<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ade Putra Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/ade-putra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/ade-putra/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Feb 2025 14:56:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>Ade Putra Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/ade-putra/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Diduga Harimau, Cakar dan Jejak Ditemukan di Kebun Warga</title>
		<link>https://prokabar.com/diduga-harimau-cakar-dan-jejak-ditemukan-di-kebun-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2021 11:57:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#bksdaagam]]></category>
		<category><![CDATA[#Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<category><![CDATA[Ade Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Alamsyah]]></category>
		<category><![CDATA[Beruang Madu]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Tanjung Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Macan Dahan]]></category>
		<category><![CDATA[Nagari Duo Koto]]></category>
		<category><![CDATA[Resor Konservasi Sumber Daya Alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=92705</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prokabar.com, Agam &#8211; Jejak cakar satwa liar diduga Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) ditemukan di pohon kulit manis kebun warga jalan lingkar Situpo, Jorong...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/diduga-harimau-cakar-dan-jejak-ditemukan-di-kebun-warga/">Diduga Harimau, Cakar dan Jejak Ditemukan di Kebun Warga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b><a href="https://prokabar.com/">Prokabar.com</a>, Agam</b> &#8211; Jejak cakar satwa liar diduga Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) ditemukan di pohon kulit manis kebun warga jalan lingkar Situpo, Jorong Mudiak, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.</p>
<p>Kepala Resor KSDA Agam Ade Putra menceritakan seorang warga, Alamsyah (55), menemukan jejak dan cakar Harimau Sumatera  itu saat mencari durian, Selasa (10/8).</p>
<figure id="attachment_92728" aria-describedby="caption-attachment-92728" style="width: 1080px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://prokabar.com/satwa-berkeliaran-di-kebun-warga-jejak-dan-cakar-ditemukan-di-tanjung-raya/jejak/" rel="attachment wp-att-92728"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-92728" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/Jejak.jpg" alt="Bekas jejak satwa liar yang memasuki kawasan perkebunan warga Jorong Mudiak agari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada Selasa (10/8)" width="1080" height="810" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/Jejak.jpg 1080w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/Jejak-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/Jejak-1024x768.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/Jejak-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a><figcaption id="caption-attachment-92728" class="wp-caption-text">Bekas jejak satwa liar yang memasuki kawasan perkebunan warga Jorong Mudiak agari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada Selasa (10/8)</figcaption></figure>
<p>&#8220;Pada Senin (9/8) malam, Alamsyah mendengar bunyi satwa di kebun saat ia sedang berada di dalam pondok.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ia langsung mengatakan ambillah durian itu dan jangan ganggu saya,&#8221; terang Ade.</p>
<p>Melalui keterangan Walinagari Duo Koto lanjut Ade Putra, Pada Selasa (10/8) pagi  Alamsyah menemukan jejak satwa di pohon kulit manis.</p>
<p>Walinagari langsung melaporkan temuan jejak satwa itu ke Bhabinkamtibmas Duo Koto dan Pemerintahan Kenagarian Duo Koto.</p>
<p>Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam akan memastikan jejak dan cakaran tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau semua warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di kebun, terutama saat memanen durian.&#8221;</p>
<p>&#8220;Segera menghindar ke lokasi lebih aman agar tidak mendapatkanserangan satwa itu dengan pergi ke kebun sendirian,&#8221; tegasnya.</p>
<h4>Penelusuran ke Lokasi</h4>
<p>Petugas Resor KSDA Agam telah ke lokasi untuk memastikan laporan dari Wali Jorong Mudik Pindi Eka Hadi Nata dan warga sekitar pada Kamis (12/8)</p>
<p>&#8220;Hasil identifikasi dan wawancara saksi mata, petugas menemukan bekas cakaran Macan Dahan dan Beruang Madu (Helarctos Malayanus) di lokasi.</p>
<figure id="attachment_92706" aria-describedby="caption-attachment-92706" style="width: 1080px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://prokabar.com/satwa-berkeliaran-di-kebun-warga-jejak-dan-cakar-ditemukan-di-tanjung-raya/save_20210813_185038/" rel="attachment wp-att-92706"><img decoding="async" class="size-full wp-image-92706" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/SAVE_20210813_185038.jpg" alt="Proses identifikasi jejak " width="1080" height="810" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/SAVE_20210813_185038.jpg 1080w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/SAVE_20210813_185038-300x225.jpg 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/SAVE_20210813_185038-1024x768.jpg 1024w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2021/08/SAVE_20210813_185038-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a><figcaption id="caption-attachment-92706" class="wp-caption-text">Proses identifikasi jejak</figcaption></figure>
