<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#abssbk Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/tagar/abssbk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/tagar/abssbk/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Jun 2023 03:12:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>#abssbk Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/tagar/abssbk/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Festival Sumpah Sati Bukik Marapalam</title>
		<link>https://prokabar.com/festival-sumpah-sati-bukik-marapalam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi3]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2023 03:12:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#abssbk]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM #TanahDatar]]></category>
		<category><![CDATA[#puncakpato]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=113625</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar- Satu Nagari, Satu Event kembali dihelat di Tanah Datar. Bertema Festival Sumpah Sati Bukik Marapalam, disaksikan ribuan pengunjung dengan menampilkan kesenian...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/festival-sumpah-sati-bukik-marapalam/">Festival Sumpah Sati Bukik Marapalam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanah Datar, Prokabar-</strong> Satu Nagari, Satu Event kembali dihelat di Tanah Datar. Bertema Festival Sumpah Sati Bukik Marapalam, disaksikan ribuan pengunjung dengan menampilkan kesenian tradisional, dan berbgai jenis kuliner khas Lintau Buo Utara.</p>
<p>&#8220;Festival Sumpah Sati, Bukik Marapalam menjadi perbincangan hangat diseluruh kalangan. Bagaimana tidak, disinilah tempat dilafalkannya sumpah itu, yang melahirkan filosofi Minangkabau, yakni Adaik Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah (ABS, SBK),&#8221; ujar Bupati Eka Putra, di kawasan Wisata Puncak Pato, Lintau Buo Utara, Sabtu (17/6/2023).</p>
<p>Ia menambahkan dengan lahirnya filosofi ABS, SBK ditempat itu, kawasan Panorama Puncak Pato memiliki nilai lebih dari destinasi wisata lainnya di Tanah Datar. Maka dari itu, pemerintah daerah berupaya menjadikan daerah ini, sebagai destinasi wisata berskala Internasional.</p>
<p>&#8220;Begitu banyak budaya ditampilkan di Festival Sumpah Sati, Bukik Marapalam. Hal ini, sangat bermanfaat dalam melestarikan dan mempromosikan kearifan lokal anak nagari,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Wali Nagari Batu Bulek Andri Musdar mengatakan diangkatnya tema Festival Sumpah Sati, Bukik Marapalam untuk memberikan edukasi ke masyarakat tentang filosofi Minangkabau.</p>
<p>&#8220;Acara ini, dilaksanakan selama tiga hari ke depan, banyak kegiatan selama itu, tentunya sebagian besar berkaitan dengan tema diusung, yakni Festival Sumpah Sati, Bukik Marapalam,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Tokoh Perantau Kolonel Kelly Jufri mengatakan terlaksananya Festival Sumpah Sati, Bukik Marapalam akan memberikan berbagai dampak positif bagi masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, Festival Sumpah Sati, Bukik Marapalam akan menjadi pembelajaran penting bagi generasi muda terkait lahirnya filosofi ABS, SBK.</p>
<p>&#8220;Semoga Festival Sumpah Sati, Bukik Marapalam memberikan manfaat lebih bagi masyarakat, baik meningkatkan kunjungan wisata untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan,&#8221; ujarnya. <strong>(eym)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/festival-sumpah-sati-bukik-marapalam/">Festival Sumpah Sati Bukik Marapalam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengamalan ABS-SBK Semakin Kuat di Agam, Ini Indikatornya</title>
		<link>https://prokabar.com/pengamalan-abs-sbk-semakin-kuat-di-agam-ini-indikatornya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2020 03:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#abssbk]]></category>
