<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Makro Archives - Prokabar</title>
	<atom:link href="https://prokabar.com/kanal/ekonomi/makro/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prokabar.com/kanal/ekonomi/makro/</link>
	<description>Profesional Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Dec 2018 07:30:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/08/cropped-1.-logo-prokabar-P-transparan--32x32.png</url>
	<title>Makro Archives - Prokabar</title>
	<link>https://prokabar.com/kanal/ekonomi/makro/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengintip Lele Asap Leriska Asal Kayu Tanam</title>
		<link>https://prokabar.com/mengintip-lele-asap-leriska-asal-kayu-tanam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi5]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2018 07:30:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Makro]]></category>
		<category><![CDATA[#hdp]]></category>
		<category><![CDATA[#kulinersumbar]]></category>
		<category><![CDATA[#oleh-oleh]]></category>
		<category><![CDATA[#PadangPariaman]]></category>
		<category><![CDATA[#RUD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=25718</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padang Pariaman, Prokabar — Di sebuah tenda pojok, khusus lokasi kuliner dan jualan sekitar Kantor Disparpora dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatra Barat ke...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengintip-lele-asap-leriska-asal-kayu-tanam/">Mengintip Lele Asap Leriska Asal Kayu Tanam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang</strong> <strong>Pariaman</strong>, <strong>Prokabar</strong> — Di sebuah tenda pojok, khusus lokasi kuliner dan jualan sekitar Kantor Disparpora dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatra Barat ke 15 tahun 2018 Di Kabupaten Padang Pariaman, terlihat hidangan unik dan menarik. Lele Asap asal Kayu Tanam dengan nama Leriska.</p>
<p>Beberapa ibu-ibu dengan ramah menyapa dan melayani pembeli dengan baik. Barang dagangannya terlihat laris diborong pelanggan. Mereka pun tersenyum lebar dan puas.</p>
<p>Dan dalam suatu kesempatan, usaha ini pun dapat di telusuri lebih dalam tentang sejarah berdirinya beserta proses perjalanan mereka membangun usaha terlihat sederhana tersebut. Leriska (Lele Rezki Sejahtera Kayutanam), sebuah kelompok usaha rumah tangga asal Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2&#215;11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Kelompok yang mengolah makanan khas ikan lelel seperti Lele Asap, Rendang Lele Salai, Bakso Lele dan Naget Lele.</p>
<p>Lili Suryani (40) Ketua Leriska menjelaskan usaha tersebut bermula program PNPM 2013 lalu kepada Anggota SPP (Simpan Pinjam Perempuan) memberi pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, terutama ibu rumah tangga miskin. Anggaran Pemeritah Pusat tersebut selain mendapatkan skill atau keterampilan, langsung dimodali berbagai peralatan masak.</p>
<p>Karena budi daya ikan lelel sudah membludak, bahkan telah berhasil mengekspor ke Kota Bukittinggi. Harga biasanya Rp13 ribu perkilo, menjadi Rp7 ribu perkilo, dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Maka lahirlah pelatihan pembuatan lele asap atau pengasapan lele.</p>
<p>Usai pelatihan dan skill diserap dengan baik, Kelompok tersebut langsung merealisasikannya sebagai usaha tambahan. 2014, dengan berjumlah Anggota 16 orang disertai modal simpanan pokok setiap Anggota Rp75 ribu perorang, mereka bergerak maju.</p>
<p>&#8220;Awalnya produksi hanya 2x dalam sebulan, dengan hasil 50 kg lele asap sekali produksi. Hingga kini kami sudah bisa produksi 3x dalam sebulan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Saat ini Leriska mempekerjakan beberapa orang ibu rumah tangga untuk memproduksi Lele Asap. Dengan upah Rp 25 ribu perkilonya.</p>
<p>Harga lele asap sudah mencapai Rp130 ribu perkilo. &#8220;Di acara Porprov. Sumbar 2018 di Padang Pariaman ini, kami tidak hanya menjajakan Lele Asap saja. Kami sudah mulai melakukan inovasi hasil turunan berupa Rendang Lele Salai, Bakso Lele, Naget Lele dan Sala,&#8221; terang Lili.</p>
