Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Daerah

Kasus Dugaan Penyelewengan Realisasi Dana Umat di Baznas Pasaman Berlanjut, Ketuanya Dicopot

Dibaca : 2.738

Pasaman, Prokabar — Kasus dugaan penyelewengan dana umat di lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pasaman, berbuntut panjang. Pemkab Pasaman akhirnya memberhentikan Ketua Baznas Pasaman, Syafrizal.

“Alhamdulillah, ini adalah langkah yang tepat,” kata sekelompok ASN Pasaman yang mendengar kabar diberhentikannya Syafrizal.

Bahkan, berhentinya Sfayrizal ini, juga diaminkan Kabag Kesra Setda Pasaman, Tedi Azwardi. Sebagai bagian yang bersentuhan langsung dengan Baznas, Tedi menjelaskan, Syafrizal tidak lagi menjabat sebagai ketua Baznas Pasaman, terhitung tanggal 14 Februari lalu.

“Benar, Syafrizal diberhentikan dengan SK bupati terhiting 14 Fabruari lalu,” kata Tedi.

Di sisi lain, dalam berita sebelumnya, kasus Syafrizal ini mengapung pada akhir 2019 lalu. Usai tersebarnya hasil audit internal ke media sosial. Ini pun berujung pada pembekuan sementara aliran zakat atau infaq yang bersumber dari gaji ASN Pasaman ke Baznas.

Dalam selebaran hasil audit yang tersebar itu, tim audit menelanjangi keuangan dan kejanggalan dana umat yang diduga banyak diselewengkan Syafrizal. Diselewengkan dalam artian tidak ditempatkan atau tidak direalisasikan sesuai peruntukan dan putusan bersama pengurus. Ada juga yang tidak tahu atau tidak jelas pertanggungjawabannya.

Contohnya saja, pendistribusian tiap kecamatan sesuka hati ketua Syafrizal yang kini telah menyatakan bakal maju menjadi bakal calon Bupati Pasaman. Ada pula sebagian dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sekitar Rp715 juta.

Lebih mirisnya, dalam laporan itu tertera, ada dana zakat umat yang dipinjamkan kepada pihak lain. Seperti kepada pengusaha swasta, Kipang Pulut Bonjol, pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Equator, hingga ada pula kepada pribadi, yakni kepada Syafrizal sendiri yang jumlahnya sampai ratusan juta rupiah.

Dalam kesimpulan pemeriksaan, dana yang dipinjam-pinjamkan oleh Syafriizal ini dinilai telah menyalahi aturan. Dimana rincian dana yang menjadi permasalahan temuan ini yakni, adanya dana tidak bisa dipertanggungjawabkan Rp715 juta, meminjamkan pada Kipang Pulut Bonjol, Rp223 juta, PT. Equator Rp25 juta, dan adanya pinjaman pribadi dari pejabat Pasaman Rp50 juta dan Rp10 juta. Paling parah pinjaman pribadi ketua Baznas Syafrizal Pasaman Rp392 juta dengan nota catatan dua kali pinjam. Dalam hasil pemeriksaan ini, Syafrizal beralasan untuk pembangunan Pondok Tahfiz Islamic Center yang di Rao, yang ternyata ini pinjaman bodong, karena pihak pondok tahfiz melalui bendahara tidak ada menerima dana yang sampai ratusan juta rupiah itu. Ini tertera dalam laporan. Tak luput ada pula utang pribadi Syafrizal Rp41,7 juta.

Perihal kelanjutan pertanggungjawaban dana-dana ini, Prokabar.com masih menunggu hasil konfirmasi dengan pihak terkait, seperti ketua tim audit internal Baznas dan beberapa pihak lain. (Ola)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top