<p>&#8220;Selain itu menemukan bekas buah durian bekas gigitan Beruang Madu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Perkiraan sementara bekas jejak itu sekitar satu sampai dua hari lalu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menindaklanjuti temuan itu, Resor KSDA Agam akan memasang kamera jebak untuk mendapatkan kepastian melalui gambar visual, Jumat (13/8).</p>
<p>&#8220;Apabila terekam Beruang Madu atau Macan Dahan, kami akan melakukan pengusiran satwa tersebut.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sebab jarak dari lokasi ke hutan lindung hanya 150 meter dan dari pemukiman hanya 500 meter,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Resor KSDA Agam juga sedang menangani konflik antara manusia dengan satwa berupa Beruang Madu di Jorong Pincuran Gadang, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya.</p>
<p>&#8220;Kita memasang satu unit kandang jebak dan tiga unit kamera jebak pada Jumat (6/8),&#8221; tutup Ade. <strong>(rud)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/diduga-harimau-cakar-dan-jejak-ditemukan-di-kebun-warga/">Diduga Harimau, Cakar dan Jejak Ditemukan di Kebun Warga</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</title>
		<link>https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ade]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2021 08:45:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ota Lapau]]></category>
		<category><![CDATA[#bksda]]></category>
		<category><![CDATA[#lintau]]></category>
		<category><![CDATA[#simpai]]></category>
		<category><![CDATA[#surili]]></category>
		<category><![CDATA[Ade Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Primata]]></category>
		<category><![CDATA[Primata Sumtra]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=84572</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROKABAR.COM, PADANG-  Simpai, kera berekor panjang. Di rimba lincah melompat. Simpai tak jahat, namun kalau berombongan hiruk rimba oleh bunyinya. Kenapa pula ada yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/">Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PROKABAR.COM, PADANG-</strong>  Simpai, kera berekor panjang. Di rimba lincah melompat.</p>
<p>Simpai tak jahat, namun kalau berombongan hiruk rimba oleh bunyinya.</p>
<p>Kenapa pula ada yang menyiksa Simpai nan lincah ini.</p>
<p>Primata langka itu bertungkai dan berlengan panjang. Bulunya halus warna kuning. Pelompat indah adalah primata Sumatera.</p>
<p>Lincah, suka berayun-ayun pada dahan kayu besar.</p>
<p><strong>Berita Terkait</strong></p>
<p><a href="https://prokabar.com/diduga-terjadi-di-lintau-tiga-pemuda-siksa-hewan-dilindungi-simpai-sumatera/"><strong>Diduga Terjadi di Lintau, Tiga Pemuda Siksa Hewan Dilindungi Simpai Sumatera</strong></a></p>
<p>Biasanya kera berekor panjang itu turun ke tanah untuk minum di tepi sungai atau batang air.</p>
<p>Pada anak-anak sungai dalam rimba.</p>
<p>Di rimba, parak, ladang-ladang simpai hidup bersama siamang, beruk, cigak atau kera.</p>
<p>Makhluk lompat-melompat di pepohonan ini, terlincah dari kawan-kawannya.</p>
<p>Ekor simpai yang panjang, terlihat lucu. Binatang lucu itulah yang dilindungi, karena telah langka.</p>
<p>Beberapa anak bujang menyiksa hewan primata itu pula. Kabarnya di Lintau.</p>
<h3>Video Penyiksaan Simpai</h3>
<p>Sebelumnya media sosial geger dengan video penyiksaan seekor Simpai atau Surili.</p>
<p>Sebanyak tiga pemuda menyiksa Surili dan merekam penyiksaan itu dalam sebuah video untuk media sosial.</p>
<p>Video berdurasi 26 detik tersebut, memperlihatkan mereka menyiksa Surili di pinggir sungai.</p>
<p>Mereka tertawa kegirangan saat menyiksa Surli tersebut.</p>
<div align="left">
<p dir="ltr">Tampak seorang laki-laki tanpa memakai baju dan celana jeans pendek menarik ekor Surili.</p>
<p dir="ltr">Primata itu terlihat tersungkur di tanah dan terkesan kesakitan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga <a href="https://milenialisme.com/">Milenialisme.com</a></strong></p>
<ul>
<li dir="ltr"><a href="https://milenialisme.com/lifestyle/robot-tercanggih-di-dunia-indonesia-masuk-daftar/"><strong>Robot Tercanggih di Dunia, Indonesia Masuk Daftar</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/pertanian-selamatkan-ekonomi-sumbar-selama-pandemi/"><strong>Pertanian Selamatkan Ekonomi Sumbar Selama Pandemi</strong></a></li>
<li><a href="https://milenialisme.com/berita/ekonom-uin-ib-angkat-suara-soal-janji-politik-mahyeldi/"><strong>Ekonom UIN IB Angkat Suara soal Janji Politik Mahyeldi</strong></a></li>
</ul>
<p dir="ltr">Ketiga pria tersebut malah tertawa saat Surlili menjerit.</p>
<p dir="ltr">Laki-laki yang memegang ekor primata langka tersebut tercebur ke sungai saat hewan itu menggelinjang.</p>
<p dir="ltr">Temannya yang membawa karung dan memakai kaos hitam mencoba menangkap primata itu lagi di sungai.</p>
<p dir="ltr">Sementara yang lainnya hanya menertawakan penyiksaan Surlili.</p>
<p dir="ltr">Sedangkan satu lagi teman memakai baju kaos hijau tua hanya menertawakan penyiksaan hewan.</p>
<p dir="ltr">Kepala BKSDA Resor Agam Ade Putra memastikan kejadian tersebut di Lintau.</p>
<p dir="ltr">Pihak BKSDA masih menelusuri kejadian hingga sekarang, Kamis (1/4/2021).   (nrs)</p>
</div>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/simpai-nan-lincah-kenapa-disiksa/">Simpai nan Lincah Kenapa Disiksa</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 33/102 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/16 queries in 0.025 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 22:55:14 by W3 Total Cache
-->