<p>Pelanggan biasanya dari beberapa instansi Pemerintahan Padang Pariaman. Namun pada Ivent olahraga Sumatra Barat ini, para perantau maupun calon legislatif banyak singgah dan melirik usaha kami. &#8220;Mereka menyulai kuliner ini dan memesan banyak untuk dibawa ke perantauan. Dalam sehari itu, terjual 15 bungkus dan tambahan pesanan 30 bungkus lagi,&#8221; ungkap Ketua Leriska tersebut.</p>
<p>Setidaknya dalam ajang ini, kami mendapat pelanggan baru dan kemungkinan menjadi pelanggan tetap lanjutnya. Sebagai momentum promosi usaha kerajinan maupun kuliner khas Padang Pariaman tentunya.</p>
<p>Lili juga menerangkan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman selama ini sudah sangat baik dalam melakukan pembinaan. Namun harus lebih serius dan berkelanjutan. Terutama permasalahan permodalan dan kemasan. &#8220;Kita kalah saing dengan kemasan elit milik daerah lain. Padahal dari segi kualitas rasa dan mutu, kita jauh lebih unggul,&#8221; keluhnya.</p>
<p>Usaha rumah tangga Lele Asap daerah lain seperti Payakumbuh, Padang, Agam dan Bukittinggi sudah cukup maju. Namun kendala rata-rata modal, pada umumnya Pemerintah Daerah sering menggiring ke Perbankan. Padahal Perbankan tidak akan pernah melirik usaha kecil menengah ini Karena mereka pasti mencari keuntungan pula besar nasabahnya. &#8220;Mana mungkin perbankan percaya pada usaha kecil menengah ini akan memberi keuntungan kepada mereka?&#8221; herannya.</p>
<p>Kami berharap lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman serius memperhatikan usaha kecil menengah ini. &#8220;Kita iri dengan kebijakan beberapa Pemerintah daerah di daerah Jawa sana. Bahkan mereka konsisten dengan menetapkan Perda kepada ASN dan masyarakatnya untuk mengutamakan membeli produksi hasil karya daerahnya sendiri. Sehingga umkm mereka maju, berkembang dan jelas mensejahterakan masyarakatnya,&#8221; harapnya.</p>
<p>Dan di sisi lain, umkm adalah penompang pertumbuhan pariwisata. Wisatawan jelas tidak akan hanya melihat dan menikmati keindahan alam dan budaya saja saat berwisata. Mereka pasti membutuhkan makanan dan buah tangan dari tempat yang sudah ia kunjungi. &#8220;Dan kita di akayu Tanam sepertinya hanya menjadi penonton saja. Padahal rata-rata wisatawan nasional dan Internasional setial hari melintasinya. Hendaknya potensi Kayu Tanam dengan Istilah Bogornya Sumbar, dapat termanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman,&#8221; tutupnya. (rud)</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/mengintip-lele-asap-leriska-asal-kayu-tanam/">Mengintip Lele Asap Leriska Asal Kayu Tanam</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wow! Semen Padang Berusia 108 Tahun</title>
		<link>https://prokabar.com/wow-semen-padang-berusia-108-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2018 04:18:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Makro]]></category>
		<category><![CDATA[#108 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[#CSR]]></category>
		<category><![CDATA[#padang]]></category>
		<category><![CDATA[#ProKabar]]></category>
		<category><![CDATA[#SemenPadang]]></category>
		<category><![CDATA[#Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=4531</guid>

					<description><![CDATA[<p>PADANG, PROKABAR &#8211; Pada 18 Maret 2018 PT Semen Padang tepat berusia 108 tahun. Dalam rentang waktu usia lebih satu abad itu, perusahaan yang...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wow-semen-padang-berusia-108-tahun/">Wow! Semen Padang Berusia 108 Tahun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>PADANG, PROKABAR &#8211; </b>Pada 18 Maret 2018 PT Semen Padang tepat berusia 108 tahun. Dalam rentang waktu usia lebih satu abad itu, perusahaan yang pendiriannya dibidani perwira Belanda berkebangsaan Jerman, Carl Christophus Lau, telah melalui pasang surut. Kini, di usia ke-108 tahun, berbagai tantangan juga dihadapi perusahaan, dengan adanya kompetisi yang ketat dalam industri semen nasional.</p>