		<category><![CDATA[#Agam]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=78267</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agam, Prokabar — Pemeritah Kabupaten Agam gencar menggalakan Gerakan Nagari Madani sejak empat tahun terakhir. Sejak dicanangkan, semarak kehidupan sosial masyarakat sudah semakin kuat...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pengamalan-abs-sbk-semakin-kuat-di-agam-ini-indikatornya/">Pengamalan ABS-SBK Semakin Kuat di Agam, Ini Indikatornya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Agam, Prokabar —</strong> Pemeritah Kabupaten Agam gencar menggalakan Gerakan Nagari Madani sejak empat tahun terakhir. Sejak dicanangkan, semarak kehidupan sosial masyarakat sudah semakin kuat dalam penanaman nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Hal itu dapat meningkatkan karakter budaya masyarakat Minang tentunya.</p>
<p>Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Agam, Teddy Martha, menuturkan untuk mewujudkan visi Agam Mandiri dan Berprestasi yang Madani, sejak tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Agam melahirkan kebijakan berupa Gerakan Nagari Madani.</p>
<p>&#8220;Adapun maksud gerakan ini adalah untuk mewujudkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman dan nilai ABS-SBK guna menciptakan karakter masyarakat madani yang berpedoman kepada Perbub Nomor 74 tahun 2016,&#8221; ujarnya melalui Khasman Zaini, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Sabtu malam (28/11).</p>
<p>Sejak digalakan pada 2017 lanjutnya, Gerakan Nagari Madani menunjukan keberhasilan yang sangat baik. Di samping peningkatan signifikan level nagari madani setiap tahunnya, kehidupan keagamaan di tengah masyarakat juga semakin semarak.</p>
<p>&#8220;Keberhasilan pelaksanaan gerakan ini, tidak lepas dari komitmen kepala daerah dan wakil kepala daerah, serta ditunjang usaha bersama sejumlah OPD, Pemerintah Kecamatan hingga ke tingkat nagari,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Berdasarkan hasil evaluasi dan assement pelaksanaan Gerakan Nagari Madani, Teddy menyebut terdapat peningkatan yang signifikan implementasi 43 indikator Nagari Madani yang tertuang pada Perbub Nomor 74 tahun 2016.</p>
<p>Adapun sejumlah indikator utama gerakan Nagari Madani terdiri dari 7 kriteria. Pertama, optimalisasi pendidikan informal terutama Al-quran. Kedua, peningkatan peranan masjid dan surau sebagai sentra kehidupan masyarakat.</p>
<p>Ketiga, pelaksanaan perlindungan atas kampung dan masyarakat nagari. Keempat, peningkatan rasa kepedulian sosial ukhuwah islamiyah, kekeluargaan dan gotong-royong. Kelima, penerapan adat, seni budaya dan olah raga yang sesuai dengan nilai ABS-SBK.</p>
<p>Keenam, peningkatan peran serta lembaga dan organisasi masyarakat. Ketujuh, peningkatan kesalehan individu dan sosial.</p>
<p>&#8220;Kriteria-kriteria tersebut mempunyai item dan poin masing-masing, nanti akan diakumulasikan untuk menentukan suatu nagari sudah berhasil menggerakan nagari madani atau belum,&#8221; terangnya.</p>
<p>Di awal penerapannya, pihaknya memonitoring pelaksanaan Gerakan Nagari Madani dengan memasukan 82 nagari ke dalam lima level. Disebutkan level-level tersebut diberi skor, meliputi skor 0-85 untuk level I, 86-110 untuk level II, 111-130 untuk level III, 131-170 untuk level IV dan 171-215 untuk level V.</p>
<p>Pada tahun 2017, sebanyak 38 nagari berada di level I, 28 nagari di level II dan 16 di level III. Sementara belum ada nagari yang berhasil berada di level IV dan V.</p>
<p>&#8220;Namun, pada 2018 hasil assesment menujukan peningkatan yang signifikan dimana sebanyak 13 nagari mencapai level IV dan 1 nagari di level V. Tahun 2019 meningkat lagi, sehingga 37 nagari berada di level IV dan 8 nagari berada di level V,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Dikatakan, setiap tahun pihaknya merangkum sejumlah kekurangan dan kelemahan yang belum dipenuhi suatu nagari. Sehingga, tukasnya, di bawah koordinator camat, nagari akan berupaya meningkatkan pencapaian level yang lebih baik.</p>
<p>&#8220;Pencapaian level ini juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah bersama stakeholder serta peran ulama, ninik mamak, dan tokoh masyarakat,&#8221; ucap Teddy.</p>
<p>Secara garis besar, sambungnya, sejak 2017 penerapan 7 kriteria yang ditentukan memang masih memiliki kekurangan di 82 nagari. Namun, pada 2019 kekurangan tersebut sudah semakin membaik.</p>
<p>Pihaknya mencontohkan perbaikan pada kriteria optimalisasi pendidikan informal terutama Al-quran. Terjadi penurunan buta baca tulis Al-quran dari tahun 2016 sebanyak 752 orang menjadi 458 orang pada 2019 atau berkurang sebesar 39 persen.</p>
