<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#alazhar Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/alazhar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/alazhar/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Oct 2019 09:51:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#alazhar Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/alazhar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keren, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua Di Al Azhar</title>
		<link>https://prokabar.com/kini-bahasa-indonesia-jadi-bahasa-kedua-di-al-azhar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2019 09:50:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[#alazhar]]></category>
		<category><![CDATA[#BahasaIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Mesir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=48832</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mesir, Prokabar — Bermula dari sebuah gagasan akan pentingnya bahasa Indonesia bagi penutur bukan asli Indonesia, khususnya komunitas pelajar dan mahasiswa Mesir ditambah perlunya  membangun...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kini-bahasa-indonesia-jadi-bahasa-kedua-di-al-azhar/">Keren, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua Di Al Azhar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1"><strong>Mesir, Prokabar —</strong> Bermula dari sebuah gagasan akan pentingnya bahasa Indonesia bagi penutur bukan asli Indonesia, khususnya komunitas pelajar dan mahasiswa Mesir ditambah perlunya  membangun sinergitas dalam pengembangan ilmu bahasa Indonesia di kalangan</span><span class="s3">civitas academia </span><span class="s1">Universitas Al-Azhar, maka sejak 2016, KBRI Cairo telah berhasil bekerja sama dengan Universitas  Al-Azhar Mesir untuk mengajarkan bahasa Indonesia di Al-Azhar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Dalam kurun waktu 3 tahun, pengajaran Bahasa Indonesia tersebut menujukkan perkembangan yang sangat signifikan, dimana banyak dosen dan mahasiswa Al-Azhar dari lintas fakultas yang ikut serta menjadi pembelajar Bahasa Indonesia di fakultas tersebut. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mencermati kesuksesan tersebut, ditambah besarnya minat masyarakat Mesir terhadap bahasa Indonesia, maka dipandang perlu untuk mengembangkan bahasa Indonesia yang lebih akademis.  </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk itu, maka lahirlah ide untuk   membuka prodi Bahasa Indonesia pada Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar yang diinisiasi oleh Atdikbud KBRI Cairo, Dr. Usman Syihab.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk merealisasikan ide tersebut, KBRI  Cairo menggandeng berbagai stake holder terkait, baik dengan Al-Azhar maupun pihak-pihak di dalam   negeri seperti: Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan (PPSDK- BPBP) Kemendikbud RI, Kemenristek Dikti RI dan Kemenag RI. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Selain itu, KBRI Cairo juga menggandeng tiga perguruan tinggi yang tergabung dalam Konsorsium Pengajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar. Tiga perguruan tinggi  tersebut adalah: Universitas Gadjah Mada (UGM), UIN  (Universitas Islam Negeri) Maulana   Malik Ibrahim Malang  dan Universitas Muhammadiya Surakarta (UMS). Tiga pergurun tinggi inilah yang menjadi stake holder utama penyedia SDM pengajaran Bahasa Idoensia di Universitas Al-Azhar. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk melakukan persiapan, para </span><span class="s3">stakeholder</span><span class="s1">tersebut melakukan beberapa kali FGD (Focused Group Discussion), di mana salah satunya dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Bahasa dan terjemah Universitas Al-Azhar, yang saat itu dijabat Profesor Thaha Badri. Setelah hasil FGD tersebut disampaikan secara remi kepada Rektor Al-Azhar dan kemudian dibahas di Sidang Senat Universitas Al-Azhar, di mana senat Univeristas Al-Azhar menyetujui untuk mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua di fakultas tersebut yang dimulai pada tahun akademik 2019/2020.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Duta Besar RI Cairo, Helmy Fauzy, menyebutkan, bahwa di antara tujuan utama pengajaran Bahasa Indonesia di Al-Azhar adalah bahwa bahasa Indonesia banyak digunakan oleh mayoritas bangsa Asia tenggara, dimana mayoritas penduduknya beragama Islam. Di sana banyak muncul ulama dan pemikir Islam. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Sayangnya, karya-karya mereka belum banyak diketahui oleh para pemikir dunia Arab. Selain itu, negara-negara tersebut juga membutuhkan para ulama dan dai dari al-Azhar yang menguasai tradisi dan budaya setempat” ungkap Duta Besar berdarah Minang ini.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pihaknya juga mengucapkan terima aksih kepada Al-Azhar yang telah menerima Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah Al-Azhar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Mohamed Husein al-Mahrashawi mengungkapkan bahwa pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua adalah langkah awal dalam mempersiapkan pembukaan Prodi Indonesia di kampus Al-Azhar.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Semoga pada masa Persiapan ini kita dapat mempersiapkan kader calon dosen yang akan mengajar di prodi ini. Selain itu, kami berharap agar para mahasiswa yang saat ini memilih Bahasa Indonesia sebagai Bahasa kedua, diberikan kesempatan untuk kuliah di Indonesia   selama 2 tahun, sehingga ia dapat menguasai Bahasa Indonesia dari sumbernya,” ungkapnya. (*/<b>hdp</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kini-bahasa-indonesia-jadi-bahasa-kedua-di-al-azhar/">Keren, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua Di Al Azhar</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TGB Temui Petinggi Al Azhar, Ada Apa?</title>
