<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#aids Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/aids/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/aids/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Nov 2021 02:44:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#aids Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/aids/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waspadai Konten Media Sosial terhadap Perilaku Seksual Remaja</title>
		<link>https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2021 02:44:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#aids]]></category>
		<category><![CDATA[#corona. #Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[#Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[#hiv]]></category>
		<category><![CDATA[#instagram]]></category>
		<category><![CDATA[#literasi]]></category>
		<category><![CDATA[#twitter]]></category>
		<category><![CDATA[#Video]]></category>
		<category><![CDATA[#whatsapp]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[sexting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=97334</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com &#8211;   Disrupsi informasi pada saat sekarang ini telah membuat perubahan yang besar dalam tatanan kehidupan manusia. Hal-hal yang dahulunya susah untuk diketahui, sekarang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/">Waspadai Konten Media Sosial terhadap Perilaku Seksual Remaja</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://prokabar.com/"><strong>Prokabar.com &#8211;  </strong></a> Disrupsi informasi pada saat sekarang ini telah membuat perubahan yang besar dalam tatanan kehidupan manusia.</p>
<p>Hal-hal yang dahulunya susah untuk diketahui, sekarang ini begitu mudah tersedia melalui teknologi media yang berkembang, salah satunya platform media sosial.</p>
<p>Media sosial menjadi industri komunikasi raksasa. Publik mengonsumsi informasi dari media ini secara bebas.</p>
<p>Tidak hanya sebagai sarana mendapatkan informasi, setiap orang bahkan bisa menjadi pembuat informasi itu sendiri.</p>
<figure id="attachment_97344" aria-describedby="caption-attachment-97344" style="width: 951px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/asrizul-syafril/" rel="attachment wp-att-97344"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-97344" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril.jpg" alt="Asrizul Syafril, S.Kep Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas" width="951" height="653" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril.jpg 951w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril-300x206.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/11/Asrizul-Syafril-768x527.jpg 768w" sizes="(max-width: 951px) 100vw, 951px" /></a><figcaption id="caption-attachment-97344" class="wp-caption-text">Asrizul Syafril, S.Kep, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas</figcaption></figure>
<p>Informasi yang ada di media sosial mengandung unsur positif dan negatif. Apalagi bisa menjadi sumber informasi tercepat untuk publik.</p>
<p>Keterbukaan informasi di media sosial membuat siapa saja bisa mengetahui apa saja.</p>
<p>Namun, terkadang informasi tersebut parsial sehingga bisa menimbulkan misspersepsi  bagi konsumen informasi.</p>
<p>Pengguna media ini tidak hanya terbatas pada orang dewasa, namun juga remaja. Rentang usia  remaja menurut <em>World Health Organization</em> (WHO) yaitu 10-19 tahun.</p>
<p>Peraturan Menteri Kesehatan RI no 25 tahun 2014 menyatakan usia remaja adalah 10-18 tahun, sedangkan menurut BKKBN remaja berusia 10-24 tahun dan belum menikah.</p>
