Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Dukung Kegiatan Ekonomi Rakyat, Kementerian PUPR Bangun Dua Pasar di Sumatera Barat

Foto Kementerian PUPR - Pembangunan Pasar Atas
Dibaca : 102

Jakarta, Prokabar – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya membangun dua pasar serta sarana prasarana (sarpras) pendidikan di empat perguruan tinggi di Sumatera Barat.

Pembangunan ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) No.43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dua Pasar tersebut yakni, Pasar Atas Kota Bukittinggi dan Pasar Rakyat Pariaman. Sedangkan sarpras pendidikan dibangun tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Yakni Politeknik Negeri Padang, Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Politani Negeri Payakumbuh, dan satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Institut Agama Islam Negeri Batu Sangkar.

Pasar Atas Kota Bukittinggi mengalami kebakaran hebat pada 30 Oktober 2017 lalu yang menyebabkan hilangnya seribu lebih kios pedagang di gedung tiga lantai.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, revitalisasi dan pembangunan pasar tradisional oleh Pemerintah menunjukan keberpihakan Pemerintah kepada para pedagang agar nantinya harga sewa kios pasar yang baru tetap terjangkau.

“Konsep revitalisasi pasar disesuaikan dengan keselarasan lingkungan yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal. Seluruh kegiatan mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda),” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran persnya.

Rekonstruksi Pasar Atas Bukittinggi dikerjakan sejak 20 Agustus 2019 hingga 31 Desember 2019 pada umumnya memiliki aktifitas ekonomi yang tinggi dengan berbagai komoditas perdagangan dan jasa penunjang lainnya.

Diharapkan agar masyarakat yang berdagang di Pasar mendapatkan tempat yang layak sehingga kegiatan ekonomi di Kota Bukittinggi menjadi lebih lancar.

Selain itu Pasar tersebut memiliki nilai sejarah karena Kota Bukittinggi pernah jadi ibu kota (sementara) negara RI. Pasar Atas menggunakan desain baru dengan konsep green building yang menelan anggaran sebesar Rp 292 miliar.

Pasar Rakyat Pariaman berlokasi di Jalan Sultan Syahrir, Kota Pariaman dibangun diatas lahan seluas 9000 m2 dengan anggaran sebesar Rp. 82 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 – 2020. Konstruksi di kerjakan oleh PT. Wijaya Gedung dengan progres mencapai 16,769 %. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top