Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Hebat, Mengumpulkan Sampah Bisa Menabung Emas, Kok Bisa?

Dibaca : 145

Padang, Prokabar — Saat ini problema sampah masih menjadi permasalahan di Indonesia, termasuk Ibukota Sumatera Barat. Penggunaan plastik secara berlebihan serta membuang sampah sembarangan manjadi salah satu penyebabnya.

Namun apa jadinya jika sampah bisa dijadikan emas? Dan Bagaimana caranya?.

Siang itu Dewi tampak sibuk menulis dan mengawasi proses bongkar muat sampah plastik di halaman kantornya. Setiap ada barang yang masuk, dicatatnya.

Tiga orang anggotanya tampak sibuk menimbang serta memilah sampah sampah plastik yang baru saja diantar oleh nasabahnya.

Seperti itulah kegiatan di Bank Sampah Panca Daya, yang berlokasi di belakang Kantor Camat Kuranji, Kota Padang.

Hadirnya Bank Sampah Panca Daya ini memberi harapan bagi masyarakat ekonomi lemah untuk menabung emas.

Salah seorang anggota Bank Sampah Panca Daya Kuranji Padang, Nasya, mengaku mulai rajin memilih dan memilah sampah setelah adanya bank sampah tersebut.

Setelah dikumpulkan, Nasya mengumpulkan sampah-sampah itu setelah kemudian dijual dan ditabung menjadi emas.

“Selama ini saya cuma bermimpi punya tabungan emas. Alhamdulillah kini bisa jadi kenyataan,” kata dia.

Ia mengatakan, mulanya mencari dan mengumpulkan sampah. Sampah paling banyak dikumpulkannya berupa kardus. Dijual seharga Rp 1.200 hingga Rp 1.300 per kilogramnya.

Ia juga mengumpulkan botol air mineral, dan kertas, yang mempunyai nilai jual. Ini menjadi tambahan uang yang dapat ditabung menjadi emas. Ia tidak merasa malu saat mengumpulkan sampah sampah-sampah tersebut.

Nasya menilai, masalah sampah sampai sekarang belum bisa teratasi. Hadirnya bank sampah telah mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah.

Sementara, Ketua Bank Sampah Panca Daya, Mina Dewi Sukmawati, mengatakan hingga Januari 2020 anggotanya mencapai 232 orang. Terbanyak dari masyarakat Kuranji dan sekitarnya hingga kawasan Lubuk Begalung dan Lubuk Buaya.

“Selain masyarakat umum, para ASN kini juga banyak yang mengantarkan sampah dalam bentuk kertas ke sini,” kata Dewi, pada Singgalang, Rabu (15/1) di Bank Sampah Panca Daya yang lokasinya tepat di belakang Kantor Camat Kuranji Padang.

Dijelaskannya, bank sampah yang dia pimpin menerima semua sampah rumah tangga non organik, kecuali pempers dan pembalut. Semua sampah non organik itu bernilai uang dan bisa ditabungkan menjadi emas.

Dewi, jenis sampah paling banyak dijual adalah jenis plastik dan kardus. Sedangkan untuk nilai tabungan emas anggota terbanyak mencapai Rp1.800.000.

“Nilai Rp1.800.000 ini murni dari sampah. Anggota ini berasal dari Kalumbuk. Dia pengumpul kardus, karena suaminya ngampas,” terang Dewi.

Bank sampah buka setiap Senin, Rabu dan Jumat, pada pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. Jumlah petugas di bank sampah enam orang. (gas)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top