<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#adv Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/adv/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/adv/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Oct 2020 11:51:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#adv Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/adv/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sakato Lahia jo Batin, Baitu di Minangkabau</title>
		<link>https://prokabar.com/sakato-lahia-jo-batin-baitu-di-minangkabau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2020 11:51:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#adv]]></category>
		<category><![CDATA[#Fage]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=76193</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamudiak saantak galah, kailia sarangkuah dayuang, sakato lahia jo bathin, sasuai muluik jo hati. Artinya untuk melaksanakan suatu pekerjaan dalam masyarakat, pemimpin harus satu...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sakato-lahia-jo-batin-baitu-di-minangkabau/">Sakato Lahia jo Batin, Baitu di Minangkabau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Kamudiak saantak galah, kailia sarangkuah dayuang, sakato lahia jo bathin, sasuai muluik jo hati.</em></p>
<p>Artinya untuk melaksanakan suatu pekerjaan dalam masyarakat, pemimpin harus satu kata dengan perbuatan, seiya dan sekata. (dikutip dari Pepatah petitih Minangkabau Idrus Hakimy Dt Rajo Penghulu)</p>
<p>*<br />
Ada jelas? Begitulah kalau jadi gubernur di Sumatera Barat ini. Orang cedik semua di sini. Tapi, kalau dapek gili-nya, jangan disebut, mereka sokong beramai-ramai. Salah satu kiatnya, sesuai pepatah-petitih di atas, sakato lahia jo batin, sasuai muluik jo hati.</p>
<p>Begitu benarlah. Inilah yang dipesankan Jenderal Fakhrizal. Keturunan Pejuang Perang Kamang 1908 itu, tahu untuk menjadi pemimpin maka jangan lain kata lain perbuatan. Ia minta siapa saja harus begitu. &#8220;Kalau sudah begitu, cigin larinya Sumbar, percayalah,&#8221; kata dia.</p>
<p>Ini harus diikuti sikap anti korupsi yang dibuktikan dengan perbuatan. Maka orang-orang yang bekerja di Pemprov Sumbar menurut dia, pertama-tama harus berakhlak. Dengan itu semua muatan tentang jujur, tepat waktu, dan menghargai orang lain.</p>
<p>Karena itu, kata dia, kita harus kembali belajar adat secara sungguh-sungguh.&#8221;Tak menghabiskan waktu, sekali sepekan saja cukup, sampai merasa sudah cukup, bisa 6 bulan, bisa setahun.&#8221;</p>
<p>Menurut Jenderal, jika kita terlalu jauh dari akar budaya,maka ketika itu akan merasa sansai sendiri. Itulah kemudian, antara lain yang menyebabkan, tidak ada kepedulian pada rumah gadang, posisi datuak, harga menghargai dan apresiasi sudah tidak ada pada nenek moyang membuat sawah-sawah berjenjang. &#8220;Ini kaji dari bawah benar, jadi mari kita berjalan bersama, membangun Sumatera Barat, untuk masa depan yang lebih baik,&#8221;kata dia.</p>
<p>Tidak ada yang sulit kalau bersama, mau jalan tol, mau industri, mau UMKM, asal tak main sendiri-sendiri, bisa. Pemerintah katanya, harus fokus dan didukung oleh kelompok pemikiran yang kuat. &#8220;Makanya saya melihat Bappeda harus kuat,&#8221; katanya Ahad (18/1).</p>
<p>Menurut dia, semoderen-moderennya hidup, maka akar jangan lupa. Malah kian maju sebuah bangsa, makin dekat ia ke akar budayanya. &#8220;Makoe nan ka jadi gubernur tu yo nan dapek gamak Minanglah,&#8221; itu kawan seorang warga. Rakyat Sumbar bisa menerima pembaruan apa saja, termasuk jalan tol, tapi kalau kanai kucuah tagak mana dia mau.</p>