<p>Mengutip data statista (2020), remaja usia 13-17 tahun menduduki peringkat ke tiga paling banyak sebagai pengguna media sosial di Indonesia. Kemudian penduduk usia 18-24 tahun, dan yang paling banyak usia 25-34 tahun dengan rincian 20,6 % laki-laki dan 14,8 % perempuan. Pada tahun 2021, <em>We are social hootsuite </em>juga telah merilis data media sosial yang paling banyak di akses di Indonesia.</p>
<p>Hasilnya <em>youtube</em> menduduki peringkat pertama yang paling banyak di akses masyarakat Indonesia, kemudian  <em>whatsapp</em>, <em>instagram</em>, dan <em>facebook</em>.</p>
<h4>Konten seksual</h4>
<p>Kondisi media sosial saat ini, terdapat konten-konten berbau seksual yang bisa mengarahkan remaja untuk melakukan perilaku seksual tidak sehat.</p>
<p>Perilaku seksual oleh remaja bisa berupa berpegangan tangan antara lawan jenis, <em>kissing</em>, hingga terjadinya penetrasi atau <em>sexual</em> <em>intercouse</em>.</p>
<p>Aktivitas seksual ini tentu akan memicu terjadinya kehamilan di luar nikah yang beresiko terjangkit penyakit menular seksual, seperti sifilis, gonorhea, bahkan HIV dan AIDS.</p>
<p>Konten-konten yang tidak ramah terhadap remaja ini bisa kita lihat salah satunya dari konten kreator <em>youtube</em> yang pernah viral pada tahun 2019. Awalnya kanal <em>youtube </em>ini menyajikan konten <em>gaming</em>, namun terselip video yang bernuansa vulgar dengan tujuan untuk mendapatkan lebih banyak <em>viewers</em>.</p>
<p><a href="https://milenialisme.com/edukasi/model-pembelajaran-nested-dalam-menghadapi-tantangan-pendidikan-di-era-pandemi/"><strong>Model Pembelajaran Nested dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Pandemi</strong></a></p>
<p>Menelisik media sosial <em>instagram</em> juga terdapat konten-konten yang tidak ramah dengan remaja, bahkan media sosial berbasis video <em>tik tok</em> pun banyak menampilkan video-video yang bisa membuat remaja berprilaku seksual yang tidak sehat.</p>
<p>Orang-orang termasuk remaja cenderung suka melihat gambar atau video setengah telanjang di situs media sosial daripada gambar atau video di situs porno.</p>
<p>Apalagi sekarang situs porno sudah di blokir oleh Kominfo. Konten kreator memanfaatkan realita ini di media sosial.</p>
<p>Mereka menyajikan hal-hal yang vulgar dan seksual demi mendapatkan <em>cuan</em> untuk kepentingan pribadinya.</p>
<p>Remaja cenderung ingin mencoba sesuatu yang baru untuk menjawab rasa penasaran mereka. Konten-konten di media sosial bisa menjadi informasi yang liar bagi remaja.</p>
<p>Tanpa adanya bimbingan dan pengawasan, remaja bisa berimajinasi dan berfantasi bebas terhadap apa yang mereka lihat di media sosial.</p>
<p>Remaja umumnya menjadi penyebab terjadinya perilaku seksual, terutama saat berpacaran.</p>
<h4>Data Survei</h4>
<p>Data survei demografi dan kesehatan menyatakan 33 % remaja mulai berpacaran pada usia 15-17 tahun.</p>
<p>Para remaja yang berpacaran tak hanya berkomunikasi tatap muka saja, namun juga melalui saluran-saluran media ini.</p>
<p>Apalagi pada saat pandemi Covid-19. keterbatasan bertemu langsung membuat aktivitas komunikasi hanya melalui media tersebut.</p>
<p>Hal inilah yang menimbulkan aktivitas <em>sexting</em>. Aktivitas ini merupakan kegiatan pengiriman teks, gambar, atau video yang bernuansa seksual.</p>
<p><em>Sexting</em> ini bisa dengan cara mengirim text, foto atau video secara langsung melalui media komunikasi seperti <em>whatsapp</em> atau memposting di media sosial.</p>
<p>Penelitian Mirnawati jufri tahun 2019 terhadap remaja di kota makassar menemukan 90,1 % remaja terpapar dengan aktivitas <em>sexting</em>. 33,5 % remaja mengirimkan pesan <em>sexting</em> berupa foto, dan media sosial yang paling banyak digunakan dalam aktivitas <em>sexting</em> adalah <em>facebook</em>.</p>