<p>Selama pelaksanaan Gerakan Nagari Madani, pihaknya menyimpulkan terjadi peningkatan yang signifikan penerapan nilai ABS-SBK di kehidupan sosial masyarakat. Dikatakan hal itu terjadi karena adanya sokongan anggaran nagari terutama pada kriteria yang masih mengalami kelemahan.</p>
<p>Sungguh begitu, pihaknya berharap Gerakan Nagari Madani dapat terus berlanjut dan ditingkatkan. Kedepan, semua pihak dapat menjaga komitmen dalam melanjutkan perwujudan Gerakan Nagari Madani.</p>
<p>&#8220;Meski sudah berjalan baik, bukan berarti kegiatan ini selesai. Gerakan Nagari Madani seharusnya tidak pernah selesai karena ukuran atau standar yang akan dicapai juga terus meningkat,&#8221; tutupnya. (<strong>rud</strong>).</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/pengamalan-abs-sbk-semakin-kuat-di-agam-ini-indikatornya/">Pengamalan ABS-SBK Semakin Kuat di Agam, Ini Indikatornya</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Ibu Bunuh Anak di Tanah Datar. Bagaimana Kini Pemahaman ABS SBK ??</title>
		<link>https://prokabar.com/kasus-ibu-bunuh-anak-di-tanah-datar-bagaimana-kini-pemahaman-abs-sbk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2019 14:31:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[#abssbk]]></category>
		<category><![CDATA[#EYM]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[#TanahDatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=47063</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanah Datar, Prokabar — Kasus pembunuhan yang terjadi di Jorong Andaleh Baruah Bukik, Kecamatan Sungayang Tanah Datar, dimana seorang ibu tega menghabisi nyawa anaknya...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kasus-ibu-bunuh-anak-di-tanah-datar-bagaimana-kini-pemahaman-abs-sbk/">Kasus Ibu Bunuh Anak di Tanah Datar. Bagaimana Kini Pemahaman ABS SBK ??</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><span class="s1"><strong>Tanah Datar, Prokabar —</strong> Kasus pembunuhan yang terjadi di Jorong Andaleh Baruah Bukik, Kecamatan Sungayang Tanah Datar, dimana seorang ibu tega menghabisi nyawa anaknya yang barus saja dilahirkan, membuat buncah dan menjadi tamparan keras bagi seluruh elemen masyarakat Minangkabau yang selama ini dikenal memegang teguh Adat Basandi Syara&#8217;, Syara&#8217; Basandi Kitabullah (ABS- SBK).</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Mirisnya lagi, peristiwa ini terjadi tidak jauh dari lokasi dimana Sumpah Sati Bukik Marapalam yang melahirkan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, Syara’ Mangato Adat Mamakai.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Menanggapi terjadinya kasus ibu bunuh bayi di Luhak Nan Tuo, Sukri Iska, Ketua MUI Tanah Datar<span class="Apple-converted-space">  </span>secara prinsip menyesali munculnya kasus tersebut di bumi Minangkabau. Dalam agama islam, tindakan membunuh orang lain sangatlah dikecam, apalagi membunuh anak kandung sendiri.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">”Tidak ada satupun celah didalam islam mentoleransi tentang itu (membunuh). Seperti apapun kondisinya, yang namanya membunuh itu tidak ada dalam islam. Yang ada, memberikan sangsi terhadap orang yang membunuh dalam bentuk membunuh. Tetapi itu tidak dikenal didalam proses hukum yang ada di Indonesia,&#8221; Ucap Syukri Iska saat dihubungi Prokabar.com.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Lebih lanjut, Direktur pasca sarjana IAIN Batusangkar ini juga menambahkan, terjadinya krisis pemahaman dan pengamalan agama menjadi faktor utama penyebab terjadinya tindakan yang bertentangan dengan agama dan hukum yang berlaku di negeri ini, selain dari faktor ekonomi, paikologis, beban depresi dan sebagainya. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Yang bikin kita terenyuh, terjadinya pemahaman dan pengamalan agama yang sangat dangkal hingga terjadinya kasus membunuh, LGBT, narkoba dan sebagainya.&#8221; ujar pria yang juga Ketua Organisasi Himpunan Ilmuan dan Sarjana Syariah Islam (HISSI) Sumatera Barat ini.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Sementara itu, menyikapi sejauh mana pengamalan ABS &#8211; SBK oleh masyarakat Luhak Nan tuo dijawab Syukri Iska yang hakikatnya pengamalan tersebut ada pada individu, komunitas, sistem sosial dan sistem pemerintahan. Jika sinergisitas antara individu, masyarakat dan pemerintah terwujud, maka segala sesuatu yang bertentangan dengan agama dan hukum tidak akan terjadi.