<p>Karena itu juga lah infrastruktur di Sumbar berjalan lambat pembangunannya. Ia pun mengamati kerusakan jalan sepanjang Alahan Panjang &#8211; Muaro Labuah. Kondisi jalan yang sejak dirinya menjadi Kapolda Sumbar 2017-2019 masih tetap sama. Tidak ada yang berubah signifikan.</p>
<p>Jalan di sepanjang Alahan Panjang sampai Muaro Labuah masih seperti itu-itu juga. Masih banyak lubang dan rusak. Bahkan di beberapa titik ada yang terban sampai 50 persen. “Idealnya, jalan dari Lubuk Selasih hingga Muaro Labuah minimal 8-10 meter. Apalagi topografi yang melintasi bukit, sangat rentan kendaraan masuk jurang,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Fakhrizal juga melirik akses jalan Muaro Labuah &#8211; Kambang (Pesisir Selatan) dan Padang Aro ke Sungai Rumbai (Dharmasraya). Untuk jalan Muaro Labuah &#8211; Kambang, akses jalan hanya bisa dilalui oleh kendaraan trail roda dua. Sedangkan jalan Padang Aro &#8211; Sungai Rumbai sudah bisa di lalui kendaraan roda empat.</p>
<p>Pengurusan dan eksekusi pembenahan jalan ini, bagi Fakhrizal berada pada keseriusan seorang gubernur. Pasalnya, negara sudah menyediakan cara dan aturan bagi setiap daerah untuk bisa berkembang dan maju.</p>
<p>&#8220;Saya jadi Kapolda lima tahun. Dua tahun di Kalimantan Tengah dan tuga tahun di Sumbar. Tahu betul saya bagaimana perkembangan daerah itu ada pada keseriusan gubernurnya. Jika Gubernurnya lalai, maka lalai pula daerahnya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Di sisi lain, tol juga sudah dibuat. Belum sudah. Panjang dari sana, pendek dari sini. Baru 4,5 Km. Beringsut. Jenderal melihat, tol penting untuk pergerakan barang dan orang. Salah satu kasus pergerakan orang antarkota adalah saat Idul Fitri dan akhir pekan. Sedangkan untuk distribusi barang, makin ke depan, kian penting kecepatan. (Rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/sakato-lahia-jo-batin-baitu-di-minangkabau/">Sakato Lahia jo Batin, Baitu di Minangkabau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>De Balai Baru Residence Tawarkan Hunian Premium yang Terjangkau</title>
		<link>https://prokabar.com/de-balai-baru-residence-tawarkan-hunian-premium-yang-terjangkau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2020 05:04:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#adv]]></category>
		<category><![CDATA[#Properti]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=76042</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Usaha properti di Kota Padang, Sumatra Barat, ternyata memiliki banyak peminat meski tengah dihadang pandemi Covid-19. Direktur Pemasaran PT Pejuang Langit...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/de-balai-baru-residence-tawarkan-hunian-premium-yang-terjangkau/">De Balai Baru Residence Tawarkan Hunian Premium yang Terjangkau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Usaha properti di Kota Padang, Sumatra Barat, ternyata memiliki banyak peminat meski tengah dihadang pandemi Covid-19.</p>
<p>Direktur Pemasaran PT Pejuang Langit Berkah Alfadani yang kini tengah membangun sebuah kawasan perumahan mengatakan, usaha properti yang kini dikenal dengan De Balai Baru Residence baru berjalan tiga bulan.</p>
<p>Tapi hasilnya telah ada 9 unit rumah yang terjual dengan berbagai type dan penjualan itu berada di situasi Covid-19.</p>
<p>&#8220;Ternyata peminat masih cukup tinggi, dan saya tidak menyangka hal itu,&#8221; kata Alfadani.</p>