<p>Mengutip buku “Hidup cuma satu kali” dari Kementrian Komunikasi dan Informatika tahun 2013, perilaku <em>sexting</em> mempengaruhi perilaku seksual remaja.</p>
<p>Sebanyak 40 % remaja yang berhubungan seksual dalam tujuh hari terakhir, mengakui bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh aktivitas <em>sexting</em> sebelumnya.</p>
<p>Efek negatif dari <em>sexting</em> akan berlanjut ke tahap hubungan yang lebih intim. Tidak hanya itu, foto atau video bisa disebar melalui media sosial oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, bahkan dari pasangan sekalipun.</p>
<p>Banyak kasus yang dilaporkan terkait penyebaran konten <em>sexting</em> ini, rata-rata disebarkan oleh mantan pacar dan masih berusia remaja.</p>
<p>Kasus ini akan meninggalkan trauma psikologis terhadap korban dari <em>sexting</em>, yang bisa menyebabkan hilangnya kepercayaan diri hingga berujung depresi.</p>
<p>Namun yang lebih penting, remaja yang melakukan <em>sexting</em> akan beresiko terjadinya kehamilan pada usia remaja. kehamilan pada usia remaja akan beresiko terhadap janin hingga bisa menyebabkan terjadinya stunting pada bayi.</p>
<p>Untuk mencegah terjadinya hal-hal negatif,  remaja perlu membentengi diri dengan pengetahuan agama yang kuat, meningkatkan kecakapan literasi digital, serta tidak terlepas dari peran bimbingan orang tua. Remaja yang sehat, merupakan modal awal pembangunan Indonesia.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/waspadai-konten-media-sosial-terhadap-perilaku-seksual-remaja/">Waspadai Konten Media Sosial terhadap Perilaku Seksual Remaja</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aduh! Kasus HIV/AIDS di Pesisir Selatan Naik Drastis, Ini Kata Satria Wibawa</title>
		<link>https://prokabar.com/aduh-kasus-hiv-aids-di-pesisir-selatan-naik-drastis-ini-kata-satria-wibawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Dec 2019 09:44:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#aids]]></category>
		<category><![CDATA[#hiv]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<category><![CDATA[#MIN]]></category>
		<category><![CDATA[#Pessel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=53468</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pesisir Selatan, Prokabar &#8211; Kasus HIV/AIDS pada tiga tahun terakhir di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, terus naik drastis. Kepala Dinas Kesehatan, Satria Wibawa...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aduh-kasus-hiv-aids-di-pesisir-selatan-naik-drastis-ini-kata-satria-wibawa/">Aduh! Kasus HIV/AIDS di Pesisir Selatan Naik Drastis, Ini Kata Satria Wibawa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pesisir Selatan, Prokabar &#8211;</strong> Kasus HIV/AIDS pada tiga tahun terakhir di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, terus naik drastis.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan, Satria Wibawa mengatkan, banyaknya kasus sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menemukan kasus, sehingga setiap tahun selalu ditemukan.</p>
<p>&#8220;Secara teori, dalam ilmu kesehatan, perkembangan HIV/AIDS bisa melalui jarum suntik, hubungan badan dan jarum suntik narkoba,&#8221; ujarnya pada wartawan Selasa (3/11) di Painan.</p>
<p>Data dihimpun Prokabar.com di Dinas Kesehatan Pessel, jumlah penderita HIV/AIDS di pada 2019 tercatat sebanyak 33 orang. Angka itu naik tajam dari periode 2016 yang hanya 16 kasus saja.</p>
<p>Dari total angka itu, 57 persen diantaranya merupakan laki-laki. Sedangkan 43 persen lainnya adalah perempuan. Selain hubungan badan, ungkap Satria, penyebabnya adalah gonta ganti jarum suntik narkoba.</p>
<p>Kemudian kemajuan teknologi informasi. Hal itu berdampak pada pergaulan bebas, baik gonta-ganti pasangan beda jenis, maupun sejenis. Dengan demikian, penyebarannya semakin cepat dan masif.</p>