		<link>https://prokabar.com/tgb-temui-petinggi-al-azhar-ada-apa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Oct 2018 15:30:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[#alazhar]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[#tgb]]></category>
		<category><![CDATA[#VBM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=21621</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cairo, Prokabar — Dalam rangka mempersiapkan kedatangan para calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Al-Azhar di Mesir, kemarin (17/10) Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Indonesia,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tgb-temui-petinggi-al-azhar-ada-apa/">TGB Temui Petinggi Al Azhar, Ada Apa?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cairo</strong>, <strong>Prokabar — </strong>Dalam rangka mempersiapkan kedatangan para calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Al-Azhar di Mesir, kemarin (17/10) Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Indonesia, Dr. TGH M. Zainul Majdi berkunjung ke Cairo.</p>
<p>Tokoh yang akrab disapa Tuanku Guru Bajang (TGB) ini khusus hadir untuk menemui para pimpinan Al-Azhar, terutama untuk membicarakan mengenai persiapan keberangkatan para camaba yang tahun ini jumlahnya hampir mencapai 2.000 orang itu.</p>
<p>“Kami menyampaikan ucapan terima kasih dari seluruh alumni Universitas Al-Azhar yang telah mengabdi di tanah air dalam menyebarkan risalah Islam rahmatan lil alamin yang menjadi risalah utama Al-Azhar,” ujar TGB kepada Wakil Ketua Umum OIAA Pusat, Prof. Dr. Muhammad Abdel Fadhil el-Qaushi dan Usamah Yasin serta Direktur Eksekutif OIAA, Wael Bakheit, di Kantor Pusat OIAA.</p>
<p>Lebih lanjut, TGB yang kemarin didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo, Dr. Usman Syihab dan Wakil Sekjen OIAA Indonesia sekaligus koordinator pengurusan Camaba 2018, Dr. Willy Octaviano, juga menyampaikan keinginannya untuk memperoleh kejelasan mengenai status kejelasan visa para camaba yang belum juga dikeluarkan oleh Kedubes Mesir di Jakarta.</p>
<p>Menanggapi pertanyaan tersebut, Wael Bakheit menyampaikan bahwa proses visa tersebut di Mesir saat ini sudah selesai. “Seluruh camaba Al-Azhar asal Indonesia telah diizinkan oleh otoritas Mesir untuk diberi visa. Jika Bapak besok kembali ke tanah air, visa untuk para camaba sudah dapat diproses di Jakarta. Mulai hari ini, seluruh Camaba asal Indonesia sudah tidak ada kendala lagi,” ujarnya, yang disambut gembira oleh hadirin.</p>
<p>“Alhamdulillah. Kami sangat senang dengan berita ini. saya akan sampaikan segera kepada seluruh camaba Indonesia, bahwa mereka tidak lama lagi akan diberangkatkan ke Mesir. Sekali lagi terima kasih atas perhatian Al-Azhar,” ujar TGB.</p>
<p>Seusai pertemuan, TGB diterima oleh Deputy Grand Imam Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Shaleh Abbas, di ruang kerjanya. “Saya sangat senang bertemu dengan alumni Al-Azhar yang saat ini memimpin OIAA di Indonesia. Saya juga sangat senang mendengar peranan positif yang diberikan oleh para alumni Al-Azhar di Indonesia. Dalam pandangan Al-Azhar, Indonesia adalah negara istimewa, sehingga Grand Imam selalu mewanti-wanti agar kami meperhatikan para mahasiswa asal Indonesia,” kata pejabat yang baru dilantik beberapa bulan yang lalu itu.</p>
<p>Disamping berkunjung ke Universitas Al-Azhar, kunjungan singkat TGB ke Cairo kemarin juga diwarnai pertemuan dengan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Cairo, Sonny Sasongko, terkait persiapan kedatangan camaba, serta dialog dengan mahasiswa Indonesia di Mesir dalam forum yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir dan Kekeluargaan Mahasiswa Nusa Tenggara Barat (KMNTB).</p>
<p>Pada acara tersebut, TGB berpesan agar para mahasiswa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin, sehingga saat kembali ke tanah air mereka dapat menjadi panutan umat yang berilmu, memberikan sikap optimisme kepada masyarakat dan membawa risalah al-Azhar.</p>
<p>“Selama saya mengemban amanah memimpin NTB, bekal utama yang saya gunakan adalah nilai juang, nilai luhur serta kebaikan yang saya dalami selama saya di Al-Azhar,” ujar mantan Gubernur Provinsi NTB selama dua periode itu. (<b>vbm</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/tgb-temui-petinggi-al-azhar-ada-apa/">TGB Temui Petinggi Al Azhar, Ada Apa?</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 26/60 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.550 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 10:53:07 by W3 Total Cache
-->