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Perlu duduk bersama tungku tigo sajarangan, tungku tigo tali sapilin untuk mencoba membincang bincangkan persoalan persoalan sosial, keumatan, dan tidak sebatas tampilan formal atau ceremoni. Tapi bagaimana ada sentuhan yang kongkrit dilakukan bersama sinergi tiga komponen tadi, sehingga bisa tereleminir, tidak akan hilang, terkurangilah kejadian kejadian seperti ini,&#8221; ucapnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Syukri menambahkan perlu adanya media konseling disetiap kecamatan. Dan hal ini bisa dilakukan oleh orang yang ahli seperti, guru, dosen dan penyuluh agama.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8221; Kantor KUA perlu membuka wadah atau rubrik atau ruangan untuk masyarakat yang ingin curhat dalam menyelesaikan masalah pribadi. Ada langka yang kongkrit yang perlu dilakukan, namun tidak kita lakukan,&#8221; tutupnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Disisi lain, tokoh masyarakat Tanah Datar, Khairul Jasmi juga angkat suara terhadap kasus yang menghebohkan Luhak Nan Tuo. Menurut beliau,<span class="Apple-converted-space">  </span>masyarakat, tokoh masyarakat dan agama serta<span class="Apple-converted-space">  </span>Pemerintah untuk berhenti menganggap bahwa ABS &#8211; SBK sudah diterapkan dengan baik di Tanah Datar. Seluruh element juga diminta untuk tidak menyanjung diri sendiri terhadap pemahaman dan pengamalam ABS &#8211; SBK yang seolah olah<span class="Apple-converted-space">  </span>telah sempurna dilakukan.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Biarkan ABS SBK itu masak sendiri. Yang mesti dilakukan, mengaplikasikannya di tiap rumah tangga. Sepanjang riuhnya masih di tataran elit selama itu pula yang didapat hanya buih,&#8221; kata tokoh masyarakat Tanah Datar, yang akrap disapa KJ.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Ia juga menyarankan, agar pemerintah, pemangku adat, ulama dan cendikiawan, untuk lebih fokus pada akar persoalan yang terjadi ditengah tengah masyarakat,<span class="Apple-converted-space">  </span>yaitu semakin rapuhnya tatanan sosial dan kurang disiplinnya menegakkan etika bersama, moral dan agama.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Pelaku pembunuh bayi, karena anak tak punya ayah itu, sebaiknya jangan dihukum berlebihan. Hukum sosial lebih berat dari hukuman fisik. Ia adalah korban dari rapuhnya pagar moral kita,&#8221; tutup KJ. </span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Sementara, Eko Yance mengatakan<span class="Apple-converted-space">  </span>hendaknya kita tidak mencari kesalahan dan pembenaran terhadap kasus ibu yang membunuh darah dagingnya sendiri itu. Menurutnya, terjadinya kasus tersebut tidak terpas dari ketidaktaatan terhadap moral dan lemahnya pengawasan kelurga dan masyarakat.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8221; Jangan cari lagi salahnya, karena terlalu banyak yang mesti dipersalahkan. Ketidaktaatan pada moral sekaligus juga lemahnya pengawasan keluarga dan masyarakat. Perlu juga pembuktian</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">sebab sebelumnya dia hamil, sebelum itu tentu ia disetubuhi, sebelum itu ia melakukan dengan kesadaran atau dipaksa? Perlu dibuktikan,&#8221; tulis Eko Yance saat menjawab pertanyaan yang dilayangkan Prokabar.com</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Eko Yance juga menanggapi jika kasus ibu membunuh bayi bukanlah hal yang baru terjadi di kabupaten, provinsi dan bahkan di negeri ini. Pegangan hidup ABS-SBK oleh masyarakat Minangkabau sangatlah ideal, dan hanya sebagian kecil orang yang tidak memahami dan mengamalkanya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Untuk kasus seperti ini bukanlah hal yang baru. Jadi kita serahkan saja pada polisi. Dna Jangan kambinghitankan pula ABS SBK, karena filosofi ideal itu sudah benar. Yang tidak benar adalah sebagian orang tidak menjadikan itu tuntunan,&#8221; tutupnya. (<b>eym</b>)</span></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/kasus-ibu-bunuh-anak-di-tanah-datar-bagaimana-kini-pemahaman-abs-sbk/">Kasus Ibu Bunuh Anak di Tanah Datar. Bagaimana Kini Pemahaman ABS SBK ??</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bundo Kanduang Kota Padang Bentuk Karakter Generasi Muda yang Berbasis ABS-SBK</title>
