Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Syuting Film Sitti Nurbaya Versi Layar Lebar Akan Diproduksi di Padang

Dibaca : 620

Padang, Prokabar — Siapa yang tidak kenal dengan film Sitti Nurbaya. Film yang mengangkat sebuah kisah yang fenomenal dan telah melegenda di Kota Padang, Sumatera Barat itu bakal diproduksi lagi untuk ditayangkan tak hanya di bioskop-bioskop di Indonesia.

Tak hanya di negeri ini, film yang 100 persen mengangkat novel dari karya Marah Rusli itu juga bakal merambah pasar Malaysia dan Brunei Darussalam.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Padang, Mahyeldi sangat menyambut baik kembali dibuatnya film Sitti Nurbaya yang dikemas dalam bentuk film layar lebar.

“Alhamdulillah film ini mengangkatkan latar belakang dan setting budaya Minangkabau dan akan melakukan proses syuting di beberapa tempat di Kota Padang. Semoga akan memberikan banyak manfaat bagi warga dan Kota Padang khususnya,” sebut Wali Kota Padang, Selasa (2/7).

Sementara itu, Direktur Utama Balai Pustaka Achmad Fachrodji mengatakan, kali ini ia bersama pihak produksi film Sitti Nurbaya perlu menyampaikan kepada Pemko Padang dalam hal ini Wali Kota Padang, terkait rencana pembuatan film yang diangkat dari novel legendaris Sitti Nurbaya. Dimana settingnya adalah di Kota Padang tahun 1922 silam.

“Sehingga, sebelum film ini dibuat kami harus konsultasi dengan stakeholder terkait di sini termasuk bersama bapak wali kota. Dan kita berharap, apabila film ini nanti diproduksi semoga juga akan melahirkan wisata baru. Seperti halnya dampak yang dirasakan dari film Laskar Pelangi yang sempat ‘booming’ beberapa tahun lalu dengan lokasi syutingnya di Bangka Belitung,” tuturnya.

Ia melanjutkan, untuk di Padang film Sitti Nurbaya edisi layar lebar yang disutradarai Haris Nizam tersebut, pihaknya perlu membuat Kampung Sitti Nurbaya. Dimana di sana nantinya ada rumah Sitti Nurbaya, rumah Datuk Maringgih, Syamsul Bahri dan sarana-prasarana yang mendukung film tersebut.

Kalau perlu akan dibuat museum Sitti Nurbaya, dengan seluruh baju-baju pemeran dan atribut yang dipakai dalam film itu akan dimuseumkan di sana.

“Sehingga, dengan itu seluruh wisatawan bisa melihat dan menikmati kawasan Kampung Sitti Nurbaya nantinya. Tak hanya itu, hal ini juga memberikan multiefek seperti bagi warga setempat serta para pedagang dan pelaku ekonomi kreatif untuk bisa berjualan di sana yang otomatis bisa mengangkat perekonomian mereka,” imbuhnya.

Adapun tambahnya, ketika ditanyakan perihal lokasi syuting film Sitti Nurbaya tersebut yaitu akan menggunakan lokasi di beberapa daerah di sekitar Jawa selain Kota Padang. Untuk di Padang pihaknya pun belum memastikan lokasi yang fix, namun ada beberapa alternatif seperti Bukit Gado-gado atau Gunung Padang yang mana nantinya akan disulap menjadi Kampung Sitti Nurbaya.

Untuk pembuatan film tersebut akan dimulai setelah selesainya pembuatan Kampung Sitti Nurbaya. Sementara tayangnya ia akan berunding dengan investor, jika investornya PT. Semen Padang maka bisa dikaitkan dengan perayaan hari ulang tahun salah satu BUMN yang ada di Sumbar tersebut di 2020 mendatang. (gas)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top