<p>Peringatan ke-108 tahun ini diperingati secara sederhana, diawali dengan upacara HUT Pendiriaan pabrik PT Semen Padang ke-108, pada Senin (19/3/2018), dan olahraga senam pagi pada Rabu (21/3/2018).</p>
<p>&#8220;Acara HUT kali ini kita gelar sederhana, namun tidak mengurangi makna sejarah pendirian pabrik yang telah banyak berkontribusi pada modernisasi dan industrialisasi di negeri ini,&#8221; kata Kepala Biro Humas PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati, Minggu (18/3/2018).</p>
<p>Upacara HUT Pendiriaan pabrik PT Semen Padang ke-108 akan dimeriahkan dengan pembuatan konfigurasi 108 tahun yang akan dilakukan oleh 100 peserta upacara. Sementara pada kegiatan senam pagi, akan meghhadirkan pakar kesehatan, dan juga promosi UKM dengan pendirian stand di Plaza Kantor Pusat Semen Padang.</p>
<p>Nur Anita menjelaskan, sejarah panjang telah dilewati PT Semen Padang. Pasang surut kinerja dan peristiwa juga telah dilalui. Perusahaan masih mampu bertahan di tengah sengitnya persaingan industri semen di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Sungguh pencapaian luar biasa, PT Semen Padang masih mampu survive hingga di usianya 108 tahun. Tak banyak perusahaan di negeri ini atau di dunia yang bisa bertahan hingga satu abada lebih. Ini pantas disyukuri,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, perkembangan dan eksistensi yang kuat ini dapat terwujud karena adanya komitmen, kerja keras seluruh karyawan/ti, dukungan dari Semen Padang Grup, semua stakeholder serta dukungan sinergi dalam Semen Indonesia Grup yang semakin solid.<br />
Bagian Penting dari Sejarah</p>
<p>Wartawan senior Khairul Jasmi mencatat, sejarah keberadaan Semen Padang selama satu abad lebih telah berjalin-berkelindan dengan sejarah masyarakat Minangkabau khususnya bahkan dengan sejarah bangsa Indonesia umumnya. Pabrik ini merupakan bagian penting dari sejarah modernisasi dan industrialisasi di Indonesia, karena inilah pabrik semen dan industri besar pertama yang dibangun di Indonesia dan masih tetap eksis bahkan terus berkembang hingga seratus tahun kemudian.</p>
<p>Kalau saja tidak ada pabrik semen di Bukit Indarung ini, bangsa Indonesia mungkin belum akan melihat Monumen Nasional (Monas), Jembatan Semanggi, Gedung MPR/DPR di Senayan, dan Hotel Indonesia di jantung Jakarta pada awal 1960-an. Mungkin pula belum ada Jembatan Ampera yang melintasi Sungai Musi yang membelah Kota Palembang hingga tahun 1970-an. Juga belum ada pabrik semen di Gresik yang bangunan gedungnya menggunakan semen produksi dalam negeri.</p>
<p>Maka bisalah dibayangkan, tanpa dibangunnya pabrik semen di Indarung (kini PT Semen Padang) tahun 1910, lebih seabad silam, maka dapatlah dibayangkan rakyat Indonesia dalam waktu yang lama akan tetap menjadi konsumen semen yang dibuat di negara lain.</p>
<p>Hari ini mungkin orang hanya akan memandang PT Semen Padang sebagai bagian ‘kecil saja’ dari industri semen nasional, karena produksinya yang sekitar 6,5 juta ton setahun Tapi seabad yang lalu, setelah dibangun tahun 1910, pabrik semen di bukit Indarung tersebut adalah segalanya bagi Indonesia yang masih bernama Hindia Belanda.</p>
<p>Sejak pertama dibangun, pabrik Semen Padang yang sejak awal telah menggunakan kerbau sebagai lambangnya, merupakan pabrik semen pertama di Hindia Belanda bahkan di Asia Tenggara. Status sebagai pabrik semen satu-satunya di Indonesia itu bertahan selama hampir setengah abad hingga dibangunnya pabrik semen Gresik tahun 1957. Namun hingga satu dekade setelah pabrik semen Gresik berdiri, produksi Semen Padang masih menjadi andalan bagi pembangunan berbagai proyek penting, strategis, bahkan menjadi landmark bagi kota-kota yang menjadi lokasi bangunan tersebut. Termasuk dalam hal ini Monumen Nasional, Gedung MPR/DPR, Jembatan Semanggi, dan Hotel Indonesia di Jakarta, dan Jembatan Ampera di Palembang. Bahkan gedung-gedung pabrik dan perkantoran milik Semen Gresik pun dibangun dengan semen yang diproduksi di Indarung ini.</p>