		<link>https://prokabar.com/bundo-kanduang-kota-padang-bentuk-karakter-generasi-muda-yang-berbasis-abs-sbk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2019 14:49:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[#abssbk]]></category>
		<category><![CDATA[#bundokanduang]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=45606</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang, Prokabar — Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang, Genny Putrinda menyambut baik inisiatif Bundo Kanduang Kota Padang, yang mengundang generasi muda tingkat SMA/SMK...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bundo-kanduang-kota-padang-bentuk-karakter-generasi-muda-yang-berbasis-abs-sbk/">Bundo Kanduang Kota Padang Bentuk Karakter Generasi Muda yang Berbasis ABS-SBK</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Prokabar — </strong>Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Padang, Genny Putrinda menyambut baik inisiatif Bundo Kanduang Kota Padang, yang mengundang generasi muda tingkat SMA/SMK se-Kota Padang untuk mengikuti kegiatan &#8220;Pembentukan Karakter Generasi Muda yang Berbasis Adat Basandi Syara&#8217;-Syara&#8217; Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Dalam kegiatan yang dilangsungkan di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Senin (2/9) itu, juga dikemas dengan pelantikan Rang Mudo dan Puti Bungsu.</p>
<p>Dilansir Prokabar dari Humas Kota Padang, Genny mengatakan, kegiatan ini bernilai penting sebagai upaya pengembalian fungsi dan pencitraan dari falsafah ABS-SBK kepada generasi muda Minangkabau di Kota Padang. Terlebih, pada zaman globalisasi saat ini cenderung banyak yang dapat merusak akhlak dan menghapus nilai-nilai budaya khususnya terhadap norma adat dan agama di Minangkabau.</p>
<p>&#8220;Tidak hanya itu, dampak budaya asing yang digandrungi oleh para generasi muda saat ini telah menyebabkan mereka tidak lagi mempedulikan dan memelihara rasa nasionalisme atas sejarah dan budaya asli. Padahal, adat sopan santun, tata krama atau yang disebut dengan etika telah menjadi bahagian dari kehidupan masyarakat kita di Minangkabau,&#8221; jelas Genny.</p>
<p>Maka dari itu, Ketua GOW Kota Padang itu mengimbau semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan kembali nilai-nilai ABS-SBK dalam tatanan kehidupan generasi muda di Minangkabau. Dimana untuk ini perlu adanya pendidikan yang menyeluruh yang tertuang dalam program-program edukasi yang saran akan pemahaman nilai-nilai dari ABS-SBL baik secara formal atau informal.</p>
<p>&#8220;Saya mengajal para bundo kanduang untuk sama-sama mengajak para generasi muda menghidupkan kembali generasi &#8216;kambali ka surau&#8217; yang dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan sebagaimana yang diajarkan dalam agama Islam. Tidak hanya ibadah salat dan mengaji, surau dapat dikembangkan menjadi tempat untuk menciptakan inovasi, kreatifitas dan bakat generasi muda serta mengarahkannya kepada tuntunan Islam seperti program dakwah, tausiah, musik Islami dan kegiatan positif lainnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dan kepada para bundo kanduang dan orang tua sangat penting memberikan perhatian dan pembinaan bagi generasi muda dan anak-anak kita. Dimana Pemko Padang telah menerapkan Program 1821 selaku program penguatan keluarga disertai program keagamaan lainnya. Itulah harapan kita bersama, semoga kita sama-sama memberikan perhatian kepada generasi muda di Kota Padang untuk terciptanya generasi muda yang berkualitas dan berakhlak mulia di kota ini,&#8221; pungkas istri Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa itu mengakhiri. (*/<b>hdp</b>)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/bundo-kanduang-kota-padang-bentuk-karakter-generasi-muda-yang-berbasis-abs-sbk/">Bundo Kanduang Kota Padang Bentuk Karakter Generasi Muda yang Berbasis ABS-SBK</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 37/89 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/12 queries in 0.019 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-07 21:05:21 by W3 Total Cache
-->