<p>&#8220;Jadi, HIV/AID ini sama dengan fenomena gunung ES. Di atasnya sedikit, tapi di bawah banyak. Makanya kami terus mencari orang yang terjangkit,&#8221; ujarnya lagi.</p>
<p>Kendati demikian, langkah antisipasi dan penanganan, pemerintah daerah kini tengah menyiapkan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS melalui Peraturan Bupati (Perbup).</p>
<p>Komisi bertugas melakukan pencegahan dan penanganan bagi penderita. Saat ini, draft pembentukkan telah disusun dan bakal diajukan pada bupati untuk pengesahannya.</p>
<p>Selain itu, melakukan kegiatan sosialisasi ke Sekolah Menengah Atas (SMA) tentang cara penularan penaran serta dampak negatif dari penyakit HIV/AIDS.</p>
<p>Mereka dinilai mampu menyampaikan pada lingkungan terdekatnya. Sementara untuk pengobatannya hingga kini hanya bisa dilakukan di RSUP M. Djamil Padang.</p>
<p>&#8220;Di Sumbar, yang ada hanya di situ. Makanya pasien penderita dirujuk ke sana,&#8221; tutupnya.<strong>(min)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/aduh-kasus-hiv-aids-di-pesisir-selatan-naik-drastis-ini-kata-satria-wibawa/">Aduh! Kasus HIV/AIDS di Pesisir Selatan Naik Drastis, Ini Kata Satria Wibawa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selama 2018, Dinkes Padang Pariaman Temukan 43 Kasus HIV-AIDS</title>
		<link>https://prokabar.com/selama-2018-dinkes-padang-pariaman-temukan-43-kasus-hiv-aids/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2019 13:20:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#aids]]></category>
		<category><![CDATA[#hiv]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=35819</guid>

					<description><![CDATA[<p>Parit Malintang, Prokabar &#8211; Selama 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Padang Pariaman, menemukan 43 penderita HIV-AIDS dengan pola penyebaran oleh sejumlah faktor. &#8220;Temuan penderita...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/selama-2018-dinkes-padang-pariaman-temukan-43-kasus-hiv-aids/">Selama 2018, Dinkes Padang Pariaman Temukan 43 Kasus HIV-AIDS</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Parit Malintang, Prokabar &#8211;</strong> Selama 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Padang Pariaman, menemukan 43 penderita HIV-AIDS dengan pola penyebaran oleh sejumlah faktor.</p>
<p>&#8220;Temuan penderita ini meningkat jauhdari 2017 yang hanya 28 orang,&#8221; kata Bupati Padang Pariaman Ali Mukhnipada rapat koordinasi dan penanggulangan HIV-AIDS di Parit Malintang, Selasa (30/4).</p>
<p>Ia menyampaikan secara umum penyebab paling tinggitertularnya panyakit mematikan itu di Padang Pariaman yaitu hubungan laki-laki dengan laki-laki sebanyak 21 orang.</p>
<p>Lalu seks bebas sebanyak 10 orang, pasangan positif HIV delapan orang, dan biseksual empat orang.</p>
<p>Bahkan untuk periode Januari sampai Maret 2019 sudah ditemukan 34 orang penderita HIV-AIDS di Kabupaten Padang Pariaman.</p>
<p>Untuk mencegah penularan penyakit ini pihaknya akan menggiatkan penyuluhan danmembentuk program Gerakan Nikah Sehat Padang Pariaman atau Gernis Papa.</p>
<p>Gernis Papa merupakan gerakan memeriksa kesehatan pasangan calon pengantin guna menekan potensi menularnya penyakit mematikan itu baik ke masing-masing pasangan maupun kepada anak.</p>
<p>Dengan adanya pemeriksaan ini pihaknya tidak saja dapat menekan potensi penyebaran penyakit ini, namun juga menekan penggunaan narkoba.</p>
