<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#anak #kesehatan #mimisan #ibudananak Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/anak-kesehatan-mimisan-ibudananak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/anak-kesehatan-mimisan-ibudananak/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Apr 2021 09:07:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#anak #kesehatan #mimisan #ibudananak Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/anak-kesehatan-mimisan-ibudananak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sudah Tak Terbilang, Ikan KJA Maninjau Mati</title>
		<link>https://prokabar.com/sudah-tak-terbilang-ikan-kja-maninjau-mati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Apr 2021 09:07:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#anak #kesehatan #mimisan #ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#DanauManinjau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=86270</guid>

					<description><![CDATA[<p>Maninjau, Prokabar &#8211; Sudah tak terbilang ikan keramba jala apung (KJA) Maninjau Mati. Peristiwa serupa terulang Sabtu (25/4). Bangkai ikan memutih di sebagian sudut...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sudah-tak-terbilang-ikan-kja-maninjau-mati/">Sudah Tak Terbilang, Ikan KJA Maninjau Mati</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Maninjau, Prokabar</strong> &#8211; Sudah tak terbilang ikan keramba jala apung (KJA) Maninjau Mati. Peristiwa serupa terulang Sabtu (25/4). Bangkai ikan memutih di sebagian sudut danau.</p>
<p>Bangkai ikan itu mulai berba, biasanya dibiarkan saja. Dikubur takkan terkubur, maka Maninjau akan berbau pada beberapa lokasi.</p>
<p>Hari ini ada tarung adu kuat antara KJA atau wisata. KJA masak di batang, wisata menunggu tamu tiba. KJA pakai ikan mati karena musim tubo dan sisa pakan. Wisatawan pakai tak datang di musim wabah.</p>
<p>Matinya ikan budidaya di Maninjau akan berpengaruh signifikan pada persediaan rumah makan di Padang dan Pekanbaru. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sudah-tak-terbilang-ikan-kja-maninjau-mati/">Sudah Tak Terbilang, Ikan KJA Maninjau Mati</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yuk Kenali CPR, Agar Tidak Salah Bertindak</title>
		<link>https://prokabar.com/yuk-kenali-cpr-agar-tidak-salah-bertindak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2018 07:34:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#anak #kesehatan #mimisan #ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#prokabar #tipskesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#rsk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=13532</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengajak si kecil pergi berenang, pasti merupakan aktivitas yang menyenangkan  untuk Anda dan si kecil. Tetapi bagaimana bila mendapati si  kecil tiba-tiba tenggelam di...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/yuk-kenali-cpr-agar-tidak-salah-bertindak/">Yuk Kenali CPR, Agar Tidak Salah Bertindak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengajak si kecil pergi berenang, pasti merupakan aktivitas yang menyenangkan  untuk Anda dan si kecil. Tetapi bagaimana bila mendapati si  kecil tiba-tiba tenggelam di kolam renang? Wuah, peristiwa itu pasti  membuat jantung Anda  berhenti berdetak bukan? Lalu apa yang akan Anda lakukan untuk menyelamatkan si kecil? menunggu tim medis atau langsung memberikan Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR)?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>CPR untuk si kecil. </strong></p>
<p>Tidak ada perbedaan mendasar CPR yang diberikan untuk anak usia 1-8 tahun dan untuk orang dewasa. Hanya saja ada perbedaan penting yang perlu diingat yaitu tekanan atau tenaga yang diberikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Langkah-Langkah CPR :</strong></p>
<ol>
<li>Rebahkan korban dalam posisi terlentang. Raba segera detak nadi pada lengan dan periksa apa benar korban tidak sadarkan diri. Untuk meyakinkan korban sadar atau tidaknya, guncanglah tubuh korban dengan perlahan atau menepuk-nepuknya.</li>
<li>Perlahan tengadahkan kepala pasien ke belakang. Untuk bayi gunakanlah hanya satu tangan untuk menekan dada, lalu salah satu tangan Anda dapat diselipkan di bawah punggung untuk memberikan sanggaan yang kuat</li>
<li>Carilah titik tekanan yang tepat dengan terlebih dahulu menentukan letak titik ujung tulang dada (sternum). Ingat, titik tekanan terletak sejauh dua Lebar jari di atasnya.</li>
<li>Letakkan telapak tangan Anda di atas titik tekanan tersebut. Angkat jari Anda menjauhi permukaan dada.</li>
<li>Tekan lurus ke bawah sebanyak 80 hingga 100 kali per menit. Tekan seearah vertikal, siku pada posisi lurus.</li>
