<p>Tengah: Christoph Baumgartner (RB Leipzig), Carney Chukwuemeka (Borussia Dortmund), Florian Grillitsch (Braga), Konrad Laimer (Bayern Munich), Marcel Sabitzer (Borussia Dortmund), Xaver Schlager (RB Leipzig), Romano Schmid (Werder Bremen), Alessandro Schopf (RZ Pellets WAC), Nicolas Seiwald (RB Leipzig), Paul Wanner (PSV Eindhoven), Patrick Wimmer (Wolfsburg)</p>
<p>Depan: Marko Arnautovic (Red Star Belgrade), Michael Gregoritsch (Augsburg), Sasa Kalajdzic (LASK)</p>
<p><strong>Profil Aljazair</strong><br />
Konfederasi: CAF<br />
Pelatih: Vladimir Petkovic<br />
Lolos ke Piala Dunia: 5 (1982, 1986, 2010, 2014, 2026)<br />
Pencapaian terbaik di Piala Dunia: Babak 16 Besar (2014)<br />
Rekor di Piala Dunia: 13 Main, 3 Menang, 3 Imbang, 7 Kalah</p>
<p>Skuad Aljazair<br />
Kiper: Oussama Benbot (USM Alger), Melvin Masstil (Stade Nyonnaise), Luca Zidane (Granada)</p>
<p>Belakang: Achraf Abada (USM Alger), Rayan Ait-Nouri (Manchester City), Zinedine Belaid (JS Kabylie), Rafik Belghali (Verona), Ramy Bensebaini (Borussia Dortmund), Samir Chergui (Paris FC), Jaouen Hadjam (Young Boys Bern), Aissa Mandi (Lille), Mohamed Amine Tougai (Esperance)</p>
<p>Tengah: Houssem Aouar (Al-Ittihad), Nabil Bentaleb (Lille), Hicham Boudaoui (Nice), Fares Chaibi (Eintracht Frankfurt), Ibrahim Maza (Bayer Leverkusen), Yassine Titraoui (Charleroi), Ramiz Zerrouki (Twente)</p>
<p>Depan: Mohamed Amine Amoura (Wolfsburg), Nadir Benbouali (Gyori ETO), Adil Boulbina (Al-Duhail), Fares Ghedjemis (Frosinone), Amine Gouiri (Marseille), Riyad Mahrez (Al-Ahli), Anis Hadj Moussa (Feyenoord)</p>
<p><strong>Profil Yordania</strong><br />
Konfederasi: AFC<br />
Pelatih: Jamal Sellami<br />
Lolos ke Piala Dunia: 1 (debut di 2026)<br />
Pencapaian terbaik di Piala Dunia: Belum ada (debut)<br />
Rekor di Piala Dunia: Belum ada</p>
<p>Skuat Yordania<br />
Kiper: Yazeed Abulaila (Al-Hussein), Abdullah Al-Fakhouri (Al-Wehdat), Noor Bani Attiah (Al-Faisaly).</p>
<p>Belakang: Abdallah Nasib (Al-Zawraa), Ehsan Haddad, Saed Al-Rosan, Saleem Obaid (Al-Hussein), Yazan Al-Arab (FC Seoul), Mohammad Abualnadi (Selangor), Husam Abu Dahab, Anas Banawi (Al-Faisaly), Mohannad Abu Taha (Al-Quwa Al-Jawiya), Mohammad Abu Hasheesh (Al-Karma).</p>
<p>Tengah: Noor Al-Rawabdeh (Selangor), Nizar Al-Rashdan (Qatar), Ibrahim Saadeh (Al-Karma), Rajaei Ayed, Mahmoud Al-Mardi (Al-Hussein), Amer Jamous (Al-Zawraa), Mohammad Al-Dawoud (Al-Wehdat).</p>
<p>Depan: Mousa Al-Tamari (Rennes), Odeh Al-Fakhouri (Pyramids), Mohammad Abu Zrayq (Raja Casablanca), Ali Azaizeh (Al-Shabab), Ibrahim Sabra (Lokomotiva Zagreb), Ali Olwan (Al-Sailiya)</p>
<p>Sumber: FIFA, BBC</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/profil-grup-j-piala-dunia-2026-juara-bertahan-argentina-bersiul-siul-kecil/">Profil Grup J Piala Dunia 2026: Juara Bertahan Argentina Bersiul-siul Kecil</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/235 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/18 queries in 0.042 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 23:49:45 by W3 Total Cache
-->