<p>Dia menjelaskan type rumah yang dijualnya itu type 38/82, 38/95, 38/89, 48/103, 50/104, 55/163, dan 60/125. Dan memang bangunan di De Balai Baru Residence itu yang cukup banyak peminat adalah ukuran 38, 48, dan 60.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-76043" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0017-1024x724.jpg" alt="" width="1000" height="707" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0017-1024x724.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0017-300x212.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0017-768x543.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0017.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Pembeli kebanyakan datang dari orang-orang luar daerah seperti Jakarta yang merupakan perantau dari Sumbar. Hal itu berkat adanya pemasaran yang memanfaatkan media sosial sehingga memiliki jangkauan yang luas.</p>
<p>Alfadani menyebutkan adanya penjualan dan respon yang positif untuk usaha properti ini merupakan bagian dari cara pemasaran serta kondisi bangunan dan lahan yang disediakan sangatlah strategis.</p>
<p>&#8220;De Balai Baru Residence itu berada di kawasan yang strategis yakni dekat dari pusat kota, perguruan tinggi, balai kota, serta tak jauh dari Bandara Internasional Minangkabau. Makanya banyak orang melirik De Balai Baru Residence,&#8221; ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-76044" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0019-1024x576.jpg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0019-1024x576.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0019-300x169.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0019-768x432.jpg 768w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0019.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Alfadani yang sudah berpengalaman dengan usaha properti nyaris 10 tahun ini mengatakan setiap kawasan perumahan yang dijualnya memiliki jaminan kawasan yang aman dari banjir, lingkungan yang bersih, serta memiliki kawasan yang benar-benar mengedepankan suasana alam.</p>
<p>Begitu juga soal kualitas, untuk type rumah 38 De Balai Baru Residence memberikan kualitas rumah premium dan berbeda dengan dengan type 38 pada umumnya. Keistimewaannya itu salah satu adalah lantainya menggunakan granit sehingga memberikan kesan mewah.</p>
<p>&#8220;Harga untuk type 38 itu saat ini Rp380 juta dan untuk type 38 ini pun hanya tersisa 1 unit lagi. Memang type 38 ini cukup laris, karena ada kelebihan tanah di belakang seluas 3,5 meter sehingga bisa menambah bangunan nantinya,&#8221; jelas dia.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-76046" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0018.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0018.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0018-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2020/10/IMG-20201018-WA0018-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Untuk itu Alfadani mengakui kondisi penjualan usaha properti ini semakin membaik disaat di Sumbar sendiri telah mengakhiri masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga aktivitas masyarakat pun kembali membaik.</p>
<p>Karena memang selama Sumbar PSBB dulu, De Balai Baru Residence merasa cukup gamang karena lahan yang tersedia di Jalan Rimbo Tarok Kecamatan Kuranji Padang itu bakal terlantar. Tapi setelah adanya adaptasi kebiasaan baru De Balai Baru Residence pun banyak peminat.</p>
<p>&#8220;Sekarang saja dalam sehari itu ada sekitar 5 orang yang menghubungi kita untuk melihat kondisi bangunan. Dan rata-rata berhasil terjual,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dalam penjualan properti ini PT Pejuang Langit Berkah belum menjual rumah dengan sistem KPR. Tapi lebih ke sistem penjualan cash dengan sistem tanpa riba alias secara syariah.</p>
<p>Dimana setiap orang yang ingin membeli rumah bisa untuk membayarkan DP sebesar 20 persen dari harga rumah, dan pembayaran DP pun bisa dilakukan secara bertahap selama tiga bulan. Sementara sisanya bisa dilunasi secara bertahap pula dengan rentang waktu 6 hingga 12 bulan.</p>