<p>Selain membentuk Gernis Papa, Pemerintah Kecamatan Lubuk Alung membentuk Sahabat Peduli Orang dengan HIV-AIDS atau Salihoda yang bertugas menyosialisasikan kepada masyarakat dan menempelkan stiker-stiker informasi HIV-AIDS di rumah masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh 12 konselor sebaya yang sebelumnya dilatih oleh pihak Puskesmas Lubuk Alung,&#8221; ujarnya. <strong>(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/selama-2018-dinkes-padang-pariaman-temukan-43-kasus-hiv-aids/">Selama 2018, Dinkes Padang Pariaman Temukan 43 Kasus HIV-AIDS</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Montblanc Mendukung Perjuangan Untuk Mengakhiri AIDS</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-cara-montblanc-mendukung-perjuangan-untuk-mengakhiri-aids/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2018 23:43:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[#aids]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hiv]]></category>
		<category><![CDATA[#Montblanc]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=26752</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Montblanc, sebuah perusahaan Jerman yang dikenal dengan alat tulis mewah, jam tangan dan aksesoris kulit menghadirkan koleksi terbarunya untuk mengukuhkan komitmen perusahaan untuk...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-cara-montblanc-mendukung-perjuangan-untuk-mengakhiri-aids/">Ini Cara Montblanc Mendukung Perjuangan Untuk Mengakhiri AIDS</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta,</strong> <strong>Prokabar</strong> — Montblanc, sebuah perusahaan Jerman yang dikenal dengan alat tulis mewah, jam tangan dan aksesoris kulit menghadirkan koleksi terbarunya untuk mengukuhkan komitmen perusahaan untuk berbagi inisiatif dalam mempromosikan seni dan budaya dalam berbagai bentuk. Kali ini, Montblanc menghadirkan Montblanc M Red untuk membantu orang-orang yang terkena dampak HIV/AIDS.</p>
<p><span>Dengan peluncuran alat tulis (MONTBLANC M)</span><sup><span>RED </span></sup><span>yang baru, Montblanc bergabung dalam perang melawan AIDS, mengumpulkan dana untuk mendukung program yang membantu jutaan orang yang terkena dampak HIV/AIDS. </span></p>
<p><span>Dirancang oleh Marc Newson, alat tulis dalam pasangan resin merah melengkapi gaya biomorfik dari seorang desainer visioner. Tersedia dalam Fountain Pen, Roller Ball dan Ballpoint, (MONTBLANC M)</span><sup><span>RED</span></sup><span> dilengkapi dengan aksesoris berwarna merah, termasuk buku sketsa kulit, gelang dan sepasang manset. Sebagian dari hasil pembelian (MONTBLANC M)</span><sup><span> RED</span></sup><span> didonasikan langsung kepada Global Fund, sebuah organisasi yang dibuat untuk mengakhiri AIDS, tuberkulosis dan epidemi malaria.</span></p>
<p>“Selama lebih dari 110 tahun, Montblanc telah membangun warisan  dalam menciptakan instrumen menulis terbaik yang memiliki arti khusus bagi pemiliknya. Melalui kemitraan kami dengan (RED), kami melanjutkan tradisi panjang ini, menciptakan pendamping seumur hidup yang membuat dampak nyata dengan mendukung tujuan menuju masyarakat yang bebas HIV. Montblanc bangga menajdi bagian dari dukungan untuk tujuan besar ini dan berharap pelanggan kami akan memulai perjalanan ini bersama kami,” ujar Nicholas Baretzki, CEO Montblanc dalam rilis yang diterima Prokabar, Rabu (19/12).</p>
<p><span>Montblanc menunjukkan semangatnya untuk inovasi melalui kolaborasinya dengan Marc Newson,  membuat pernyataan estetik yang berani dalam warna merah dan menyeimbangkan bentuk dengan fungsionalitas. Mekanisme <em>snap</em> tambahan memperlancar penutupan dan memastikan tutup tetap kokoh di tempatnya. </span></p>
<p><span>Untuk pengalaman menulis yang optimal, pelat logam berlapis platinum menyeimbangkan berat instrumen menulis. Ujung pena emas 14K dari alat tulis dilapisi rodium. Ciri khas dari alat tulis Montblanc yang diterapkan oleh Newson dalam desainnya termasuk penggunaan resin dan lambang putih ikonik.</span></p>