<p><b>Arsip di Tangan Belanda</b></p>
<p>Dengan demikian besarnya peran Semen Padang di masa silam hingga kini, sejarah Semen Padang pantas dicatat dan diarsipkan dengan baik. Sayangnya, arsip-arsip itu dibawa Belanda menjelang peristiwa pengambilalihan pabrik (nasionalisasi) tahun 1958. Kini, untuk mendapatkan arsip tentang Semen Padang, harus mencarinya ke negeri Belanda.</p>
<p>Manajemen Semen Padang pada tahun 2009 pernah mengirim tim untuk melacak arsip-arsip tersebut, demi kepentingan pembangunan Museum Semen Indonesia, di lokasi Pabrik Indarung I. Tentunya dokumen aslinya tak mungkin diminta, yang mungkin adalah membuat reproduksinya. Hasil reproduksi arsip itu tentu bisa disimpan di PT Semen Padang sendiri dan dibuat kopiannya untuk (salah satu) perpustakaan yang ada di Sumatra Barat. Manfatnya tentu banyak: misalnya untuk memperkaya isi Museum PT Semen Padang yang diwacanakan akan dibangun, dan tentu saja tak diragukan bahwa arsip tersebut akan sangat bermanfaat pula untuk dunia akademis.<br />
Suryadi, pengajar Universiteit Leiden, Belanda, dalam sebuah artikelnya yang dimuat di Harian Singgalang, mengungkapkan, arsip-arsip yang terkait dengan PT Semen Padang yang tersimpan di Belanda terdapat paling tidak di lima tempat, yakni di Algemeene Rijk Archief, Den Haag, di Koninklijk Instituut voor de Tropen, Amsterdam, di Gemeente Amsterdam Stadarchief, di Univrsteitsbibliotheek Tilburg, dan di Arsip keluarga Perusahaan Dagang Veth Bersaudara yang kini tersebar di tujuh daerah / kota Belanda: Sliedrecht, Papendrecht, Lekkerkerk, Schiedam, Noord-Holland, Serooskerke, dan Middleburg.</p>
<p>Secara umum, dengan merujuk kandungan arsip-arsip tersebut dapat diketahui tentang PT Semen Padang dari sumber pertama, khususnya pada periode antara 1907-1970, seperti statuta pendirian PT Semen Padang dengan modal awal dan pemodal utamanya, neraca keuangan perusahaan itu per tahun, nama-nama direktur dan susunan direksi perusahaan itu sejak awal berdirinya, jumlah produksinya per tahun, perusahaan pemegang hak monopoli perjualan produknya, negara-negara tujuan ekspor produknya, dan lain sebagainya.</p>
<p>Di kelima sumber penyimpanan tersebut tersimpan jaarverslag (laporan tahunan) PT Semen Padang yang cukup lengkap, sejak tahun 1910-1971. Setiap jaarverslag meng-informasikan perimbangan keuangan perusahaan itu dan produksinya per tahun, di samping banyak informasi lainnya mengenai perusahaan itu.</p>
<p>Gebroeders Veth Handelmaatschappij (Perusahaan Dagang Veth Bersaudara) merupakan pemodal pertama dan utama PT Semen Padang sejak awal berdirinya. Cikal bakal Perusahaan Dagang Veth Bersaudara didirikan di Belanda kira-kira tahun 1836 . Arsip perusahaan ini, sejak 1858-1970, kini tersimpan di Kantor Arsip Pemerintah Kota Amsterdam. Semula perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan hasil bumi Hindia Belanda. Kemudian usahanya diperluas ke bidang pertambangan. Di samping mengelola PT Semen Padang, Gebroeders Veth Handelmaatschappij juga mengelola Tambang Emas Salido dan Kinandam-Sumatra Mijnbouw.<br />
Tentu dalam arsip perusahaan ini, yang mempunyai rentang waktu 112 tahun, banyak tersimpan data mengenai PT Semen Padang, khususnya data statistik mengenai ekspor dan keuangannya, mengingat bahwa sejak semula Gebroeders Veth Handelmaatschappijlah yang menguasai modal maupun produk PT Semen Padang.</p>
<p>Di samping arsip Perusahaan Dagang Veth Bersaudara yang kini tersimpan di Amsterdam, arsip keluarga besar pengusaha Veth yang terdapat di tujuh tempat di Belanda kemungkinan besar banyak pula menyimpan foto-foto lama menyangkut kegiatan dagang perusahaan dagang ini selama masa jayanya. Hal ini dimungkinkan karena biasanya bangsa Belanda memiliki kesadaran yang tinggi untuk memelihara arsip keluarga. Informasi awal menunjukkan bahwa dalam arsip keluarga besar Veth tersimpan tak kurang dari 350 foto dan sketsa lama, antara lain foto-foto mengenai fasilitas PT Semen Padang, seperti foto rooteroven sepanjang 86 meter dengan kapasitas produksi 1200 drum (vaten) per hari.<b> (nrs)</b></p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/wow-semen-padang-berusia-108-tahun/">Wow! Semen Padang Berusia 108 Tahun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belanja Iklan TV Kuartal I/2017 Walls Juara, RCTI Raup 3,37 Triliun</title>