<p>&#8220;Saya rasa cara seperti ini lebih aman dan terhindar dari riba. Karena harga rumah itu tidak ada bunga nya meskipun pembayarannya secara bertahap,&#8221; ucap Alfadani.(rls)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/de-balai-baru-residence-tawarkan-hunian-premium-yang-terjangkau/">De Balai Baru Residence Tawarkan Hunian Premium yang Terjangkau</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakhrizal, Menggarap Pertanian Nagari Maka Ekonomi Membumbung</title>
		<link>https://prokabar.com/fakhrizal-menggarap-pertanian-nagari-maka-ekonomi-membumbung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2020 13:04:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#adv]]></category>
		<category><![CDATA[#FakhrizalGenius]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=74628</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Kalau mau jadi gubernur, apa modal? Visi misi? Mana? Kalau sekadar hoyak hosen ABS-SBK sudah lama ada. Gaya lamo. Bagi-bagi beras,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fakhrizal-menggarap-pertanian-nagari-maka-ekonomi-membumbung/">Fakhrizal, Menggarap Pertanian Nagari Maka Ekonomi Membumbung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Kalau mau jadi gubernur, apa modal? Visi misi? Mana? Kalau sekadar hoyak hosen ABS-SBK sudah lama ada. Gaya lamo. Bagi-bagi beras, kampanye berselimut di balik jabatan, gaya lama juga. Rakyat sudah tahu itu. Lalu apa syaratnya? Apa yang hendak diperbuat? Bukan ota, tapi harus ada konsep yang bagus. Makanya, belok kiri, putar kanan, tibanya di Fakhrizal juga. Cagub ini sudah punya konsep yang mantap.</p>
<p>Fakhrizal akan membangun ekonomi pertanian. Caranya? Pupuk tersedia. Tidak seperti sekarang, tiap sebentar gantung. Pestisida murah. Tidak seperti sekarang, tiap tahun naik. Harga-harga hasil pertanian, tiap sebentar ambruk. Fakhrizal sedang mencari orang, bagaimana bisa memenuhi semua kebutuhan dapur Batam, Kepulauan Riau.</p>
<p>Sekarang saja bawang perai tak terpenuhi, permintaan 100 baru bisa dikirim sepertiga. Bawang perai misalnya. Belum lagi beras, lado, bawang, ketumbar. Jadi, Fakhrizal ingin fokus ke pertanian.</p>
<p>Jalan tol yang baru 4,2 Km itu, jika Fakhrizal jadi gubernur berdua dengan wagubnya Genius Umar, akan mengawalnya dengan ketat, turun ke jalan, tidak pandang-pandang saja dari Padang. Sekarang, banyak pandang dari kerja. Kerja sedikit, suara besar. Entah apa yang terjadi di negeri ini, provinsi ini. Jadi sudahlah, apa juga lagi. Hebat benar cagub-cagub Sumatera Barat ini, apa kerjanya bisa dinikmati nanti. Fakhrizal yang lagak aslinya Minang itu, bisa ditagih.</p>
<p>Dalam pandangan empiris, Sumatera Barat hari ini dibalut masalah, hasil pertanian tidak terjual dengan baik dan murah. Ini karena pasar sesuka hatinya saja, kadang murah, kadang mahal. Pertanian kita, tidak tergarap dengan baik. Lahan milik keluarga hanya 0,5 hektare, kalau ada di atas itu, maka dia orang kaya. Mana ada diperhatikan pemerintah. Itu baru lahan, belum lagi tentang hasil pertanian semisal gambir, kayu manis, kopi, pemerintah ikut-ikutan lalu kusut masai. Karet, tak direvitalisasi, sawit milik swasta, sedang rakyat di sana-sana saja. Jadi, gubernur besok ini, harus fokus pada pertanian. Jangan yang dipikirkan yang tinggi-tinggi.</p>
<p>Sumatera Barat yang katanya industri otak itu, kadang hanya galambuang saja. Tikamnya kurang. Banyak yang menggebu saat kampanye saja, kalau sudah terpilih, gila ke Jakarta saja, ditanya dia marah-marah. Dibuat pers, dia mengambok.</p>