<p>“Sungguh puitis bahwa Montblanc, begitu identik dengan keahlian dan kualitas, telah bekerja sama dengan salah satu perintis desain terdepan di dunia, Marc Newson, untuk membantu menulis cerita  dalam perjuangan AIDS melalui peluncuran koleksi (MONTBLANC M)<sup> RED</sup>. Setiap pembelian akan menghasilkan dana untuk Global Fund dengan tujuan menyelamatkan jiwa dan memastikan generasi masa depan bebas HIV,” ujar Deborah Dugan, CEO (RED).</p>
<p>Kerjasama dengan (RED), memberikan kesempatan bagi Montblanc untuk berkontribusi terhadap dampak global yang dibuat perusahaan sejak didirikan oleh Bono dan Bobby Shriver pada tahun 2006. Hingga saat ini, (RED) telah menghasilkan lebih dari $500 juta. 100% dari dana yang terkumpul langsung diberikan kepada Global Fund untuk mendukung program HIV/AIDS termasuk layanan perawatan, pencegahan dan perawatan dengan fokus pada pencegahan penularan virus dari ibu ke bayi mereka.</p>
<p><span>Untuk setiap pembelian alat tulis dan aksesoris (MONTBLANC M)</span><sup><span> RED,</span></sup><span> 5 euro akan didonasikan kepada Global Fund untuk mendukung </span><span>program HIV/AIDS, yang mana misalnya dapat menyediakan lebih dari 25 hari </span><span>pengobatan HIV.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-cara-montblanc-mendukung-perjuangan-untuk-mengakhiri-aids/">Ini Cara Montblanc Mendukung Perjuangan Untuk Mengakhiri AIDS</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Balita dan Bumil, Segini Jumlah penderita HIV/AIDS di Payakumbuh</title>
		<link>https://prokabar.com/ada-balita-dan-bumil-segini-jumlah-penderita-hiv-aids-di-payakumbuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi6]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2018 10:06:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#aids]]></category>
		<category><![CDATA[#hiv]]></category>
		<category><![CDATA[#mbb]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=25522</guid>

					<description><![CDATA[<p>Payakumbuh, Prokabar &#8211; Sepanjang tahun 2018, berdasarkan catatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Payakumbuh, jumlah pengidap HIV/AIDS di kota itu bertambah 8 orang. Dengan...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ada-balita-dan-bumil-segini-jumlah-penderita-hiv-aids-di-payakumbuh/">Ada Balita dan Bumil, Segini Jumlah penderita HIV/AIDS di Payakumbuh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Payakumbuh, Prokabar</strong> &#8211; Sepanjang tahun 2018, berdasarkan catatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Payakumbuh, jumlah pengidap HIV/AIDS di kota itu bertambah 8 orang.</p>
<p>Dengan demikian, secara keseluruhan, pengidap penyakit yang menular melalui virus itu mencapai 82 orang. Dari jumlah tersebut, 15 diantaranya merupakan pengidap baru di tahun 2017.</p>
<p>Dari jumlah, penambahan jumlah pengidap penyakit tersebut memang menurun namun, dari data tersebut diketahui ada 4 orang balita dan dua ibu hamil yang terjangkit.</p>
<p>&#8220;Meski jumlah temuan menunjukkan grafik menurun, kita tidak bisa menganggap Kota Payakumbuh ini aman. Karena masalah HIV di Indonesia diyakini bagaikan fenomena gunung es,&#8221; kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Payakumbuh, Fahman Rizal, Kamis (6/12).</p>
<p>Terkait jumlah penderita HIV di Kota Batiah tersebut, Fahman menjelaskan, sampai sejauh ini diketahui sebanyak 27 dari 82 penderita itu diketahui sudah meninggal dunia. &#8220;Jadi sisanya sekitar 55 orang,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Menurutnya, diperlukan kesadaran bersama dari kalangan masyarakat untuk bisa mencegah tersebarnya virus HIV ini. Karena itu, kerja sama dengan pemerintah daerah penting untuk bisa menyadarkan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Dan Kota Payakumbuh dengan Wali Kota Bapak Riza Falepi cukup konsen dengan hal ini. Deklarasi anti pekat dan LGBT beberapa waktu lalu menjadi salah satu buktinya,&#8221; pungkasnya<strong>.