		<link>https://prokabar.com/belanja-iklan-tv-kuartal-i2017-walls-juara-rcti-raup-337-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[prokabar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 May 2017 14:22:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Makro]]></category>
		<category><![CDATA[#ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[#iklan]]></category>
		<category><![CDATA[#makro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prokabar.com/?p=1027</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta-ProKabar— Sepanjang kuartal 1/2007, kue iklan monitoring Adstensity di 13 stasiun TV nasional mencapai Rp22,78 triliun. Trennya nyaris tak berubah dibanding tahun sebelumnya, aliran...</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/belanja-iklan-tv-kuartal-i2017-walls-juara-rcti-raup-337-triliun/">Belanja Iklan TV Kuartal I/2017 Walls Juara, RCTI Raup 3,37 Triliun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta-ProKabar— Sepanjang kuartal 1/2007, kue iklan <em>monitoring</em> Adstensity di 13 stasiun TV nasional mencapai Rp22,78 triliun. Trennya nyaris tak berubah dibanding tahun sebelumnya, aliran uang tetap besarke televisi.</p>
<p>Hasil <em>monitoring</em> iklan televisi (TV) Adstensity menunjukkan <em>brand </em>dari industri <em>personal care</em> memiliki 4 <em>brand</em><em>s</em> yang berada di Top 10 <em>Brand</em><em>s </em>dengan pengeluaran iklan televisi tertinggi<em>, </em>yakni Garnier, Dove, Ponds, dan Pantene. Di sisi lain, industri rokok yang pada kuartal I-2016 memiliki 4<em> brands</em> di Top 10, justru saat ini hanya menempatkan 2 <em>brands</em> dengan pengeluaran iklan televisi tertinggi, yakni Sampoerna dan Djarum. Pada kuartal ini, <em>brand </em>Dunhill Mild dan Gudang Garam tidak termasuk dalam Top 10.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-1028 size-full" src="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/05/1.png" alt="" width="905" height="351" srcset="https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/05/1.png 905w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/05/1-300x116.png 300w, https://prokabar.com/wp-content/uploads/2017/05/1-768x298.png 768w" sizes="(max-width: 905px) 100vw, 905px" /></p>
<p>Adstensity mencatat, Walls merupakan <em>brand</em> yang paling banyak mengeluarkan dana belanja iklan televisi. Pada kuartal I 2017, total <em>ad spending </em>Walls mencapai Rp403,7 miliar. Ditempat kedua ada Sampoerna dari industri rokok yang mengeluarkan dana belanja iklan sebsesar Rp331,5 miliar. Selanjut berturut-turut diduduki industri <em>Personal Care</em>, yaitu <em>brand</em> Garnier, Dove, Ponds, dan Pantene. Garnier dengan belanja iklan sebesar Rp283,8 milliar, Dove sebesar Rp282,1 miliar, Ponds sebesar Rp279,1 miliar dan Pantene sebesar 270,2 miliar. Djarum berada di tempat ke-7 dengan mengeluarkan dana untuk beriklan sebesar Rp265,9 milliar. Selanjutnya ada dari industri makanan olahan dengan <em>brand</em> Indomie dan Sarimi yang masing-masing mengeluarkan dana belanja iklan sebesar Rp265,8 miliar dan Rp261,1 miliar . Di posisi kesepuluh <em>brand </em>Frisian Flag dengan dana belanja iklan sebesar Rp253,1 miliar.</p>
<p>The post <a href="https://prokabar.com/belanja-iklan-tv-kuartal-i2017-walls-juara-rcti-raup-337-triliun/">Belanja Iklan TV Kuartal I/2017 Walls Juara, RCTI Raup 3,37 Triliun</a> appeared first on <a href="https://prokabar.com">Prokabar</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 38/98 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)
Database Caching 3/17 queries in 0.022 seconds using Redis

Served from: prokabar.com @ 2026-10-08 00:01:36 by W3 Total Cache
-->