<p>Kalau Fakhrizal dan Genius menang? Kita kawal, kita ingatkan baik-baik, jangan gila ke Jakarta saja, tapi ke desa, ke nagari, bertemu rakyat. Semua kepala daerah kita dengan alasan rapat, tiap cacah ke Jakarta. Sepekan bisa 4x kali ke Jakarta. Entah apa yang dia cari di sana. Ke Nagari? Indak ado. Dalam pidato ada.</p>
<p>Sudah rahasia umum, waktu kampanye lunak gigi dari lidah, &#8220;kita akan perhatikan rakyat, kita akan membangun kampung halaman, pemuda harapan bangsa, bundo kanduang jangan dilupa.&#8221; Itu otak intelek saja. Kenyataannya tidak demikian. Ulama dan niniak mamak kita gandeng? Hahaha tanya saja sama ulama dimana di Sumbar ini ada ulama dan ninik mamak digandeng dengan serius? Oh ada dong. Alhamdulillah.</p>
<p>Kebudayaan tak disentuh, kepedulian pada alam, penangulangan bencana alam dilupakan. Lupo apak tu, baa juo lai. Indak pangana we-e sinan doh. Maunya bangun mall, maunya bangun gedung maunya yang indak-indak saja. Bangun rakyat, bangun pertaniannya, bangun ekonominya. Provinsi itu ada karena ada rakyat. Malah ekonomi rakyat yang diabaikan.</p>
<p>Buka baju, pakai singket saja, turun bantu rakyat. Tiga tahun paling lama menjujut ekonomi rakyat. Kalau gubernur turun, maka bupati dan walikota jangan sok mantap. Ini wilayah saya, ini rakyat saya. Lalu indak basapo-an jo gubernur. Kalau begitu berhenti sajalah Anda sekarang. Fokuslahlah pada rakyat, jangan WTP ke WTP juga lagi. Ambil cangkul bekerja bersama rakyat. (rls/adv/*)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fakhrizal-menggarap-pertanian-nagari-maka-ekonomi-membumbung/">Fakhrizal, Menggarap Pertanian Nagari Maka Ekonomi Membumbung</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakhrizal, Selepas Jadi Gubernur Harus Jadi Menteri</title>
		<link>https://prokabar.com/fakhrizal-selepas-jadi-gubernur-harus-jadi-menteri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2020 04:21:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#adv]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#rls]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=74180</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar &#8211; Sudah tradisi Gubernur Sumbar jadi menteri, kecuali Pak Irwan Prayitno karena dari PKS yang bukan partai koalisi. Ini susahnya kalau koalisi-koalisi,...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fakhrizal-selepas-jadi-gubernur-harus-jadi-menteri/">Fakhrizal, Selepas Jadi Gubernur Harus Jadi Menteri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar</strong> &#8211; Sudah tradisi Gubernur Sumbar jadi menteri, kecuali Pak Irwan Prayitno karena dari PKS yang bukan partai koalisi. Ini susahnya kalau koalisi-koalisi, yang baik tak terpakai, tapi mana tahu 2024 terpakai.</p>
<p>Kini Sumbar sajalah dulu, siapa kira-kira calon gubernur yang ada sekarang, bisa jadi menteri? Jadi menteri oke, tapi lebih oke lagi, kasih jatah kursi sekolah hebat SMP dan SMA pada anak-anak miskin.</p>
<p>Fakhrizal dong. Kenapa? Pertama sejak remaja dia polisi, jelas bukan orang politik. Alasan lainnya? Barang siapa yang berhasil melakukan pendekatan dengan rakyat tanpa dibuat-buat, tanpa setingan bukan untuk popularitas, maka dia akan sukses. Bagaimana caranya? Bukan cara yang sekarang sedang berlaku yang penuh kepura-puraan itu. Fakhrizal sudah tahu caranya yang alami, natural dan bukan dibuat-buat itu.</p>
<p>Menurut kajian tim Fakhrizal-Genius Umar, pasangan ini, punya kelebihan yang tak dimiliki pasangan lain. Apa itu? Merakyat. Kita lihat satu-persatu. Fakhrizal, sejak remaja sudah akrab dengan Minang, bahkan dia salah seorang pemain bola handal, yang saat tinggal di Air Tawar Padang, ikut seleksi PSP Yunior. Anak Kamang Mudiak, Agam ini, tipikal anak cita-cita orang tua Minang, jadi polisi.</p>