(*/mbb)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ada-balita-dan-bumil-segini-jumlah-penderita-hiv-aids-di-payakumbuh/">Ada Balita dan Bumil, Segini Jumlah penderita HIV/AIDS di Payakumbuh</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Langkah Komnas PA Selamatkan Anak Indonesia dari Bahaya HIV/ AIDS</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-langkah-komnas-pa-selamatkan-anak-indonesia-dari-bahaya-hiv-aids/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Dec 2018 05:59:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#aids]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hiv]]></category>
		<category><![CDATA[#komnaspa]]></category>
		<category><![CDATA[#PerlindunganAnak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=25228</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, Prokabar — Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait meminta agar semua pihak hadir untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari bahaya HIV/AIDS. Arist...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-langkah-komnas-pa-selamatkan-anak-indonesia-dari-bahaya-hiv-aids/">Ini Langkah Komnas PA Selamatkan Anak Indonesia dari Bahaya HIV/ AIDS</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Prokabar — </strong>Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait meminta agar semua pihak hadir untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari bahaya HIV/AIDS.</p>
<p>Arist mengatakan sudah banyak anak-anak menjadi korban terpapar atau terinfeksi HIV/ADS yang bersumber dari orangtuanya sendiri. Ia pun menyebut ada juga kasus anak usia balita terpaksa meregang nyawa akibat terinfeksi HIV/AIDS.</p>
<p>&#8220;Oleh sebab itu, sudah sepatutnya dan selayaknyalah, atas nama kemanusiaan, demi masa depan serta kepentingan terbaik anak, masyarakat, pemerintah dan negara wajib hadir untuk menyelamatkan anak-anak dari bahaya HIV AIDS yang sedang mengancam,&#8221; kata Arist dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (2/12).</p>
<p>Ia meminta agar pemerintah di seluruh Indonesia wajib menyediakan anggaran kesehatan yang cukup untuk menjamin dan menyelamatkan anak-anak dari bahaya HIV/AIDS.</p>
<p>Selain anggaran, jelas dia, program pencegahan dan deteksi dini kepada kelompok potensial terpapar atau terinfeksi HIV/AIDS dari orangtuanya dan hubungan seksual remaja sejenis harus menjadi program unggulan.</p>
<p>Ia juga meminta agar masyarakat tidak membenci, mengucilkan dan memberi stigma negatif terhadap pengidap HIV/AIDS. &#8220;Pemerintah wajib menjamin perlindungan kesehatan bagi korban khususnya bagi anak-anak yang terinfeksi atau terpapar HIV dan AIDS,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah melibatkan pemangku dan pegiat perlindungan lebih aktif memberikan informasi soal penularan HIV/AIDS.</p>
<p>&#8220;Dengan demikian anggota masyarakat paham dan mendapat infornasi yang benar sehingga tidak dalam ketakutan ketika menghadapi anak-anak yang terinfeksi HID/AIDS dan tidak main hakim sendiri. Disinilah pentingnya kehadiran pemerintah,&#8221; tuturnya. (*/hdp)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-langkah-komnas-pa-selamatkan-anak-indonesia-dari-bahaya-hiv-aids/">Ini Langkah Komnas PA Selamatkan Anak Indonesia dari Bahaya HIV/ AIDS</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Langkah Pemkot Padang Tekan Perkembangan HIV/AIDS</title>