<li>Tekan ke bawah, ke arah dada sedalam 2 hingga 3 cm untuk orang dewasa.</li>
<li>Ingat, setelah setiap tekanan ke-30, Anda harus meniupkan udara ke dalam paru-paru dua kali secara berurutan. Untuk bayi hembusan napas harus diberikan selama jeda waktu setelah melakukan tekanan dada sebanyak 5 kali. Lakukan terus secara berulang hingga sadar.</li>
<li>Segera cari bantuan bila korban masih tidak sadarkan diri.<strong> (rsk)</strong></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/yuk-kenali-cpr-agar-tidak-salah-bertindak/">Yuk Kenali CPR, Agar Tidak Salah Bertindak</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Meringis Jika si Kecil Mimisan</title>
		<link>https://prokabar.com/jangan-meringis-jika-si-kecil-mimisan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi7]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2018 08:51:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[#anak #kesehatan #mimisan #ibudananak]]></category>
		<category><![CDATA[#rsk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=12960</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika mendapati hidung si kecil mengeluarkan darah segar, Ibu siapa yang tak akan cemas. Ya, selaput lendir dan pembuluh darah si kecil memang masih...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jangan-meringis-jika-si-kecil-mimisan/">Jangan Meringis Jika si Kecil Mimisan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika mendapati hidung si kecil mengeluarkan darah segar, Ibu siapa yang tak akan cemas. Ya, selaput lendir dan pembuluh darah si kecil memang masih tipis dan sensitive. Sehingga banyak faktor pencetus ringan yang mengakibatkan darah langsung mengucur keluar hidung. Tetapi mimisan itu cepat berhentinya kok! Untuk itu Anda harus tau betul apa itu mimisan.<strong> </strong></p>
<p>Mimisan (Epistaktis) adalah satu keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung. Ia terjadi akibat lepasnya lapisan mukosa hidung yang mengandung banyak pembuluh darah kecil.</p>
<p>Ingat, pembuluh darah (<em>pleksus kieselbach) </em>yang pecah di daerah hidung bagian tengah itu memang seperti anyaman yang sangat halus dan tipis. Tak ayal pada anak-anak, pembuluh darah ini mudah berdarah, terutama kalau ada infeksi di daerah hidung. Sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya. Jadi, tak perlu panik selama anak terlihat sehat dan aktif. Karena 90 persen, anak terkena mimisan dapat hilang dengan sendirinya.<strong> </strong></p>
<p><strong>Penyebab mimisan</strong></p>
<ol>
<li>Penyebab paling sering adalah benturan atau kebiasaan mengkorek-korek hidung.</li>
<li>Udara panas dan kering dapat menyebabkan selaput lender hidung menjadi kering dan pecah.</li>
<li>Sekat hidung yang bengkok, menyebabkan aliran udara kurang baik.Akibatnya selaput lendir hidung menjadi kering dan pecah.</li>
<li>Pilek dan alergi. Peradangan di rongga hidung danmembuang ingus terlalu keras dapat menyebabkan mimisan.</li>
<li>Mencium bahan kimia, misalnya asam sulfat, bensin,amonia.</li>
<li>Anak yang minum obat yang mengandung asetosal dan ibuprofen juga dapat mengalami mimisan karena darah menjadi kurang cepat membeku.</li>
</ol>
<p><strong>Pertolongan Saat Mimisan</strong></p>
<p>Minta si kecil untuk duduk sedikit membungkuk ke depan dan bernafas melalui mulut. (bila tidur terlentang, aliran darah ke hidung bertambah deras dan darah dapat tertelan)</p>
<p>Tekan bagian depan cuping hidung selama lima menit dan kompres dingin/es pada tulang hidung. Es atau benda dingin lainnya yang ditempelkan mampu mengecilkan pembuluh darah sehingga perdarahan pun cepat berhenti. Dibandingkan dengan menyelipkan daun sirih pada lubang hidung si kecil. Kompres dilakukan saat perdarahan sedang berlangsung maupun berhenti</p>
<p>Bila setelah 5 menit masih berdarah, tekan lagi selama 15 menit. Kalau masih tetap berdarah, bawalah anak ke ruang gawat darurat rumah sakit.</p>
<p><strong>Pencegahan</strong></p>
<p>Saat gatal, pilek, atau membersihkan kotoran hidung, ajari anak untuk menggunakan tisu maupun saputangan. Hindari kebiasaan mengorek-ngorek hidung atau mengembuskan udara lewat hidung terlalu keras</p>
<p>Hindari asap/ gas bahan kimia</p>
<p>Hindari benturan pada hidung</p>
<p>Gunakan AC dengan bijak dan aman. Jangan menyetel AC terlalu dingin dan lama. Selain boros energi, udara di ruangan akan menjadi sangat dingin dan kering. Untuk Indonesia, suhu 23-260C relatif cukup.<strong>(rsk)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/jangan-meringis-jika-si-kecil-mimisan/">Jangan Meringis Jika si Kecil Mimisan</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 34/78 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.011 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:40:59 by W3 Total Cache
-->