<p>Ia lahir 1963, pas jadi gubernur 5 tahun, lalu jadi menteri. Salah satu modalnya ya itu tadi bisa dekat dengan rakyat tanpa dibuat-buat. Kalau soal lobi ke pusat, semua pintar, pidato semua pintar, naik oto ngeong-ngeong, hahaha Fakhrizal sudah kenyang. Rapat ke rapat saja kerjanya? Itu gaya lama. Gaya sekarang eksekusi, rapatnya sedikit saja.</p>
<p>Berpikir berat Sumbar harus maju lima tahun ke depan? Kalau tak bisa dikerjakan oleh Bappeda, tutup saja Bappeda Sumbar itu. Masih ingat ketua Bappeda Thamrin Nurdin? Tak tahukan, tak ingatkan? Makanya, kita suruh sajalah Fakhrizal ini lagi jadi gubernur, pilih ketua Bappeda yang hebat, menjujut lari Sumbar setelah ini, percayalah kalau tidak.</p>
<p>Sering ke bawah, ke Jakarta Wagub atau Sekda saja, kalau tak tembus oleh mereka baru gubernur terjun, tak juga, ajak wartawan, terbuka semua pintu.</p>
<p>Pokoknya Pak Fakhrizal, urus rakyat saja. Bupati walikota yang sok mantap, tolong &#8220;dididik&#8221;, sebab sikap semacam itu sering menghambat kemajuan. Mau contoh? Hehehe, banyak.</p>
<p>Kalau urus rakyat jangan sering-sering pakai oto ngeong-ngeong Pak Fakhrizal, kenapa? Libak rakyat nanti. Tapi jangan tak pakai voorijder pula sama-sekali, hambar saja gubernur kami, tak enak pula rasanya.</p>
<p><strong>Anak Miskin</strong></p>
<p>Tradisi jadi menteri itu, sebenarnya bukanlah tradisi, tapi &#8220;kalau bisa&#8221; jadi menteri jugalah, ada rasa bangga urang awak sebab sejak dulu kita memang dikelilingi rasa bangga akan tokoh-tokoh.</p>
<p>Dari seribu ada agak lima orang yang bangga, jadi kagum dan menyekolahkan anaknya agar sehebat tokoh-tokoh itu. Lima orang saja untuk setahun anak Minang yang benar0benar jadi orang, kan bagus itu. Jangan setelah pintar dia malah tak mau pulang. Ini bahaya.</p>
<p>&#8220;Tugas Fakhrizal harus ke sana, bersama wagubnya yang doktor. Jika pembangunan fisik saja, bawalah ke sinilah, biar saya jadi gubernur,&#8221; itu kata urang lapau di Piaman.</p>
<p>Bagaimana hendaknya, gubernur dan wagub baru ini, bisa melahirkan orang pintar agak lima setahun, ulama agar dua setahun, jadilah. Dua ulama kalau sedalam Ustad Somad, bergetar bisa Sumatera dibuatnya.</p>
<p>Masa ndak bisa? Lepas anak-anak kita sekolah dan kuliah kemana saja. Sekolah hebat itu bagi jatah kursinya pada anak-anak desa, yang miskin, cobalahlah lihat kalau ndak mendudu lari oto Sumatera Barat ini, entahlah.</p>
<p>Beasiswa cukup ada dana Rajawali, lobang yang lain bisa dicari. Sekarang, Fakhrizal tinggal bilang, &#8220;anak-anak miskin, urang kampuang, diberi jatah di sekolah hebat.&#8221; Kapan lagi memihak pada orang kecil, yang menggarik jakun-jakunnya melihat sekolah, melihat anak orang sekolah tinggi-tinggi.</p>
<p>Kapan perlu jangan pandang bulu, anak pintar anak setengah pintar hayo sekolah perai. Kalau bodoh? Tak ada yang bodoh, yang ada: salah menyekolahkan anak. Dia mau membuat lemari, disekolahkan ke SMA. Dia hendak main basket, pintar dan talentanya di sana, dimasukkan juga ke kejuruan. Jadi bebaskan saja peserta didik memilih sekolahnya, soal pintar bodah, itu soal gelek dan kiat saja.<br />
Nah, ayo pilih Fakhrizal, kita giring polisi jenderal ini mengikuti kehendak baik rakyat Sumbar. (Malin Kapalo Koto)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/fakhrizal-selepas-jadi-gubernur-harus-jadi-menteri/">Fakhrizal, Selepas Jadi Gubernur Harus Jadi Menteri</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 30/94 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/14 queries in 0.017 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 19:40:54 by W3 Total Cache
-->