		<link>https://prokabar.com/ini-langkah-pemkot-padang-tekan-perkembangan-hiv-aids/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2018 01:30:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[#aids]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#hiv]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=8503</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar— Pemerintah Kota Padang mencatat sepanjang tahun 2017 jumlah HIV dan AIDS di Kota Bingkuang tersebut mencapai 463 kasus. Rinciannya, 370 orang terjangkit...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-langkah-pemkot-padang-tekan-perkembangan-hiv-aids/">Ini Langkah Pemkot Padang Tekan Perkembangan HIV/AIDS</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Padang, Prokabar</b>— Pemerintah Kota Padang mencatat sepanjang tahun 2017 jumlah HIV dan AIDS di Kota Bingkuang tersebut mencapai 463 kasus. Rinciannya, 370 orang terjangkit HIV dan 93 orang  mengidap AIDS.</p>
<p>Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dr. Gentina, Dinas Kesehatan Kota Padang, mengatakan, untuk menekan makin merebaknya kasus HIV dan AIDS di Padang, pihaknya melakukan beberapa langkah strategis.</p>
<p>&#8220;Kami menargetkan Padang pada tahun 2024 sudah Three Zero, yaitu Zero New Infection, Zero AIDS Related Deaths, dan Zero Discrimination untuk menekan kasus HIV/AIDS,&#8221; ungkapnya, Senin (4/6)</p>
<p><img decoding="async" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/79293FBA-480C-4D11-8D68-8AD15A413E2F.jpeg" width="1867" height="1328" class="alignnone wp-image-8504 size-full" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/79293FBA-480C-4D11-8D68-8AD15A413E2F.jpeg 1867w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/79293FBA-480C-4D11-8D68-8AD15A413E2F-300x213.jpeg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/79293FBA-480C-4D11-8D68-8AD15A413E2F-768x546.jpeg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2018/06/79293FBA-480C-4D11-8D68-8AD15A413E2F-1024x728.jpeg 1024w" sizes="(max-width: 1867px) 100vw, 1867px" /></p>
<p>Dia menjelaskan, program Zero New Infection diharapkan mampu menurunkan jumlah kasus baru HIV serendah mungkin. Adapun program Zero AIDS Related Deaths, menurunkan serendah mungkin angka kematian AIDS dan Zero Discrimination, menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap pasien HIV AIDS.</p>
<p>&#8220;Kami akan melakukan percepatan pencapaian 3 zero yaitu zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS dan zero stigma dan diskriminasi melalui pencegahan penularan HIV, meningkatkan segera akses pengobatan HIV, meningkatkan retensi pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup ODHA, mitigasi dampak sosial ekonomi epidemi HIV pada individu, keluarga dan masyarakat untuk menjaga produktifitas dan sumber daya manusia Indonesia,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini diperlukan upaya pencegahan dan penanggulangan yang sistematif dan komprehensif agar penyebaran kasus ini tidak semakin meluas.</p>
<p>“Dengan Three zero tersebut, lanjutnya, maka cita-cita Kota Padang dalam mewujudkan masyarakat yang madani, sehat dan sejahtera kita harap akan dapat terwujud.” jelasnya.</p>
<p>Dinkes Kota Pasang juga fokus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyebaran HIV/AIDS melalui tes sedari dini. Selain memberikan perlindungan terhadap diri sendiri, upaya ini memungkinkan perlindungan pada keluarga lebih maksimal.</p>
<p>Sejak dua tahun lalu, Dinkes Kota Padang melihat penyebaran HIV/ AIDS didominasi pada laki-laki suka laki-laki. Bahkan, hal ini menggeser dominasi penyebaran yang disebabkan penggunaan jarum suntik. (<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/ini-langkah-pemkot-padang-tekan-perkembangan-hiv-aids/">Ini Langkah Pemkot Padang Tekan Perkembangan HIV/AIDS</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 46/148 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.016 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 20:14:45 by W3 Total Cache
-->