Jelang Pemilu, Bola Panas Selalu Mengarah Pada Walinagari di Pasaman

Penulis -

Minggu, 17 Februari 2019 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Pemilu 17 April mendatang sudah di depan mata. Para calon legislatif dan tim suksesnya mulai melancarkan serangan sosialisasi dan kampanye.

Namun, siapa sangka di balik itu semua bola panas selalu mengarah pada walinagari. Terutama yang ada di Pasaman.

“Kami dituntut untuk netral. Tidak boleh ikut kampanye, namun di sisi lain, undangan oleh Caleg saat kampanye di nagari selalu datang pada kami. Apakah itu untuk bisa dihadiri atau semacamnya. Tidak hadir, naasnya surat undangan ditandatangani bupati sebagai pengurus partai. Walau bupati berstatus cuti dalam berkampanye, namun ia tetap bupati yang harus kami hormati. Hadir salah, tidak hadir salah,” kata para walinagari yang hadir dalam sosialiasi pengawasan Pemilu bersama walinagari, Ormas, tokoh dan awak media, Minggu (17/2).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Tidak itu saja bola panas yang dirasakan walinagari. Parahnya lagi, perihal kampanye uang atau barang, juga menjadi polemik walinagari saat ada beberapa Caleg yang melakukannya.

“Money politik tidak boleh. Tapi, banyak juga Caleg yang gelar kampanye terbuka dan memberikan pergantian uang transport kepada peserta. Kamipun jadi bingung, boleh atau tidak. Alasannya, masyarakat yang hadir kan menghabiskan hari-harinya untuk ikut sosialisasi. Jadi masyarakat merasa uang pergantian transport itu, wajib diterimanya untuk pengganti pemasukan hari kerja yang hilang,” lanjut walinagari lainnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Perihal ini, Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita memgaku, apapun yang terjadi walinagari harus netral. Kalaupun terpaksa hadir dalam acara kampanye karena diundang, walinagari harus pasif. Tidak boleh menyatakan dukungan atau mengutarakan kemana arah politik.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Cukup pribadi saja yang tahu kemana arah pilihan pak wali sekalian. Kalau diundang, ya diam saja. Lihat saja acaranya, jangan ikut berkampanye,” jelas Rini.

Perihal money politik, pada dasarnya itu sangat dilarang. Apalagi membagi-bagikan barang atau uang dengan disertai kartu nama, stempel atau embel-embel yang ada nomor urut Caleg atau partai.

“Ini tidak boleh. Untuk itu, sosialisasi ini kita gelar. Apapun alasan masyarakat menerimanya, itu tidak boleh. Mari kita dorong masyarakat untuk memahaminya,” tukas Rini. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB